
"Penyebabnya adalah kerajaan Lilwest hampir tidak pernah mengunjungi wilayah ini termasuk Raja Peter. Dan kami dengar saat ini Raja Peter sudah meninggal dan langsung digantikan putra mahkota. Kami juga sempat menunggu dan berharap kedatangan Raja yang baru itu untuk mengunjungi wilayah kami yang miskin ini. Tapi Tuan Jason bilang pada kami, Raja itu tidak akan pernah datang. Kata Tuan Jason Raja itu menyampaikan kalau dia tidak suka wilayah kami yang kumuh ini."
"Beliau memberikan tugas itu sepenuhnya kepada Tuan Jason. Itu sebabnya kami semua sempat percaya ucapannya dan membenci Raja Peter itu dan bahkan putranya juga. Warga disini sangat dendam. Tapi Tuan Jason tetap menyuruh kami untuk jangan mengatakan apapun tentang hal ini kepada pendatang baru, karena wilayah kami bisa terkena masalah jika pihak kerajaan sampai tahu kami membenci mereka."Ucap Kakek itu menceritakan semuanya.
Lydora mengepal tangannya merasa semakin membenci Jason yang sudah jelas menyebarkan fitnah ke wilayah Utara. Di sisi lain dia juga merasa kasihan dengan para warga yang sempat berharap ada kunjungan dari pihak kerajaan dan dia menjadi penasaran mengapa Raja Peter tidak pernah mengunjungi wilayah Utara seperti yang dikatakan Kakek itu.
Aku yakin sekali Raja Peter bukannya tidak mau mengunjungi wilayah Utara karena daerah ini miskin atau kumuh. Pasti Tuan Jason lagi yang merencanakan ini semua!
"Oh jadi begitu ya kakek? Tapi saya rasa pihak kerajaan tidak membenci wilayah ini. Mereka mungkin hanya tidak sempat karena mereka sendiri punya banyak urusan. Dan mereka tidak mungkin memperkejakan Tuan Jason jika bukan karena mereka yang tidak sibuk."Ucap Lydora.
"Kenapa anda bisa yakin begitu, nona? Apa anda pernah bertemu dengan pihak kerajaan?"Tanya kakek itu.
Deg, kedua gadis itu sama-sama tersentak. Felice sempat ikut diam dan bingung harus mengatakan apa untuk membantu majikannya itu.
Argh dasar dayang bodoh! Felice mengutuki dirinya sendiri.
Duh sepertinya aku sudah salah bicara...! Begitu juga dengan Lydora yang merasa bersalah.
Felice kemudian memandang majikannya itu yang terlihat tegang dan Lydora melirik Felice yang menatapnya seperti tatapan kasihan.
"Emm..tentu saja kami pernah melihat orang-orang pihak kerajaan, kakek. Kami lihat mereka orang-orang yang baik kok terutama Raja Peter dan putra mahkota. Kami kan sudah bilang tadi kalau kami ini pendatang baru karena kerabat kami ada yang tinggal disini."Jawab Lydora akhirnya.
"Oh, begitu. Benar juga haha. Apakah kalian berencana menemui kerabat kalian itu?"Tanya Kakek itu lagi.
"Kami sudah menemukan kerabat kami kakek. Tadi kami sedang berjalan-jalan di pasar dan tidak tahu kalau pasar disini sangat ramai."Kini Felice yang bergantian menjawab.
"Benar, ini pasar satu-satunya dimana para warga bisa berdagang dan membeli kebutuhan. Tapi yang seperti kalian lihat tadi, Orang-orang disana sangat sibuk dan desak-desakan. Disana juga banyak pencuri dan kalian sebaiknya berhati-hati jika melewati pasar itu lagi."
__ADS_1
"Baik, kakek kami mengerti. Terima kasih sudah memberitahu kami. Sekarang kami harus pamit untuk pergi kakek."Ucap Lydora.
"Tidak, kakeklah yang harus berterima kasih kepada kalian. Siapapun kalian, kalian pasti orang-orang yang baik dan kakek percaya itu. Saya mohon tolong jangan katakan kepada siapapun tentang hal yang kakek beritahukan barusan, nona nona..."
"Kami tidak akan memberitahu siapapun kakek. Kami juga berjanji menjamin keselamatan kakek jadi kakek tidak perlu khawatir. sampai jumpa kakek!"Ucap Lydora tersenyum lembut.
