Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 57 (Di revisi)


__ADS_3

Hari yang dinanti para tamu bangsawan, pesta penyambutan calon kerajaan telah di adakan dan semua tamu yang diundang hadir termasuk keluarga Ellen dan keluarga kerajaan barat.


Ellen kali ini dihias seperti permaisuri yang tampak elegan dan keibuan. Dirinya mengenakan gaun yang nyaman dan tidak terlalu meriah namun tetap mewah saat dikenakan. Tapi dirinya tampak grogi saat nanti menghadapi begitu banyak tamu.


"Yang mulia permaisuri Ellen, selamat atas kehamilan anda, semoga anda dan anak anda selalu diberikan kesehatan."Ucap salah satu tamu dan yang lainnya.


"Iya terima kasih..."Jawab Ellen.


Tak lama Erick dan Maya datang menghampiri Ellen dan Aldrich.


"Adikku! Kau ternyata cepat juga hamilnya ya, hehe..."Ledek Erick tidak tahu malu.


"Berisik!"Ucap Ellen kesal.


"Selamat ya atas kehamilan anda yang mulia. Hari ini anda tampak begitu cantik, saya sampai pangling melihatnya."Puji Maya.


"Apa sih Maya, haha terima kasih!"Balas Ellen tersipu.


"Anakku!"Teriak Nyonya Ziane berlari memeluk putrinya.


"Ah ibu, jangan begini! Aku sesak!"Ucap Ellen merasa sesak karena Nyonya Ziane memeluknya begitu erat.


"Oh maaf! Habisnya ibu senang sekali saat mendengar berita kamu hamil! Akhirnya ibu akan jadi nenek, huhu..."Ucap Nyonya Ziane terharu.


"Dan ayah akan jadi kakek!"Sambung Tuan Marcus ikut senang.


"Terima kasih yang mulia raja sudah mengundang kami di acara yang spesial ini."Ucap Nyonya Ziane.


"Sama-sama."Balas Aldrich.


Setengah jam kemudian pesta dansa diadakan. Kali ini si kedua pemeran utama akan ikut berdansa dan mereka menjadi pusat perhatian. Mereka berdua tampak ahli dalam menari mengikuti alunan musik. Keduanya tampak serasi dan semua orang terpesona dengan tampilan mereka.


Tapi saat berdansa, Ellen merasa tampak tidak begitu baik. Dirinya terus merasa gelisah dan kepalanya juga terasa begitu pusing.


Apa yang terjadi padaku...? Kenapa kepalaku rasanya pusing sekali?


"Ellen, kau kenapa?"Tanya Aldrich melihat Ellen yang kelihatan tidak begitu sehat.


"Aku tidak apa-apa. Ayo kita lanjutkan dansanya. Musiknya masih lama lagi selesainya."Ucap Ellen.


Aku tidak boleh sampai merusak pesta yang membahagiakan ini...


Aldrich hanya diam dan mereka pun melanjutkan tarian mereka.


Beberapa menit kemudian musiknya selesai dan semua orang juga selesai menarinya. Setelah penampilan menakjubkan itu, mereka semua bertepuk tangan.

__ADS_1


"Wah, kalian menarinya bagus sekali yang mulia!"Puji salah satu tamu.


"Terima kasih."Balas Aldrich.


Ellen segera melepaskan tangan Aldrich yang masih menggengamnya dan itu membuat Aldrich bingung.


"Kau mau kemana?"Tanya Aldrich.


"Maaf yang mulia, aku mau cari angin sebentar. Bisakah anda menggantikanku melayani para tamu?"Ucap Ellen yang terus tampak gelisah.


"Kenapa? Apa kau sakit?"Tanya Aldrich melihat sikap Ellen.


"Tidak, tidak. Aku baik-baik saja, hanya butuh udara segar. Aku mohon yang mulia sebentar saja, aku akan kembali secepatnya."Ucap Ellen segera meninggalkan ruangan. Aldrich hendak menariknya kembali namun beberapa tamu sudah mulai mengajaknya bicara.


Sebenarnya anak itu kenapa?


Sementara Ellen keluar menuju balkon. Dia mengistirahatkan dirinya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Duh, aku kenapa lagi sih...kenapa aku harus mengalami hal aneh seperti ini di saat pesta?"Gumam Ellen kesal sendiri.


"Yang mulia permaisuri Ellen?"Sapa Yohannes yang ikut menghadiri pesta.


Ellen begitu terkejut dengan kemunculan Yohannes di istana. Dia tidak sangka jika kerajaan barat akan diundang juga. "P-pangeran Yohannes?"


Ellen menyadarinya dan dia langsung merasa tidak enak.


