Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 52 (Di revisi)


__ADS_3

"Anda bilang saya siapa? Saya kan dokter kepercayaan istana yang memeriksa Anda kemarin? Apa Anda lupa?"Balas Lizzy dengan wajah polosnya.


"Kau wanita sialan! Jangan pura-pura tidak bersalah! Sudah jelas jika kau ingin membunuh cucuku!"Ucap Ratu Irene yang juga ikut murka.


"Ibu?"Ellen tidak sangka jika ibu mertuanya benar-benar akan membelanya.


"Yang mulia kenapa menuduh saya? Bukankah saya dokter kepercayaan anda? Saya juga kepercayaan Yang mulia Raja Aldrich benar kan?"Balas Lizzy. Dia sempat memandang Aldrich yang melihat kedatangannya. Namun Aldrich segera membuang wajahnya.


"Kau tidak pantas berbicara seperti itu kepadaku! Aku memang sudah salah selama ini memperkerjakanmu sebagai dokter kepercayaan kami. Sifatmu dan sifat mendiang ibumu sungguh berbeda!"Ucap Ratu Irene.


Lizzy terdiam kemudian dia mulai berakting untuk mengasihani dirinya. Namun terlihat kalau tangannya sedang dikepal kuat. Tampang kasihan adalah jurus jitunya karena selain cantik, orang-orang pasti akan merasa iba.


Sementara Aldrich hanya diam di tempatnya. Dia bukannya tidak marah, melainkan ingin mengamati situasinya dulu.


"Lizzy, tadinya aku sempat menghormatimu. Tapi kau malah membuat masalah denganku. Kau memberikan obat vitamin yang ternyata obat keguguran untukku! Kau juga tidak memberitahu bahwa aku sedang hamil!"Ucap Ellen murka.


"Anda salah yang mulia. Itu sebenarnya vitamin kok. Kenapa saya harus seberani itu memberikan anda obat keguguran? Saya tidak segila itu yang mulia permaisuri. Dan saya tadinya ingin memberitahu anda kok, tapi menurut saya kalau itu bisa jadi kejutan yang spesial."Balas Lizzy enteng.


"Kau pembohong! Jelas-jelas dokter Theo yang mengatakan kalau itu obat keguguran! Kau tidak perlu menyangkalnya. Dan aku tahu dokter Theo tidak akan seberani itu menipu! Aku bahkan sudah tahu dari mencium baunya!"Ucap Ellen.


"Mungkin itu perasaan anda saja yang mulia permaisuri. Jadi anda lebih mempercayai omongan Tuan Theo yang hanya dokter biasa dari saya yang sudah dipercaya kerajaan selama bertahun-tahun? Tega sekali anda. Anda pasti belum tahu kan jika Tuan Theo sebenarnya ingin menyingkirkan saya dan menggantikan posisinya?"Ucap Lizzy dengan ekspresi tidak terima.


Ellen begitu muak dengan kepura-puraan Lizzy. Aktingnya sungguh bagus hingga yang menontonnya mungkin sempat akan terkecoh.


"Maksud anda obat ini? Saya punya banyak obat seperti ini. Jika anda tidak percaya anda bisa menciumnya kembali. Yang mulia Raja dan yang mulia Baginda Ratu juga bisa ikut mencium baunya sebagai bukti."Ucap Lizzy menunjukkan botol obat yang sama. Dia sengaja menukar obatnya agar dia selamat.


"Apakah yang mulia Raja mau mencium baunya?"Ucap Lizzy mendekati Aldrich sambil menyodorkan obat yang ditangannya. Ellen dengan cepat juga mendekati mereka berdua dan dia merebut obat itu.


"Berikan padaku! Suamiku tidak akan tahu baunya karena dia tidak ikut memeriksa saat itu."Ucap Ellen.


Disitu ekspresi Lizzy langsung terlihat tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya namun dia tetap menahannya.


Ellen mencium baunya dan dia tidak mencium bau aneh di obat itu. Dia yakin aroma obat waktu itu sangat menyengat.

__ADS_1


"Suamiku, jelas-jelas obat ini ditukar. Saya masih ingat dengan jelas aroma dari obat yang diberikannya. Saya juga akan memanggil Dokter Theo lagi sebagai pembuktiannya."Ucap Ellen.


Benar-benar wanita sialan kau Ellen!


"Yang mulia, mungkin waktu itu perasaan anda saja karena anda sedang hamil, jadi sedikit sensitive."Ucap Lizzy masih berusaha menyangkal.


"Tutup mulutmu! Istriku tidak bodoh. Dan dia juga tidak mungkin berbohong. Aku lebih percaya perkataannya dari pada kau. Perbuatanmu tidak bisa kumaafkan."Kali ini Aldrich yang ikut bicara.


