Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 51


__ADS_3

Beberapa hari sudah terlewati, sejak insiden permintaan Ratu Edna soal cucu, sampai sekarang Lydora belum berani untuk mempertanyakan alasannya kepada Yohannes mengapa suaminya itu bisa-bisanya menyetujui permintaan ibunya itu.


Lydora jadi tidak bisa berkata apa-apa sejak melihat ibu mertuanya terlihat begitu gembira dan memberikan harapan besar untuknya. Tapi setiap malam, mereka berdua tetap tidak melakukan apa-apa selain tidur dan hal itu membuat Lydora heran dan sempat kepikiran. Tapi dia memilih untuk diam dan menunggu jawaban yang jelas dari Yohannes.


Sementara hari keberangkatan menuju Wilayah Utara sudah dekat, dan Lydora tinggal menyelesaikan beberapa masalah lagi di pekerjaannya. Sesuai dugaan Yohannes, Tuan Jason memang benar-benar pria yang licik. Dan Lydora benar-benar murka soal perbuatan jahat yang dilakukan Tuan Jason. Maka dari itu juga hari keberangkatannya jadi dipercepat.


"Yohannes! Aku sudah mendapatkan beberapa keanehan disini. Katanya Tuan Jason ada bermain judi dan sudah mengeluarkan banyak uang, tapi ternyata dia kalah. Dan karena uangnya sudah habis, dia malah mengancam para masyakarat sana untuk memberikan uang atau mereka akan disiksa mati. Tidak ada yang tahu hal itu karena Tuan Jason menutup mulut orang-orang yang sedikit kaya dengan uang, sementara para masyarakat fakir miskin diancam dengan siksaan. Tuan Jason pantas dihukum!"Ucap Lydora.


"Aku sudah menduganya. Tapi darimana kau bisa tahu informasi itu?"Tanya Yohannes.


"Aku mengetahuinya dari semua kumpulan data keuangan yang dikeluarkan Tuan Jason. Padahal katanya dia sudah mengeluarkan banyak uang ke para masyarakat wilayah utara, dan jumlahnya ada sekitar 250 koin emas, tapi setelah aku periksa ada keanehan bahwa tidak ada pajak sana yang mencatat riwayat jumlah keuangan Tuan Jason. Dan ketika aku keluar bersama Felice kemarin, aku tidak sengaja menguping pembicaraan seorang bartender soal Tuan Jason yang sering menghabiskan uangnya untuk judi. Maka dari itu aku langsung mendapatkan jawabannya."


"Ah, ternyata kau pintar juga ya."Ucap Yohannes.


"Aku hanya kebetulan...tidak sengaja mendengar ucapan bartender itu."Jawab Lydora menjadi malu.


"Tunggu, tapi kenapa kau bisa bertemu dengan seorang bartender kemarin? Apa kau...pergi minum-minum?!"


"Eh, tidak-tidak! Aku tidak minum-minum! Aku hanya menemani Felice karena kelihatannya dia punya masalah akhir-akhir ini. Jadi dia pun memintaku untuk menemaninya minum-minum di tempat itu. Aku hanya minum jus saja kok."Ucap Lydora menjadi panik dan sedikit takut dengan amarah Yohannes.


"Bisa-bisanya dayangmu itu mengajakmu ke tempat itu. Awas saja kau kalau aku tahu kau ikut minum-minum disana!"Ancam Yohannes.

__ADS_1


"T-tidak, mana mungkin aku berani suamiku. Aku juga kan tidak bisa minum alkohol..."Ucap Lydora mulai ciut.


"Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"Tanya Yohannes lagi.


"Ah, aku memintamu untuk mempercepat keberangkatanku kesana. Aku tidak mau berlama-lama membiarkan pria tua bangka itu bersenang-senang menyiksa para masyarakat. Tapi Yohannes, aku tetap penasaran mengapa sampai sekarang tidak ada yang tahu perbuatan jahat Tuan Jason? Kalau pun ada yang tahu, mengapa semuanya tidak ada yang berani untuk memberitahu ke ibukota? Meskipun Tuan Jason sempat mengancam dan membayar orang untuk menutup mulut. Tapi masa tidak ada satu pun yang berani untuk melaporkannya? Itu kan demi kebaikan mereka juga kan? Tanya balik Lydora.


