Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 51 (Di revisi)


__ADS_3

Saat suasana Ratu Irene sedikit lebih baik, Theo izin pulang karena dia sudah terlalu lama berada di istana.


"Yang mulia Ratu, kalau begitu saya permisi pamit untuk pulang."Ucap Theo.


"Ah iya, Tuan Theo. Terima kasih atas bantuan anda. Aku harap anda tidak lupa besok untuk menghadiri tempat pengadilan sebagai saksi."Ucap Ratu Irene sekali lagi.


"Iya yang mulia. Saya akan datang tepat waktu, sampai jumpa Yang mulia Ratu. Saya harap anda sehat-sehat saja."Jawab Theo.


"Iya Tuan Theo. Terima kasih."Ucap Ratu Irene.


Theo pun mulai berjalan untuk kembali. Dia berjalan kaki cukup jauh sampai mendekati jalan penuh dengan delman-delman yang sengaja untuk menjemput para penumpang. Dia kemudian menaiki salah satu Delman yang ada disana.


15 menit kemudian dia sampai di gang rumahnya. Saat berjalan, tiba-tiba Bugh! Ada seseorang yang memukul bagian belakang kepala Theo dengan sangat kuat hingga Theo terjatuh. Darah dari balik kepalanya mengalir dengan cukup deras.


Theo sempat mendengar suara wanita yang sedang mengatainya meskipun suara wanita itu tidak begitu jelas. Denyutan kepalanya benar-benar menyakitkan.


"Sudah kuduga kau akan diundang oleh Pelayanmu itu. Kau kira aku tidak akan tahu tentang hal itu? Heh, sekarang kau sudah tidak akan bisa menangkapku."Ucap Lizzy.


Theo hanya bisa diam. Kesadarannya mulai menurun dan dia pun pingsan.


Lizzy kemudian mengambil obat miliknya kembali dari kantung jas yang dipakai Theo. Dia kemudian menyuruh body guardnya untuk menggeret Theo ke suatu tempat yang pastinya tersembunyi.


*****


Theo mulai membuka matanya kembali. Dia melihat dirinya sedang berada di ruangan yang sedikit kumuh. Dia lalu mendapati kedua tangannya sedang digantung dengan rantai. Dirinya seketika membuka mata lebar karena dia merasa jika dia sedang ingin dibunuh.


"Emmmph!!"Suara Jiya yang berteriak dalam mulut keadaan tertutup terdengar oleh Theo. Wanita itu juga kaki dan tangannya diikat dengan rantai. Dan mulutnya yang ditutup lakban. Wajahnya juga terlihat memar seperti habis di pukul habis-habisan. Rambutnya sangat kusut dan bajunya yang lusuh.

__ADS_1


"Jiya?!"Ucap Theo kaget bukan main.


"Wah ternyata kau sudah bangun. Bagaimana? Apa kau dapat mimpi indah, Theo Davidson?"Ucap suara seorang wanita yang bernama Lizzy. Dia muncul dengan angkuhnya.


"Kau! Berani sekali kau Lizzy?! Kenapa kau melakukan hal ini?! Kau lupa kalau kau itu seorang dokter?!"Teriak Theo tidak terima.


"Aku tidak peduli. Aku juga akan keluar dari pekerjaanku yang sudah lama kugapai. Aku sudah sukses, hanya perlu mendapatkan apa yang aku inginkan dan itu harus terwujud sama seperti pekerjaanku."Ucap Lizzy.


"Memangnya apa yang kau inginkan? Yang mulia Raja Aldrich tidak akan mau bersamamu. Aku tahu dia itu menyayangi permaisuri Ellen!"Tegas Theo.


"Memangnya kau tahu isi hatinya?! Kau mungkin tidak percaya, tapi dia itu mencintaiku! Aku yakin hal itu! Aku juga tahu bahwa mereka hanya dijodohkan tanpa rasa cinta!"


"Lizzy kau itu sinting! Perasaan seseorang bisa saja sudah berubah! Lagipula jangan menyamakan cinta dengan pekerjaan yang kau banggakan itu. Percayalah padaku, besok juga kau pasti akan langsung mati!"Ucap Theo.


"Kau tidak tahu apa-apa! Aku juga tahu kalau aku dan Yang mulia Raja tidak akan bisa bersatu karena status. Benar-benar menjengkelkan! Kalau saja orang tuaku bukan seorang dokter dan aku adalah keturunan bangsawan, mungkin kami akan menikah dan hidup bahagia..."Ucapan Lizzy mulai melantur kemana-mana.


