Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 42


__ADS_3

"Lydora bangun!"Teriak Yohannes merasa cemas.


Lydora yang dipanggil tersentak dan matanya pun terbuka. "Hosh...hosh..."Napasnya naik turun seperti baru berlari sekuat tenaga.


"Ada apa denganmu? Kau habis bermimpi buruk? Kau baik-baik saja kan?"Yohannes langsung menyerangnya dengan pertanyaan.


Lydora mengangguk dan raut wajahnya menunjukkan bahwa dia benar-benar ketakutan. Lydora mengubah posisinya menjadi duduk untuk mengatur pernapasannya.


"Kau habis mimpi apa?"Tanya Yohannes lagi.


"Saya habis bermimpi aneh yang sangat mengerikan. Seorang pria dengan jubah hitam mendatangi saya. Wajahnya tidak begitu jelas tapi dia mengatakan jika saya terkena kutukan. Kutukan itu katanya akan membuat Anda celaka. Dia...dia juga memperlihatkan diri anda yang terluka parah di masa depan. Saya...saya tidak sanggup melihatnya! Itu adalah mimpi terburuk saya seumur hidup!"Ucap Lydora. Wajahnya kembali pucat mengingat mimpi mengerikan yang dialaminya barusan.


"Aku? Akan celaka katanya? Omong kosong. Kau jangan mempercayai mimpi karena itu tidak nyata."Ucap Yohannes.


"Ta-tapi...bagaimana kalau itu jadi nyata yang mulia?"Ucap Lydora kembali ketakutan.


"Kau mempercayai hal mitos seperti itu? Sudahlah, lebih baik kau mandi saja sana. Setelah ini kita sarapan. Aku akan keluar sebentar."Ucap Yohannes.


"Baiklah...yang mulia.."Ucap Lydora tertunduk.


Yohannes segera meninggalkan Lydora di kamar itu. Seketika pandangan Lydora menjadi kosong.


Bagaimana bisa anda mengatakan hal itu tidak akan terjadi. Aku yang bisa masuk ke dunia ini saja masih belum bisa mempercayainya. Tapi ini nyata dan aku bisa merasakannya. Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan anda yang mulia? Hidup terbiasa di dunia yang bukan duniaku saja masih sulit...


Lydora terus bergumam di dalam hatinya dengan pikiran yang berantakan. Tak lama Lydora memilih untuk mandi dan tetap memaksakan dirinya menjalani hidupnya yang baru.


Seusai mandi, dua orang pelayan mendatangi kamar dan mengatakan jika mereka akan melayani permaisuri mereka. Lydora hanya bisa menuruti apa yang dipilihkan oleh dua pelayan itu.


Beberapa menit setelahnya, Lydora sudah siap di rias dengan sangat cantik.


"Anda sungguh sangat cantik yang mulia."Puji salah satu pelayan merasa puas dengan hasil kerja kerasnya.


"Terima kasih. Ngomong-ngomong apa kalian tahu dimana Yang mulia Raja Yohannes?"Tanya Lydora.


"Yang mulia Raja sedang berada di ruang kerjanya yang mulia. Kebetulan yang mulia Raja juga menyuruh kami untuk memanggil anda menemui beliau."Jawab pelayan itu.


"Begitu ya? Baiklah, kalau begitu tolong antarkan aku kesana."Pinta Lydora.

__ADS_1


"Baik yang mulia. Mari ikut dengan saya."Ucap salah satu pelayan.


Sesampai di sebuah pintu berwarna coklat gelap, Lydora mengetuk pintu itu. "Ini saya Lydora yang mulia."


"Masuklah!"Sahut Yohannes dari dalam.


Lydora membuka pintu itu dan bisa langsung melihat Yohannes yang sedang duduk di kursi kerjanya. Tak lupa kaca mata yang terhias di wajahnya.


"Yang mulia memanggil saya?"Tanya Lydora.


"Iya, kemarilah. Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan kepadamu."Ucap Yohannes.


Lydora baru menyadari jika Yohannes ternyata tidak sendirian di ruangan itu. Ada seorang wanita kira-kira berusia 30 tahun dengan penampilan seperti seorang wanita bangsawan berdiri tepat di samping Yohannes.


Lydora segera mendatangi mereka dengan penuh tanda tanya.


"Felice, kau bisa memperkenalkan dirimu sekarang."Perintah Yohannes.


"Baik yang mulia. Salam yang mulia Ratu. Nama saya Felice Lancelot. Mulai sekarang saya akan menjadi dayang pribadi anda. Anda bisa mempercayakan keperluan anda kepada saya mulai sekarang."Ucap Felice membungkukkan badannya hormat di depan Lydora.


