Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 7


__ADS_3

Di suatu pagi yang tenang, keluarga Sylvainn sedang menikmati sarapan mereka dengan suka cita. Tina yang sudah menjalani kehidupannya sebagai Lydora selama seminggu mulai terbiasa dengan kehidupan barunya saat ini. Dia sangat bahagia bisa tinggal di tempat yang mewah, memiliki fisik yang cantik, kedua orang tua yang sangat menyayanginya, punya sahabat yang pengertian dan yang paling utama hidangan makanan yang sangat lezat setiap hari dengan menu yang berbeda.


Ah, sungguh kehidupan yang nikmat...rasanya aku ingin seperti ini saja setiap hari...


"Semuanya, dengarkan. Hari ini baru saja datang pengumuman kalau hari ini adalah peringatan ulang tahun yang mulia Raja Aldrich. Kita nanti akan kesana sesuai undangan yang sudah kita terima."Ucap Tuan Bamon.


"Jadi maksudnya, yang mulia Raja Aldrich akan membuat pesta?"Tanya Nyonya Rosetta.


"Benar. Tapi kali ini katanya pestanya akan jauh lebih meriah. Kita harus mengenakan pakaian seelegan mungkin untuk menghadiri pesta termegah tahun ini."Ucap Tuan Bamon lagi.


Lydora hanya diam mendengarkan. Entah kenapa saat mendengar nama Raja Aldrich, dia langsung sangat membencinya. Rasanya dia tidak ingin datang untuk menghadiri pesta itu hanya untuk melihat wajah Raja Aldrich yang bengis itu.


Setelah mereka selesai sarapan, mereka semua mulai sibuk bersiap-siap dan berdandan kecuali Lydora yang masih duduk di ranjangnya dengan santai.


Aku benar-benar malas untuk menghadiri pesta pria sombong itu. Tapi di sisi lain aku juga ingin melihat keadaan Ratu Ellen. Duh, jadi pusing!


Tak lama Pelayan Henny masuk ke kamar Lydora.


"Nona, haruskah saya dandani anda sekarang?"Tanya Henny.


"Eh, iya."Ucap Lydora menurut.


Henny pun mulai sibuk melayani Nona mudanya.


"Henny, bolehkah aku tanya sesuatu?"Tanya Lydora saat Henny sedang merias wajahnya.


"Apa yang ingin anda tanyakan Nona?"Tanya Henny.


"Menurutmu bagaimana sifat Raja Aldrich? Apa dia masih dikenal kejam dan sombong?"Tanya Lydora.


"Saya rasa...masih. Tapi saya tidak yakin karena saya jarang melihatnya."Jawab Henny.


Sudah kuduga...aduh, Ratuku yang sangat malang...


"Tapi yang saya ketahui, Yang mulia Raja sangat menyayangi yang mulia Ratu. Dia memperlakukan Yang mulia Ratu dengan sangat baik dan penuh kasih sayang. Pokoknya apa yang dikatakan orang-orang mereka sangat romantis."Ucap Henny menjadi tersenyum.

__ADS_1


"Apa?"Tanya Lydora cukup kaget.


Apa jangan-jangan Yang mulia Aldrich sudah menikah dengan wanita yang bernama Anna itu? Wah, keterlaluan!


Terlihat ekspresi Lydora yang mulai menekuk dan dia tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya lagi.


Henny menjadi sedikit takut dengan perubahan yang ada pada wajah Nona mudanya.


Nona muda kenapa? Apa dia memiliki perasaan pada yang mulia Raja? Masa sih?!


"Uhm, kalau saya boleh tahu, mengapa Anda bertanya tentang yang mulia Raja, Nona?"Tanya Henny memberanikan diri.


"Aku hanya tidak suka padanya. Dia memiliki sifat seperti iblis. Aku jadi kasihan dengan Ratu Ellen."Jawab Lydora.


"Apa maksud anda merasa kasihan dengan Yang mulia Ratu, Nona? Yang mulia Ratu sekarang ini sudah bahagia. Beliau bahkan sedang mengandung. Saat ini yang mulia Ratu sudah hamil tua. Mungkin tidak lama lagi, bayi mereka akan segera lahir."Ucap Henny.


Lydora membelalakkan matanya tidak percaya. Dia menatap Henny dengan kedua matanya yang besar hingga membuat Henny menjadi takut.


"Kau bilang apa? Yang mulia Ratu hamil anak yang mulia Raja?!"Teriak Lydora tidak percaya.


Lydora terdiam. Dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Mau tidak mau dia harus menghadiri pesta itu untuk melihatnya secara langsung.


"Begitu ya...baiklah, sekarang cepatlah mendandaniku."Ucap Lydora lagi.


