Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 11


__ADS_3

Kedua orang tua itu hanya melongo dengan ucapan putri mereka.


"Tunggu, apa maksudmu mencari pria lain? Apa Pangeran Yohannes sudah tidak ada harapan lagi?"Tanya Tuan Bamon.


"Tidak..."Ucap Lydora menahan sedihnya.


Nyonya Rosetta langsung memeluk putrinya itu dan Tuan Bamon juga ikut memeluk. Mereka berpelukan bersama dan Lydora merasakan kehangatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Kurasa inilah yang namanya keluarga sebenarnya...


Nyonya Rosetta mengelus kepala Lydora dengan lembut turut merasakan sedih dengan apa yang dialami putri semata wayangnya itu.


"Aduh, kasihan sekali putriku. Kau memang sepertinya tidak pantas bersamanya. Kami akan mencarikan pria yang lebih baik untukmu Lydora. Kamu serahkan semuanya pada kami."Ucap Nyonya Rosetta.


"A-ayah juga akan membantu! Ayah tidak akan membiarkan putri ayah disakiti oleh seorang pria br*ngsek."Ucap Tuan Bamon.


"Terima kasih ibu...ayah. Aku sangat menyayangi kalian."Ucap Lydora merasa terharu. Dia berusaha menahan air matanya supaya tidak jatuh. Lydora sudah menangis selama berjam-jam sejak di pesta tadi dan dia tidak mau merusak suasana yang hangat itu.


"Kami juga sangat menyayangimu Lydora."Balas Nyonya Rosetta.


"Tapi kenapa tadi kau pulang duluan, Lydora? Oh ya, tadi anak Yang mulia Raja Aldrich lahir dengan sehat. Dia adalah seorang bayi laki-laki. Bayinya sangat lucu yang pastinya mirip dengan kedua orang tuanya yang sudah memiliki fisik sempurna."Ucap Nyonya Rosetta.


"Begitu ya ibu? Tadi aku pulang duluan karena...gaunku basah."Ucap Lydora berbohong.


"Benarkah? Kenapa gaunmu bisa basah?"Tanya Nyonya Rosetta.


"Itu...aku tidak sengaja menumpahkan minuman ke gaunku bu, hehe..."Ucap Lydora berbohong lagi sambil nyengir.


"Haah...kamu ini ada-ada saja."


Lydora memilih tidak ingin memberitahu kedua orang tuanya jika sewaktu di pesta tadi, Pangeran Yohannes menghinanya habis-habisan. Dia takut hal itu menjadi beban pikiran kedua orang tuanya.


Dua hari kemudian, Lydora tampak gelisah. Dia tidak menduga bahwa ibunya cepat sekali mengenalkan beberapa pria padanya dalam satu hari. Dia juga tidak percaya ternyata ada begitu banyak pria kaya yang ingin bersamanya dan hal itu hampir membuatnya gila.


"I-ibu, apa aku harus menemui mereka sekarang?"Tanya Lydora tidak bersemangat.


"Iya, ibu sudah menetapkan janji pada mereka semua. Kamu tidak perlu gugup. Ada pelayan Henny yang selalu menjagamu. Kamu hanya perlu bersikap apa adanya dan tenang. Setelah kamu bertemu dengan mereka, kamu bisa langsung beritahu ibu pria manakah yang sesuai dengan seleramu."Ucap Nyonya Rosetta memberi penjelasan.

__ADS_1


Mau tidak mau Lydora harus menuruti perkataan ibunya karena dia yang memintanya sendiri.


Keesokan harinya, Pelayan Henny mulai sibuk mengurus Nona mudanya. Dia merias Lydora dengan sangat cantik dan menawan.


"Ayo, Nona. Kita pergi sekarang. Sesuai daftar nama di kertas ini, pertama-tama kita harus bertemu dengan Tuan Sky Waltz."Ucap Henny.


"Baiklah..."


Sesampai di tempat pertemuan, Lydora sedikit kaget dengan seorang pria yang ditemuinya. Wajahnya tidak terlalu tampan dan tubuhnya juga kurus. Benar-benar tidak sesuai tipenya.


"Senang bertemu dengan anda Nona Lydora."Ucap Tuan Sky sambil mencium tangan Lydora.


Lydora sedikit merinding saat pria itu mencium punggung tangannya. "S-selamat pagi Tuan Sky."


"Saya senang sekali akhirnya bisa bertemu dengan anda, Nona Lydora. Anda memiliki wajah yang sangat cantik dan saya tidak menduga bahwa anda memotong rambut anda. Anda jadi terlihat lebih segar."Ucap Tuan Sky penuh pujian.


"Te-terima kasih..."Lydora semakin risih dan dia sempat memberi kode kepada pelayan Henny yang berada di sebelahnya.


