
Lydora yang disapa Stacey tentu saja merasa kaget.
"Eh, Nona Stacey? Iya, saya ingin pergi belajar bersama Nyonya Bella."Jawab Lydora tetap tersenyum ramah.
"Oh begitu ya. Apa anda sudah menghapal buku-bukunya Nona Lydora?"Tanya lagi Stacey.
"Saya sedang menghapalnya Nona Stacey."Ucap Lydora.
"Hmm, kalau begitu anda bisa meminta bantuan pada saya jika anda ingin. Saya sudah bisa menghapal 6 buku itu. Saya yakin anda pasti akan lebih mudah untuk cepat belajar."Ucap Stacey menawarkan dirinya.
Dih, aku tidak mau diajari olehmu! Kau pasti sengaja bilang begitu. Dasar sok pintar! Aku tidak akan pernah menyerah asal kau tahu!
Lydora berusaha untuk bersabar.
"Begitu ya Nona Stacey. Anda sangat pintar sudah bisa menghapal 6 buku itu. Terima kasih sudah menawarkan diri untuk membantu saya, tapi saya tidak bisa menerimanya. Saya ingin belajar sendiri Nona Stacey. Saya kan baru mempelajarinya semalam."Jawab balik Lydora.
"Ah, baiklah. Tapi kapan-kapan jika anda mau, datang saja kepada saya kapanpun. Saya pasti akan membantu Anda."Ucap Stacey tersenyum dengan maksud tertentu.
"Baiklah, akan saya ingat Nona Stacey."Balas Lydora.
"Kalau begitu saya harus pergi. Selamat belajar Nona Lydora."Pamit Stacey.
"Iya, sampai nanti Nona Stacey."Balas Lydora dengan senyuman maksimal.
Setelah Stacey pergi, Lydora langsung berubah ekspresi merasa muak dengan sikap sok manis dari Stacey.
Aku harus jauh-jauh dari anak itu!
Sementara Stacey, dia juga sama. Dia mengepal tangannya merasa sangat kesal dengan balasan sikap dari Lydora.
Kurang ajar! Dia sama sekali tidak merasa takut padaku. Aku harus memikirkan rencana yang lain.
Lydora merasa lebih tegang dari kemarin karena mulai saat ini dia harus belajar dunia politik.
Saat sampai di depan pintu ruangan Nyonya Bella, pertama-tama Lydora menghela napasnya agar dia tenang. Setelah itu dia mengetuk pintu.
Tapi tak lama Nyonya Bella muncul di samping Lydora seperti hantu yang membuat Lydora terperanjat kaget.
__ADS_1
"Kau terkejut melihatku? Memangnya kau pikir aku ini hantu hah?"Tanya Nyonya Bella yang sedikit tersinggung.
"Eh...saya hanya kaget anda tiba-tiba ada di samping saya. Saya kira...anda sudah di dalam ruangan anda Nyonya Bella. Maafkan saya..!"Ucap Lydora panik langsung membungkuk.
"Cih, aku tadi ada sedikit urusan. Masuklah!"Ucap Nyonya Bella membuka pintu ruangannya dan mereka pun berjalan masuk.
Nyonya Bella duduk di kursinya seperti biasa.
"Kau duduklah di kursi itu."Ucap Nyonya Bella.
"Baik."Lydora pun menurut dan dia duduk di tempat yang ditunjuk oleh Nyonya Bella.
"Apa kau sudah menghapal sebagian dari buku yang ku berikan semalam?"Tanya Nyonya Bella.
"Eh, baru setengah halaman Nyonya Bella. Saya membaca bagian sumpah Ratu."Jawab Lydora.
"Baru itu? Astaga, kupikir kau sudah menghapal setidaknya 5 lembar. Padahal kau dalam sebulan akan segera menikah."Ucap Nyonya Bella.
Apa?! Menghapal 5 lembar dalam satu hari?! Apa dia gila? Aku bahkan tidur larut malam karena pusing mempelajarinya!
"Jangan hanya bilang maaf. Kau begini pasti karena selalu dimanjakan kedua orang tuamu jadi makanya kau begitu. Kau pasti tidak percaya bahwa putriku itu sudah menghapal 6 buku yang kuberikan itu dan dia sudah bisa menghapalnya semua. Dia memang putriku yang membanggakan."Ucap Nyonya Bella sengaja pamer.
"Ya, saya sudah tahu jika Nona Stacey sudah bisa menghapal 6 buah buku tentang Pengetahuan Ratu. Nona Stacey memang sangat pintar."Ucap Lydora memuji.
