Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 70


__ADS_3

Setelah beberapa saat dokter pribadi istana muncul untuk memeriksa kedua pasutri itu. Yang pertama kali diperiksa adalah Lydora. Lydora, Yohannes bahkan termasuk Ratu Edna yang ikut menyaksikan saling khawatir untuk menunggu hasil jawaban pemeriksaan sang dokter.


Setelah dokter itu memeriksa, dia tersenyum seperti biasa. Dan Lydora menjadi patah semangat karena senyuman dokter itu sama dengan jawaban ketika pemeriksaan dirinya yang sebelumnya.


Ternyata aku tidak ham-


"Selamat Yang mulia Ratu, anda hamil."


Eh?


"Usia kandungan anda sudah memasuki usia 3 minggu. Anda mulai sekarang jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja dan perbanyaklah makan sayuran dan buah. Saya juga akan menyiapkan vitamin untuk anda."Ucap Dokter itu.


"A-aku hamil?"


"Kau sunggu mengatakan istriku ini hamil?"


Lydora dan Yohannes bertanya secara bergantian merasa belum percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Iya, itu benar yang mulia Ratu dan Yang mulia Raja. Sekali lagi selamat atas calon penerus kerajaan baru yang hadir di kerajaan Lilwest ini."Ucap Dokter itu tersenyum lebih lebar.


Ratu Edna sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya merasa begitu bahagia dengan apa yang di dengarnya.


"Ahh, akhirnya aku punya cucu! Terima kasih Tuhan!"Sorak Ratu Edna.


"Aku hamil..."Lydora meneteskan air matanya terharu karena usaha mereka berdua tidak sia-sia. Begitu juga dengan Yohannes yang langsung memeluk Lydora dengan erat merasa bahagia. Dia berulang kali mencium wajah Lydora.


"Selamat untuk kalian yang akhirnya memiliki buah hati. Ibu juga akan jadi nenek! Suamiku, kau akhirnya punya cucu!"Ucap Ratu Edna seolah sedang bicara dengan almarhum Raja Peter.


"Ah, tapi dokter sebelum anda kembali, tolong periksa suami saya juga. Barusan dia muntah-muntah."Pinta Lydora.


"Oh, baiklah yang mulia."


Beberapa saat setelah memeriksa Yohannes. "Yang mulia Raja baik-baik saja Yang mulia Ratu. Yang mulia Raja muntah-muntah karena disebabkan anda yang sedang mengandung. Itu dinamakan rasa simpati. Biasanya beberapa suami akan ikut merasakan apa yang dirasakan istrinya saat hamil. Mulai dari rasa mual, sakit pinggang dan lain-lainnya.


"Ah, jadi begitu ya. Aku baru tahu ada hal yang semacam itu."Ucap Lydora baru paham.


"Apa kamu baik-baik saja Yohannes?"Tanya Lydora.


"Iya, sekarang aku sudah agak mendingan..."

__ADS_1


Prok! Ratu Edna bertepuk tangan. "Anak-anakku, ibu punya rencana. Karena kita sudah lama tidak membuat pesta, bagaimana kalau tiga hari lagi kita mengadakan pesta untuk merayakan calon baru kerajaan kita? Setelah berduka seharusnya kita juga harus bahagia kan?"Ucap Ratu Edna memberi penawaran.


"Ck ibu, ibu yang paling tahu kalau aku tidak suka yang namanya pesta. Sangat merepotkan. Lagipula kondisi kami berdua sama-sama tidak begitu baik karena Lydora sedang hamil dan belum bisa mengatur kesehariannya dengan benar."Ucap Yohannes.


"Aku tidak masalah kok Yohannes. Aku suka dengan pesta. Dan...aku juga merindukan keluargaku dan sahabatku. Sudah hampir setahun aku tidak bertemu dengan mereka."Ucap Lydora.


"Tuh, apa yang dikatakan istrimu benar Yohannes. Selama ini kalian hanya selalu sibuk bekerja. Sekali-kali kalian perlu mengadakan pesta untuk bersenang-senang. Ibu juga ingin mengobrol dengan teman-teman ibu."Tambah Ratu Edna.


"Haah, baiklah. Apa boleh buat. Aku tidak bisa menolak lagi jika kalian yang meminta. Semuanya aku serahkan pada ibu bagaimana pestanya nanti."


"Baik, serahkan saja semuanya pada ibu. Dan Lydora, tugasmu hanya mengundang orang-orang yang ingin kau undang lalu suruh dayangmu itu untuk menuliskannya."Ucap Ratu Edna.


"Baik ibu."Lydora tersenyum senang.


Sejak itu, semuanya langsung pada sibuk untuk menyiapkan acara pesta. Keesokan harinya, semua pelayan sedang sibuk mendekorasi untuk acara pesta yang akan dibuat sedikit meriah. Keesokan harinya lagi para koki memasak hidangan dengan jumlah banyak untuk para tamu yang akan hadir nanti.


