
"Yohan, jika kau benar-benar ingin kerajaanmu tetap makmur, maka kau harus segera menggantikan ayah. Kata dokter hidup ayah sudah tidak lama lagi. Kau sudah pasti tahu maksudnya kan? Jika kau menggantikan ayah, kau juga harus menikah dan menjadikan istrimu sebagai permaisuri."Ucap Raja Peter terbaring lemas di ranjangnya.
Yohannes hanya terdiam dengan ekspresi tegang. Dia tidak menyangka bahwa dia akan melihat ayahnya sudah terbaring lemah dihadapannya tidak berdaya. Ratu Edna terlihat sangat sedih dan air matanya tidak berhenti mengalir. Terlihat bahwa kesedihan wanita paruh baya itu tidak dibuat-buat.
"Yohannes, lebih cepat lebih baik untuk segera mencari pasanganmu. Ayahmu mengatakan jika pelantikanmu dipercepat jadi bulan depan."
"Apa?!"Yohannes sangat terkejut.
"Ayah tidak tahu sampai kapan ayah akan bertahan, Yohannes. Dari dulu ayah memang sudah penyakitan. Ayah sangat kekurangan menjadi seorang ayah dan suami untuk menjaga kalian. Jadi ayah berencana untuk mempercepat pelantikanmu. Lagipula di usiamu sekarang, kau sudah pantas mendapatkan posisi itu. Siap tidak siap kau harus menerimanya."Ucap Raja Peter.
Yohannes tetap hanya diam. Pikirannya seketika menjadi kacau.
"Yohan, kamu mungkin tidak pernah percaya pada ibu. Tapi ibu sangat mencintaimu selayaknya anak kandung ibu sendiri. Ibu tidak pernah memikirkan hal yang buruk kepadamu. Terserah kamu mau mendengarkan ibu atau tidak karena ibu tidak mungkin bisa memaksamu. Kamu juga sudah dewasa dan sudah bisa memilah yang mana yang baik atau buruk."Ucap Ratu Edna.
"Katakan saja intinya."Ucap Yohannes dingin.
Ratu Edna menghela napasnya. "Ibu menyukai gadis bernama Lydora itu. Dia gadis yang terlihat baik dan apa adanya. Tidak seperti rumor yang dikatakan orang-orang. Sudah cantik, baik dan polos. Ibu malah kasihan padanya karena sepertinya dia dibenci oleh banyak orang. Mungkin kau tidak suka mendengar ibu bilang begini, tapi tidak ada salahnya jika kau memberikan kesempatan padanya. Dia sudah menyukaimu sejak lama."
"Kenapa ibu berpikir dia gadis yang polos? Ibu belum tahu kan kalau kemarin saat pertemuan kami dia langsung menemui pria lain? Aku tidak sengaja melihatnya bersama pria itu di kolam dekat kota."Ucap Yohannes.
"Jadi hanya karena dia bertemu dengan pria lain kau langsung menjadi sewot? Kita belum tahu dengan jelas siapa pria yang bersama dengan Lydora kan? Kenapa kau harus selalu berpikir buruk tentangnya? Apa kau mau menjadi sama seperti orang lain yang menilainya buruk? Kau bahkan belum mengenalnya dengan baik!"Ucap Ratu Edna marah.
Yohannes terdiam, namun entah kenapa dia tetap merasa kesal.
"Pokoknya wanita itu tidak sebaik Ratu Ellen! Ratu Ellen jauh lebih cantik, dan ba-"
"Jika kau menilainya begitu, mengapa dia tetap menolakmu? Ratu Ellen sama sekali tidak suka padamu. Padahal kau duluan yang suka padanya daripada Raja Aldrich. Tapi meskipun begitu, Ratu Ellen tetap tidak pernah menerimamu. Dia bahkan menghindarimu sebelum dia menikah dan mengenal Raja. Bukankah hal itu juga jahat?"Ucap Ratu Edna membuat Yohannes bungkam.
Yohannes mengepal tangannya dan dia pun pergi keluar dengan penuh amarah.
Tidak, itu bukan salah Ratu Ellen. Dia hanya memang tidak memiliki perasaan padaku...
__ADS_1
Kembali lagi ke tempat Lydora. Lydora terdiam bingung harus mengatakan apa kepada Luke yang baru saja menyatakan perasaannya.
"S-sejak kapan anda mulai menyukai saya?"Tanya Lydora.
"Saya menyukai anda selama kurang lebih setahun."
What?!
"Selama itu?! Bagaimana anda bisa menyukai wanita seperti saya? Seperti yang anda sudah tahu, saya bukanlah wanita yang memiliki sifat baik. Orang-orang semuanya membenci saya karena sifat saya yang buruk."Ucap Lydora.
