
Yohannes melirik istrinya yang sedang sibuk mencari hadiah pemberian Ellen. Dan saat Lydora berhasil mendapatkan hadiahnya, dia senang bukan main.
"Kau berhasil mendapat hadiahnya?"Tanya Yohannes.
"Iya yang mulia. Kotak hadiahnya indah sekali!"Ucap Lydora.
Dia segera membuka kotak yang lumayan besar itu dan dia begitu kaget saat mendapat dua kotak lagi di dalamnya.
Lydora membuka kotak yang satunya dan matanya langsung bersinar saat mendapat kalung dan anting berlian berwarna hijau sama seperti warna matanya.
"Cantik sekali..."Ucap Lydora terlihat begitu bahagia.
"Wah, ternyata mereka memberikanmu perhiasan berlian yang sangat indah. Lagi-lagi hadiah untukmu! Semua tamu yang diundang hampir tidak ada yang memberiku hadiah! Semuanya memberikannya untukmu! Menyebalkan!"Ucap Yohannes merasa iri.
Lydora kaget saat Yohannes sudah berdiri di sampingnya saja menatap tumpukan kotak hadiah itu.
"Sa-saya sendiri juga tidak tahu kenapa mereka semua memberikan saya hadiah sebanyak ini yang mulia, tolong jangan marah pada saya..."Ucap Lydora menjadi takut.
"Siapa yang memarahimu? Ayo buka hadiah mereka yang satunya lagi."Pinta Yohannes menjadi penasaran.
"Baiklah..."Lydora membuka kotak hadiah selanjutnya dan saat dia melihatnya, dia membelalakkan matanya dan dengan cepat menutup kotaknya kembali merasa tidak sanggup untuk memperlihatkannya kepada Yohannes.
"Apa isinya? Kenapa wajahmu begitu? Hey, beri tahu aku apa isinya! Kenapa kau menutup kotaknya lagi? Kenapa kau diam saja? Hey, aku sedang bertanya padamu lho!"Ucap Yohannes merasa kesal.
"H-hadiahnya khusus untuk wanita...anda tidak perlu tahu ka-karena anda juga tidak akan tahu benda apa ini...! J-jadi anda tidak perlu melihatnya!"Ucap Lydora gagap karena tidak bisa menahan malunya.
Argh!! Yang mulia Ellen ternyata berotak mesum! Bisa-bisanya dia memberikan hadiah semacam ini kepada kami?! Yang benar saja! Aku tidak mau sampai Yohannes melihat benda ini!
"Apa katamu? Jadi kau pikir aku tidak tahu apapun mengenai wanita? Kau tidak perlu malu karena kita juga sudah suami istri. Kalau kau tidak mau memberitahuku, aku akan mengambilnya dan melihatnya sendiri. Sini berikan padaku!"Ucap Yohannes hendak meraih kotak hadiah yang digenggap Lydora.
"Aaaa, jangan! Sudah saya bilang hadiah ini tidak penting!"Teriak Lydora berusaha mengelak.
"Terserah penting atau tidaknya aku tidak peduli. Aku hanya ingin tahu hadiah apa yang diberikan Ellen! Justru sikapmu yang mencurigakan ini malah membuatku semakin penasaran, Lydora!"Ucap Yohannes.
__ADS_1
Aduh, yang mulia! Kenapa kau jadi seperti ini?! Apa hanya gara-gara hadiah pemberian Ellen kau jadi sepenasaran ini dengan isinya? Ya benar, kurasa memang benar...Yohannes mungkin belum bisa melupakan Ellen...
Tanpa sadar, Yohannes sudah berhasil merebut kotak hadiah yang digenggam Lydora dan hal itu membuat Lydora tersentak.
"Kyaaa!! Yang mulia tolong jangan buka hadiahnya!"Teriak Lydora yang wajahnya sudah semerah tomat.
"Kau ini kenapa sih?!"Yohannes tidak mempedulikan Lydora yang sudah komat-kamit dan dia pun dengan cepat membuka hadiahnya.
Saat dia melihat isinya, dia terdiam sejenak mengernyit merasa bingung dengan benda berbahan jaring tipis berwarna hitam dengan renda di setiap pinggirnya yang terlipat dengan rapi. Karena masih belum mengerti, dia pun mengeluarkannya dan mengangkat gaun mini itu untuk melihat lebih jelas.
Sementara Lydora sudah menutup wajahnya dengan bantal menahan malu.
Argh, sungguh memalukan sekali!
"Oh...ini..."Yohannes terdiam karena dia langsung tahu itu pakaian untuk apa yang jelas dikenakan wanita saat malam hari. Seketika telinganya memerah karena tidak menyangka akan mendapatkan hadiah seperti itu dari mantan gebetannya.
