
Sesuai perintah sang Raja, Jason saat ini berdiri di hadapan para warga desa yang menatapnya dengan kecewa. Sedikit lama Jason terdiam karena merasa begitu malu memperlihatkan dirinya yang baru muncul di hadapan para warga saat dirinya tertangkap basah.
"Maaf...maafkan saya...semuanya. Saya mengaku salah atas perbuatan dan dosa saya kepada kalian semua..."Ucap Jason dengan kepala tertunduk.
"Tidak cukup hanya minta maaf saja! Anda harus mengganti rugi perbuatan anda!"Teriak salah satu warga dan yang lainnya pun ikutan bersorak.
"Apa yang ingin kalian minta dari Tuan Jason?"Tanya Yohannes.
"Apa...kami boleh meminta apa saja?"Tanya Salah satu warga desa.
"Tentu saja. Asalkan itu permintaan yang masih masuk akal. Kalian berhak meminta ganti rugi kepada Tuan Jason."Balas Yohannes.
"Aku ingin...bisa makan enak! Aku selalu ingin makan manisan dan kue seperti orang-orang bangsawan itu!"Pinta salah satu anak desa.
"Aw, tentu saja kalian bisa! Kami akan membangun toko roti dan permen untuk bisa kalian semua nikmati! Tidak hanya itu, makanan seperti yang dimakan para bangsawan juga akan kami buatkan."Balas Lydora terharu.
Para anak itu bersorak begitu bahagia.
"Bagaimana kalau toko pakaian? Lihat, pakaian kami sangat buruk..."Tanya salah satu warga desa.
"Tentu. Kami akan mengirim bahan kain dan perancang busana terbaik. Banyak fasilitas baru dan perlengkapan untuk kalian semua yang akan kami kirim. Desa ini akan berubah menjadi kota yang makmur! Benar kan Tuan Jason?" Tanya Lydora kepada Jason.
Jason mengangguk. "B-benar..."
"Terima kasih yang mulia. Maafkan kami yang telah mengira anda berdua tidak menyukai warga seperti kami."Para warga desa itu terlihat menyesal.
"Tidak apa. Wajar kalian berpikir begitu. Jadi, apakah kalian ada berkeinginan untuk memberi hukuman kepadanya?"Yohannes memberikan kesempatan untuk mereka. Para warga itu terdiam dan saling memandang satu sama lain karena bingung.
"Alangkah baiknya jika Yang mulia saja yang memberikan hukuman kepada Tuan Jason, karena kami tidak layak."Ucap mereka.
"Siapa bilang tidak layak. Kalian sangat layak untuk memberi hukuman kepada Tuan Jason. Menyiksanya juga bisa. Dialah yang seharusnya tidak layak untuk menyiksa orang-orang seperti kalian."Balas Yohannes. Tuan Jason terlihat gemetar.
"Kalau begitu anda suruh saja tuan Jason yang membiayai seluruh permintaan kami! Bukankah katanya Tuan Jason sudah sangat kaya? Kami tidak ingin mengotori tangan kami hanya untuk menghajarnya. Setelah itu, penjarakan Tuan Jason sampai dia membusuk di tahanan!"Ucap suara seorang kakek yang kemarin dibantu oleh Lydora dengan 5 koin emas.
Lydora masih ingat dengan kakek itu dan dia tersenyum senang begitu juga dengan kakek itu yang membungkuk hormat kepadanya.
__ADS_1
"Iya benar! Begitu saja Yang Mulia!" Para warga yang lain pun setuju dengan apa yang diusulkan kakek itu.
"Baiklah, jika itu keinginan anda semua. Kalau begitu kami harus pergi. Dengan segera kami akan memenuhi permintaan para warga semuanya."Yohannes beserta yang lainnya izin pamit kembali ke ibukota kepada para warga.
Di ibukota tepatnya istana Lilwest, pasangan suami istri itu baru saja mengistirahatkan diri mereka di kamar.
"Haa...akhirnya permasalahan di wilayah Utara selesai juga. Ternyata para warga itu semuanya sangat baik ya. Mereka juga mudah sekali memaafkan kita dan percaya pada kita."Lydora merasa kagum dengan para warga Utara itu.
"Iya, syukurlah mereka semua tidak memperpanjang masalahnya. Lydora, jika kau mau, kau bisa menyiapkan keperluan para warga. Minta apapun kepada para bawahan kita untuk membangun semua fasilitas yang kau inginkan untuk dikirim ke Wilayah Utara."Ucap Yohannes.