Duh, kondisiku lagi begini kenapa bisa-bisanya muncul seseorang yang tak ingin aku hadapi...?


"Ah ya, terima kasih Pangeran. Terima kasih juga karena sudah ikut menghadiri pesta kami."Ucap Ellen.


"Saya sebenarnya tidak mau datang, tapi karena saya begitu merindukan anda, jadi saya memilih untuk datang dan melihat anda. Saya rasa ini memang keberuntungan saya bertemu dengan anda disini, yang mulia. Ngomong-ngomong kenapa anda kemari?"Tanya Yohannes.


"Ah...itu saya mau cari angin sebentar disini. Di dalam terlalu banyak orang haha..."Ucap Ellen canggung.


"Oh begitu. Saya juga tidak begitu nyaman saat berhadapan dengan banyak orang. Saya masih ingat waktu acara ulang tahun anda, anda sering menghindari orang-orang dan memilih merenung di balkon. Dan ternyata anda masih melakukannya..."Ucap Yohannes tersenyum.


Bagaimana dia bisa tahu semua itu??


"Ternyata anda mengingat semuanya ya haha..."Ucap Ellen.


"Tentu saja. Saya mengingat semuanya yang mulia."Ucapan Yohannes sedikit aneh sehingga Ellen merasa tidak nyaman.


Tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut lagi sampai dia memegang kepalanya kesakitan.


"Yang mulia! Anda kenapa?!"Tanya Yohannes langsung khawatir.

__ADS_1


BRUK!


Ellen jatuh pingsan dan Yohannes segera menangkapnya.


"Yang mulia permaisuri Ellen!"Teriak Yohannes terkejut dan dia segera menggendong Ellen. Para pengawal yang berjaga disana langsung cepat berlari ke arah mereka dan melihat permaisuri mereka yang pingsan.


"Ah pangeran, biar kami saja yang bawa Permaisuri..."Ucap pengawal itu merasa takut karena memikirkan raja mereka.


"Tidak, biar aku saja. Dimana kamarnya?"Tanya Yohannes jadi serius.


"A-ada di lantai dua pangeran..."Ucap Pengawal itu juga jadi takut melihat raut Yohannes yang tidak seperti biasa.


Yohannes pun membawa Ellen dan dia langsung jadi pusat perhatian para tamu. Mereka semua berbisik sampai suara mereka tersampaikan oleh Aldrich.


Aldrich matanya langsung berapi-api dan dia mengejar kedua orang itu.


"Berhenti! Biar aku saja yang menggendong istriku!"Teriak Aldrich.


"Tidak apa Yang mulia, saya bisa menggendongnya. Lagipula ini tanggung jawab saya karena tadi permaisuri Ellen jatuh pingsan di depan saya."Balas Yohannes.


"Aku tidak akan membiarkanmu menggendongnya."Ucap Aldrich segera menarik Ellen dan gantian menggendongnya.


"Kenapa yang mulia permaisuri Ellen bisa pingsan? Saya juga melihat kondisinya yang kurang baik. Apa anda betul-betul memperlakukan istri anda dengan baik yang mulia?"Tanya Yohannes mulai menyindir.


"Aku yang paling tahu siapa istriku. Kau tidak berhak bertanya seperti itu kepadaku. Seharusnya kau berterima kasih karena aku masih mengundangmu. Sejujurnya kalau bukan karena tata krama, aku juga tidak mau mengundang kerajaan barat."Balas Aldrich dingin.


Yohannes hanya diam namun dia tersenyum merendahkan Aldrich mengira jika Aldrich memang tidak becus mengurus istrinya.


Aldrich langsung tampak begitu cemas dan ketakutan.


"Ravin, batalkan pestanya sekarang juga. Suruh semua tamu pulang hari ini."Ucap Aldrich.


"Apa? T-tapi yang mulia.."Ravin merasa begitu kaget.


"Kubilang batalkan pestanya! Kau tidak lihat istriku sedang pingsan?!"Ucap Aldrich mulai menakutkan.


"Ba-baik yang mulia, maaf! Akan segera saya lakukan!"Jawab Ravin langsung gerak.


Aldrich meski tidak mau, tapi dia tidak punya pilihan lain selain memanggil dokter Theo untuk memeriksa Ellen.


"Para tamu hadirin sekalian, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Pestanya sudah selesai, anda semua bisa langsung kembali, sekali lagi kami minta maaf karena melihat kondisi permaisuri Ellen yang tidak baik."Ucap Ravin.


Tentunya semua orang begitu kaget dan kebanyakan dari mereka merasa kecewa, tersinggung dan marah. Rumor-rumor aneh pun dengan cepat bermunculan. Akhirnya para tamu pergi dan pestanya menjadi kacau balau.


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)

__ADS_1


__ADS_2