Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 71 (Tamat)


__ADS_3

Setelah beberapa lama menghabiskan waktu mengobrol bersama keluarga dan juga rekan, di sela-sela itu Yohannes yang sedari tadi menemani istrinya merasa lebih dekat. Kini dia tahu arti keharmonisan kekeluargaan yang sebenarnya. Dia juga bisa melihat Lydora yang tertawa lepas melepas kerinduan kepada keluarganya.


Dan tak lama keluarga dari Valkyrie juga menyapa Lydora dan Yohannes. Mereka membawa putra kecil mereka si Archie.


"Hai, Lydora! Selamat atas kehamilanmu ya."Ellen memberi ucapan kepada Lydora. Mereka juga membawa beberapa bingkisan untuk kedua pasutri itu.


"Terima kasih Ellen, Yang mulia..."Ucap Lydora.


Sementara Yohannes hanya manggut-manggut sebagai ucapan terima kasih.


"Wah, putra kalian tampan sekali...mirip seperti mamanya, hehe."Puji Lydora melihat ke arah archie yang di gendong Aldrich.


"Benarkah? Hehe, semuanya juga bilang begitu. Kupikir dia lebih mirip ayahnya karena rambut dan ekspresinya terlihat sama persis, haha!"Ucap Ellen terbahak sengaja meledek Aldrich.


Namun Aldrich hanya diam saja sambil tersenyum.


Lydora ikut terkekeh dan dia lalu mendekatkan wajahnya ke arah telinga Ellen.


"Ellen, aku sudah memberitahu Yohannes kalau aku berasal dari masa depan."Bisik Lydora.


"Eh, sungguh? Terus, apakah dia percaya?"Tanya Ellen menjadi penasaran.


"Katanya dia percaya pada ucapanku. Tapi aku tidak tahu apa kata hatinya. Intinya aku merasa lega karena sudah memberitahu jati diriku yang sebenarnya."


"Iya, yang terpenting dia sudah mengetahuinya. Itu lebih baik."Ucap Ellen.


Lydora mengangguk dan tersenyum.


9 bulan kemudian, Lydora merasakan perutnya yang sakit luar biasa. Yohannes pun menjadi panik dan berusaha membantu memapah istrinya itu. Sementara Ratu Edna sibuk memanggil dokter istana mereka.


Proses yang penuh kecemasan dan keringat itu membutuhkan waktu hampir 1 setengah jam. Baru kali ini Yohannes menyaksikan seorang ibu melahirkan seorang anak dengan penuh kesakitan begitu. Dia sampai menangis karena tidak tega melihat Lyodra yang terus berteriak dan menangis. Lydora terus menggenggam tangan Yohannes dengan sangat kuat dan Yohannes terus menghapus keringat di wajah Lydora dengan kain.


Saat proses melahirkan itu berlangsung, Nyonya Rosetta dan Tuan Bamon juga ikut hadir. Mereka semua terus berusaha berdoa agar ibu dan anak itu bisa selamat dan sehat.

__ADS_1


Setelah satu setengah jam, bayinya sudah keluar dan dia menangis.


"Selamat yang mulia. Anak anda berdua telah lahir dengan selamat dan sehat. Jenis kelaminnya perempuan."Ucap Dokter pribadi itu mengangkat bayi mungil itu.


Dia lalu menyerahkannya kepada Yohannes. Yohannes pun bergantian menggendong putri kecilnya itu dengan sangat hati-hati. Dia memandangnya dengan sedikit lama kemudian menciumnya.


"Selamat datang ke dunia, putriku yang cantik. Kamu akan menjadi putri di keluarga kerajaan kami."Ucap Yohannes sambil tersenyum.


Sementara Lydora berusaha mengatur pernapasannya. Dia masih berusaha untuk tetap sadar dan melihat bayinya yang digendong oleh Yohannes.


"Yohan, tolong dekatkan aku padanya. Aku juga mau melihatnya."Pinta Lydora.


"Baiklah."Yohannes pun mendekatkan bayi mereka berada di dekat Lydora. Lagi-lagi Lydora mengeluarkan air mata. Tapi bukan air mata menahan sakit melainkan merasa sangat bahagia.


Nyonya Rosetta mendekat dan melihat rupa bayi itu.


"Wah, bayi kalian sangat cantik. Rambut dan wajahnya mirip dengan yang mulia Raja. Kulitnya seperti ibunya. Bola matanya mirip seperti mamanya."Puji Nyonya Rosetta.


"Hohoho, tentu saja. Ini karena bibit keduanya sangat bagus."Ratu Edna ikut memuji.


