Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 64 (Di revisi)


__ADS_3

Masih di kereta api, perjalanan menuju negara xxx membutuhkan waktu selama 4 jam karena negara mereka lumayan dekat dengan negara itu. Dengan kecepatan penuh kereta api berjalan menyusuri jalan yang cukup jauh.


Ellen terlihat begitu bahagia, sementara Aldrich malah ketiduran di sampingnya karena merasa mengantuk.


*****


Akhirnya perjalanan yang cukup panjang itu sampai ke tujuan. Mereka semua turun dari kereta api kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta kuda yang sudah menunggu di stasiun.


Sebenarnya kita mau kemana sih?


Ellen yang sedari tadi begitu penasaran karena belum tahu kemana suaminya akan membawanya pergi. Di perjalanan dengan kereta kuda, Ellen sempat terpesona melihat pemandangan baru yang dilihatnya. Sebuah pantai di pinggir jalan benar-benar telah mencuri pandangannya. Lautnya sangat biru dan pasirnya yang terlihat putih halus.


"Wah, itu pantai ya? Cantik sekali! Apa kita akan pergi kesana yang mulia?"Tanya Ellen dengan mata berbinar-binar.


"Lihat nanti."Jawab Aldrich.


Setelah berjalan selama kira-kira 20 menit, mereka sampai pada sebuah villa yang cukup besar.


"Turun."Ucap Aldrich.


Ellen pun segera mengikuti suaminya lalu berjalan masuk ke dalam villa. Disana sudah ada orang-orang milik istana yang sepertinya memang dipekerjakan khusus untuk bekerja di tempat itu. Villa itu juga letaknya tidak jauh dari pantai sehingga jika mau melihat laut hanya perlu berjalan kaki.


Mereka kemudian memasuki kamar untuk ditempati.


"Apa kau memiliki pekerjaan disini?"Tanya Ellen.


"Tidak. Kalau aku punya pekerjaan aku mana mungkin membawamu ke tempat seperti ini."Ucap Aldrich yang cukup masuk akal.


"Hehe maaf, aku hanya penasaran karena kau belum pernah mengajakku kemanapun."Ucap Ellen canggung.


"Hari ini kita akan bersantai disini sampai 4 hari ke depan."Ucap Aldrich. Dia kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Benarkah? Wah, jadi ini yang disebut liburan? Kalau begitu bolehkah aku pergi jalan-jalan keluar melihat pantainya? Lagipula ini sudah sore, jadi tidak terlalu panas."Pinta Ellen berharap.


"Salah. Ini lebih tepatnya dinamakan bulan madu. Kau pasti tahu kan? Besok saja jalan-jalannya, hari ini masih banyak yang harus kita lakukan."Ucap Aldrich tersenyum penuh makna sambil menarik tangan Ellen.


Akh, tidak! Aku tidak mau! Apa dia masih kurang puas melakukannya di rumah?!


"Tidak! Aku tidak mau!"Tegas Ellen menolak.


"Kau berani menolakku?"Tanya Aldrich marah.


"Bukan begitu sayang...masa kita kesini cuma untuk itu saja? Kita kan sudah puas melakukannya di rumah...hari ini aku ingin bermain di luar..."Ellen memohon seperti anak kucing.

__ADS_1


Ck, menyebalkan sekali dia ketika seperti itu...


"Oke, tapi nanti. Hari ini layani aku dulu."Ucap Aldrich langsung melucuti pakaian Ellen.


"T-tapi sayang...!"


Aldrich tanpa menunggu langsung melahap bibir kecil istrinya dan mereka pun mulai melakukannya lagi di liburan bulan madu mereka.


Pada akhirnya janji yang dikatakan Aldrich sudah lenyap karena mereka baru selesai saat tengah malam. Ellen sendiri bahkan sudah kelelahan padahal dirinya sangat ingin melihat dan merasakan yang namanya air laut.


Keesokan paginya, mereka terbangun kemudian sarapan. Aldrich memesan makanan laut yang sengaja dia pesan untuk istrinya.


"Kau bisa makan makanan laut?"Tanya Aldrich.


"Bisa dong."Jawab Ellen santai.


Setelah pesanan tiba, mereka pun menikmati sarapan mereka dengan menu makanan laut.


"Aku baru pertama kali sarapan dengan makanan laut. Biasanya kita kan makan dengan roti dan selai atau bubur?"Ucap Ellen.


"Sekali-kali coba hal yang baru."Jawab Aldrich.


