
"Selamat pagi Yang mulia baginda Ratu."Balas Lydora tersenyum balik.
"Lydora, aku dengar jika Carol sudah kembali. Maaf sebelumnya aku tidak memberitahumu jika kamar itu milik Carol. Aku pikir dia tidak akan kembali lagi kesini."Ucap Ratu Edna.
"Tidak apa-apa, Yang mulia...kamar yang baru juga nyaman kok..."Ucap Lydora yang menjadi segan.
Tiba-tiba Carol muncul saat dirinya sedang diceritakan. "Selamat pagi yang mulia baginda Ratu, Pangeran Yohannes, Nyonya Bella, Nona Stacey dan juga...Nona Lydora."Sapa Carol.
"Selamat pagi Nona Carol."Sapa Stacey tersenyum cerah.
"Selamat...pagi Nona Carol."Balas Lydora pelan.
"Kalian tadi sedang menceritakan saya kan? Yang mulia Baginda Ratu jahat sekali mengira jika saya tidak akan kembali kesini lagi. Ini kan tempat tinggal saya satu-satunya...lagipula saya hanya pergi untuk sementara bukan selamanya!"Ucap Carol yang tidak terima.
"Haah...ya sudah, aku minta maaf. Aku tidak mengira kau akan pulang karena kau bisa tinggal dimana saja sebenarnya. Jadi aku sengaja membiarkan Lydora, menantuku untuk menempati kamar itu."Ucap Ratu Edna.
"Tapi dari sekian puluhan kamar, kenapa harus menempati kamarku?"Tanya Carol yang masih kesal.
"Karena kamarmu ruangannya lebih besar dari kamar yang lain."Jawab Ratu Edna.
Carol hanya mendengus kesal kemudian memilih duduk di kursi makan.
"Nona Carol, anda habis pergi kemana selama 5 bulan ini?"Tanya Stacey yang penasaran.
"Aku pergi liburan ke tempat yang sangat...cantik!"Jawab Carol.
"Oh, be-begitu ya...pasti menyenangkan sekali ya?"Tanya Stacey lagi.
"Tentu saja, jika tidak aku mana mungkin berlama-lama disana."Jawab lagi Carol.
"Lalu nona Carol liburan keman-"
"Stacey, sudah cukup bicaranya! Kita tidak diperkenankan untuk bicara di meja makan apalagi sedang makan."Ucap Nyonya Bella dengan tatapan mata yang tajam ke arah Stacey.
"Ah, maaf ibu..."Ucap Stacey.
Beberapa saat setelah makan, Nyonya Bella langsung memanggil Lydora untuk mengikutinya. Lydora pun menuruti perintah Nyonya Bella kemudian ikut dengan wanita itu ke ruangannya.
Setelah sampai di ruangan Nyonya Bella, Nyonya Bella duduk di sebuah sofa single. Lydora yang canggung masih berdiri dengan perasaan tegang.
__ADS_1
"Sebenarnya aku benar-benar malas untuk mengajarimu. Tapi Ratu Edna benar-benar memaksaku dan lagi dia malah pakai ancaman segala kepadaku."Ucap Nyonya Bella dingin.
Lydora diam sesaat.
Sebenarnya aku juga terpaksa kok! Siapa juga yang mau diajari tante norak seperti anda! Saya juga tidak mau menjadi Ratu yang kehidupannya lebih punya banyak beban. Apalagi jika menikah dengan pria kutub utara itu!
"Kenapa kau diam saja? Apa karena kau merasa sedih saat aku mengatakan hal itu kepadamu?"Tanya Nyonya Bella tersenyum merendahkan.
"Iya sedikit. Tapi saya tetap harus tetap melakukannya dan saya sangat meminta tolong kepada anda untuk membantu saya, Nyonya Bella."Ucap Lydora.
Nyonya Bella hanya tersenyum dengan air muka yang sudah terlihat jelas.
"Kalau begitu apa kau mau bersujud dan nencium sepatuku?"Tanya Nyonya Bella.
Tentu saja Lydora sangat terkejut mendengarnya.
Apa katanya? Mencium sepatunya?! Dia tidak waras ya? Apa dia pantas disebut pembimbing Ratu seperti ini?!
"Apa? K-kenapa saya harus melakukannya?"Tanya Lydora.
"Ini sebagai tanda penghormatan. Dulu Ratu Edna juga pernah mencium sepatuku kok. Jadi mau tidak mau kau harus melakukannya jika kau ingin segera memulai pembelajaran, Nona Lydora."Ucap Nyonya Bella dengan senyuman menjengkelkan.