"Yohan, apa kamu sudah memikirkan sebuah nama yang bagus untuk putri kita?"Tanya Lydora.


"Sudah. Aku ingin memberikannya nama Yoora. Itu antara namaku dan namamu yang kusatukan. Bagaimana? Cukup bagus juga kan?"


"Boleh juga...nama yang cantik."


Kok bisa Yohannes terpikir nama itu? Setahuku Yoora itu kan nama dari negara Korea, pfft. Tapi apa mereka tahu negara Korea? Kurasa tidak. Aku lupa kalau ini dunia novel, bukan dunia realita.


"Oke, jadi kita berdua sudah sepakat memberikan nama putri kita Yoora."


"Iya...tapi Yohan. Apa tidak masalah kalau anak kita yang lahir perempuan? Aku tidak mempermasalahkannya sama sekali. Aku akan tetap bahagia anak kita lahir dan tidak peduli apakah dia perempuan atau laki-laki karena aku tetap akan mencintainya sepenuh hati. Tapi kau tahu kan kalau peraturan dunia kerajaan itu lebih mengutamakan bayi la-"


"Sshh, jangan pikirkan soal itu. Kita memiliki putri cantik seperti Yoora saja sudah membuatku sangat bahagia dan bersyukur. Kau tahu tidak bahwa tadi aku sangat khawatir melihat proses melahirkanmu tadi? Aku menjadi trauma. Aku sangat tidak tega melihatmu tadi yang seperti itu. Aku bahkan sampai berpikir nyawamu jauh lebih penting dari bayi kita."Ucap Yohannes matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Ma-maaf, aku salah bicara Yohan..."


"Tidak, aku mengerti maksudmu. Tapi percayalah Yoora bisa menjadi Ratu yang baik di masa depan. Aku percaya, Soalnya Ibunya juga hebat."Ucap Yohannes sambil tersenyum.


"Pfft, kamu bisa saja."Ucap Lydora menjadi malu.


"Aku serius Lydora. Kalau kau ingin anak laki-laki, kita bisa membuatnya lagi kan?"Bisik Yohannes.


"Ck, tadi katamu trauma melihat aku melahirkan, cepat sekali berubah pikirannya."Ucap Lydora yang jadi kesal.


"Haha, aku benaran trauma. Aku hanya bercanda istriku. Dirimu yang paling penting dalam hidupku."Ucap Yohannes lagi.


"Hmm iya deh. Tapi mungkin boleh juga kita membuat anak satu lagi. Tapi setelah Yoora sedikit besar ya."


"K-kau serius?"Tanya Yohannes cukup kaget.


"Kenapa? Memangnya kamu tidak mau punya anak lagi?"


"B-bukan begitu. Aku yang melihatmu tadi seperti itu saja sangat ketakutan. Tapi kamu sendiri yang mengalaminya tidak merasa begitu?"Ucap Yohannes mulai takut.


"Siapa bilang aku tidak takut dan kesakitan? Sakiiiit sekali! Rasanya kukira aku bakal mati. Tapi setelah anak kita lahir, aku merasa sangat lega lebih dari apapun. Jadi aku berpikir tidak ada salahnya memiliki anak satu lagi di masa depan nanti. Kasihan juga kan Yoora tidak ada teman ataupun saudaranya. Tapi ya, itu tidak perlu di bahas sekarang. Aku masih sangat kesakitan nih."Ucap Lydora.


"Kamu sih. Siapa suruh tiba-tiba membahas ingin punya anak lagi?"


"Kamu menyalahkanku? Kan kamu yang membahas soal anak lebih dulu?"Lydora menjadi kesal.


"Iya, iya aku minta maaf. Tadi aku hanya bercanda."


Setelah itu mereka kembali harmonis seperti biasa. Kini Tina telah mendapatkan kebahagiaannya menjadi Lydora bersama keluarga kecilnya. Dia tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi dan hanya memfokuskan dirinya berperan sebagai Ratu, Istri sekaligus ibu.


...☆♡☆♡☆♡☆♡☆♡****TAMAT****♡☆♡☆♡☆♡☆♡...


Hai semuanya, salam hangat dari Author. Terima kasih atas pembaca yang sudah mampir membaca seluruh cerita saya. Maaf jika cerita yang saya buat kurang menarik dan memiliki banyak kesalahan dalam alurnya 🙏.

__ADS_1


Terima kasih banyak bagi yang sudah mendukung karya saya. Episode kali ini adalah episode terakhir. Semoga tidak mengecewakan para pembaca.


...Salam hangat Author GEMINIE...


__ADS_2