Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 16


__ADS_3

"Apa?! Anak itu bilang begitu?"Tanya Ratu Edna sangat terkejut.


Lydora hanya menjawab dengan anggukan. Dia jadi merasa malu karena sudah memotong rambutnya menjadi sangat pendek hanya gara-gara ucapan Yohannes yang mengatakan rambut merahnya sangat jelek.


"Dasar anak br*ngsek! Berani-beraninya dia sudah menghina rambut menantuku yang indah ini. Jadi itu sebabnya kau memotong rambutmu? Anak itu harus diberi pelajaran!"Ucap Ratu Edna sangat murka. Dia tidak ingin menantunya dihina apalagi berhubungan dengan fisik.


"T-tidak apa-apa yang mulia...lagipula saya memotong rambut saya hanya karena saya merasa gerah, itu saja. Bukan gara-gara ucapan yang mulia Pangeran Yohannes kok..."Ucap Lydora merasa tidak enak.


"Tidak bisa begitu! Pokoknya aku harus bicara padanya setelah mereka siap rapat nanti."Ucap Ratu Edna mode dingin.


Entah kenapa Lydora menjadi senang saat Ratu Edna bersedia membelanya, jadi dia tidak akan merasa terbully oleh Yohannes lagi.


"Oh ya, hari ini kamu akan dibimbing oleh Nyonya Bella ya?"Tanya Ratu Edna langsung mengganti topik.


"Iya benar, yang mulia."Jawab Lydora.


Ratu Edna kemudian bergeser semakin dekat ke arah Lydora. Dia melirik ke kanan dan ke kiri merasa waspada jika ada orang lain yang ikut mendengar.


"Lydora, ada yang ingin kuberitahu. Kau harus berhati-hati kepada Nyonya Bella karena dia memiliki sifat buruk. Kau jangan mudah merasa sakit hati karena ucapannya yang suka menyindir dengan kata-kata pedas dan penghinaan. Kau harus kuat apalagi saat bertemu dengan putrinya nanti."Ucap Ratu Edna memberi peringatan.


"Memangnya...ada apa dengan putrinya, Yang mulia?"Tanya Lydora penasaran.


"Kudengar-dengar putrinya itu menyukai putraku. Tapi aku tidak sudi untuk menikahkannya dengan putraku karena sifat dia sama seperti Nyonya Bella. Gadis itu sedikit lebih muda darimu dan tentu saja sifatnya masih sangat kekanakan dan manja. Tapi kau harus tetap berhati-hati karena gadis itu sangat manipulatif."Ucap Ratu Edna lagi.


"Begitukah? Apakah Nyonya Bella ada berharap putrinya bisa menikah dengan yang mulia Pangeran, yang mulia?"Tanya Lydora.


"Tentu saja. Orang tua mana yang tidak mau anaknya menikah dengan keturunan kerajaan? Dia salah satu wanita yang paling gigih agar anaknya bisa menikah dengan Yohan. Tapi aku tidak memberikannya kesempatan sama sekali dan dia pasti sangat terkejut jika putraku malah akan menikah denganmu."Ucap Ratu Edna tersenyum.


Lydora menjadi merinding mendengarnya. Dia juga menjadi tidak berani untuk bertemu dengan Nyonya Bella gara-gara ucapan Ratu Edna. Dia takut Nyonya Bella dan putrinya akan menyalahkannya lalu datanglah masalah baru lainnya.


"Yang mulia, apakah hal ini akan baik-baik saja? Bagaimana jika mereka nanti mencari masalah gara-gara saya?"Tanya Lydora mulai takut.

__ADS_1


"Kamu tenang saja. Selagi ada aku yang mengawasi, mereka tidak akan bisa apa-apa. Kamu juga jangan menunjukkan kalau diri kamu lemah. Kau harus melawan mereka, dan jangan takut. Kamu mengerti?"Ucap Ratu Edna.


"Baik, terima kasih yang mulia!"Ucap Lydora.


"Kalau begitu kamu pergi istirahat dulu sana. Masih ada waktu setengah jam lagi kamu untuk bertemu dengan Nyonya Bella."Ucap Ratu Edna.


"Baik, Yang mulia. Kalau begitu saya pergi dulu yang mulia..."Pamit Lydora.


Di lain tempat, Yohannes baru saja keluar dari ruang rapat dan dia merasa begitu pusing dengan topik pembicaraan tentang masalah politik negara yang sangat rumit. Rasanya dia lebih memilih untuk menjadi orang biasa saja daripada menjadi seorang Raja.


Saat berjalan, Yohannes dikejutkan dengan seorang gadis yang menunggunya sejak tadi. Gadis itu adalah, putrinya Nyonya Bella.


"Salam yang mulia Pangeran..."Sapa gadis itu ceria.