Ellen mengangguk. Selesai sarapan, sesuai rencana kedua pasutri itu pun pergi jalan-jalan ke pantai. Cuacanya masih sedikit dingin karena masih pagi, namun siluet matahari yang hendak naik masih terlihat indah.


Aldrich hanya diam dan ikut memandang ke arah laut. Lalu kemudian dia memandang wajah Ellen yang begitu cantik dengan terpaan angin pantai.


"Sayang, bolehkah aku berenang?"Tanya Ellen tergoda saat melihat air laut yang cukup jernih di depan matanya. Kakinya yang sengaja tanpa alas juga sudah terkena air ombak.


"Apa? Tidak boleh! Itu berbahaya!"Tegas Aldrich.


"Kenapa? Aku ingin sekali berenang sayang, tenang saja, aku berenangnya tidak terlalu jauh kok dan kau harus mengawasiku dari jarak dekat, aku mohon ya sayang! Aku juga ingin mencoba hal baru berenang di laut ini..."Ucap Ellen memohon.


"Tapi kau sedang hamil!"


"Tidak apa sayang, bayinya juga perlu refreshing. Kau bisa memegangku sewaktu berenang jika kau khawatir."Ucap Ellen.


Aldrich sempat memegang pelipisnya. "Baiklah, tapi hanya sebentar saja."Ucap Aldrich akhirnya mengizinkan.


"Wah, terima kasih sayang! Kalau begitu ayo cepat kita ganti baju!"Ucap Ellen langsung girang dan menarik tangan Aldrich untuk masuk ke Villa.


Ellen berencana hanya memakai bikini untuk berenang. Walau tadinya dia merasa tidak percaya diri tapi demi berenang di pantai, dia harus memakai pakaian yang nyaman.


"Apa-apaan pakaianmu itu Ellen?!"Teriak Aldrich dengan suara menggelegar saat melihat istrinya hanya mengenakan pakaian dalam.

__ADS_1


"Aku tidak tahu harus pakai baju apa untuk berenang sayang, tapi orang-orang juga memakai ini kok saat berenang."Ucap Ellen yang sejujurnya juga agak malu.


"Kau gila? Aku tidak mengizinkanmu keluar dengan pakaian itu!"Ucap Aldrich marah.


"Kalau begitu bagaimana aku bisa berenang?"


"Tidak usah berenang sekalian! Kau bisa berenang di kamar mandi."Ucap Aldrich.


"Apa? Berendam dengan berenang itu maknanya jauh sekali yang mulia! Aku kan inginnya berenang..."Ucap Ellen kecewa.


"Kalau begitu kau pilih mana, berenang dengan pakaian itu lalu aku gantung dirimu setelahnya atau berenang di kamar mandi?"Ancam Aldrich.


Ellen langsung tidak bisa berkutik. Dengan perasaan super sebal dia pun pergi mengenakan pakaiannya kembali.


"Nah, begitu kan lebih baik."Ucap Aldrich akhirnya tenang.


Dia tidak mau tubuh istrinya terekspos, sekalipun wanita yang melihatnya.


Ck, Aldrich sungguh menyebalkan! Dia benar-benar tidak tahu cara menghibur istrinya!


Ellen langsung bad mood dan dia pun pergi keluar tanpa mempedulikan suaminya yang masih bersamanya.


"Kau mau kemana lagi?"Tanya Aldrich.


"Aku hanya ingin jalan-jalan keluar."Ellen tetap menjawab karena bagaimanapun dia tidak berani melawan sang Raja walau hatinya benar-benar kesal.


Aldrich tanpa berkata apapun mengekori jalan istrinya dan dia tahu jika istrinya itu pasti marah kepadanya.


Dia benar-benar ingin memamerkan tubuhnya di depan publik? Yang benar saja!


Saat mereka berjalan di luar, Ellen sempat melihat cangkang kerang laut yang begitu indah dan berkilau. Dia mengutipnya dan membersihkannya dari debu pasir.


Cantiknya...ah sebaiknya aku ambil ini dan kujadikan hiasan!


"Apa yang kau ambil?"Tanya Aldrich.


"Cuma cangkang kerang."Jawab Ellen.


"Kenapa kau mengutip sampah? Aku bisa saja membelikanmu perhiasan jika kau menginginkannya."Ucap Aldrich merasa bahwa cangkang kerang itu memang tidak berharga.


"Perhiasanku sudah cukup banyak yang mulia. Aku bukan mengutip sampah. Walau ini cuma cangkang, tapi ini akan jadi kenangan yang berharga bagiku."Ucap Ellen.


"Haa...terserah kau saja."

__ADS_1


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)


__ADS_2