Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 30


__ADS_3

Lydora melihat pria yang selama ini ditunggu-tunggunya dan entah kenapa Lydora merasakan jantungnya yang berdebar tidak biasanya ketika melihat penampilan Yohannes malam itu.


Yohannes melihat sekitar dengan wajah datarnya lalu melihat Lydora yang sudah duduk di meja makan menunggunya sejak beberapa menit yang lalu.


Yohannes membulatkan matanya saat memandang penampilan Lydora yang malam itu terlihat berbeda dari biasanya. Dengan cepat Yohannes segera membuang wajahnya. Entah kenapa dia melakukan itu karena dia sendiri tidak tahu alasannya.


Saat melihat kedatangan Yohannes, Lydora langsung berdiri dan memberikan salam kepadanya.


"Selamat malam yang mulia..."Sapanya.


"Apa ibuku yang merencakan semua ini?"Tanya Yohannes.


"Eh...iya. Beliau yang membuatnya."Jawab Lydora.


"Haah, ibu benar-benar berlebihan. Dia tidak perlu sampai melakukan hal ini kepada kita berdua."Ucap Yohannes kemudian duduk di kursi yang telah di sediakan.


"Kau duduklah, kenapa masih berdiri?"Ucap Yohannes dan Lydora spontan langsung duduk.


"Anda pasti tidak suka ya dengan acaranya..."Ucap Lydora menunduk.


"Apa maksudmu?"Yohannes malah bertanya sambil mengernyitkan alisnya.


"Saya tahu anda pasti tidak akan menyukai acara seperti ini. Itu makanya saya merasa tidak enak kepada anda yang mulia..."Jawab Lydora menjelaskan.


Yohannes terdiam sejenak. "Sebenarnya aku berinisiatif untuk mengajakmu ke suatu tempat. Tapi ibuku malah mempersiapkan acara makan malam seperti ini untuk kita."


Lydora kaget dengan jawaban Yohannes. "Anda akan membawa saya pergi ke mana Yang mulia?"


"Aku akan menunjukkannya padamu setelah kita sampai disana. Tapi sepertinya malam ini kita tidak bisa karena tempatnya cukup jauh."


"Ah, begitu ya..."Lydora sedikit menyunggingkan senyumannya merasa sedikit senang dan hampir tidak percaya dengan sikap Yohannes yang sedikit berubah.


Tak lama seorang pelayan pun datang sambil membawa makanan dan menghidangkannya di atas meja tersebut. Pelayan itu juga menyiapkan sebotol anggur dan dua gelas untuk kedua pasangan itu. Dia menuangkan minuman anggur itu di kedua gelas itu.


"Selamat menikmati makanannya yang mulia pangeran dan Nona, saya permisi..."Ucap Pelayan itu segera pergi.


Lagi-lagi hanya ada keheningan dan Lydora menjadi tidak berani untuk bertanya kepada Yohannes yang sejak tadi hanya memandanginya.


Kenapa dia hanya memandangiku terus? Aku jadi tidak bisa bernapas sangkinkan tegangnya bersama dia...


"Kau tidak kedinginan memakai baju terbuka seperti itu?"Tanya Yohannes akhirnya mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Ya...saya tidak apa-apa Yang mulia..saya sudah biasa.."Jawab Lydora.


"Sepertinya tidak. Kau terlihat kedinginan. Wajahmu bahkan tegang sekali seperti itu. Kupikir kau malah sakit."Ucap Yohannes terlihat mengkhawatirkan gadis di depannya saat ini.


Apa dia mengkhawatirkanku? Masa sih? Tidak seperti biasanya! Aku tegang seperti ini gara-gara anda tahu!


"Saya tidak apa-apa kok yang mulia..."Jawab lagi Lydora berusaha terlihat baik-baik saja.


Tak lama Yohannes pun berdiri yang membuat Lydora bingung. Dia melepaskan jasnya dan memakaikannya kepada Lydora.


"Eh, apa yang sedang anda lakukan yang mulia?"Tanya Lydora yang kaget.


"Sudah diamlah. Aku hanya tidak mau melihat seorang wanita kedinginan lalu jatuh sakit karena aku tidak mau disalahkan nantinya."Ucap Yohannes.


"Tapi bagaimana dengan anda? Anda sendiri tidak kedinginan?"Tanya Lydora panik.


"Apa kau buta? Aku sudah memakai kemeja berlengan panjang seperti ini, jadi aku tidak mungkin kedinginan. Pikirkan saja dirimu sendiri kenapa kau malah memakai gaun yang terbuka seperti itu malam-malam begini."Ucap Yohannes malah mengomel.


Grrt, aku terpaksa melakukannya demi ibumu tahu! Ini juga demi kau aku sampai seperti ini tapi kau malah mengomeliku!