"Senang bertemu denganmu Felice. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik."Balas Lydora tersenyum ramah.


"Baik, saya mengerti yang mulia. Jadi apa yang harus saya lakukan sekarang?"Tanya Lydora.


"Aku akan memberitahumu setelah sarapan."Ucap Yohannes seraya melepaskan kaca matanya.


Seusai sarapan, Yohannes membawa Lydora ke ruang kerjanya kembali. Lydora sedikit heran mengapa Ratu Edna belum terlihat.


"Lydora, mulai sekarang ruang ini milikmu juga. Jadi kau bisa gunakan ruangan ini untuk mengerjakan pekerjaanmu. Dan tentu saja Felice juga akan menemanimu."Ucap Yohannes.


"Hm, baiklah. Tapi ngomong-ngomong dimana Ibu Ratu Yang mulia? Beliau baik-baik saja kan? Kita belum ada bertemu dengan beliau sejak sarapan tadi."Tanya Lydora terlihat cemas.


"Iya, dia baik-baik saja. Tapi tidak dengan ayah. Kesehatannya semakin memburuk. Ibu seharian terus menemani ayah."Jawab Yohannes langsung muram.


"Begitu ya? Kalau begitu selesai rapat nanti, kita bezuk yang mulia baginda Raja ya yang mulia?"Pinta Lydora.


Yohannes hanya membalas dengan anggukan.

__ADS_1


Mereka mulai melakukan pekerjaan mereka dengan serius. Pertama-tama Yohannes mengajari beberapa tugas yang harus dilakukan Lydora sebagai Ratu atau Wakil sang Raja. Lydora tidak menyangka bahwa pekerjaan menjadi seorang pemerintah sangatlah sulit. Mengobservasi dan menangani berbagai lahan dan perpajakan negara, memeriksa setiap daerah untuk dievaluasi, menuruti permintaan masyarakat, membahas tentang biaya fasilitas negara dan masih banyak lagi.


Dan bagian yang paling sulitnya ialah, ajakan atau mengajak kerja sama antara sesama negara. Harus pintar bermain politik dan negosiasi. Bijak dalam membuat keputusan dan kuat mental.


"Sebagian besar sudah kujelaskan bagaimana cara kerja dunia kerajaan seperti kita. Bagaimana? Apa kau sudah memahaminya?"Tanya Yohannes.


"Iya yang mulia, saya paham. Saya sudah menduga bahwa pekerjaan kita cukup sulit. Ada banyak yang harus kita urus, itupun baru satu negara. Saya tidak yakin bisa melakukannya dengan baik..."Ucap Lydora tidak percaya diri.


"Kau akan terbiasa. Yang perlu kau kuasai saat ini adalah rasa takutmu. Ke depannya kita akan lebih sering bertemu dengan orang-orang munafik. Jadi kau sebaiknya perkuat mentalmu. Kau juga bisa tanyakan Felice. Dia cukup berpengalaman di dunia politik."Jawab Yohannes.


"Anda bisa tanyakan apapun kepada saya yang mulia, saya akan menjawabnya."Ucap Felice.


"Baik, baik! Aku akan berusaha. Jadi kapan kita akan bertemu dengan para menteri?"Tanya Lydora.


"Setelah makan siang."Jawab Yohannes.


Glek, Lydora menelan salivanya mulai merasa gugup. Dia terus berpikir bagaimana sifat para menteri itu. Saat dia melihat ke arah jam lemari antik, pertemuan mereka akan dilaksanakan sekitar dua jam lagi.


Setengah jam mereka bertiga sudah menghabiskan waktu di ruang kerja, seseorang datang mengetuk pintu.


"Yang mulia Raja, Tuan Adolf ingin bertemu dengan anda."Ucap seorang pengawal.


"Oh, baiklah. Suruh dia tunggu di ruang utama. Aku akan datang sebentar lagi."Jawab Yohannes.


"Baik yang mulia."


"Lydora, aku akan pergi menemui seseorang sebentar. Dia adalah pemerintah yang bertugas di wilayah Selatan."Ucap Yohannes.


"Oh, jadi salah satunya sudah datang?"Tanya Lydora.


"Benar. Tapi kau tidak perlu khawatir. Tuan Adolf memang memiliki urusan sedikit denganku. Kau tunggu saja disini sampai aku memanggilmu."Ucap Yohannes.


"Baiklah, yang mulia."


Yohannes pun meninggalkan ruang kerja.


"Felice, tolong beritahu aku beberapa orang tentang sifat-sifat mereka dan siapa saja yang akan datang ke rapat nanti."Pinta Lydora.

__ADS_1


Next...


__ADS_2