Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 1


__ADS_3

Namaku Tina. Aku adalah seorang gadis berusia 23 tahun yang sedang menyiapkan skripsi akhir di kampusku. Orang-orang sering mengataiku culun karena aku berpenampilan dengan kacamata tebal dan pakaian yang tidak sekeren teman-teman sekampusku. Aku tidak mempedulikan ucapan mereka karena aku lebih nyaman dengan gayaku yang seperti ini.


Tapi meskipun begitu, ada saja banyak yang iri denganku karena aku pintar dan sering mendapat beasiswa. Mereka tidak ada yang bisa melampaui kecerdasanku dan hal itu adalah sebuah keberuntunganku yang besar.


Aku hanya memiliki satu teman yang sefrekuensi denganku. Suatu hari dia meminjamkanku buku novel miliknya. Aku sempat membacanya di saat luang dan aku berpikir jika novel yang kubaca itu berisi cerita seorang Ratu yang diperlakukan buruk.


Aku sampai menangis karena terlalu sedih dengan alur ceritanya. Kisah Ratu itu mirip denganku. Aku tidak bisa melakukan apa-apa ketika orang-orang memperlakukanku dengan buruk.


Aku tidak berani untuk melawan karena aku terlalu takut. Mereka semua memiliki kuasa dan aku hanya bisa menerima apa yang mereka berikan kepadaku.


Suatu hari aku dekat dengan senior di kampusku. Dia senior yang cukup tampan dan disukai banyak mahasiswi. Meskipun begitu, aku tidak memiliki perasaan apapun kepada senior itu dan para mahasiswi tetap menatapku dengan tajam.


Saat hendak menunggu bus untuk pulang, Tiba-tiba ada seseorang yang mendorongku dengan kuat ke tengah jalan. Pas itu sedang ada mobil besar yang lewat dan aku pun berakhir di sana.


Mungkin kematianku ini karena banyak yang benci denganku sehingga mereka setega ini kepadaku. Dan aku tidak ingin memikirkannya lagi.


Kuharap saat bangun, aku mendapatkan kehidupan yang lebih baik, mungkin surga.


*****


Di sebuah kastil yang megah, seorang gadis sedang tidur di sebuah ranjang mewah. Paras gadis itu sangat cantik. Memiliki rambut ikal panjang berwarna merah dan kulitnya yang seputih susu.


Dia membuka matanya perlahan. Pancaran cahaya matahari tak lama masuk menyilaukan kedua matanya yang berwarna hijau emerald itu.


Uhhh...dimana ini? Apa ini di surga?


Tina perlahan duduk dan dia merasa berada di tempat yang aneh. Tapi tempat itu sangat cantik hingga membuatnya pangling.


Tok, tok, tok. Ada seseorang yang membuka pintu yang membuat Tina terkejut. Seseorang itu pun membuka pintu dan memperlihatkan sosoknya. Tina melihat seorang wanita dengan seragam pelayan.


"Selamat pagi Nona Lydora, maaf mengganggu waktu pagi anda. Tapi anda dipanggil oleh Tuan Duke dan Nyonya Duchess di ruangan utama."Ucap pelayan itu.


Apa? Lydora?


Tina terdiam sejenak untuk mencerna semuanya. "Oh! Baik, aku...akan segera kesana."Jawab Lydora.

__ADS_1


"Kalau begitu, biarkan saya mendandani anda Nona. Saya sudah mempersiapkan air panasnya."Ucap pelayan itu mulai sibuk.


"Eh? Ba-baiklah..."Lydora menjadi canggung dan dia masih belum mengerti dengan situasi yang terjadi.


Pelayan itu kemudian menatap Lydora dengan tatapan curiga. "Apakah Nona baik-baik saja? Apa Nona sedang tidak enak badan?"Tanya pelayan itu.


"T-tidak kok! Aku baik-baik saja!"Jawab Lydora sedikit panik.


"Eh, baiklah...saya pikir anda sedang tidak enak badan karena anda terlihat sedikit pucat."Ucap Pelayan itu.


"Aku benaran baik-baik saja kok...Oh ya siapa namamu?"Tanya Lydora.


"Nama saya?"


"Eh i-iya... "


Aduh, bodoh sekali aku! Kenapa bisa-bisanya aku bertanya siapa namanya?! Bagaimana ini?!


"Nama saya Henny, Nona."Jawab Henny tersenyum.


"Oh, baiklah Henny..."Ucap Lydora tersenyum.


Beberapa saat setelah siap, Lydora tidak percaya jika dia akan dihias seperti putri kerajaan dengan gaun yang super mewah dan perhiasan yang menumpuk di seluruh badannya. Tapi dia tidak merasa risih, mungkin sudah terbiasa dengan bawaan dari tubuhnya yang asli.


