
Di ibukota, Yohannes sebenarnya sedang sibuk-sibuknya mengurus banyak hal. Tapi tentu saja dia tetap akan datang menjemput istrinya nanti di wilayah Utara dan ikut membereskan masalah yang ada di wilayah itu. Namun, dia belum bisa mempersiapkan kepergiannya sebab dia harus menghadapi seseorang yang mengganggunya saat ini.
Dan orang yang dianggapnya masalah itu malah datang menemui Yohannes. Dia masih memaksakan Yohannes untuk menuruti keinginannya.
"Yang mulia, ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan anda. Beliau adalah yang mulia Raja Leonard."Ucap Arnold si kepala pelayan.
Yohannes berdecak dan suasana hatinya seketika memburuk. "Kenapa dia kemari?"
Ck, padahal aku sudah menolak surat penawarannya, tapi dia tetap saja tidak menyerah!
"Maaf, saya juga tidak tahu yang mulia..."Ucap Arnold.
Yohannes menghela napasnya merasa sangat keberatan. "Baiklah, aku akan kesana."
Yohannes menemukan Raja Leonard di ruang tamu. Pria itu perawakannya besar tapi wajahnya tampan seperti pria macho. Dia duduk di sofa tunggal dengan posisi satu kakinya yang naik.
Untuk kali ini Yohannes memilih untuk bersabar karena mau bagaimanapun dia sedang menghadapi seorang Raja yang kekuasaannya lebih tinggi darinya. Dia adalah seorang Raja yang berasal dari Negara Utara.
"Salam Yang mulia Leonard."Ucap Yohannes tetap sopan.
"Salam Juga Yang mulia Yohannes. Bagaimana? Apa tawaranku masih dipertimbangkan?"Tanya Leonard.
"Maaf, Aku tidak bisa Yang mulia. Saat ini istriku sedang menjalani dinas di wilayah Utara. Jadi sebaiknya anda cari orang lain saja."Ucap Yohannes menolak dengan halus.
"Kalau begitu Yang mulia Lydora bisa bertugas kepadaku setelah perjalanan dinasnya. Aku akan menunggu kapanpun sampai dia bisa."Ucap Leonard terdengar gigih.
"Aku penasaran. Kenapa Yang mulia Leonard tetap ingin istriku yang bertugas menangani wilayah negara anda yang kata anda hanya istriku yang bisa menanganinya. Apa anda benar-benar tidak bisa menyuruh orang lain saja? Aku tidak akan menerima keuntungan yang anda katakan itu asalkan anda tidak memaksa istriku."Ucap Yohannes dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
Leonard tersenyum. "Kau tahu kalau banyak rumor yang mengatakan istrimu itu sangat cantik dan punya pesonanya sendiri. Dia membuatku penasaran. Apalagi saat pernikahan kalian waktu itu, dia terlihat imut."
Yohannes semakin mengkerutkan keningnya.
Sebenarnya kemana arah pembicaraan orang ini?
"Intinya hanya dia satu-satunya wanita yang bisa meluluhkan seorang Menteri yang sedang bermasalah disana. Menteriku itu sudah bosan dengan wanita-wanita yang ada disana, jadi aku punya ide menarik kalau Lydora memiliki pesona yang unik dari dirinya. Aku yakin sekali jika Menteriku itu akan terpesona dan mau menuruti keinginanku."Ucap Leonard dengan nada santai.
"Yang mulia sedang mabuk ya? Kenapa istriku yang harus menghadapi menteri anda yang mata keranjang itu? Istriku itu seorang Ratu! Bukan seorang wanita penggoda. Jadi aku mohon anda jangan meminta hal yang aneh-aneh. Aku tidak peduli penawaran sebesar apapun yang anda berikan kepadaku mau itu sampai memberikan negara anda sekalipun."Ucap Yohannes tegas.
"Sayang sekali. Kelihatannya kau sudah mulai mempedulikan istrimu ya? Kau pasti belum tahu kan? Banyak rumor yang mengatakan kalau kau itu tidak mencintai Ratu Lydora. Kalian juga dikatakan menikah karena paksaan. Bahkan saat acara menikah kalian waktu itu, sangat terlihat jelas di mataku. Jujur saja, kau juga sebenarnya masih menyukai Ratu Ellen kan? Aku tahu sih dia sangat cantik, kalau dibandingkan Ratu Lydora masih ti-"Ucap Leonard.