"Kalaupun aku mati, aku pikir aku akan mati dengan tenang jika anak dari wanita itu juga mati dan dia tidak bisa melahirkan keturunan untuk selamanya. Tapi rencanaku gagal total karena ulah pelayan bodoh ini dan juga kau! Hari ini juga kalian bakal mati!" Sambung Lizzy penuh dendam.


"Memangnya kenapa? Aku kan pintar? Aku juga terkenal dan kaya. Aku sudah menyembuhkan banyak orang. Aku hanya ingin mendapat apa yang kuinginkan untuk memuaskan hidupku, itu saja, sederhana kan?"Ucap Lizzy. Kemudian dia tertawa sendiri seperti orang sakit jiwa.


"Lebih baik kalian berdua tutup mulut kalau kalian mau nyawa kalian selamat, oke? Aku akan pergi ke istana untuk menyelamatkan hidupku. Wanita j*lang itu pasti sudah menyebarkan beritanya."Ucap Lizzy kemudian dia pergi. Dia menyerahkan kedua orang itu di tangan para body guardnya.


Dirinya benar-benar dibutakan oleh cinta.


*****


Sementara itu di kediaman istana, hari sudah malam dan mereka semua berkumpul untuk makan malam. Mereka kali ini makan dengan perasaan lebih bahagia karena sudah memiliki orang baru yang mengisi hari mereka. Tapi perasaan mereka juga masih dendam karena perbuatan Lizzy yang memang tidak bisa dimaafkan. Kath juga sudah tahu karena Ellen sudah menjelaskannya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Rina datang menghampiri mereka dengan wajah penuh air mata dan kecemasan. Dia memberanikan dirinya untuk meminta tolong.


"Yang mulia...bo-bolehkah saya minta tolong pada anda semua? Saudara perempuan saya...hilang!"Ucap Rina sesegukan.


"Apa?! Jiya menghilang?"Tanya Ellen syok.


"Benar yang mulia permaisuri...saya sudah mencarinya kemana-mana....tapi dia tidak dapat ditemukan dimanapun..."Ucap Rina.


Ellen langsung merasakan firasatnya sangat buruk.


"Kenapa bisa menghilang? Kapan terakhir kali kau bersama dengan saudaramu itu?"Kali ini Ratu Irene yang bertanya.


"Tadi sore yang mulia Baginda Ratu...kami juga jarang bersama karena sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing..."Ucap Rina.


"Kenapa kau baru minta tolong sekarang?!"Tanya Ellen jadi kesal.


"Ma-maaf....yang mulia...saya pikir karena saya tidak pantas meminta tolong seperti ini kepada anda semua...saya begitu takut dan panik..."Ucap Rina ketakutan.


Ellen juga baru sadar jika semenjak sore tadi dia belum ada lihat Jiya. Dan Jiya juga baru menghilang saat dirinya masih diperiksa oleh Dokter Theo.


Dokter Theo adalah kenalan Jiya. Dan Sudah jelas jika kemungkinan besar Jiya menghilang karena perbuatan Lizzy dan menculiknya.


"Saya tahu ini perbuatan siapa! Saya yakin Jiya pasti saat ini sedang diculik! Dan pelakunya juga sudah jelas kalau ini semua perbuatan Lizzy!"Ucap Ellen.


"Anda bilang saya pelakunya Yang mulia? Wah, anda jahat sekali menuduh saya yang menculik pelayan anda yang mulia permaisuri."Ucap Lizzy yang tiba-tiba muncul di ruang makan itu.


Seketika semua orang yang berada di dalam ruang makan itu begitu syok melihat kedatangan wanita itu. Dia dengan beraninya datang masuk ke istana tanpa rasa takut dengan apa yang sudah jelas dilakukannya.

__ADS_1


"Kau! Berani sekali kau datang kemari! Kau kira kau itu siapa?!"Ucap Ellen murka.


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca dan dukung karya saya). Maaf jika saya mengupdate ceritanya terlalu lambat. Saya tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan semua chapter. Saya harap para pembaca tidak bosan dengan karya saya 😔 Saya akan berusaha mengupdate lebih banyak cerita. Saya butuh dukungannya agar saya lebih bersemangat untuk menyelesaikannya! Sekali lagi Terima kasih banyak ya 😊)


__ADS_2