Ellen merasa begitu terharu saat suaminya itu membelanya.


Yang mulia Raja...terima kasih...!


Lizzy yang mendengar ucapan Sang Raja pun jadi tidak bisa berkata-kata lagi. Apa yang dikatakan Theo benar. Sang Raja telah berubah dan hatinya telah berpindah ke wanita lain. Aldrich juga baru pertama kalinya membela seorang wanita.


"Yang mulia...saya pikir Anda masih mencintai saya...anda tahu...saya juga mencintai anda! Sampai sekarang saya masih menyimpan perasaan ini untuk anda...Saya tidak bisa melupakan anda dan terus memikirkan anda..."Ucap Lizzy kemudian dia meneteskan air matanya.


"Tidak usah banyak drama! Kau benar-benar perempuan tidak tahu diri! Jelas-jelas perbuatanmu ini begitu kotor dan kau tidak pantas bersama yang mulia Raja!"Ucap Ellen semakin marah.


"Ellen, kau jangan suka marah-marah. Pikirkan kesehatan anakku! Tentang wanita ini biar aku yang mengurusnya."Ucap Aldrich merasa pusing karena dia juga tahu jika ketika dua perempuan sedang bertengkar, pasti tidak akan ada habisnya.


"Lizzy, perasaanku padamu sudah lama hilang. Jangan selalu berpikir bahwa aku tergila-gila padamu. Kau harus merenungkan kesalahanmu itu. Pengawal! Tangkap dia!"Pinta Aldrich dan para pengawalnya segera menangkap Lizzy.


"Lepaskan aku! Hei, kalian tidak pantas memperlakukan aku seperti ini! Dasar kalian manusia rendahan! Aku ini atasan kalian!"Ucap Lizzy memberontak.


"Tapi kami bekerja dengan Yang mulia Raja, Nona."Balas salah satu pengawal.


"Setelah ini kalian bawa dia ke ruang eksekusi! Aku minta kalian segera memenggal kepalanya."Ucap Aldrich.


"Yang mulia! Anda sungguh kejam!"Ucap Lizzy menangis.


"Aku? Kejam? Mana lebih kejam dari seorang pembunuh?"Balas Aldrich tersenyum lucu ke arah Lizzy.


Akhirnya Lizzy di geret ke ruang eksekusi sesuai perintah Sang Raja untuk memenggal kepalanya.

__ADS_1


Tak lama tiba-tiba Theo muncul sambil memapah Jiya. Orang-orang istana, begitu terkejut melihat kedatangan mereka dengan bawaan penuh luka.


"Tuan Theo?!"Teriak Ratu Irene syok.


"Jiya!"Teriak Rina. Gadis itu langsung mengejar mereka dan memeluk Jiya.


"Theo, apa yang terjadi padamu?!"Tanya Ellen. Bicaranya sudah tidak formal lagi.


Aldrich yang menyaksikan jadi cemburu karena istrinya mengkhawatirkan pria lain.


"Ini semua perbuatan Nona Lizzy yang mulia! Dia harus segera ditangkap! Kami ditangkap olehnya supaya dia bisa selamat."Ucap Theo sambil ngos-ngosan merasa begitu lelah.


"Benar-benar wanita setan! Dia juga yang melakukan hal ini pada kalian? Tenang saja, Lizzy sudah kami tangkap dan suamiku sudah menghukumnya dengan memenggal kepalanya."Ucap Ellen.


"Benarkah? Oh syukurlah ya Tuhan! Dia memang pantas mendapatkannya."Ucap Theo lega.


"Rina, sebaiknya kau obati dulu Jiya."Ucap Ellen.


"Baik yang mulia. Tuan Theo, terima kasih banyak anda sudah membantu menemukan saudara saya."Ucap Rina.


"Tadi kami hanya kebetulan sama-sama terjebak. Lagipula kalian berdua kan temanku." Ucap Theo.


Rina tersenyum kemudian memapah Jiya untuk diobati.


"Bagaimana kalian bisa selamat?"Tanya Ellen penasaran.


"Mudah saja yang mulia. Saya mengancam body guardnya dan bilang pada mereka bahwa majikan mereka sudah ditangkap dan akan mati. Dan mereka juga sudah pasti akan mati."Ucap Theo.


"Oh, bagus! Lizzy juga tidak akan mendapatkan pekerjaannya kembali."Ucap Ellen puas.


"Ellen, sudah cukup bicaranya. Ini sudah malam, sebaiknya kita istirahat. Dan kau Tuan, kau bisa minta para pelayan untuk mengobatimu."Ucap Aldrich.


"Ah iya...yang mulia. Terima kasih atas perhatian anda."Balas Theo.

__ADS_1


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)


__ADS_2