"Ah, Nona Stacey? Sedang apa kamu disini?"Tanya Yohannes yang kaget.


"Saya hanya menunggu anda selesai rapat. Bagaimana rapatnya? Pasti sulit sekali ya?"Tanya Stacey yang terlihat mengkhawatirkan Yohannes.


"Hehe, maaf yang mulia. Lain kali saya tidak akan datang kesini lagi. Saya hanya tidak sabar untuk bertemu dengan anda."Ucap Stacey.


"Kenapa kau ingin bertemu denganku? Kau ingin membicarakan sesuatu?"Tanya Yohannes yang heran.


Stacey mengangguk. "Saya sudah dengar kabar dari yang mulia baginda Ratu Edna bahwa yang mulia akan menikah dengan wanita bangsawan Sylvainn. Apakah itu benar?"Tanya Stacey.


"Iya, itu benar. Tapi pernikahan kami hanyalah pernikahan politik. Aku tidak memiliki perasaan kepada wanita itu sama sekali. Ibuku benar-benar memaksaku untuk menikah dengannya, dan aku tidak bisa menolak permintaannya."Ucap Yohannes langsung berubah ekspresi.


Stacey tersenyum lega. "Begitukah? Mengapa Anda tidak suka kepadanya yang mulia? Yang mulia baginda Ratu Edna pernah bercerita kalau wanita yang dijodohkan dengan anda memiliki paras yang cantik."Tanya Stacey mulai ingin mengorek informasi.


"Aku hanya...tidak suka saja dengannya. Pokoknya dia tidak sebaik Ratu Ellen, cinta pertamaku. Apalagi rambut merahnya itu terlihat menyebalkan."Ucap Yohannes jadi mengingatnya.


"Pfft, begitu ya? Lalu bagaimana dengan rambut saya Yang mulia? Apa anda tidak suka juga melihatnya?"Tanya lagi Stacey sambil menggulung-gulung rambutnya dengan jarinya.

__ADS_1


"Rambutmu bagus kok. Setidaknya tidak senorak rambut Nona Lydora itu."Ucap Yohannes yang memerhatikan rambut lurus Stacey yang berwarna hitam.


"Wah, terima kasih yang mulia! Saya merasa sangat tersanjung mendengar anda memuji rambut saya."Ucap Stacey tersenyum lebar.


"Sudahlah, aku tidak punya banyak waktu. Aku harus pergi secepatnya."Ucap Yohannes langsung pergi.


"Sampai ketemu nanti yang mulia!"Ucap Stacey sambil melambaikan tangannya.


Jadi nama wanita itu Lydora? Dia sama sekali tidak boleh mendapatkan yang mulia Pangeran! Yang Mulia Pangeran Yohannes itu milikku!


Kembali di kediaman Lydora, Lydora sudah berada di ruang belajar sambil menunggu Nyonya Bella datang. Jujur saja perasaan Lydora saat ini sangat gugup dan sedikit takut.


Kau tidak boleh takut Tina. Kau tidak boleh menjadi seorang pecundang seperti di kehidupanmu yang sebelumnya!


Tak lama Nyonya Bella pun datang. Lydora langsung berdiri dari tempat duduknya dan memberi hormat kepada Nyonya Bella. Nyonya Bella terlihat angkuh dengan kipas yang sedikit menutupi wajahnya. Dia melirik dengan tajam Lydora dari atas kepala sampai ujung kaki.


"Salam...Nyonya Bella. Perkenalkan nama saya Lydora Sylvainn, senang bertemu dengan anda Nyonya..."Salam Lydora dengan sangat sopan.


Nyonya Bella hanya diam saja dan hal itu membuat Lydora menjadi canggung. Nyonya bella kemudian duduk dan Lydora sendiri juga reflek mau duduk.


"Berhenti. Aku tidak ada suruh kamu untuk duduk."Ucap Nyonya Bella membuka suara.


Lydora pun kembali berdiri ke tempatnya.


"Katanya kau putri Sylvainn?"Tanya Nyonya Bella.


"Iya, benar Nyonya."


"Kenapa bisa-bisanya Yang mulia baginda Ratu memilih gadis sepertimu? Padahal putriku jauh lebih baik dan terhormat daripada kau. Aku sudah mendengar banyak rumor buruk tentangmu. Kau terkenal sombong, tukang pamer, dan suka menghina. Kebiasaanmu juga jelek sekali. Pemarah, kekanakan dan mungkin sedikit bodoh."


Grrrt...Lydora sudah mulai mengepal tangannya merasa geram dengan Nyonya Bella yang sudah berani mengata-ngatainya. Biasanya Tina akan merasa sakit hati lalu menangis, tapi kini Tina ada merasakan hal yang aneh pada dirinya. Rasanya dia ingin menendang Nyonya Bella itu dari hadapannya.

__ADS_1


Next...


__ADS_2