Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 30 (Di revisi)


__ADS_3

"Anu...bu, jika ibu keberatan menceritakannya, tidak apa-apa..."Ucap Ellen.


"Tidak apa-apa. Kamu memang sudah seharusnya mendengar karena kamu sudah jadi bagian keluarga kerajaan."Ucap Ratu Irene dan dia pun mulai menceritakannya.


Flashback ke masa lalu Aldrich.


Ratu Irene dan Raja Steven menikah di usia yang muda. Raja Steven adalah orang yang hangat dan ramah. Tetapi tidak dengan Ratu Irene. Dia wanita yang penakut dan dingin karena di didik orang tuanya dengan keras tanpa kasih sayang. Mereka dijodohkan namun Ratu Irene tidak mencintai Raja Steven. Suatu hari mereka dipaksa untuk memiliki anak untuk meneruskan waris. Ratu Irene benar-benar belum siap dan pada akhirnya dia pun hamil.


Kehamilannya membuatnya stress apalagi Raja Steven dulu sering meninggalkannya untuk berperang. Bahkan saat Aldrich lahir, sang raja tidak ada di tempat untuk menemaninya saat itu.


Setelah Raja Steven kembali, dia pun dengan bahagianya menggendong Aldrich. Ratu Irene merasa perasaannya campur aduk. Dia tidak tahu apa dia harus senang atau sedih.


Semenjak itu, Raja Steven jarang pergi berperang lagi. Entah apa yang membuat pasangan suami istri itu jadi dekat, mereka pun menciptakan adik Aldrich yang bernama Katherine. Usia mereka terpaut hampir 10 tahun. Kini lama-kelamaan Ratu Irene bisa membuka hatinya untuk Raja Steven karena sifat Raja Steven yang bisa meluluhkan hatinya.


Aldrich hanya bisa senang saat ada ayahnya saja. Karena ibunya sering memarahinya apalagi semenjak adiknya lahir, dia jarang diperhatikan. Tapi meskipun begitu, perasaan seorang kakak, dia tetap sayang kepada adiknya dengan caranya sendiri.


Suatu hari ada perang besar antara negeri Valkyrie dan negara sebelah. Negara itu sudah musnah tanda kekalahan sebab Negara Valkyrie telah memenangkannya. Namun kemenangan mereka harus mengorbankan seorang raja Steven yang rela mempertaruhkan nyawanya.


Aldrich yang pada saat itu masih sangat muda, benar-benar syok saat mendengar kematian ayahnya. Padahal selama ini ayahnya lah yang menemaninya dengan suka cita. Lalu karena kesedihannya yang mendalam, dia bersumpah untuk menjadi seorang Raja yang hebat. Hingga tanpa sadar dia menjadi Raja yang terkenal kejam berdarah dingin.


Lalu tak lama muncul lah seorang gadis manis bernama Anna. Dia berasal dari keluarga Duke yang terkenal kaya. Mereka bisa bertemu karena Kedua orang tuanya berteman dekat dengan Raja Steven dulunya. Pembawaannya yang ceria dan jahil, membuat Katherine suka bermain dengannya karena baginya, Anna sudah menyelamatkan hidupnya yang suram. Dan Anna pun bertemu dengan Aldrich. Dia pantang menyerah untuk membujuk Aldrich menjadi temannya.


Meskipun Aldrich suka memakinya dan bersikap kasar kepada Anna, gadis itu tidak mempedulikannya. Karena terlalu lelah menghadapi Anna yang keras kepala, akhirnya Aldrich pasrah dengan apa yang Anna lakukan.


"Jadi begitulah ceritanya Ellen. Sebenarnya itu adalah aib karena kami semua tidak ada yang memiliki sifat yang bagus, kecuali hanya suamiku saja."Ucap Ratu Irene setelah siap bercerita.


"Tidak masalah ibu. Saya sendiri juga bukanlah wanita yang baik. Semua ada penyebab dan jalan ceritanya hingga kita terpaksa memilih jalan ini. Tapi saya akan berusaha untuk menjadi wanita dan menantu yang lebih baik untuk kedepannya."Ucap Ellen.


Ratu Irene seketika merasa terharu mendengarnya.

__ADS_1


"Kamu sungguh wanita yang hebat Ellen. Aku jadi teringat pada Anna dan sedikit merasa bersalah padanya sebab dulu dia berharap sekali ingin menikah dengan Aldrich. Tapi entah kenapa aku ragu untuk menjadikannya permaisuri jadi aku memilih untuk menjodohkan putraku denganmu."