"Maaf Yang mulia, lain kali saya tidak akan memakai gaun seperti ini lagi."Ucap Lydora memilih untuk meminta maaf.


"Baik, yang mulia."


Mereka mulai makan malam bersama tanpa adanya obrolan. Hanya ada keheningan dan dentingan sendok dan garpu yang bertabrakan dengan piring mereka.


Setelah selesai makan malam, mereka berdua sama-sama meminum anggur yang telah di tuang oleh seorang pelayan tadi dan segera menghabiskannya.


Saat meminumnya, Lydora merasa aneh karena rasa minuman anggur itu ternyata tidak seenak dia pikirkan. Baru ini seumur hidupnya minum minuman sejenis itu.


"Ada apa dengan ekspresimu? Seperti belum pernah minum wine saja."Ucap Yohannes yang melihatnya.


"Saya...hanya kurang menyukainya saja Yang mulia..."Ucap Lydora yang menjadi malu.


Di saat seperti ini kenapa dia malah memandangiku?


"Kau tidak suka minum wine? Apa karena kau tidak bisa minum?"Tanya lagi Yohannes seolah penasaran akan wanita itu.


"Ya...saya tidak bisa minum, yang mulia."Ucap Lydora memilih mengatakannya dengan jujur.


"Oh, ternyata kau sama sepertiku. Aku juga tidak suka meminumnya karena membuatku kehilangan kesadaran."

__ADS_1


"Sungguh?"Lydora tidak percaya mendengarnya.


Yohannes menganggukkan kepalanya. Namun dia merasakan kejanggalan yang aneh pada dirinya.


Apa ini? Kenapa tubuhku rasanya gerah sekali? Apa jangan-jangan minuman tadi sudah dimasukkan sesuatu?! Dasar br*ngsek!


Yohannes tiba-tiba membuka kancing kemejanya sedikit yang membuat Lydora lagi-lagi terkejut.


"Apa yang anda lakukan Yang mulia??"Tanya Lydora panik. Dia juga tiba-tiba merasakan ada yang aneh pada dirinya.


Panas...panas sekali...apa ini? Kenapa rasanya tubuhku panas sekali...??


Lydora sendiri membuka jas yang diberikan Yohannes tadi dan meletakkannya di atas meja. Dia mengipas-ngipaskan dirinya yang merasa kepanasan itu begitu juga Yohannes.


Ah, sialan! Ibu pasti yang sudah merencanakan semuanya!


Yohannes merasa begitu emosi dengan pikiran yang sudah mulai kabur. Dia sangat tidak terbiasa dengan yang namanya alkohol apalagi dengan obat perangsang yang semakin membuatnya kehilangan kesadaran.


Kalau soal Lydora jangan ditanya lagi, gadis itu baru pertama kalinya meminum alkohol apalagi dia juga ikut meminum obat rangsangan yang sudah di campur ke dalam minuman itu. Seketika dia terjatuh dari kursinya karena tidak bisa menjaga keseimbangannya.


Yohannes yang melihatnya pun segera membantunya.


"Kau menyusahkan sekali! Pelayan! Pelayan!"Yohannes berteriak berusaha meminta tolong agar pelayan mau membantu mereka. Tapi tidak ada satupun yang muncul dan hal itu sungguh membuat Yohannes murka.


Sebenarnya para pengurus istana mendengar Yohannes yang berteriak memanggil mereka namun mereka memilih diam karena Ratu Edna yang memerintahkannya.


"Sialan! Berani sekali kalian mengabaikan panggilanku! Lihat saja kalian nanti!"Yohannes pun akhirnya mengangkat tubuh Lydora dan menggendongnya untuk membawanya masuk.


Tapi tiba-tiba Lydora merangkulnya dan Yohannes membulatkan matanya saat melihat Lydora yang begitu menggoda di matanya. Pipinya yang kemerahan, bibir ranumnya yang terlihat lembut dan kenyal. Apalagi saat melihat bagian dada Lydora yang terbuka sedikit.


Yohannes seketika tidak bisa berpikir jernih begitu juga dengan Lydora. Mereka sama-sama menginginkannya dan sudah tidak bisa menahannya lagi.


Saat ini ruangan yang paling dekat adalah kamar Yohannes. Yohannes segera membawa Lydora ke kamarnya. Dia mendorong pintu itu dengan kuat.


Dia melempar tubuh Lydora di atas ranjangnya dan segera mengunci pintunya lagi tanpa kesadarannya.


Yohannes sangat kaget saat Lydora sudah berusaha membuka sebagian gaunnya sehingga pakaian dalamnya sedikit terlihat.


Ah sialan! Jangan salahkan aku telah berbuat seperti ini kepadanya!


Next...

__ADS_1


__ADS_2