Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 37


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, kereta kuda berhenti di sebuah lapangan yang sangat luas. Lydora melihatnya dan seperti familiar dengan lapangan itu.


Tunggu, lapangan ini terlihat tidak asing...aku pernah melihatnya dimana ya?


Seorang kusir kuda membukakan pintu untuk kedua majikannya.


"Ayo, turun."Perintah Yohan yang bergerak turun duluan dari kereta kuda.


"Eh? Kita untuk apa kemari yang mulia?"Tanya Lydora yang bingung. Dia merasa bingung karena di lapangan itu tidak ada apa-apa yang bisa dilakukan.


"Kalau kubilang turun ya turun. Cepat!"Perintah Yohan yang mulai kesal.


"Baiklah Yang mulia..."Lydora lagi-lagi menuruti perintah Yohannes dan turun dari kereta kuda. Di dalam hatinya dia terus mengomel mengatai Yohannes.


Tapi Lydora kaget saat melihat sebuah tangan terulur di depan wajahnya saat dia hendak turun sambil memegang gaunnya yang panjang. Ternyata Yohannes mengulurkan tangan kepadanya.


Lydora yang melihatnya merasa sedikit terharu dan berusaha menyembunyikan senyumannya. Dia pun dengan perlahan menerima uluran tangan Yohannes.


Sebenarnya dia mau melakukan apa ditempat yang luas dan kosong ini?! Cuacanya juga panas sekali tahu!


Baru saja Lydora menginjakkan kakinya di atas tanah, Yohannes langsung menarik tangannya lagi. Dia lanjut berjalan menuju lapangan itu.


Tapi kemudian dia berhenti lagi saat menyadari Lydora yang tetap diam di tempatnya dan dia pun menoleh.


"Ikut aku. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu."Ucap Yohannes.


Lydora yang mendengar dengan cepat pun menghampiri Yohannes di depannya. Kini mereka saling berdiri samping-sampingan menatap lapangan luas itu.


"Kau pasti sudah tahu ini lapangan apa. Lapangan hijau ini sangat terkenal untuk acara kembang api di malam hari. Para warga dan beberapa orang bangsawan merayakan tahun baru setiap tahunnya di tempat ini. Sekalipun suaranya berisik, tapi saat menatap ke langit benar-benar membuat terpukau bagi siapa saja yang melihatnya."


"Aku, Erick, dan...Ellen, setiap tahunnya kami bertiga selalu datang kemari menonton kembang api dan kami tidak pernah melewatinya sekali pun. Aku selalu berharap waktu bisa terulang kembali, tapi itu tidak mungkin...mereka berdua sudah bahagia dengan kehidupan mereka masing-masing."Ucap Yohannes lalu menatap kosong ke atas langit.


Lydora yang mendengar hanya melongo dan merasa bingung tapi di sisi lain hatinya juga sedikit sakit ketika mendengarnya.

__ADS_1


Apa dia sedang curhat denganku? Aku tahu sih dia itu belum bisa melupakan cinta pertamanya. Tapi jika dia terus seperti ini, dia tidak akan pernah merasa bahagia sekalipun ada aku. Dia tidak akan pernah menganggapku ada....


"Ehem, saya baru ingat jika ini lapangan hijau. Saya sering mendengarnya tapi...sayang sekali saya belum pernah bisa menyaksikan acara kembang api. Kedua orang tua saya sangat ketat menjaga saya. Saya berharap ingin melihatnya juga..."Ucap Lydora. Dia berusaha menyembunyikan kegugupannya karena semua ucapannya barusan adalah sebuah karangan.


Aku bahkan tidak tahu masa kecilku seperti apa...T-T


Yohannes terdiam sejenak."Kau benar-benar ingin melihat kembang api?"Tanya Yohannes.


Lydora mengangguk dengan semangat.


Yah, sebenarnya di kehidupanku sebelumnya sih aku sudah sering menonton kembang api. Dan yang pastinya lebih meriah dan cantik daripada zaman ini. Tapi kali ini aku ingin mencoba untuk melihatnya bersama pria ini.


"Kau sama sekali belum pernah melihat kembang api?"Tanya Yohannes yang sedikit terkejut.


Lydora sedikit ragu untuk menjawab namun akhirnya dia menggelengkan kepalanya bahwa dia belum pernah melihat yang namanya kembang api.


"Kasihan sekali kau. Tapi baiklah, karena tiga bulan lagi akan ada tahun baru, aku akan mengajakmu kesini lagi untuk menyaksikannya."Ucap Yohannes.


