Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 73 (Di revisi)


__ADS_3

Aldrich tanpa babibu langsung menggendong istrinya naik ke atas. Dia tidak peduli berat pada tubuh istrinya yang bertambah karena calon anaknya akan segera lahir.


Sementara para tamu langsung pada panik karena mendengar kabar mendadak yang langsung terlihat di depan mata mereka.


Sial, apa si Theo itu yang harus membantu istriku melahirkan?! Tidak, aku tidak akan mengizinkannya!


Di saat-saat seperti itu Aldrich malah sempat berpikir seperti itu karena dia cemburu. Setelah sampai dikamar, Aldrich segera membaringkan Ellen di ranjang.


"Aldrich, cepat panggil Tuan Theo!"Teriak Ratu Irene panik.


"Aku akan panggil bidan wanita saja. Aku tidak mau laki-laki lain menyentuh istriku!"Ucap Aldrich.


"Apa? Astaga, masih sempat-sempatnya kau memikirkan hal itu di saat kondisi seperti ini?!"Tanya Irene tidak habis pikir.


"Adlrich...tolong!"Ucap Ellen sudah merintih.


"Ravin! Cepat panggil seorang bidan wanita untuk membantu istriku melahirkan!"Perintah Aldrich.


"Baik yang mulia!"Ravin bergegas melaksanakan perintah sang Raja.


Setengah jam kemudian...


"Sakit....hosh...hosh...! Rintih Ellen.


"Sedikit lagi...yang mulia! Anda harus kuat!"Ucap bidan itu menyemangati.


Aldrich sempat kewalahan karena Ellen sudah hampir merobek kemejanya dan rambutnya bahkan sempat dijambak oleh istrinya.


Beberapa orang yang memerhatikan hanya bisa melongo. Dan ada juga beberapa orang yang puas akan permaisuri mereka yang menyerang sang Raja.


"Akhirnya...!"Ucap bidan itu lega. Dia mengangkat bayi itu dan menyelimutinya dengan kain. Kemudian dia menggendongnya dengan sangat hati-hati.


Bayi itu menangis dan sang bidan berusaha menenangkan si bayi.


Sementara Ellen jatuh pingsan untuk sementara karena dia begitu kelelahan.


"Selamat yang mulia Raja, yang mulia Ratu, anak anda sudah lahir. Dia adalah seorang anak lelaki. Bayi anda benar-benar sehat dan tampan."Ucap bidan itu kemudian menyerahkannya ke Aldrich.

__ADS_1


Aldrich gantian menggendong putra mungilnya itu dengan perlahan dan dia tersenyum. Air mata kemudian menetes begitu saja di pipinya.


"Wah, keponakanku sangat tampan ya! Wajahnya mirip ibunya daripada kakak hehe!"Ledek Katherine dengan wajah berseri-seri.


Aldrich tetap tersenyum mendengarnya.


"Yah wajar, ibunya juga sangat cantik. Ibu penasaran apa warna bola matanya juga sama seperti milik ibunya?"Tanya Ratu Irene.


"Terserah. Mataku maupun mata Ellen sama-sama indah."Ucap Aldrich.


"Hmm, betul."Sambung Kath sambil mengangguk.


Beberapa menit kemudian Ellen siuman dan dia melihat ke sekelilingnya masih merasa lemas.


"Ellen, lihat anak kita sudah lahir."Ucap Aldrich di sampingnya masih menggendong bayinya dan ditunjukkan ke arah Ellen.


"Anakku..."Ucap Ellen merasa begitu bahagia. Dia sangat tampan..."Ucap Ellen kemudian mencium kening putra kecilnya. Air matanya pun ikut mengalir karena merasa sangat bahagia.


Dia melihat putranya yang sedang tertidur. Terlihat begitu damai dan adem melihatnya.


"Hmm, iya sudah. Aku akan menamakannya Archie. Bagaimana?"Tanya Aldrich meminta pendapat Ellen.


Ellen mengangguk setuju. "Nama yang sungguh bagus! Baiklah Archie, selamat datang ke dunia nak...Ngomong-ngomong ini sama-sama hari lahir kalian berdua. Haha, kalian berdua akan berulang tahun di hari yang sama..."Ucap Ellen baru sadar.


"Heh, benar juga."Ucap Aldrich juga baru sadar.


*****


Aldrich kemudian keluar dari pintu kamar untuk mendatangi para tamu yang masih berada di dalam istana menunggu kabar selanjutnya.


Dia berdiri di hadapan semua orang sambil menggendong putra kecilnya.