Kakek itu pun mengangguk merasa tenang. Di samping itu dia juga merasa sangat penasaran dengan kedua gadis yang cukup misterius itu. Terutama saat melihat Lydora. Rambut merah dan Bola mata berwarna hijau emerald. Seperti bukan seorang kalangan biasa. Tapi dia tidak berani bertanya kepada kedua gadis itu.
Saat sesudah kembali ke Villa...
"Dasar pria tua bangka sialan! Bisa-bisanya dia menyebar fitnah kepada wilayah Utara itu kalau Raja mengatakan wilayah ini kumuh?! Itu jelas tidak mungkin karena saya tahu kalau Raja Peter sifatnya tidak seperti itu!"Ucap Felice begitu murka. Rasanya dia ingin mencabik-cabik Tuan Jason saat ini juga jika dia melihat pria itu di depan matanya.
Untung saja Felice memaki Tuan Jason saat mereka sudah di dalam villa.
"Aku tahu Felice. Tenanglah. Tolong berikan aku kertas dan pena. Aku harus menulis surat tentang laporan yang barusan kita dapat tadi kepada Yohannes. Dia harus secepatnya mengetahui masalah yang sebenarnya."Ucap Lydora baru terlihat menampakan dirinya sebagai seorang Ratu.
Setelah selesai menulis surat, Lydora menyuruh Felice lagi untuk mengirim surat itu secepatnya kepada pihak kerajaan. Pengiriman itu membutuhkan waktu satu hari. Sambil menunggu, Lydora dan Felice kembali mengerjakan tugas mereka dan mencatat data jumlah kemiskinan penduduk yang ada di wilayah itu. Rencananya besok pagi mereka akan memberi sumbangan kepada para warga setiap orangnya.
Di sela-sela malam yang cukup dingin itu, Felice memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar sang majikan. "Permisi yang mulia. Apa saya bisa berbicara dengan anda sebentar?"
"Masuklah Felice."Sahut Lydora.
Seperti biasa Felice melihat Lydora yang masih menulis-nulis di atas meja kerjanya. "Yang mulia, sebagian biar saya saja yang mengerjakannya, anda harus segera istirahat."Pinta Felice.
"Aku tidak apa-apa Felice. Dokumen-dokumen ini memerlukan tulisan tanganku. Apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?"Tanya Lydora.
"Ah, begini yang mulia. Saya penasaran anda akan melakukan rencana apa untuk membuktikan kejahatan Tuan Jason. Anda sejak tadi belum ada mengatakannya dan saya terus kepikiran. Saya tidak mau anda sampai terkena dampak buruk. Dan kapan kita akan bertemu dengan Tuan Jason, yang mulia?"Tanya Felice merasa begitu penasaran.
__ADS_1
Lydora pun tersenyum. "Tentu saja kita akan menemuinya di depan hakim Felice."
Hah?
"Kita tidak akan menemui Tuan Jason sampai Yohannes sendiri yang memijakkan kakinya ke wilayah ini. Kita sendiri juga salah karena mempercayakan tugas ini seratus persen kepada Tuan Jason dan para warga menjadi korbannya. Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah mempersiapkan semua rencananya, dan kau tinggal membantuku untuk mewujudkannya."Sambung Lydora lagi.
"Me...mewujudkannya?"Tanya Felice yang bingung.
Apa maksudnya?
Felice baru kali ini merasakan aura dari sisi Lydora yang lain. Aura misterius.
Sebaiknya aku tidak bertanya mengenai apapun lagi kepada Yang mulia Ratu sampai beliau sendiri yang memerintahku...
"Baik yang mulia. Kalau begitu saya permisi. Jangan lupa anda harus segera beristirahat yang mulia."Ucap Felice.
"Iya, Felice."
"Selamat malam yang mulia."
"Selamat malam."
Keesokan harinya, surat yang di tulis Lydora akhirnya sampai juga di tangan Yohannes. Yohanes sempat khawatir mengapa istrinya itu tiba-tiba mengirim surat. Dan saat dia membacanya dia kaget dan juga sedikit senang.
Dia merasa kaget karena tidak percaya bahwa wilayah Utara begitu membenci pihak kerajaan hanya karena alasan sepele. Tapi di sisi lain dia juga merasa senang sebab dia mendapatkan kabar bahwa sang istri baik-baik saja disana.
"Terima kasih sudah memberitahuku Lydora. Aku akan pergi kesana sesuai yang kau katakan. Tunggulah aku disana..."Gumam Yohannes tersenyum lega.
__ADS_1
Next....