"Benarkah? Kalau begitu akan ada sangat banyak untuk kita bangun. Kira-kira berapa jumlah keuangan Tuan Jason?"
"Akan cukup untuk membuat sekolah, rumah sakit, dan beberapa perumahan untuk para warga tinggal."
"Oh, begitu ya. Ya sudah, segitu sudah lebih dari cukup untuk sementara. Kita perlu mengumpulkan uang lebih banyak lagi untuk membuat beberapa toko dan bahan berkualitas untuk dikirim ke Wilayah Utara."Ucap Lydora mulai menyatat di buku catatan miliknya.
Yohannes mulai memperhatikan Lydora yang serius saat bekerja.
Dia memang layak dipuji.
"Lydora, aku hampir lupa. Tiga bulan yang lalu aku sudah berjanji untuk membawamu menonton acara kembang api di lapangan hijau. Kalau kau tidak lelah, maukah kau ikut bersamaku besok malam untuk melihat acaranya?"Tanya Yohannes.
"B-baiklah...besok malam kita akan kesana."Ucap Yohannes menjadi gugup.
Dan keheningan itu pun terjadi. Lydora lagi-lagi teringat akan Yohannes yang tiba-tiba mengecup puncak kepalanya saat itu.
Waa...apa benar dia Yohannes yang kukenal waktu itu? Kenapa dia saat itu tiba-tiba mengecup kepalaku?! Apakah sewaktu di kereta api kepalanya sempat terbentur?
Sementara Yohannes, dia juga sama berdebar-debarnya saat berada di samping Lydora seolah mereka berdua baru saja berpacaran layaknya anak remaja.
Rasa ini tidak salah lagi. Aku jatuh cinta pada wanita ini. Tidak bisa kupercaya.
Keesokan malamnya, sesuai janji Yohannes. Dia mengajak istrinya untuk menonton acara kembang api di lapangan hijau. Malam ini Lydora di dandan sangat cantik oleh dayang Felice sampai membuat Yohannes pangling.
Sekarang aku bahkan mengakui jika istriku ini sangat cantik...
__ADS_1
Yohannes mengaku berkata di dalam hatinya dengan sangat malu dan wajahnya benar-benar merah. Lydora yang melihat wajahnya yang merah menjadi khawatir.
"Yohannes, kamu baik-baik saja? Kamu demam? Wajahmu merah."Tanya Lydora cemas.
"Hah? T-tidak kok! Aku tidak sakit!"Jawab Yohannes seketika salah tingkah saat Lydora menempelkan punggung tangannya di kening Yohannes.
"Benaran?"Lydora bermaksud memastikan.
"Iya! Ya sudah ayo cepat pergi, acaranya sebentar lagi dimulai."Ucap Yohannes lalu menggenggam tangan istrinya.
"B-baiklah..."
"Hey tunggu! Kalian mau kemana malam-malam begini? Bukannya kalian baru saja pulang kemarin dari dinas?"Tanya Ratu Edna yang baru muncul.
"Oh, kami ingin melihat acara kembang api di lapangan hijau."Jawab Yohannes.
"Oh, jadi kau ingin mengajak istrimu kencan ya? Hohoho baiklah, kalian boleh pergi."Ucap Ratu Edna.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu ibu."Ucap Yohannes dan diikuti oleh Lydora.
"Iya, berhati-hatilah dan jangan pulang terlalu malam."Ucap Ratu Edna.
Kedua pasutri itu pun pergi. Ratu Edna tersenyum senang karena sepertinya Yohannes sudah mulai membuka hatinya untuk Lydora.
Enaknya kisah cinta masa muda...
Setiba di lapangan hijau, semua orang sudah pada berkumpul untuk menyaksikan acara kembang api yang diadakan setiap setahun sekali itu. Raja dan Ratu itu memilih duduk di atas rumput yang tidak jauh dari kereta kuda mereka.
Lydora terpana dengan langit malam yang penuh bintang. Hal itu saja sudah sangat indah baginya.
Tak lama kembang api mulai meledak dan langit malam semakin cantik. Lydora merasa kagum betapa berwarnanya langit malam itu. Tapi tidak dengan Yohannes. Dia terpana dengan kecantikan Lydora dan tidak ada melihat ke atas.
"Lydora, ada yang ingin aku katakan."Ucap Yohannes memberanikan diri.
"Eh? Apa itu?"
__ADS_1
"Aku..."
Next...