"S-sudah saya bilang jangan melihatnya yang mulia..."Ucap Lydora.
"Ya sudah, tidak usah dipikirkan. Hari ini kita tidur saja. Aku benar-benar lelah! Ingat besok pagi kita sudah harus rapat dengan para menteri, kau mengerti?"Ucap Yohannes segera beranjak dan pindah ke kasurnya.
"Lalu...bagaimana dengan semua hadiah ini yang mulia?"Tanya Lydora yang melihat tumpukan hadiah di atas meja yang masih berserakan.
"Biar pelayan saja yang mengurusnya besok. Kau tidurlah. Ingat kita hanya tidur dan tidak melakukan apa-apa!"Ucap Yohannes.
"B-baiklah..."Lydora kemudian beranjak dan dia berniat untuk tidak tidur satu ranjang dengan suaminya. Dia berjalan ke arah sofa yang lumayan besar dan memutuskan untuk tidur di tempat itu saja. Namun langkahnya terhenti saat Yohannes memanggilnya menyadari Lydora yang tidak tidur seranjang dengannya.
"Hey, Lydora. Kau tidak berniat tidur di sana kan?"Tanya Yohannes yang tadinya sudah berbaring menjadi posisi duduk.
"Eh, saya tidur disini saja yang mulia. Saya tahu anda pasti masih belum merasa nyaman kita tidur bersama..."Ucap Lydora malu-malu.
"Kau bicara apa? Kemari dan tidur disini bersamaku."Pinta Yohannes.
"T-tapi yang mulia...!"
__ADS_1
"Kau berani membantahku, aku akan menyuruhmu tidur di dalam bak kamar mandi!"Ancam Yohannes.
Haa...seperti biasa, pria ini selalu mengancam...
Lydora akhirnya pasrah dan mendengarkan perintah suaminya. Akhirnya mereka berdua tidur bersama di satu ranjang. Ini yang kedua kalinya mereka tidur bersama setelah malam pertama mereka malam itu. Mereka tidur saling membelakangi.
Lydora tidak bisa tidur, sementara Yohannes tampaknya sudah tidur. Tak lama Lydora mendengar suara dengkuran suaminya. Terlihat bahwa Yohannes tidur sangat nyenyak.
Cih, dia sudah tidur rupanya...
Lydora pun memilih untuk memejamkan matanya berusaha untuk tidur. Beberapa menit kemudian dia sudah masuk ke alam mimpi.
Di dalam mimpinya, lagi-lagi dia bertemu dengan jiwanya yang lama dan seorang pria dengan jubah serba hitam yang menutupi wajahnya. Pria itu lumayan banyak berbicara kepada jiwanya.
Namun sayangnya dia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan pria berjubah itu. Pikirannya terus merasa gelisah dan badannya terus berkeringat dingin.
Tiba-tiba dia tersentak dengan sesuatu yang mengagetkannya dan matanya pun terbuka seketika menghadapi realita.
Haah, ternyata cuma mimpi...tapi mimpiku sungguh menakutkan sekali, seolah-olah pria yang ada di dalam mimpiku itu mengancamku. Tapi aku tidak dapat mendengar apa yang dikatakannya. Ini sungguh aneh, hampir setiap malam aku terus memimpikan pria yang bahkan belum pernah kutemui itu...
Lydora seketika membuang pikirannya dan dia baru sadar jika dia sedang tidur satu ranjang dengan Yohannes. Mereka berdua kini dalam posisi saling berhadapan dan Lydora membulatkan matanya melirik tangan Yohannes memeluk pinggangnya dan kakinya yang menimpa betis Lydora. Jarak mereka berdua sangat dekat, bahkan hidung mancung mereka berdua hampir menempel.
Lydora sampai reflek menahan napasnya takut membuat pria itu terbangun.
Ya Tuhan! A-apa-apaan ini?! Kenapa kami bisa jadi posisi seperti ini?? Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Jika dia bangun, dia pasti mengira aku yang sengaja mendekatinya kan? Argh! Padahal aku sendiri juga lagi kebelet pipis!
Lydora menjadi panik sendiri namun saat diperhatikan wajah Yohannes yang sedang tidur membuat Lydora terpesona dengan ketampanan Yohannes.
Sebenarnya dia sangat tampan kalau dia sedang diam tenang seperti ini. Tapi sikapnya sangat menyebalkan!
"Apa yang kau lihat?"Tanya Yohannes tiba-tiba membuat Lydora terlonjak kaget.
Next....
__ADS_1