Yohannes mengepalkan tangannya merasa begitu geram. "Aku akui tadinya aku memang tidak memiliki perasaan apapun kepadanya. Tapi sekarang aku sudah membuka hatiku untuknya. Lydora gadis yang baik dan memang cantik dan menarik. Dia sudah menunjukkan banyak sisi yang unik kepadaku. Sifatnya yang terlihat polos di luar tapi sebenarnya dia sangat cerdas. Aku sendiri juga yakin sekali dia pasti akan menolak mentah-mentah penawaran yang anda berikan itu kepadanya. Dia gadis dengan pendirian kuat, jadi mustahil anda menyuruhnya melakukan hal tidak terhormat seperti itu."
"Dan tolong hentikan pembahasan soal yang mengatakan aku masih menyukai Ratu Ellen. Demi Tuhan aku bersumpah kalau aku tidak memiliki perasaan apapun lagi kepadanya. Aku sudah tidak peduli dengan wanita itu lagi karena aku sudah memiliki sosok yang harus kujaga saat ini. Jadi hentikanlah permainan anda ini Yang mulia Leonard."Ucap Yohannes.
Hah?
"Aku baru bisa percaya saat melihat dan mendengarkannya secara langsung seperti ini. Sebenarnya aku hanya mengetesmu saja. Tapi ternyata aku memang sudah salah menilaimu. Kukira dengan dirimu yang tidak memiliki perasaan kepada Ratu Lydora akan setuju karena kau terlihat seperti tidak peduli. Apalagi aku dengar ekonomi finansial kalian saat ini sedang menurun, jadi..."
"Haah, ternyata begitu rupanya. yang mulia Leonard, sekalipun aku misalnya tidak memiliki perasaan apapun kepada Ratuku, tapi aku bukanlah pria sekeji itu yang membiarkannya ikut bersama anda. Aku tetap tidak bisa melihat seorang wanita tersakiti dan menangis karena harga dirinya dijatuhkan. Wanita itu tetap harus dilindungi karena mereka makhluk yang rapuh. Jadi jangan anggap kalau wanita itu hanya pemuas nafsu saja."Ucap Yohannes.
Leonard banyak membisu saat mendengar perkataan Yohannes. Dia terkesima dengan semua ucapan Yohannes. "Kau memang benar-benar pantas menjadi Raja. Mendiang Raja Peter pasti bangga memiliki putra seperti kau ini. Baiklah, karena aku sudah tidak ada keperluan lagi disini, aku pamit."
"Baiklah, yang mulia Leonard. Terima kasih atas kunjungan anda ini."Ucap Yohannes merasa lega.
"Hey, tapi kalau seandainya Ratu Lydora tidak menikah denganmu, aku pasti akan langsung melamarnya jika aku tahu dari awal ada gadis sepertinya."Ucap Leonard lagi.
__ADS_1
Ekspresi Yohannes seketika berubah.
"Maaf kalau perkataanku tidak sopan. Tapi jika suatu hari kau sudah bosan dengannya, aku dengan senang hati akan jadi pengganti untuknya."Bisik Leonard tersenyum.
Apa?! Beraninya b*jing*n ini?!
"Sudah dulu ya, aku pamit. Sampai ketemu nanti Yang mulia Yohannes. Berkat kata-kata mutiara anda barusan, pemikiranku tentang wanita sudah tidak buruk lagi."Ucap Leonard lagi.
Grrrt, Yohannes mengepal tangannya semakin geram.
Dia sengaja ya? Bahaya jika Lydora sampai bertemu dia!
Sementara di wilayah Utara, Lydora dan Felice sedang sibuk-sibuknya memberi sumbangan kepada warga desa. Seperti dugaan, para warga begitu desak-desakan dan tidak sabaran. Lydora sangat khawatir jika orang-orang itu akan saling menyakiti dan melukai anak-anak karena sikap ketidaksabaran mereka itu demi mendapatkan sembako.
Lydora pun memerintahkan para pengawal untuk membuat para warga bisa tertib. Tapi tetap saja mereka kewalahan karena sikap ketidaksabaran para warga tersebut.
Akhirnya ada satu ide yang muncul di benak Lydora dan dia berbisik ke dayangnya. Felice yang mendengar langsung mengangguk mengerti dan segera melapor ke para pengawal.
Para pengawal lalu menyuruh anak-anak untuk menunggu di barisan anak-anak jadi mereka tidak akan terluka sesuai yang dikatakan majikan mereka.
Akhirnya Lydora bisa lebih mudah memberikan sembako pada para warga. Kakek yang kemarin mereka temui ada disana dan melihat dari kejauhan.
"Sudah kuduga gadis itu bukan dari kalangan biasa."
Di kediaman Jason pula, pria itu kebakaran jenggot karena mengetahui Lydora yang memberikan sumbangan kepada para warga dan bukannya bertemu dengan dia lebih dulu.
Next...
__ADS_1