Pelayan Henny langsung mengerti apa yang dimaksud Nona mudanya. Dia melirik kearah Tuan Sky yang masih berbicara panjang lebar sementara Lydora sudah gelisah merasa tidak nyaman.


Henny hanya memberi isyarat bahwa Lydora harus tetap mendengarkan apa yang dikatakan pria itu sampai selesai. Kalau tidak, Lydora pasti akan dianggap tidak sopan.


"Tuan Sky, saya minta maaf memutus pembicaraan Anda, tapi saya harus segera pergi karena saya masih ada jadwal yang harus saya lakukan."Ucap Lydora.


"Oh...begitu ya? Sepertinya saya sudah terlalu banyak bicara ya? Baiklah, Nona Lydora. Terima kasih atas waktu Anda. Saya harap kita bertemu lagi."Ucap Tuan Sky.


"Ah..iya, kalau begitu saya harus segera pergi. Selamat tinggal Tuan Sky..."Ucap Lydora.


"Sampai bertemu nanti Nona Lydora."Ucap Tuan Sky dengan sumringah.


Lydora hanya membalas dengan senyuman.


Tidak akan ada kata nanti, Tuan Sky! Kuharap selamanya kita tidak bertemu!


Selanjutnya Lydora akan bertemu pria yang lain. Lydora begitu kesal karena dia belum menemukan pria manapun yang sesuai kriterianya.


"Huh! Henny, aku belum menemukan pria yang cocok untukku! Padahal aku sudah bertemu dengan 5 orang pria hari ini. Tapi semuanya menyebalkan! Ada yang mesum, ada yang hanya memandang fisik dan ada yang suka memamerkan kekayaannya."Keluh Lydora.

__ADS_1


"Anda harus bersabar, Nona. Masih ada pria terakhir yang harus anda temui. Mungkin anda masih mau mempertimbangkannya kalau yang ini."Ucap Henny memeriksa daftar nama.


"Apa? Masih ada lagi? Tapi ini sudah senja Henny! Memangnya siapa pria itu?"Tanya Lydora.


"Tuan Luke Damien. Anda sudah pasti mengenal tuan ini, kan Nona."Jawab Henny.


Lydora tersentak. Dia tidak sangka jika nama Luke akan tertulis di daftar.


Aduh! Ini pasti ulah ibu! Kenapa Tuan Luke ikut masuk tertulis di daftar segala sih?! Aku juga bodoh karena tidak memberitahu ibu dari awal jika Luna suka pada Tuan Luke! Apa yang harus kulakukan?!


Tiba-tiba ada seseorang yang mendatangi Lydora.


"Hai, Nona Lydora. Apa saya membuat Anda menunggu lama?"Tanya Luke yang baru tiba.


"Eh? Tuan Luke? Ah, tidak kok haha, saya juga baru disini..."Jawab Lydora gugup.


"Bagaimana kabar Anda, Nona? Anda baik-baik saja kan?"Tanya Luke terlihat mengkhawatirkan Lydora.


"Saya...baik-baik saja kok...?"Jawab Lydora sedikit bingung.


"Syukurlah. Saya khawatir karena ibu anda kemarin memanggil saya jika saya tertarik untuk ikut mendaftar sebagai salah satu calon Anda. Ibu anda merasa cemas dan beliau menyampaikan pada saya jika Anda sudah memotong rambut."Ucap Luke sambil memperhatian gaya rambut Lydora yang baru.


"Saya...hanya ingin mengganti suasana baru dengan rambut pendek. Apakah saya terlihat jelek dengan rambut pendek?"Tanya Lydora.


"Ah, tidak sama sekali Nona. Anda tetap sangat cantik. Saya tetap menyukai Anda mau itu rambut panjang ataupun pendek sekalipun."Ucap Luke tersenyum tulus.


Lydora langsung tersipu dengan kata-kata manis Luke.


Aduh, Tuan Luke benar-benar manis. Wanita mana sih yang tidak akan jatuh hati kepada pria setampan dan sebaik dirinya?


Tiba-tiba Luke memegang tangan Lydora.


"Nona Lydora, sebenarnya saya sudah menyukai Anda sejak lama, namun saya baru berani menyatakannya sekarang. Saya berjanji akan membuat Anda menjadi wanita yang paling bahagia. Apakah Nona mau mempertimbangkan saya?"


Sementara itu di istana Lilwest, ada berita mengejutkan bahwa Raja Peter mengalami sakit keras dan dokter mengatakan jika dirinya tidak akan bisa hidup lebih lama lagi.


Raja Peter dan Ratu Edna memaksa Yohannes untuk segera menikah demi ketentraman kerajaan mereka.

__ADS_1


Next....


__ADS_2