Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 13


__ADS_3

"Apa?! Kenapa tiba-tiba?"Tanya Lydora sangat terkejut.


"Saya juga tidak tahu Nona. Anda sebaiknya segera temui yang mulia pangeran. Beliau terlihat tidak senang."Bisik kepala pelayan itu lagi.


Lydora yang mendengarnya langsung berkeringat dingin. Dia berusaha mengingat apakah dia pernah melakukan kesalahan kepada Yohannes.


"B-baiklah, ayo kita pulang sekarang."Ucap Lydora dengan sedikit gemetaran.


"Ada apa Nona Lydora?"Tanya Luke yang bingung.


"Tuan Luke, maafkan saya. Saya harus kembali karena ada urusan mendadak yang harus saya lakukan."Ucap Lydora langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Ah..baiklah, hati-hati Nona Lydora. Terima kasih atas waktu anda."Ucap Luke dengan sedikit sedih.


Lydora memegang roknya erat merasa tidak enak kepada Luke.


Tidak apa-apa Tina, hal yang kau lakukan ini sudah benar...


"Terima kasih juga Tuan Luke. sekali lagi saya minta maaf. Sampai jumpa Tuan."Pamit Lydora lalu berjalan masuk ke dalam kereta kuda miliknya.


Di dalam kereta kuda, Lydora benar-benar gelisah. Dia tidak bisa menebak apa yang membuat Pangeran Yohannes tiba-tiba datang mengunjungi rumahnya.


Sesampai di kastil, Lydora langsung turun dengan terburu-buru takut jika Yohannes terlalu lama menunggunya. Dia bahkan sampai mengangkat roknya yang panjang agar bisa berjalan lebih cepat.


"Sekarang ada dimana Pangeran Yohannes?"Tanya Lydora kepada kepala pelayan.


"Pangeran Yohannes sedang berada di ruang tamu bersama dengan kedua orang tua anda, Nona."Jawab kepala pelayan.


Lydora pun langsung mengarah ke ruang tamu dan benar apa yang dikatakan kepala pelayan. Yohannes sedang duduk disana bersama kedua orang tuanya dengan ekspresi dingin. Kedua orang tuanya sampai kebingungan untuk melayani sang pangeran. Lydora menjadi semakin tegang dengan atmosfer kutub utara yang ada di ruangan itu.


Yohannes pun melihat kedatangannya dan dia membulatkan matanya ketika melihat penampilan Lydora dengan rambut pendek.


"Kau sudah datang rupanya."Ucap Yohannes.


"Ya...maafkan saya yang mulia pangeran, saya tadi sedang ada urusan di luar. Ada apa yang mulia memanggil saya?"Tanya Lydora.


"Duduk dulu, baru kita bicara."Ucap Yohannes.


"Ah, baik."Lydora pun duduk di sofa sesuai perintah Yohannes.

__ADS_1


Sekeluarga itu merasa tegang dengan Yohannes dan menunggu jawaban apa yang ingin dikatakannya.


"Aku akan mengatakan intinya saja karena aku tidak punya banyak waktu. Ayahku, Raja Peter sedang mengalami sakit keras dan kata dokter pribadi kami, kemungkinannya untuk sembuh kecil jadi dia ingin mempercepat pelantikanku menjadi bulan depan."Ucap Yohannes.


"Jadi maksud anda yang mulia..."Ucap Nyonya Rosetta.


"Iya, aku ingin melamar Putri kalian sebagai permaisuriku."Ucap Yohannes.


Jderr!!..ketiganya yang mendengar bagaikan terkena petir di siang bolong.


Dia bilang apa? Melamarku? Apa yang sudah terjadi pada otaknya? Atau apa aku yang salah dengar?


Lydora seperti bermimpi ketika mendengar Yohannes tiba-tiba ingin melamarnya hanya karena alasan Raja Peter sakit keras.


"Yang mulia...anu, apa anda sungguh-sungguh mengatakannya?"Tanya Lydora tidak percaya.


"Kenapa? Bukankah jawaban itu yang selama ini kau inginkan?"Tanya Yohannes balik.


Dih, dasar narsis!


Lydora tadinya berniat untuk memberikan jawaban bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun lagi kepada Yohannes. Dia sekarang ini malah benci dengan pria itu karena harga dirinya sudah dihina saat pesta kemarin.


Kedua orang tua Lydora hanya memandang Lydora dengan keringatan. Mereka berdua sama sekali tidak ingin mencari masalah kepada seorang pangeran.


"Aku tahu. Tapi aku punya alasan kenapa aku memilihmu. Kau tidak bisa menolak karena ini adalah perintah."Ucap Yohannes kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Maksud anda yang mulia?"Tanya Lydora tidak paham.


