
Pasangan yang menghadiri acara pernikahan mereka itu tak lain ialah Ellen dan Aldrich. Yohannes yang melihat kemunculan Ellen langsung berdiri dari tempat duduknya. Lydora yang melihat suaminya berdiri juga ikut berdiri.
"Ellen?"Tanya Yohannes hampir tidak percaya dengan yang dilihatnya.
Aldrich dengan cepat berada di samping Ellen dan menatap Yohannes dengan tajam.
"Kau berani panggil namanya langsung?! Panggil dia yang mulia!"Teriak Aldrich.
"Sayang, sudahlah jangan berlebihan. Status kita dengan mereka kan tidak berbeda, jadi tidak masalah kan mereka memanggil namaku langsung? Dan aku juga akan memanggil anda Yohannes, tidak apa-apa kan Yohannes?"Ucap Ellen.
"Ah...ya tidak apa-apa. Aku tidak sangka kalian berdua akan datang ke acara pernikahanku."Ucap Yohannes menjadi canggung.
"Tentu saja kami datang. Kalian kan sudah mengundang kami. Kami tidak mungkin tidak datang ke pesta pernikahan seorang Raja."Ucap Ellen.
Yohannes hanya menatap sendu ke arah Ellen antara merasa senang atau sedih.
Aku tidak percaya kita akan bertemu lagi sekarang dengan status kita yang sudah berbeda. Kukira kita tidak akan pernah bertemu lagi...
Sementara Aldrich sangat membenci tatapan Yohannes yang menatap istrinya itu dan dia pun melotot kearah Yohannes dengan tajam. Yohannes menyadarinya dan dia segera mengalihkan pandangannya. Ellen kemudian memperhatikan Lydora yang ada di samping Yohannes.
"Oh, istrimu sungguh cantik sekali Yohannes! Namamu Lydora Sylvainn bukan?"Tanya Ellen ramah.
"I-iya Yang mulia, nama saya Lydora Sylvainn. Senang bertemu dengan anda..."Jawab Lydora gugup dan reflek membungkukkan badannya.
"Eh, apa yang anda lakukan?! Jangan membungkuk di hadapanku karena status kita sudah sama, Lydora!"Ucap Ellen seketika panik.
"Ma-maaf! Saya masih belum terbiasa..."Ucap Lydora menjadi malu.
"Hahaha, aku paham. Tapi lama-lama anda juga akan terbiasa Lydora. Dulu aku juga begitu karena sebelumnya statusku sama seperti anda. Istri anda ini menggemaskan sekali ya Yohannes."Ucap Ellen merasa gemas dengan tingkah Lydora yang lugu.
"Eh? Y-ya...dia orangnya memang seperti itu..."Ucap Yohannes.
"Kenapa respons anda begitu? Lihatlah istri anda ini, dia sungguh cantik dan menggemaskan! Anda harus menjaga dia dengan baik, anda mengerti Yohannes?"Ucap Ellen.
"Iya aku mengerti!"Ucap Yohannes.
__ADS_1
"Sayang, sudah kan? Ayo, sebaiknya kita cepat kembali, Archie juga pasti sedang menunggu kita untuk segera pulang."Ucap Aldrich langsung menarik tangan Ellen.
"Kenapa harus buru-buru sayang? Bukankah baru ini kita bisa menghabiskan waktu santai di luar setelah sekian lama? Selama ini kita sudah terlalu sibuk bekerja dan merawat Archie dan sampai tidak ada waktu untuk kita bersantai seperti ini. Lagipula Katherine pasti menjaganya dengan baik, jadi kamu tidak perlu khawatir."Bujuk Ellen pada suaminya.
"Iya, aku tahu. Tapi kita sudah berada disini sejak upacara pernikahan mereka tiga jam yang lalu! Kita bisa pergi ke tempat lain yang kau inginkan. Kau tahu sendiri kalau aku ini orang yang cepat bosan."Ucap Aldrich melipat kedua tangannya.
Ellen hanya bisa menghela napas dengan sikap suaminya.
"Hmm, baiklah. Sayang sekali, Yohannes, Lydora, maafkan kami karena kami harus pamit..."Ucap Ellen merasa tidak enak. Padahal baru kali ini dia punya kesempatan untuk bisa berkenalan dengan istrinya Yohannes. Selama ini dia tahu kalau Yohannes sangat sulit untuk melupakan dirinya dan dia begitu senang saat mendengar Yohannes akhirnya sudah menikah.
"Apa? Tapi kalian baru saja tiba disini dan kita belum berbincang apapun..."Ucap Yohannes.
Lydora hanya mengangguk dengan apa yang diucapkan Yohannes. Lydora tidak berhenti menatap Ellen yang sangat cantik di depannya.
