Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 18


__ADS_3

Stacey tak lama bertemu dengan ibunya.


"Ibu? Apa ibu sudah selesai mengajari wanita itu?"Tanya Stacey yang heran melihat ibunya lebih cepat kembali.


"Ibu tidak mau mengajari anak itu. Anak itu sangat kurang ajar dan tidak punya sopan santun. Wajahnya juga tidak secantik dirimu."Ucap Nyonya Bella masih kesal mengingat kejadian tadi.


"Memangnya apa yang sudah dilakukan wanita itu, hingga ibu jadi marah seperti ini?"Tanya Stacey.


"Anak itu sudah berani membantah ucapan ibu. Dia merasa dirinya sudah yang paling benar. Keangkuhannya itu benar-benar membuat ibu jadi sangat jengkel. Ibu yakin sekali dia tidak akan lolos menjadi Ratu ataupun mendapatkan hati Pangeran Yohannes sekalipun."Ucap Nyonya Bella.


"Heh, begitu ya? Dia sudah jelas pasti tidak akan bisa mendapatkannya karena yang mulia Pangeran sendiri sangat membencinya ibu."Ucap Stacey.


"Benarkah? Apa alasannya dia membenci wanita itu?"Tanya Nyonya Bella.


"Entahlah, aku sudah bertanya pada yang mulia Pangeran dan dia sendiri tidak tahu mengapa dirinya membenci wanita yang dijodohkannya. Tapi dia ada sempat mengatakan bahwa dia tidak suka dengan rambut wanita itu yang berwarna merah. Dan hari ini dia malah memuji rambutku ibu!"Ucap Stacey menjadi sumringah.


"Sungguh? Apa yang dikatakannya padamu?"Tanya Nyonya Bella jadi ikut senang mendengarnya.


"Yang mulia Pangeran bilang bahwa rambutku jauh lebih bagus daripada rambut wanita itu. Bukankah aku masih punya kesempatan kalau begitu? Mungkin saja Pangeran Yohannes mau bersamaku kan ibu?"Ucap Stacey jadi sangat berharap.


"Sepertinya yang kau katakan benar,Stacey. Cobalah untuk dekat dengan Pangeran Yohannes sedikit demi sedikit dan jangan terlalu terburu-buru. Kau juga harus membuat wanita bernama Lydora itu menjadi tidak berdaya di hadapanmu."Ucap Nyonya Bella tersenyum licik.


"Tentu saja ibu."Balas Stacey sambil tersenyum penuh misteri.


Malamnya, semua keluarga berkumpul di meja makan, terkecuali Raja Peter yang tidak bisa ikut hadir karena masih sakit. Dirinya terpaksa harus tetap di atas tempat tidur dan diurus oleh beberapa pelayan.


Di meja panjang itu, ada Ratu Edna, Pangeran Yohannes, Nyonya Bella, Stacey dan tidak lupa dengan Lydora.


Tadinya Lydora tidak ingin ikut hadir untuk makan malam karena dia sangat malas untuk bertemu dengan Nyonya Bella. Dan kali ini dia malah bertemu dengan putrinya pula. Stacey terus menatapnya dan hal itu benar-benar membuat Lydora menjadi tidak nyaman.


Lydora tidak bisa membaca arti tatapan Stacey yang datar itu. Jika mata mereka bertemu, Stacey langsung tersenyum kearahnya, dan Lydora terpaksa harus membalas senyumannya itu. Tapi dia yakin sekali jika Stacey pasti memiliki tujuan buruk.


Dan yang lebih canggung, Lydora diperintahkan untuk duduk tepat di samping Yohannes. Sejak tadi Yohannes tidak berbicara sepatah katapun. Di meja makan itu hanya ada keheningan. Di tempat tinggalnya dia masih bisa mengobrol ringan di atas meja makan.


Dan kali ini dia menjadi bernostalgia bahwa makan bersama seperti ini tidak jauh berbeda dengan dia makan sendirian di kosnya yang dulu sebelum dia pindah ke dunia ini.

__ADS_1


Lydora bahkan tidak sanggup untuk menelan daging steak yang dikunyahnya saat ini. Bagaikan ada duri di dalam tenggorokannya karena sangat tidak nyaman dengan suasana di meja makan itu.


Setelah acara makan malam selesai, Ratu Edna menatap Yohannes dengan maksud arti tertentu yang tidak dapat dipahami oleh Lydora ataupun Nyonya Bella dan Nona Stacey.


Hanya Yohannes yang mengerti dan dia berdecak sebal. Spontan Ratu Edna melotot tajam kearahnya dan Yohannes hanya bisa menghela napas.