"Haah, maksudku kau tidak boleh menolak lamaranku karena ini adalah perintahku. Kau mengerti? Aku sudah tidak punya banyak waktu karena ada banyak yang harus dilakukan saat acara pelantikan nanti. Jika kau ingin bertanya, selebihnya temui aku di istana saja. Kalau begitu aku pergi. Salam Tuan Bamon dan Nyonya Rosetta."Ucap Yohannes sekalian pamit.


"Ah y-ya, salam Yang mulia pangeran Yohannes. Terima kasih atas kunjungan anda kemari."Balas Tuan Bamon.


Lydora tidak bisa berkata-kata. Dia kira hari ini pria itu akan memarahinya atau mempermalukannya, tapi yang terjadi sangat terbalik dan terdengar mustahil.


Ahh, aku yakin sekali pasti ada yang salah sama otaknya!


Lydora hanya membungkuk sebagai pemberi salam atas pamitnya Yohannes.


Setelah Yohannes pergi, Lydora langsung merasakan hawa dingin yang mengelilinginya.

__ADS_1


Kedua orang tuanya saat ini menatapnya setajam silet karena ingin segera meminta penjelasan kepada putrinya.


"Lydora, apa yang terjadi? Kenapa pangeran Yohannes tiba-tiba melamarmu?"Tanya Nyonya Rosetta sambil melipat kedua tangannya.


Lydora langsung menaikkan kedua bahunya. "A-aku juga tidak tahu ibu. Aku sendiri juga kaget. Saat aku masih bertemu dengan pria kencan butaku, aku sangat ketakutan mengapa pangeran Yohannes mendadak datang ke rumah kita. Padahal Pangeran Yohannes kan sangat membenciku."Jawab Lydora.


Tuan Bamon dan Nyonya Rosetta ikut menjadi bingung.


"Jadi, kau akan tetap menerima lamarannya?"Tanya Tuan Bamon.


"Iya, sepertinya begitu. Dia tadi sudah mengatakan jika aku tidak boleh menolak lamarannya karena katanya itu adalah perintah. Jadi mau tidak mau aku tetap harus mendengarkan perintahnya."Jawab Lydora.


"Lalu bagaimana dengan perasaanmu saat ini? Apa kau masih memiliki perasaan kepada Pangeran Yohannes?"Tanya Nyonya Rosetta yang membuat Lydora tersentak.


Lydora terdiam sejenak merasa bingung dengan perasaannya saat ini. Tapi dia lebih merasa patah hati karena ucapan Yohannes yang cukup kejam tentangnya mengatakan dirinya wanita liar.


"Aku tidak tahu ibu. Saat ini yang kurasakan hanyalah rasa perih di hatiku. Tapi aku akan tetap baik-baik saja, jadi kalian berdua tidak perlu mengkhawatirkanku."Ucap Lydora.


"Apa? Bagaikan kami tidak mengkhawatirkanmu, Lydora! Kau itu putri kami satu-satunya yang paling berharga! Kami tetap tidak akan membiarkanmu menderita Lydora."Ucap Nyonya Rosetta.


"Apa yang dikatakan ibumu benar, Lydora. Kamu harus berani menolak Pangeran daripada kau menderita ke depannya. Tapi semua keputusan ada ditanganmu, kami hanya bisa mengikuti keputusanmu, putriku."Ucap Tuan Bamon.


"Kalau begitu aku tetap akan menerima lamarannya. Bukankah kalian tahu kalau aku sudah menyukai Pangeran Yohannes sejak lama. Itu berarti perasaanku terbalas juga kan? Kalian tenang saja, aku pasti akan baik-baik saja."Ucap Lydora dengan tersenyum sambil memeluk kedua orang tuanya.


Keesokan harinya, Lydora berniat mengunjungi istana Lilwest untuk mengetahui informasi lebih. Dia masih tidak mengerti mengapa Yohannes tiba-tiba berubah pikiran dengan mengajaknya menikah.


Lydora terlihat sedikit tegang. Dia hanya datang sendirian tanpa pelayan Henny dan hal itu sengaja dia minta.


Dia masuk ke dalam istana dan para prajurit menyambutnya dengan penuh hormat tanpa pertanyaan apapun dan Lydora merasa jika orang-orang istana sudah tahu jika Yohannes melamarnya.


Tiba-tiba ada seorang kepala pelayan istana yang muncul menghampirinya.


"Salam Nona Lydora, apakah anda ingin bertemu dengan yang mulia pangeran?"Tanya kepala pelayan itu.


"Eh...benar..."Lydora sedikit kaget.


"Silahkan ikut dengan saya, Nona. Saya akan mengantar anda."


Next....

__ADS_1


__ADS_2