Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 20


__ADS_3

Lydora berjalan mendekat dengan perlahan untuk melihat siapa yang sudah berani masuk ke kamarnya. Gadis berambut putih itu terlihat santai dan malah selonjoran di atas ranjang.


"Anu...siapa anda? Kenapa anda bisa ada di kamar ini?"Tanya Lydora memberanikan diri untuk bertanya pada gadis itu.


Gadis itu pun menoleh dan Lydora seperti familiar dengan wajah gadis itu. Rambut perak dan bola mata berwarna violet terlihat tidak asing dan Lydora berusaha mengingat siapakah gadis itu.


"Seharusnya saya yang tanya siapa anda. Mengapa anda bisa seenaknya menghuni kamar saya? Dan lagi siapa anda? Saya sepertinya belum pernah melihat anda."Jawab Carol dengan jutek.


Lydora terdiam merasa bingung.


"Anda tidak tahu siapa saya? Padahal saya hanya pergi selama 5 bulan. Nama saya Carol. Sepupunya Yohannes."Ucap Carol memperkenalkan dirinya.


Oh iya! Aku baru ingat jika Pangeran Yohannes memiliki sepupu perempuan! Nona Carol dipuji-puji sebagai wanita perak yang sangat cantik. Dan kuakui dia memang sangat cantik. Bukankah kakak lelaki Ratu Ellen menikah dengannya?


"Ah, ya maafkan saya Nona Carol. Saya tidak tahu jika kamar ini milik anda, soalnya Yang mulia baginda Ratu Edna memerintahkan saya untuk menempati kamar ini."Ucap Lydora."


"Ugh, menyebalkan. Kalau begitu cepat angkat barang-barang anda dan pindah ke kamar lain. Kamar ini milik saya. Suruh saja pelayan untuk membantu anda mencari kamar yang baru."Perintah Carol langsung mengusir Lydora.


"Eh? Ba-baiklah..."Lydora menjadi sedikit sedih. Padahal baru sehari dia menggunakan kamar senyaman kamar itu dan dia malah harus meninggalkan kamar itu karena sudah ada pemilik aslinya.


"Oh ya, saya dengar bahwa Yohannes akan menikah. Apa jangan-jangan pengantin wanitanya itu anda?"Tanya Carol menebak.


Lydora mengangguk dengan senyuman. "Anda benar. Saya yang dijodohkan dengan yang mulia Pangeran. Nama saja Lydora Sylvainn, Nona."


"Heh, jadi begitu ya? Ternyata anda berasal dari keluarga itu. Lumayan juga sih. Yah, berusahlah agar anda tidak termakan hati oleh Yohannes. Anda pasti sudah tahu jika sepupu saya itu masih belum bisa melupakan cinta sejatinya."Ucap Carol.


"Iya, saya tahu kok Nona. Terima kasih sudah memikirkan saya."Ucap Lydora dengan senyuman.


"Siapa yang memikirkanmu! Saya hanya ingin memberitahu kalau Yohannes tidak mudah melupakan cinta sejatinya, itu saja. Oke, kalau begitu cepatlah anda pergi dari sini."Ucap Carol.


cih, nona ini kenapa tidak ada sopan-sopannya sih? Padahal dia tahu jika aku adalah calon istri Pangeran Yohannes, yah walaupun kami menikah tanpa rasa cinta...tapi setidaknya dia harus bersikap ramah sedikit kan...

__ADS_1


Akhirnya Lydora terpaksa pindah ke kamar lain. Carol memanggil para pelayan untuk membantu mengangkat barang-barang milik Lydora. Tak lama itu salah satu pelayan menunjukkan kamar baru yang akan di tempati Lydora.


Saat Lydora melihat kamarnya, dia tersenyum lega karena kamarnya tidak terlalu buruk dan tidak terlalu jauh berbeda dengan kamar sebelumnya.


Haa...kuharap setelah ini tidak ada yang menyuruhku pindah lagi...


Lydora mulai bersiap-siap untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya menjadi gaun tidur. Tadinya dia sedikit bingung karena dia mulai sekarang harus mandiri sampai pelantikan menjadi Ratu tanpa seorang pelayan yang selalu mengurusnya. Memakai pakaian yang bukanlah gayanya memang sulit apalagi saat mengenakan dan melepaskannya karena baju-baju zaman dulu sangat ribet. Tapi setelah mengenakan gaun tidur Lydora baru bisa bernapas lega karena nyaman.


Setelah bersih-bersih, Lydora naik ke atas ranjang dan mulai bersiap-siap untuk tidur.