"B-baik Nona..."Henny bergegas merias Lydora kembali.


Ini aneh! Masa Yang mulia Raja menghamili Ratu Ellen? Bukankah dia tidak mencintai Ratu Ellen sama sekali?


Setelah Lydora siap didandan, Henny memuji keterampilannya saat melihat Nona mudanya yang begitu cantik dengan balutan gaun berwarna violet yang terlihat anggun.


"Wah, nona sungguh cantik! Saya yakin anda pasti tidak akan kalah cantik dengan Ratu Ellen!"Puji Henny.


"Ah, kau bicara apa sih Henny. Ratu Ellen itu sangat cantik, aku tidak mungkin bisa menandinginya."Ucap Lydora jadi malu.


"Saya hanya berbicara kenyataannya saja, Nona."Jawab Henny tersenyum.

__ADS_1


Entah kenapa Henny tidak merasa takut lagi kepada Lydora. Justru dengan tingkah Lydora yang sekarang ini menjadi imut bagi Henny.


Lydora dan kedua orang tuanya sudah siap dan mereka pun berangkat.


Sesampai di istana Valkyrie, Lydora sangat kaget dengan bentuk gedung istananya. Sedikit menyeramkan karena semua dindingnya hanya berwarna abu-abu tapi istananya sangat besar dan luas. Dua kali lebih besar dari Kerajaan Lilwest. Lydora jadi membayangkan sedang berada di Kerajaan vampir.


Para prajurit menyambut mereka dengan sangat baik. Entah kenapa hari ini Lydora merasa sedikit tegang. Saat memasuki ruangan, Lydora lagi-lagi dikejutkan dengan desain pesta yang begitu meriah dan mewah. Sangat indah dan menyejukkan mata. Banyak tamu yang sudah pada hadir dengan pakaian terbaik mereka masing-masing.


"Lydora, kamu tunggulah disini sebentar sambil menunggu Luna datang. Ayah dan ibu akan berbincang-bincang dengan mereka."Ucap Nyonya Rosetta sambil menunjuk orang-orang yang dikenalnya.


"Eh? Kalian akan meninggalkan aku?"Tanya Lydora.


"Kami tidak akan lama. Kau bisa nikmati pestanya dan mengobrol dengan para gadis sebayamu. Luna juga sebentar lagi datang kok. Bukankah biasanya kamu pergi duluan menemui mereka tanpa izin dari kami."Ucap Nyonya Rosetta.


"Oh, benar juga ya, haha. Baiklah selamat bersenang-senang kalian berdua."Ucap Lydora menyembunyikan kecanggungannya.


Setelah kedua orang tua itu pergi meninggalkan Lydora. Lydora menjadi bingung sendiri. Dia juga melihat para gadis sebayanya yang sedang menikmati waktu mereka masing-masing. Entah kenapa Lydora tidak ingin ikut dalam perkumpulan itu karena dia tidak merasa cocok sebab itu bukanlah gayanya.


Apa yang harus kulakukan disini? Aku juga tidak ada melihat Raja dan Ratu yang muncul. Aku hanya melihat Baginda Ratu Irene saja dari kejauhan. Si Luna juga kenapa lama sekali datangnya sih? Tapi ngomong-ngomong aku juga tidak ada melihat keluarga Lilwest yang hadir. Ah, mungkin orang-orang yang ada disini terlalu banyak, jadi mana mungkin mereka bisa terlihat dengan mudah.


Lydora hanya celingak-celinguk seperti orang yang sedang tersesat sampai dia akhirnya bisa melihat dua orang yang selama ini ditunggu-tunggunya.


Ya, tak lain adalah Raja Aldrich dan Ratu Ellen yang baru datang dari lantai atas. Semua perhatian tertuju pada mereka berdua termasuk Lydora yang masih belum bisa percaya dengan apa yang dilihatnya.


Raja Aldrich terlihat senang sambil memegang tangan Ratu Ellen. Tatapan Raja Aldrich terlihat penuh kasih sayang kepada Ratu Ellen yang saat ini terlihat malu-malu.


Lydora juga melihat Ratu Ellen yang benar-benar bahagia. Wanita itu tidak berhenti tersenyum sambil memegang perutnya yang sudah membesar.


Semua para tamu tidak habis memuji kedua pasangan itu. Mereka semua pada pangling.


Ternyata yang dikatakan Henny benar. Apa ini? Kenapa ceritanya berubah? Pasti ada yang salah!


Tiba-tiba ada seseorang yang mendekati Lydora.


"Salam, Nona Lydora. Kita bertemu lagi."

__ADS_1


Next....


__ADS_2