Dia memang tidak waras! Sekalipun aku yang masih menjadi Tina, seumur hidup aku tidak pernah menjatuhkan harga diriku melakukan itu!
Nyonya Bella langsung berdecak sebal tidak terima dengan Lydora yang lagi-lagi membantahnya.
"Kau ternyata masih berani membantahku. Benar-benar kurang ajar. Seharusnya kau turuti saja apa yang kukatakan, bukan melawan perintahku."Ucap Nyonya Bella.
"Saya akan melakukan perintah anda yang lain, tapi tidak dengan bersujud dan mencium sepatu anda, Nyonya Bella. Itu terlihat seperti menjatuhkan harga diri dan martabat saya sebagai Nona Sylvainn."Ucap Lydora dengan tegas.
"Heh, hahaha jadi begitu ya? Tapi sebentar lagi kau bukan bagian dari keluarga Sylvainn lagi. Melainkan keluarga kerajaan Lilwest. Untuk sekali ini saja kau lepas dulu harga dirimu itu dan lakukan sesuai yang aku minta."Ucap lagi Nyonya Bella dengan entengnya.
Lydora mengepal tangannya dengan perasaan yang sudah mendidih.
"Jika kau tidak mau, anggap aku tidak pernah mau mengajarimu lagi meskipun setelahnya kau akan memohon-mohon dan bersujud padaku sampai mati. Setelah itu kau akan diusir dari sini seperti sampah."Ucap Nyonya Bella tersenyum merendahkan.
Lydora mulai berpikir jika dia sampai keluar dari istana ini, reputasinya akan langsung menjadi buruk. Dia juga akan mengecewakan kedua orang tuanya yang sudah percaya sepenuhnya kepadanya dan tidak ingin sampai mempermalukan kedua orang tuanya.
"Baik...kalau begitu saya akan melakukannya..."Ucap Lydora mulai membungkukkan badannya perlahan.
__ADS_1
Nyonya Bella yang menonton gadis itu menyetujui permintaannya, langsung tersenyum sangat bahagia. Dia juga sedang berusaha menahan tawanya.
Lydora hampir terlihat tubuhnya gemetar. Lydora sudah hampir mau menyender di lantai tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke ruangan itu.
"Nona Lydora, apa yang sedang anda lakukan?!"Teriak Carol yang muncul.
Nyonya Bella dan Lydora sama-sama terkejut melihat kedatangan Carol. Terutama wajah Nyonya Bella yang sudah memucat.
"N-nona Carol? Ada perlu apa kau datang kesini?"Tanya Nyonya Bella.
Carol hanya menatap Lydora yang masih terduduk di lantai begitu juga dengan Lydora yang melihatnya.
"Hei, Nona Lydora, Saya sedang bertanya pada anda. Kenapa anda diam saja?"Tanya Carol yang mulai kesal dan mengabaikan pertanyaan Nyonya Bella.
"Eh? Saya sedang melakukan tanda peng-"
"Nona Lydora sedang meminta maaf padaku, Nona Carol. Dia sampai ingin bersujud seperti ini gara-gara dia melakukan kesalahan kemarin itu."Ucap Nyonya Bella.
Lydora menoleh kearah Nyonya Bella dan hanya melongo dengan ucapan wanita itu.
Apa katanya?! Memangnya aku sudah melakukan kesalahan apa padanya? Dasar pendusta!
"Benarkah?"Tanya Carol sambil menautkan salah satu alisnya. Dia melipat kedua tangannya merasa tidak percaya dengan jawaban Nyonya Carol.
Lydora terbesit sebuah ide bahwa dirinya sedang memiliki kesempatan.
"Nona Carol, saya ingin tanya, apakah seorang calon Ratu sebelumnya disuruh untuk bersujud dan mencium sepatu seorang pembimbingnya?"Tanya Lydora.
Nyonya Bella langsung melotot tajam ke arah Lydora.
Anak kurang ajar! Berani sekali dia!
"Apa? bersujud?"Tanya Carol yang kaget. Kemudian tatapannya kearah Nyonya Bella yang sudah berkeringat dingin.
"Saya baru pernah dengar yang semacam itu. Setahu saya sih, pengajaran bagian itu tidak ada. Jadi Anda tadi sedang mau melakukan itu Nona Lydora?"Tanya Carol yang tidak percaya.
"Tentu saja tidak Nona Carol. Seperti yang sudah aku katakan tadi, dia hanya ingin meminta maaf padaku, benar kan Nona Lydora? Sekarang kau berdirilah! Jangan mempermalukan dirimu seperti ini!"Ucap Nyonya Bella yang berusaha membantah.
Lydora hanya tersenyum kemudian kembali berdiri.
__ADS_1
Dasar munafik!
Next...