"Aku sering mendengar ceritamu dari orang-orang bahwa kau terkenal memiliki banyak bakat. Terutama saat bermain pedang dan karaktermu yang percaya diri dan unik."Sambung Ratu Irene


"Eh benarkah bu? Hehe, saya jadi malu mendengarnya..."Ucap Ellen malu-malu namun dia merasa bangga.


"Iya benar. Bisakah aku minta tolong satu hal padamu?"Pinta Ratu Irene.


"Ah apa itu bu?"


"Belakangan ini semenjak ada kamu, Aldrich sedikit berubah. Dia selalu ingin kau berada di sampingnya. Dia juga jarang marah-marah beberapa hari ini."


"Eh tapi bu...bukankah semalam kami bertengkar karena gara-gara Nona Anna? Ibu pasti tahu kan?"


"Iya, aku tahu. Apa tadi malam Aldrich memperlakukanmu dengan kasar?"Tanya Ratu Irene sedikit cemas.


"Tidak kok bu..."Seketika Ellen pipinya merona karena mengingat kejadian tadi malam. Semenjak Ellen meminta Aldrich lebih lembut kepadanya, Aldrich selalu menurutinya tanpa berkata apapun.


"Begini, aku merasa yakin jika kau bisa meluluhkan hati Aldrich. Aku harap kau bisa membuatnya berubah dan menjadi pria yang lebih baik dan tidak kejam lagi. Aku percaya kau bisa melakukannya Ellen."


Deg, Ellen seketika mematung mendengar permintaan ibunya.


"Ah...akan saya coba bu. Saya akan berusaha."Ucap Ellen memilih setuju.


"Baguslah Ellen. Aku tidak akan berharap sepenuhnya denganmu. Aku hanya yakin jika kau bisa membuat Aldrich berubah menjadi lebih baik."Ucap Ratu Irene.


Ellen hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Namun pikirannya jadi kalut mengingat suaminya itu memiliki sifat yang aneh.


Beberapa hari sudah terlewati, sepasang suami istri itu hanya disibukkan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Belum lagi Ellen yang masih kepikiran dengan permintaan ibu mertuanya.

__ADS_1


Aldrich bahkan menyadari Ellen yang sering melamun dan melihat ke arahnya membuatnya semakin gatal untuk bertanya kepada istrinya itu.


"Kau kenapa melihatku terus? Masih punya dendam padaku?"Akhirnya Aldrich bertanya kepada Ellen yang sedang bengong ke arahnya.


"Eh? Tidak kok yang mulia! Saya tidak memiliki dendam apapun dengan anda. Tolong jangan berprasangka buruk kepada saya, saya kan istri anda yang mulia."Ucap Ellen panik.


"Jadi kenapa kau terus menatapku dengan bola mata besarmu itu?"Tanya lagi Aldrich.


"Uh...itu karena yang mulia memiliki wajah yang sangat tampan! Saya suka melihatnya karena ketampanan anda!"Ucap Ellen dengan wajah semerah tomat.


Akhh ngomong apa sih aku?!! Dasar Sinting!


Aldrich sempat bengong mendengar pernyataan Ellen. Dia memang sudah sering mendengar pujian dari banyak orang dan para gadis. Namun tidak dengan istrinya itu. Yang dia tahu Ellen itu termasuk wanita yang cukup gengsian apalagi menyangkut tentang memujinya kali ini.


"Ada apa sebenarnya kau hari ini? Apa kau sakit?" Tanya Aldrich.


"Saya tidak sakit yang mulia! Sudahlah, lupakan saja yang mulia. Belakangan ini saya sedang memikirkan banyak hal."Ucap Ellen memijit keningnya merasa pusing.


"Lalu kenapa kau memijit keningmu seperti itu?"


"Ah...ini saya hanya sedikit merasa pegal..."Ucap Ellen.


Aldrich kemudian tiba-tiba memanggil seorang pelayan. Dia menyuruh pelayan itu untuk membawa Ellen ke kamar.


"Kenapa saya dibawa ke kamar yang mulia?"Tanya Ellen heran.


"Aku tidak mau kerepotan jika kau tiba-tiba jatuh pingsan disini. Lebih baik kau ke kamar agar bisa melayaniku nanti malam."Ucap Aldrich dengan wajah datarnya.


Dia memang sudah tidak punya urat malu! Bisanya dia berkata seperti itu dengan wajah datarnya!? Hah...lama-lama aku yang gila...

__ADS_1


Sang pelayan hanya bisa diam merasa malu melihat pasangan aneh di depannya.


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa tekan tombol like 👍)


__ADS_2