Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 53


__ADS_3

"Felice, lihatlah anak-anak yang sedang bermain itu. Meskipun hidup mereka serba kekurangan, tapi mereka tetap bermain dengan bahagia seperti biasa ya. Aku tidak bermaksud untuk merendahkan mereka. Aku justru merasa kasihan pada mereka karena hidup mereka yang tidak terurus dengan baik seperti itu..."Ucap Lydora bersimpati.


"Salahkan pemerintahnya Yang mulia. Kita harus bisa menyelesaikan pria tua itu secepat mungkin. Kalau bisa kita singkirkan dia agar para penduduk yang ada disini tidak menderita lagi. Saya pernah dengar kalau para anak yang tinggal di daerah sini bahkan hampir rata tidak ada yang bersekolah."Balas Felice.


"Astaga! Aku benar-benar sangat ingin menyeret pria tua itu, Felice! Tapi katanya dia adalah orang yang lumayan sulit ditangani. Ibu Ratu dan Suamiku juga memperingati kita untuk bisa sejauh mungkin menjaga jarak dari Tuan Jason."


"Itu karena Tuan Jason sangat manipulatif. Dia pandai melakukan yang namanya 'mencuci otak' orang lain. Itu sebabnya para penduduk disini sudah termakan ucapannya semua."Ucap Felice menjadi geram.


Lydora menjadi berpikir untuk mulai menyusun rencana.


Setengah jam kemudian, Lydora merasa tidak sampai-sampai ke tujuan. Dia sempat curiga mengapa kereta kuda yang mereka naiki menuju pedalaman hutan.


"Felice, apa benar ini jalannya? Kita melewati hutan?"Tanya Lydora.


"Saya j-juga tidak tahu Yang mulia...saya sendiri baru pertama kali pergi dinas keluar seperti ini..."Jawab Felice mulai takut.


"Coba tanya Tuan kusir."Pinta Lydora


Perasaanku tiba-tiba menjadi sangat buruk...Lalu mengapa para pengawal hanya diam saja?


"Hey, Tuan! Anda berniat membawa kami kemana?"Tanya Felice pada Tuan Kusir.


"T-tentu saja Saya membawa Yang mulia Ratu ke tempat istirahat, Nona. Bukankah saya sudah mengatakannya tadi?"Jawab Kusir kuda itu.


"Jangan bohong! Yang kami lihat sejak pertama masuk tadi hanya hutan! Apa jangan-jangan kau berniat mencelakakan kami hah?!"Tegas Felice.


"M-mana mungkin saya berani Nona...sabarlah sedikit. Perjalanannya me-memang agak jauh...tapi percayalah, sebentar lagi kita akan sampai."Ucap Tuan Kusir itu mulai panik.


"Berhentikan kereta kudanya sekarang!"Perintah Lydora. Dia merasa hal ini mulai tidak benar.


"Apa? T-tapi kita hampir sampai yang mulia..."Ucap Tuan Kusir sempat kaget.

__ADS_1


"Ku bilang hentikan kereta kudanya! Apa kau sudah berani melawan seorang Ratu hah?!"Tegas Lydora.


"B-baik, maafkan saya yang mulia!"Ucap Tuan Kusir itu mulai ketakutan dan segera memberhentikan kereta kudanya.


Lydora dengan cepat langsung membuka pintu kereta dan turun dari sana.


"T-tunggu Yang mulia! Hati-hati turunnya, nanti anda bisa jatuh!"Ucap Felice yang ikutan panik.


Lydora tidak menghiraukan ucapan dayangnya dan berjalan sekitar. Dimana-mana hanya hutan dilihatnya dan hutan itu sepertinya memiliki beberapa hewan buas di dalamnya. Beberapa pengikutnya (para pengawal) pun ikut memberhentikan kuda-kuda mereka merasa heran dengan majikan mereka yang mondar-mandir dengan panik seperti itu.


"Ada apa yang mulia?"Tanya salah satu pengawal.


Lydora tidak menjawab dan dia mengernyitkan alisnya. Dia mengepal tangannya mulai merasa geram. Tak lama dia langsung mendatangi Tuan Kusir yang berdiri di depan kereta kuda.


"Tuan, jawab aku. Apa kau diperintah Tuan Jason?"Tanya Lydora langsung to the point.


"A-apa? T...tidak yang mulia! Mengapa Anda bertanya begitu? Saya ini diperintahkan oleh Yang mulia Raja Yohannes!"Ucap Kusir itu bergetar.


"Hiii! Tolong jangan Yang mulia! Saya benar-benar diperintahkan oleh Yang mulia Raja! Bukankah lambang kereta kudanya berasal dari Kerajaan kita? Mengapa yang mulia Ratu tidak percaya?!"Ucap Kusir itu.