"Hei, ayo ikut denganku sebentar."Ucap Yohannes akhirnya mengajak Lydora berbicara. Tapi ucapannya masih terdengar dingin seperti biasa.


"Eh? Ba-baik yang mulia."Ucap Lydora yang kaget.


Yohannes beranjak dari kursinya begitu juga dengan Lydora. Ratu Edna tersenyum ke arah kedua pasangan itu. Sementara Nyonya Bella dan Stacey tentu saja terlihat tidak senang dengan yang terjadi.


Setelah kedua pasangan itu pergi, Ratu Edna menatap kearah Nyonya Bella dan Stacey.


"Nyonya Bella, ada hal yang ingin kutanyakan pada anda."Ucap Ratu Edna.


"Ya? Ada apa Yang mulia?"Tanya Nyonya Bella.


"Mengapa anda tidak jadi mengajari menantuku?"


Menantu katanya?! Dia bahkan belum jadi bagian keluarga ini!


"Begini yang mulia, tadi Nona Lydora sudah berani membantah ucapan saya dan dia juga sudah berkata yang tidak sopan kepada saya. Saya tidak mau mengajari seorang anak yang memiliki sifat buruk seperti itu."Jawab Nyonya Bella.


"Begitu? Tapi Menantuku itu sudah berani membantah sepertinya karena anda pasti membicarakan hal yang tidak baik padanya, benar kan?"Ucap Ratu Edna.


"T-tidak, saya berpikir karena dia bukan gadis yang memiliki sifat baik dan saya hanya ingin menasehatinya saja. Lagipula orang-orang sudah banyak yang menilainya buruk. Rumornya juga begitu. Saya tidak mau sampai dia menjadi seorang Ratu yang tidak kompeten."


"Tapi dia malah tidak mau menerima nasehat saya. Dia bilang saya tidak sebaik dirinya dan tidak pantas mengajarinya. Karena dia bilang begitu, saya pun memilih untuk pergi saja."Ucap Nyonya Bella.


Ratu Edna merasakan penuh keraguan atas pengaduan Nyonya Bella. Dia tidak yakin jika Lydora akan berkata begitu sekalipun dia mendengar jika Lydora dicap wanita yang buruk.


"Kalau begitu, tolong maafkan saja dia. Dia harus tetap menjadi penggantiku."Ucap Ratu Edna.


"Apa? Tapi yang mulia..."

__ADS_1


"Jangan berani membantah ucapanku. Aku lebih berada di atas anda, anda mengerti? Besok aku akan ikut mengawasi bagaimana cara anda mengajari menantuku itu."Ucap Ratu Edna dengan dingin.


Nyonya Bella langsung tidak bisa berkutik. Mau tidak mau dia terpaksa menerima perintah dari seorang wanita yang dibencinya.


Di tempat Yohannes dan Lydora pula, Yohannes membawa Lydora ke atas balkon dan memutuskan untuk berbicara di atas balkon itu.


Lydora tidak berhenti komat-kamit karena terlalu takut bercampur kesal, mengapa dia harus ikut pria itu dan mendengar perintahnya.


Sesampai di atas balkon, Lydora terpesona dengan langit malam yang sungguh indah. Bintang-bintang berkilauan memenuhi langit sehingga pantulannya berada di kedua mata Lydora.


"Nona Lydora."Panggil Yohannes dengan panggilan nama dan hal itu tentu saja membuat Lydora tidak percaya mendengarnya.


Dia memanggil namaku? Apa aku salah dengar?


"Ya, ada apa yang mulia?"Tanya Lydora.


"Aku minta maaf."Ucap Yohannes dengan nada pelan seperti begitu malu untuk mengatakannya.


"Eh? Anda bilang apa, yang mulia? Saya tidak dengar."Ucap Lydora lalu reflek mendekat.


"Ck, aku bilang aku min-"


Duar!! Tiba-tiba ada petir yang muncul sampai membuat Lydora terperanjat kaget.


"Kyaaa!!!"Teriak Lydora. Dia reflek memeluk pinggang Yohannes sampai Yohannes sendiri kaget.


Tak lama air hujan datang perlahan dan lama-lama menjadi deras. Sayangnya tidak ada penopang di atas balkon itu sehingga kedua pasangan itu menjadi basah terkena hujan. Sementara petirnya terus berbunyi dan hal itu semakin membuat Lydora ketakutan.


"Nona Lydora, tolong lepaskan aku dulu."Pinta Yohannes.


"Maaf yang mulia...saya takut dengan petir!"Ucap Lydora.


Yohannes menyapu wajah dan rambutnya yang sudah basah.


Ck, dasar merepotkan!

__ADS_1


Next....


__ADS_2