"Haa...hari ini benar-benar panjang dan melelahkan. Sudah bertemu dengan Nyonya Bella dan putrinya yang mengucilkanku, Terus yang mulia Pangeran yang juga sangat dingin padaku. Tambah lagi Nona Carol yang mengusirku. Benar-benar cobaan besar untukku ya..."Keluh Lydora.


"Seandainya pelayan Henny dan Luna ada disini, aku pasti tidak akan terlalu merasa kesepian. Tapi sayangnya aku tidak bisa mengajak mereka kemari."Gumam Lydora berbicara sendiri.


Kalau kupikir-pikir, aku sedikit merindukan masa aku hidup di dunia modern. Aku merasa lebih nyaman dan mudah untuk menjalani hidup meskipun sendirian dan juga terkucilkan. Tapi semuanya serba modern. Dan aku juga bisa makan mie instan kesukaanku.


Lydora lama-lama merasa mengantuk dan dia pun segera terjatuh ke dalam mimpinya.


Saat menjadi Tina, dirinya selalu merasa ketakutan dan kesepian, dan saat dirinya menjadi Lydora, dia sedikit bisa lebih berani dan memiliki orang-orang yang mempedulikannya. Tina menjadi bingung siapakah dirinya sebenarnya.


Di satu sisi dia merasa sedih dan ingin tahu apa alasan dia harus mati dan berpindah jiwa masuk ke dalam tubuh seorang gadis yang hidup di zaman dulu.


Sinar matahari mulai menyeruak masuk ke jendela. Meskipun tirainya masih tertutup, tapi cahayanya masih bisa menembus dan menyilaukan wajah Lydora yang begitu cantik.


Lydora membuka matanya perlahan saat suara ketukan pintu telah membangunkannya.


"Nona Lydora, bangunlah. Ini saya, pelayan Sandy. Anda harus segera bersiap-siap untuk sarapan."Ucap Sandy dari balik pintu.


Lydora duduk dan mengucek matanya. Dia tidak tidur terlalu nyenyak tadi malam karena habis bermimpi aneh.


"Baik, aku akan segera bersiap-siap."Sahut Lydora masih dengan suara serak bangun tidur.

__ADS_1


Dua jam kemudian, Lydora sudah siap. Dia meras lega karena tidak terlambat. Dia cepat-cepat turun ke bawah menuju ruang makan untuk berkumpul dengan yang lainnya menikmati sarapan.


Saat sudah sampai di ruang makan, Lydora bisa melihat Yohannes yang sudah hadir di meja makan bersama Stacey. Sementara yang lainnya belum menunjukkan batang hidungnya. Lydora melihat Stacey yang sedang mengobrol dengan Yohannes. Gadis itu terlihat ceria dan suka pada Yohannes. Sementara Yohannes bersikap datar seperti biasa sambil membaca sebuah dokumen di tangannya.


Lydora pun menghela napas dan memilih untuk tetap duduk di meja makan itu.


"Selamat pagi yang mulia Pangeran, dan selamat pagi juga Nona Stacey."Sapa Lydora dengan senyum maksimal.


Yohannes mendongak melihat kedatangan Lydora dan dia hanya membalas sapaan Lydora dengan anggukan.


"Selamat pagi, Nona Lydora. Anda terlihat sangat cantik hari ini."Puji Stacey ramah.


"Terima kasih, Nona Stacey. Anda juga sangat cantik."Ucap Lydora.


Huh, aku yakin sekali dia pasti berpura-pura.


Lydora pun tetap duduk di sebelah Yohannes meskipun saat ini Stacey sedang duduk di sebelah Yohannes juga. Dan saat ini posisi Yohannes berada di tengah-tengah.


"Yang mulia Pangeran, setelah ini anda punya pekerjaan lagi ya?"Tanya Stacey.


"Ya..."Jawab Yohannes.


"Begitu ya? Apakah...anda punya waktu untuk menemani saya, yang mulia?"Tanya lagi Stacey.


"Tidak. Aku sangat sibuk."Jawab Yohannes.


Lydora seolah menjadi tidak dianggap. Dia memang tidak peduli, tapi dia merasa jika Stacey terlalu percaya diri dan terlihat sekali bahwa dia menyukai Yohannes.


Tak lama Nyonya Bella dan Ratu Edna muncul dan duduk di kursi masing-masing.


"Selamat pagi Lydora."Sapa Ratu Edna tersenyum hangat. Tapi dia langsung menatap tajam ke arah Stacey dan Stacey dapat melihatnya.

__ADS_1


Next....


__ADS_2