"Jika kau sampai disana nanti kau pasti akan terkejut. Wilayah Utara itu sebenarnya memiliki populasi yang banyak, bahkan lebih banyak dari ibukota. Itu karena yang tinggal disana kebanyakan orang miskin dan mereka masih kental dengan yang namanya budaya. Aku pernah dengar jika mereka mendapatkan orang yang lebih kaya sedikit dari mereka, orang itu akan langsung mereka jadikan pemimpin dan mereka akan melakukan apa saja yang pemimpin itu katakan, sekalipun harus mati. Jika mereka memiliki pemimpin, hidup mereka katanya bisa terurus karena-"


"Tapi kalau pemimpinnya seperti itu masa mereka tetap mau menurutinya saja?! Apa mereka lebih suka disiksa seperti itu?!"Lydora langsung memutuskan pembicaraan karena dirinya sangat marah.


"Bukan, itu karena mereka tidak berdaya."Jawab Yohannes singkat.


"Mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah karena mereka tidak bisa meminta bantuan kepada siapapun. Sekalipun mereka semua bekerja sama, mereka tetap akan kalah karena Tuan Jason adalah pemerintah yang cukup kuat dibanding pemerintah lainnya. kakak kembarnya juga sama saja! Aku tidak bermaksud untuk menyalahkan ayah karena dia memilih Tuan Jason untuk memimpin wilayah itu begitu juga membantu kembarannya. Apa kau tahu? Sebenarnya Tuan Jason itu adik ipar ayahku. Adik ayahku begitu mencintainya, tapi dia mencintai orang yang salah. Tuan Jason adalah seorang pria mata keranjang. Sudah banyak wanita yang dijadikannya pencuci mata. Aku sendiri menjadi khawatir jika kau kesana tanpaku. Intinya kau harus berhati-hati padanya dan jaga jarak sebisa mungkin darinya."Ucap Yohannes.


"Wah, aku jadi tahu. Yohannes, boleh tidak kalau dia kita bunuh saja? Lagipula dia hanya ipar ayah kan? Dengan sifatnya yang buruk itu, dia tidak pantas jadi seorang pemimpin!"Ucap Lydora mulai meledak.


"Aku tahu. Tapi keluarga ayahku sangat keras kepala dan aku tidak begitu dekat dengan mereka. Menghukumnya akan sangat sulit. Justru aku lebih dekat dengan keluarga mendiang ibuku dan juga ibu Ratu Edna. Keluarga Ayahku ini sedikit aneh, terutama para iparnya."Yohannes jadi berbisik kepada Lydora.


"Belum lagi termasuk Nyonya Bella dan anaknya itu. Mereka juga salah satunya. Benar-benar menyebalkan."Sambung Yohannes menjadi sakit kepala.


"Ternyata keluargamu sedikit rumit ya, suamiku."Ucap Lydora jadi merasa tidak enak.

__ADS_1


"Yah, daripada memikirkan itu, lusa aku akan segera mengirimmu ke sana dengan kereta api. Felice juga sudah pasti ikut bersamamu. Maaf aku tidak bisa ikut menemanimu..."Ucap Yohannes.


"Tidak apa-apa Yohannes. Dengan kamu yang sudah mempercayaiku dan memberikan tugas ini padaku, aku merasa sangat terhormat."Ucap Lydora tersenyum manis.


"Satu hal lagi. Tentang permintaan ibuku itu, ada benarnya juga kalau kita lebih baik segera memiliki keturunan. Ibu menjadi sangat kesepian sejak ayah meninggal. Sekalipun ada kita, kita sendiri sibuk. Jika ada anak kecil hadir disini, mungkin ibu akan jadi sedikit senang karena ada yang menghiburnya. Aku sebenarnya malu untuk menjelaskannya padamu dan tidak membicarakannya padamu selama berhari-hari."Wajah Yohannes mulai merah seperti tomat.


"Aku tahu kau juga pasti belum siap untuk memiliki anak, apalagi tugas yang kuberikan padamu cukup berat dan berbahaya. Maka dari itu aku akan menunggumu sampai kau siap..."Ucap Yohannes yang wajahnya benar-benar sudah merah sangkinkan menahan malu.


"Pfft, hahaha! Suamiku ternyata punya sisi seperti ini juga ya. Hahaha!"Ucap Lydora tertawa. Dia juga ikut tersipu dengan ucapan suaminya itu.


"Jangan tertawa. Aku benar-benar sudah mengumpulkan keberanianku demi membicarakan hal ini, tahu!"Ucap Yohannes jadi salah tingkah.


"Haha, aku tahu. Tapi aku akan siap jika kamu memiliki rasa cinta kepadaku, Yohannes. Maka dari itu juga aku akan menunggu pernyataan cintamu, baru soal anak aku pikirkan."Ucap Lydora kemudian pergi meninggalkan ruangan.


Yohannes yang mendengarnya membeku.


Mencintainya? Apakah saat ini aku


mencintainya? Aku...aku tidak tahu.


Next....

__ADS_1


__ADS_2