Kenapa para pengawal bodoh ini diam saja?! Apa satupun dari mereka tidak ada yang tahu jalan pintas ini?! Teriak Tuan Kusir itu dalam hati.


"Lalu kenapa kau membawa kami ke hutan?! Suamiku tidak ada bilang kalau tempat peristirahatan kami itu melewati hutan. Justru dia mengatakan melewati perkampungan saja!"Balas Lydora.


"I-ini adalah jalan pintas yang mulia! Dan saya biasanya memang sering melewati jalan ini karena jika kita melewati perkampungan, Orang-orang disana bisa-bisa akan menyerang kita! Saya bersumpah yang mulia!"Ucap Tuan Kusir itu.


"Menyerang kita? Apa maksudmu?"Tanya Lydora bingung dengan ucapan Tuan Kusir.


"Begini yang mulia, saya hanya berniat untuk menyelamatkan anda untuk menghindari para penduduk yang sudah terpengaruh ucapan Tuan Jason. Mereka semua membenci anda dan juga Yang mulia Raja. Jika kita melewati perkampungan itu, mereka bisa saja menyerang kita. Tadi saat awal perjalanan, apa anda tidak menyadari tatapan beberapa penduduk yang menatap tajam ke arah kereta kuda kita? Saya pun dengan cepat membawa anda ke jalan ini. Mereka juga tidak akan berani dengan para pengawal yang mengikuti anda. Tapi jika kita tetap melewati jalan perkampungan tadi, kita pasti akan diserang mereka."Ucap Tuan Kusir itu panjang lebar.


"Apa yang diucapkan Kusir itu sepertinya benar yang mulia, karena kami juga melihat pandangan orang-orang desa yang tidak enak."Jawab salah satu pengawal.

__ADS_1


Lydora terdiam sejenak dan dia tidak menyadari tatapan para penduduk tadi. Hanya ada beberapa anak yang bermain dan satu dua orang penduduk yang berjalan sambil memikul hasil panen mereka. Tapi tak lama itu Kereta kuda segera berbelok mengarah hutan.


"Apa itu benar? Mengapa mereka sangat mudah termakan ucapan Tuan Jason begitu saja?!"Tanya Lydora masih tidak percaya.


"Yang mulia, tenanglah dulu. Mereka seperti itu karena hanya Tuan Jason satu-satunya harapan mereka untuk bisa bertahan hidup. Mungkin dulunya Tuan Jason pernah menyelamatkan seseorang makanya para penduduk jadi begitu menghormatinya dan mendengarkan semua ucapannya."Ucap Felice mulai mengerti.


"Nah, itu dia maksud saya Yang mulia! Anda harus percaya pada saya, hiks! Apa tuan-tuan yang ikut Yang mulia Ratu juga tidak ada yang tahu jalan pintas ini?!"Tanya Tuan Kusir itu hendak menangis.


Mereka semua hanya diam sampai ada satu orang yang hendak menjawab.


"Maafkan kami Tuan dan yang mulia Ratu. sebenarnya kami tahu jalan pintas ini, tapi kami kira Tuan Kusir sudah memberitahu yang mulia Ratu sejak awal."Jawab salah satu pengawal.


"Ah...ma-maafkan saya...saya terlalu panik dan takut, dan saya tidak sempat memberitahu yang mulia Ratu. Saya begitu takut dan cepat-cepat membawa anda ke jalan pintas ini. Maafkan saya karena sudah membuat yang mulia curiga dan ketakutan..."Ucap Tuan Kusir itu membungkukkan badannya merasa bersalah.


"Maafkan kami juga yang mulia Ratu...kami tidak bermaksud untuk diam saja tadi. Kami sudah lalai menjalankan tugas kami..."Ucap salah satu pengawal dan mereka semua ikut membungkuk.


"Haa...sudahlah. Kesalahpahaman ini membuat kepalaku jadi sakit..."Ucap Lydora memijit pelipisnya.


"Ayo, kita lanjutkan perjalanan. Kita tidak punya waktu banyak. Untuk selanjutnya kuharap tidak ada kesalahan yang terulang untuk kedua kalinya."Ucap Lydora.


"Baik, Terima kasih sudah memaafkan kami yang mulia..."


"Siapa bilang aku sudah memaafkan kalian?"


Eh?


Sementara di kediaman Jason, Jason mendapat kabar bahwa kereta kuda tidak memasuki jalan perkampungan. Dirinya pun begitu kesal karena rencananya tidak berjalan lancar.


"Sialan!"


Next...

__ADS_1


__ADS_2