Sementara itu di dalam kamar, Lydora sedang bersenandung sambil memilih pakaian mana yang akan cocok dia kenakan untuk pesta besok.


Cklek, tiba-tiba Yohannes masuk ke dalam kamar dan mendapati istrinya yang sedang membuka lemari pakaian.


"Apa yang sedang kau lakukan, Lydora?"Tanya Yohannes.


"Haah, tenang saja. Masalah pakaian aku sudah mempersiapkannya yang baru."Ucap Yohannes.


"Eh, sungguh?"


Yohannes mengangguk. "Minggu lalu aku sudah memerintahkan tukang jahit untuk membuatkan setelan terbaik untuk kita berdua. Dan kebetulan sekali besok kita mengadakan pesta."


"Kamu...menyiapkan baju pasangan untuk kita berdua?"Tanya Lydora.


"Iya, istriku. Nanti malam bajunya akan diantar. Aku jujur menyiapkan baju pasangan tanpa mengetahui akan membuat acara di rumah kita."


Lydora berlari ke arah pelukan Yohannes. "Terima kasih suamiku. Kamu suami yang sangat pengertian..."


"Tentu saja. Ini semua karenamu."Balas Yohannes.


Keesokan harinya, para tamu yang diundang sudah pada mulai hadir, termasuk keluarga Lydora, Luna sahabat Lydora, Ellen dan Aldrich. Ellen dan Aldrich bahkan membawa putra kecil mereka yang saat ini usianya 1 tahun.


Mereka semua menunggu kedatangan kedua pasutri yang mereka dengar sudah semakin romantis daripada ketika acara pernikahan mereka yang saat itu terlihat kaku dan asing.

__ADS_1


Dan yang ditunggu-tunggu datang juga. Lydora dan Yohannes muncul di anak tangga utama. Lydora terlihat merangkul tangan Yohannes. Mereka berdua berjalan beriringan dengan setelan pakaian yang sangat menawan dan serasi.


"Lydora!"Panggil Luna.


"Luna?"Tanya Lydora yang kaget Luna memanggil namanya cukup keras. Tak hanya itu, Luna juga membawa seorang pria yang tidak asing bagi Lydora. Yohannes juga mengenal pria yang berjalan bersama Luna itu dan tatapannya langsung tajam.


"Lydora, akhirnya kita bertemu juga setelah 10 bulan huhu...dan kita baru bertemu saat dirimu sudah hamil saja."Ucap Luna.


"Maafkan aku karena tidak sempat mengirimmu surat. Bagaimana kabarmu Luna?"Tanya Lydora.


"Aku baik dan sangat bahagia. Dan...terima kasih berkatmu, kini aku dan Luke sudah bertunangan. Bulan depan kami akan menikah."Ucap Luna dengan senyum cerah sambil merangkul tangan Luke.


"Ehhh? Kalian sudah tunangan?! Wah...aku tidak menyangka akhirnya kalian bersama juga."Ucap Lydora sangat kaget.


"Kenapa kau sekaget itu?"Tanya Yohannes.


"Eh, t-tidak apa-apa kok haha."Lydora merasa canggung sendiri. Dia masih ingat betul bahwa Luke dulu memiliki perasaan padanya. Dan saat ini mata mereka bertemu.


"Iya, ceritanya agak panjang untuk diceritakan tapi dari cerita kami tidak ada hal yang buruk kok. Kami menjalani hubungan kami berdua dengan sangat alami."Ucap Luna.


Luke membelai kepala Luna terlihat romantis."Selamat atas kehamilan anda yang mulia Ratu. Semoga anda semua diberkati kebahagiaan."Ucap Luke dengan senyuman tanpa terlihat dipaksakan.


"Iya...terima kasih."


Baguslah jika mereka sudah bersama. Kuharap Luke memiliki perasaan kepada Luna. Tapi kupikir-pikir mereka juga terlihat serasi. Bahkan nama mereka berdua seperti kembar, pfft.


"Lydora! Dasar anak durhaka!"Teriak Nyonya Rosetta.


"Ehh??"


"Seharusnya kau menyambut kami, orang tuamu dulu! Bisa-bisanya kamu terlihat tidak merindukan kami? Padahal kita sudah lama tidak bertemu hampir setahun!"Ucap Nyonya Rosetta.


"Sudahlah Rose, jangan marahi putri kita. Dia kan sedang hamil...lagipula ini di pesta."Ucap Tuan Bamon menenangkan istrinya.


"Maafkan aku ibu, ayah. Aku tidak bermaksud untuk tidak menyapa. Kami tadinya memang mau menyapa kalian dulu kok..."Ucap Lydora.


"Salam ayah, ibu..."Yohannes memberi salam sambil menyalami keduanya.


Next...

__ADS_1


__ADS_2