"Tentu saja. Tapi aku tidak mengerti mengapa Putriku tidak dipilih oleh Yang mulia Baginda Ratu. Dan dia malah memilih seorang gadis pemula sepertimu. Padahal aku merasa jika putriku juga cocok bersama dengan yang mulia pangeran Yohannes."Ucap Nyonya Bella masih tidak terima.
Lydora pun tersenyum. "Saya juga tidak tahu mengapa Yang mulia baginda Ratu malah memilih saya dan sampai sekarang saya juga tidak tahu alasannya. Tapi saya merasa sangat senang dan bersyukur karena Yang mulia baginda Ratu memilih saya yang pemula ini. Anda harus mendoakan saya, Nyonya Bella."
Cih, sombong sekali!
"Kau jangan merasa bangga dulu hanya karena Yang mulia Baginda Ratu memilihmu. Itu mungkin hanya keberuntunganmu saja."Balas Nyonya Bella tidak terima.
"Kalau begitu kita sudahi bicaranya. Waktuku jadi habis gara-gara beradu mulut denganmu."Ucap Nyonya Bella lagi dengan kesal.
Apa? Jadi ini salahku lagi? Padahal dia yang mulai duluan kan!
Lydora menghela napas dalam lagi untuk tenang. Dia berusaha untuk menahan diri tidak menghajar Nyonya Bella karena dia tidak mau imagenya menjadi rusak hanya gara-gara sindirian Nyonya Bella.
__ADS_1
"Kita mulai dari pertama..."Ucap Nyonya Bella memulai pengajarannya.
Ketika Nyonya Bella sedang menjelaskan satu materi, Lydora benar-benar tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh Nyonya Bella. (Begitu juga dengan Author.) Dia seperti mendengar dari lubang telinga kiri dan keluar dari lubang telinga kanan.
Padahal Lydora sudah benar-benar berusaha fokus untuk mengerti. Tapi dia tidak mengerti satupun dari yang dijelaskan oleh Nyonya Bella.
"Sekarang kau sudah mengerti kan? Banyak menteri di negeri kita yang melakukan hal kotor demi keuntungan masing-masing. Bahkan di Kerajaan kita juga ada yang namanya pengkhianat tapi sampai sekarang kita belum bisa menangkapnya karena status dan peran dia yang sangat penting di Kerajaan. Benar-benar sangat tidak adil bukan?"Ucap Nyonya Bella.
Lydora terdiam sejenak dan dia masih bingung dengan maksud ucapan Nyonya Bella.
"Hey Lydora. Kenapa kau diam saja? Kau mendengar apa yang ku jelaskan apa tidak?"Tanya Nyonya Bella yang tidak mendapat respon dari Lydora.
"Eh, saya mendengarnya kok Nyonya Bella. Hanya saja saya masih tidak paham mengapa beberapa menteri melakukan itu. Padahal menurut saya...hal itu tidak begitu berguna."Ucap Lydora sambil memegang pundaknya.
"Haah, sudah kuduga kau tidak paham apa yang kujelaskan. Mereka sengaja karena politik mereka. Dan bla...bla...bla..."
Beberapa waktu kemudian, Lydora sudah selesai belajar dan dia sangat-sangat lelah. Dia sudah diomeli oleh Nyonya Bella berkali-kali dan semakin tidak bisa fokus karena Nyonya Bella selalu membuatnya naik darah tinggi.
Dasar Nenek lampir! Dia tahunya hanya mengomel dan mengata-ngataiku. Dia sengaja karena dia berharap aku menyerah kan! Heh, tapi aku tidak akan begitu tuh! Lihat saja aku pasti akan memberikan jari tengah kepada kalian setelah aku menjadi Ratu nanti! Terserah mereka mengerti apa tidak, aku tidak peduli!
Lydora terus menggerutu di dalam hatinya merasa sangat kesal sampai-sampai dia tidak sadar jika dia menabrak seseorang di depannya.
Bugh. "Aduh!"Pekik Lydora.
"Ck, siapa yang sudah menabrakku sih?"Tanya suara seorang pria yang marah. Pria itu pun membalikkan badannya.
"Ah, maafkan saya yang mulia pangeran! Saya tidak sengaja dan tidak lihat anda di depan..."Ucap Lydora segera membungkuk.
"Ck, kalau begitu lain kali berhati-hatilah. Awas saja kau menabrakku lagi."Ancam Yohannes.
"Iya, saya janji akan lebih berhati-hati Yang mulia..."
Yohannes kemudian kembali berjalan. Tapi Lydora reflek memengang lengan baju Yohannes.
"Tunggu sebentar Yang mulia...! Ada yang ingin saya tanyakan..."
Next....
__ADS_1