"Para hadirin semuanya, maaf telah membuat kalian semua panik dan bingung. Terima kasih karena kalian sudah mau menunggu dengan sabar. Putraku sudah lahir di hari ulang tahunku. Aku menamakan calon pangeran kita Archie."Ucap Aldrich.


Semua orang pun bersorak memberi ucapan selamat kepada Aldrich. Mereka juga sempat berdoa untuk kebaikan Archie. Negeri Valkyrie benar-benar sangat senang karena mendengar berita besar itu.


*****

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Archie semakin jelas perawakannya lebih mirip siapa. Kulitnya sama persis seperti ayahnya, rambutnya yang hitam berkilau juga turunan dari ayahnya. Namun wajah serta warna bola matanya mirip dengan ibunya. Sungguh sangat tampan bagi seorang putra dari kedua orang tua yang memang sudah memiliki fisik yang sempurna.


Semenjak Archie datang ke dunia, kehidupan kerajaan jauh lebih makmur dan semua orang bersuka cita. Di momen itu Ellen teringat dengan sang Penyihir yang telah membuatnya masuk ke dunia ini.


Ternyata penyihir itu menepati janjinya...aku sangat berterima kasih kepada Anda sang Penyihir yang perkasa....


Keluarga belah pihak Ellen juga merasa sangat bahagia. Mereka juga sering berkunjung ke istana untuk melihat satu keluarga kecil mereka yang baru.


Maya bahkan tengah mengandung usia muda.


Semenjak Archie datang, Ellen pemikirannya jadi jauh lebih dewasa dan sangat berhati-hati. Dia sangat menjaga keluarganya dengan sangat baik terutama si pangeran kecil.


Aldrich juga tidak memperlihatkan sisi kejamnya lagi semenjak buah hatinya datang. Dia jauh berubah menjadi seorang ayah dan suami yang begitu pengertian dan perhatian. Dia juga sering tersenyum dan mencoba untuk tertawa walau tidak terlalu ketara.


Ellen benar-benar sangat beruntung dan dia tidak akan merasa kecewa lagi hanya karena menjadi pengganti orang lain. Dia sudah cukup bahagia karena sudah diberikan untuk merasakan yang namanya rasa bahagia sesungguhnya.


Beberapa bulan kemudian, Archie sudah bisa merangkak dan berbicara walau belum begitu jelas.


Dirinya selalu tertawa dan ceria karena Ellen selalu membuat putranya seperti itu. Dia sengaja agar masa kecil buah hatinya indah. Ellen sering mengajaknya bermain, tertawa, berjalan-jalan bersama untuk menghabiskan waktu hubungan seorang anak dan orang tua menjadi erat.


Sementara Aldrich mengajarkan Archie cara menjadi seorang pria sejati walau usia Archie masih terlalu muda untuk mempelajarinya. Terkadang Ellen sampai memberontak merasa marah karena putra satu-satunya belum pantas untuk menerima pelajaran berat seperti itu.


Ellen tidak berharap pendidikan anaknya sama dengan pendidikan kedua orang tuanya dulu. Dia ingin memberikan pembelajaran yang baik dengan anaknya dan tidak pernah melakukannya dengan kekerasan.


Jika Archie berbuat nakal, dia tidak akan sampai diberikan hukuman berat seperti dicambuk, dipukul atau disiksa.


Tidak terasa tahun terus berganti dan Archie tumbuh menjadi seorang anak tampan berumur 6 tahun. Dia saat ini sedang tahap pendidikan belajar pedang dan tata kerajaan yang musti dilakukan.


Namun peraturan istana jauh lebih berbeda karena jaman semakin maju dan berkembang. Belum lagi pemikiran Ellen lah yang paling maju di antara semuanya. Dia yang mengusulkan agar tidak ada lagi yang namanya pemaksaan di negeri mereka. Dia ingin semua orang mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan bebas bukan dengan paksaan.


Kini Archie memiliki seorang adik yang juga laki-laki yang dinamai Nathaniel. Seorang bayi tampan yang berambut pirang dan bola mata berwarna merah. Mereka sama-sama tampan dan akhirnya Archie memiliki seorang adik dan dia begitu senang karena bisa punya teman.


Sementara putri Katherine kini akan menjadi calon pengantin dari seorang pangeran dari Kerajaan Timur. Mereka bisa bersama karena memang saling mencintai. Katherine bertemu dengan pangeran Khair saat dirinya sedang mengunjungi negara tersebut.


~•~•~•~•~•~•~•END~•~•~•~•~•~•~•


(Terima kasih yang sudah baca. Jangan lupa likenya ya 👍)

__ADS_1


__ADS_2