Saat menatap ke cermin, Tina kaget sekali jika dia berada di dalam tubuh seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut ikal berwarna merah panjang dan mata hijau seperti permata emerald.


Tubuhnya serta kulitnya juga bagus sehingga dia berputar sambil menatap cermin dengan perasaan bahagia.


"Ayo Nona, kita temui Nyonya Duchess dan Tuan Duke."Ucap Henny.


"Baiklah..."


Nyonya Duchess dan Tuan Duke. Mereka pasti kedua orang tua si pemilik tubuh ini kan? Aku telah memasuki dunia kerajaan dan hidup serba mewah di tempat ini. Apa jangan-jangan aku memasuki sebuah cerita novel yang aku baca waktu itu?!


Henny mengantar Lydora menuju ruang utama di mana ada seorang pria dan wanita paruh baya yang sedang duduk di sebuah sofa menunggu kedatangan putri mereka.

__ADS_1


"Lydora, akhirnya kau datang juga."Ucap Nyonya Duchess.


"Ayo sini duduk dulu, ada yang ingin kami bicarakan denganmu."Sambung Tuan Duke.


"Baik..."Lydora merasa sangat gugup. Dia pun segera duduk bersama dengan kedua orang tuanya.


Apa yang ingin mereka bicarakan denganku? Semoga bukan masalah besar atau sesuatu yang sulit...


"Begini Lydora, kamu tahu kalau kami sangat menyayangimu. Kami akan selalu mengabulkan semua permintaanmu, salah satunya pernikahanmu dengan Yang mulia putra mahkota Yohannes Lilwest yang selama ini kamu inginkan."Ucap Tuan Duke tersenyum.


"Eh? Apa...?"Lydora hanya bengong dengan perkataan ayahnya.


"Iya, kamu diberikan kesempatan untuk menemui yang mulia putra mahkota Yohannes atas persetujuan yang mulia baginda Raja. Bukankah kamu sangat berharap untuk bisa menikah dengan Yang mulia putra mahkota? Kamu sering membicarakan dan meminta kepada kami untuk menjodohkanmu dengan beliau. Sekarang impianmu sudah terwujud, setidaknya kau harus bertemu dengan yang mulia putra mahkota terlebih dahulu untuk berbincang dan berkenalan."Ucap Tuan Duke lagi.


Yang mulia putra mahkota Yohannes? Tunggu sebentar, bukankah...dia salah satu pemeran utama kedua pria yang sedang jatuh cinta dengan Ratu Ellenavier di sebuah novel yang kubaca itu?! Jadi aku benar-benar masuk ke dalam novel ini? Aku tidak percaya!


"J-jadi aku...akan bertemu dengannya?"Tanya Lydora masih tidak percaya.


Mereka berdua mengangguk dengan suka cita.


"Pertemuanmu dengan beliau 2 hari lagi. Kalian berdua akan bertemu di taman istana. Persiapkanlah dirimu menjadi wanita yang anggun untuk penampilan terbaik di kencan pertama kalian, oke? Ibu juga sudah mempersiapkan gaun terbaik untukmu"Ucap Nyonya Duchess.


"D-dua hari lagi...? Ta-tapi..."


"Kenapa sayang? Apa ada yang membebani pikiranmu?"Tanya Nyonya Duchess.


"Eh...tidak, aku tidak apa-apa. Baiklah, aku akan mempersiapkan diriku dengan baik di hari pertemuan kami."Ucap Lydora akhirnya menerima.


"Anak pintar! Kami mendoakanmu semoga beruntung, sayang."Ucap Tuan Duke.


Di kamar, Lydora merebahkan dirinya di ranjangnya yang mewah sambil berpikir dengan apa yang baru terjadi di alaminya.


"Aku masih tidak percaya dengan yang kualami ini. Aku mati dan pindah ke dunia fiksi pernovelan seperti ini. Memasuki tubuh seorang gadis keturunan bangsawan yang cantik, hidup kaya raya dan memiliki keluarga yang menyayangiku. Sepertinya aku putri tunggal. Pantas mereka sangat menyayangiku."


"Tapi sayangnya aku tidak bisa mengingat kebiasaan apa saja yang pernah dilakukan oleh Lydora ini. Orang-orang jadi menatapku aneh karena aku bukanlah Lydora yang mereka kenal sebelumnya."

__ADS_1


"Tapi daripada itu, apakah aku pernah dengar nama Lydora? Sepertinya nama itu tidak ada di buku yang kubaca. Jadi siapa Lydora ini?"Gumam Tina.


Next....


__ADS_2