"Itu menurut anda dan orang lain, tapi tidak dengan saya. Saya suka dengan sifat anda yang pemberani, lincah dan setia. Meskipun anda terkadang suka menyindir dan memamerkan apa yang anda miliki, tapi saya tidak mempermasalahkan hal itu."Jawab Luke memberikan pendapatnya.
"B-begitu ya?"Lydora semakin bingung. Tapi kemudian dia menundukkan kepalanya dengan ekspresi sedih.
"Ada apa Nona? Anda...tidak bisa ya?"Tanya Luke yang seolah sudah tahu jawaban yang akan diberikan Lydora.
Lydora mengangguk dan hal itu langsung membuat Jantung Luke berdenyut sakit.
"Begitu ya? Apa itu pangeran Yohannes?"Tanya Luke lagi.
Lydora tersentak. Dia merasakan hatinya semakin perih mengingat Pangeran Yohannes yang sudah menghinanya kemarin itu.
"Maaf saya bukannya bermaksud untuk ikut campur. Tapi saya hanya tidak tega melihat Anda yang terus disakiti olehnya. Saya juga tidak sengaja melihat Anda dihina oleh Pangeran Yohannes saat di pesta ulang tahun Raja Aldrich kemarin itu. Apa anda tetap masih mencintai dan berharap padanya, Nona Lydora?"Tanya Luke tidak habis pikir.
Lydora menjadi bisu sejenak. Kemudian dia tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya berpura-pura kuat.
"Anda benar. Saya masih tetap akan menyukainya. Jadi maafkan saya Tuan Luke. Anda memang pria yang baik, tapi saya tidak bisa menerima Anda."Ucap Lydora.
"Jadi...saya tetap tidak memiliki kesempatan, Nona Lydora?"Tanya Luke masih belum bisa menerima.
Lydora hanya menjawab dengan menggeleng. "Apa anda masih ingat kalau dulu anda pernah menyelamatkan seorang gadis saat kebakaran?"Tanya Lydora langsung mengganti topik.
__ADS_1
"Saya? Menyelamatkan seorang gadis saat kebakaran? Iya, pernah. Saya pernah menyelamatkannya saat usia saya 14 tahun dan gadis yang saya tolong itu mungkin usianya masih 10 tahun."Jawab Luke.
"Jika anda ingin tahu, gadis yang sudah anda bantu itu adalah sahabat saya yang bernama Luna Xavier. Saya pernah memberitahu anda sebelumnya saat di pesta kemarin. Anda pasti pernah melihatnya kan?"Ucap Lydora.
Luke hanya menautkan alisnya merasa bingung dengan maksud ucapan Lydora.
"Ya...sepertinya saya pernah melihat teman anda. Tapi saya tidak begitu ingat...."Ucap Luke tampak tidak begitu peduli.
"Ah, begitu ya? Dia gadis yang sangat cantik. Memiliki rambut berwarna biru dan bola mata berwarna violet. Dia pernah bercerita pada saya kalau anda pernah menyelamatkannya saat kebarakan."Ucap Lydora.
"Oh...dia bilang begitu? Apakah dia memiliki luka bakar di bagian paha sebelah kanannya?"Tanya Luke.
"Benar! Saya tidak sengaja waktu itu pernah melihat luka di pahanya, dan dia bilang jika itu terkena bekas luka bakar saat dia kecil. Jadi anda masih mengingat gadis itu?"Tanya Lydora menjadi senang.
"Ah...ya, saya hanya ingat saat dia memiliki luka. Saya merasa bersalah karena datang terlambat waktu itu. Tapi setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi."
"Tuan Luke, sebagai gantinya cobalah anda bertemu dengan temanku. Dia juga ingin sekali berbicara dengan anda."Ucap Lydora.
Luke hanya diam dengan perasaan bingung. Sepertinya dia memang tidak memiliki kesempatan untuk bersama Lydora.
Tiba-tiba Lydora dikejutkan dengan kedatangan kepala pelayan yang menghampiri mereka.
"Nona, maaf mengganggu waktu anda. Tapi anda harus pulang sekarang karena ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda, Nona."Ucap kepala pelayan itu tergesa-gesa.
"Siapa?"Tanya Lydora.
Kepala pelayan itu melirik ke arah Luke dengan perasaan tidak enak. Kemudian Kepala pelayan itu mendekati Lydora dan berbisik.
"Yang mulia pangeran Yohannes datang mengunjungi kastil, Nona."
Next...
__ADS_1