Yang mulia Ellen benar-benar sangat cantik. Masuk akal kalau Yohannes sangat sulit melupakan dia...
"Memangnya apa yang mau diperbincangkan? Kalian tidak sedekat itu. Sudah ayo, kita pulang sekarang!"Ucap Aldrich menarik tangan Ellen tidak sabar.
"Iya, iya tunggu sebentar sayang! Masih ada yang mau aku sampaikan kepada dua pengantin baru ini."Ucap Ellen segera melepaskan genggaman tangan Aldrich.
Ellen kemudian mendekat ke arah Lydora untuk membisikkan sesuatu. "Aku memberikan hadiah untuk anda, Lydora. Mungkin tidak seberapa, tapi kuharap anda menyukainya. Hadiahnya ada surat dengan tulisan nama kami."
"Haha, repot apanya. Kalian kan pengantin baru, sudah seharusnya kami memberikan hadiah untuk kalian berdua. Aku harap hubungan kalian selalu harmonis dan bahagia."Ucap Ellen tersenyum tulus.
"Iya, terima kasih Yang mulia. Saya juga berharap anda dan keluarga anda juga hidup bahagia..."Ucap Lydora sedikit terharu.
"Ellen..."Aldrich memanggil Ellen merasa tidak sabar saat melihat istrinya sangat sibuk berbicara dengan istri Yohannes.
"Anda kenapa harus buru-buru seperti ini sih? Saya tahu Anda masih tidak suka kepadaku, tapi apa anda harus menunjukkannya secara terang-terangan begini?"Tanya Yohannes tidak suka dengan sikap Aldrich yang terlihat angkuh.
Aldrich kemudian menatap Yohannes dengan datar.
"Ya, karena aku tidak bisa berpura-pura. Jadi kuharap kau tidak macam-macam dengan istriku, sekalipun kau sudah menikah, camkan itu!"Ancam Aldrich.
"Hei yang mulia, anda sebaiknya jangan terlalu posesif karena itu akan membuat Ellen menderita dengan sikap berlebihan anda. Saya tidak mungkin macam-macam dengan Ellen, karena perasaan saya sudah lama hilang untuknya."Ucap Yohannes.
__ADS_1
Aldrich hanya diam dan tidak mempedulikan ucapan Yohannes. "Ellen!"
"Ah, ya! Baiklah ayo kita pergi. Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian berdua! Kami permisi untuk pamit, sampai jumpa!"Ucap Ellen melambaikan tangannya dan Aldrich sudah menariknya menjauh dari mereka.
"Hati-hati Yang mulia Ratu Ellen dan Yang mulia Raja Aldrich! Terima kasih banyak!"Teriak Lydora.
"Ck, apa yang kau lakukan? Kau tidak boleh terlalu hormat kepada mereka hanya karena mereka memberi kita hadiah. Itu bisa menjatuhkan martabatmu nantinya."Ucap Yohannes.
"Eh, maaf yang mulia. Saya akan berusaha membiasakannya."Ucap Lydora segera tertunduk.
"Haah, sudahlah. Daripada itu, ayo kita makan. Gara-gara kedatangan mereka, kita jadi lupa niat untuk makan!"Ucap Yohannes.
"Oh, jadi anda akhirnya mau makan masakan koki istana Yang mulia?"Tanya Lydora.
"Aku tidak punya pilihan. Aku tidak bisa keluar di acara seperti ini."Ucap Yohannes.
"Syukurlah. Setelah ini anda harus bisa meminta maaf kepada ibu."Ucap Lydora yang membuat Yohannes kaget.
"Apa katamu? Minta maaf padanya? Apa kau sudah gila?"
"Kenapa? Apa anda mau terus-terusan bersikap dingin kepada ibu anda seperti ini?"Tanya Lydora balik.
"Cih!"Yohannes tidak menghiraukannya dan memilih untuk pergi ke meja makan.
Lydora hanya geleng-geleng kepala melihat sikap suaminya.
Malamnya, setelah acara yang melelahkan itu usai, kedua pasangan suami istri itu duduk di ranjang saling membelakangi merasa canggung satu sama lain.
Lydora terus berkeringat dingin dan dia menatap tumpukan hadiah pernikahannya yang cukup banyak di atas meja. Dan dia teringat hadiah yang di berikan Ellen.
Yohannes melirik Lydora yang mencari hadiah yang bertuliskan nama Valkyrie.
"Apa yang sedang kau cari?"Tanya Yohannes.
"Saya sedang mencari hadiah yang diberikan Yang mulia Ellen."Jawab Lydora.
__ADS_1
Hore, akhirnya dapat! Kira-kira isinya apa ya?
Next...