"Memang kapan aku bilang janji. Aku bukan peramal yang bisa menebak masa depan, jadi sebaiknya kau jangan terlalu berharap."Ucap Yohan.


Jleb, kata-kata Yohannes benar-benar menusuk dan membuat hati kecil Lydora sedikit sakit mendengarnya.


"Baik...yang mulia."


Kembali di istana, kedua pasangan itu sudah kembali pulang setelah menghabiskan waktu berdua tanpa mereka sadari yang biasa orang-orang sebut 'kencan'.


Lydora terlihat sangat lelah karena sepanjang hari dia terus berjalan mengikuti pangerannya seperti seekor ayam yang mengekori induknya. Dia langsung pergi ke kamarnya tanpa menemui Ratu Edna terlebih dahulu karena dia benar-benar kelelahan. Lydora dengan cepat merebahkan dirinya di ranjangnya yang empuk.


Haah..lelah sekali! Pangeran Yohannes benar-benar tidak memikirkan aku yang seorang wanita! Dia terus menyuruhku mengikutinya seperti anak ayam. Jika tadi aku pakai celana panjang dan sepatu flat aku mungkin masih bisa bergerak lebih bebas. Tapi tadi aku hampir mau jatuh dengan sepatu high heels ini!


Haah, belum lagi nanti aku harus belajar lagi menghapal buku-buku sialan itu. Rasanya aku ingin tidur...


Tiba-tiba Lydora merasakan kedua matanya yang terasa berat dan dia pun mulai memejamkan matanya. Lydora tertidur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Lydora kembali membuka matanya dan dia merasa kaget saat melihat harinya yang sudah mulai senja. Lydora pun langsung duduk dan lagi-lagi kaget mendapati dirinya yang pakaiannya sudah diganti.


"Astaga, aku ketiduran! Tapi siapa yang menggantikan pakaianku? Apa Sandy? Aku juga harus mulai kembali belajar karena 3 minggu lagi adalah pernikahanku! Aahhh, kenapa waktunya berjalan begitu cepat sih?!"


Lydora kemudian meraih kursi dan meja belajarnya. Dia membuka laci dan mengeluarkan buku-buku pelajaran miliknya dan kembali fokus. Dia bahkan sudah melupakan siapa yang telah mengganti pakaiannya.


Satu jam kemudian, hari sudah gelap dan seseorang tiba-tiba membuka pintu yang membuyarkan fokus Lydora.


"Permisi Nona, ini saya Sandy. Saya kemari untuk mengantar makan malam untuk anda, Nona."Ucap pelayan Sandy.


"Oh...masuklah Sandy."Sahut Lydora.


Wah, tidak terasa harinya sudah gelap saja...


Pelayan Sandy pun masuk ke kamar Lydora sambil membawa makanan dan meletakkannya di atas meja bundar yang ada di ruangan itu. Lydora sejenak heran mengapa makanannya diantar ke dalam kamarnya.


"Sandy, kenapa makanannya diantar kesini? Apa nanti tidak ada makan malam bersama?"


"Ya, karena ini perintah dari Yang mulia baginda Ratu, Nona. Yang mulia lebih ingin bersama yang mulia baginda Raja. Mulai sekarang saat waktu sarapan, makan siang, dan malam, adalah tugas kami para pelayan, Nona."Jawab Sandy.


"Oh begitu, baiklah. Terima kasih Sandy."Ucap Lydora.


"Dengan senang hati Nona."Ucap Sandy kemudian dia meninggalkan kamar Lydora.


Beberapa hari dan minggu ke minggu, Lydora menjalani kehidupannya seperti biasa dan dia hanya tinggal menunggu waktu pernikahan dan penobatannya saja. Beruntungnya dia sudah menghapal sebagian syarat penting kewajiban seorang Ratu sehingga dia tidak perlu gugup saat upacaranya nanti.


Dan hari yang ditunggu-tunggu seluruh negeri, undangan pernikahan Pangeran Yohannes Lilwest sudah tersebar luas, bahkan sampai ke kerajaan Valkyrie.


Pada hari-H, Lydora sedang di rias oleh para pelayan dan saat ini dia benar-benar sangat gugup. Bukan dia saja yang merasa seperti itu, tetapi Yohannes sendiri juga.


Mereka berdua sebenarnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan yang seharusnya membahagiakan itu.


Next....

__ADS_1


__ADS_2