Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 44


__ADS_3

Tadinya Lydora sedikit gugup dengan pertanyaan tiba-tiba dari Tuan Alex. Pertanyaan pria paruh baya itu di luar topik yang saat ini dibicarakan. Terlihat sekali Tuan Alex ingin menyindir dan mengorek informasi darinya karena Lydora terlihat tidak bisa dipercaya untuk memimpin Negara mereka.


Berani sekali pria itu menanyakan hal pribadi seperti itu kepadaku saat rapat sepenting ini! Heh, kita lihat saja Tuan Alex.


"Sepertinya anda menanyakan hal yang di luar topik ya Tuan Alex. Saya tidak menduga anda akan menanyakan hal pribadi seperti itu kepada saya. Saya tidak tahu apakah ini disebut sopan atau tidak, karena menurut saya anda sudah cukup berani untuk menanyakan pertanyaan seperti itu kepada saya."Balas Lydora.


"Maaf jika saya bersikap tidak sopan yang mulia. Saya hanya khawatir--"


"Memangnya apa yang anda khawatirkan Tuan Alex? Anda tidak percaya dengan kemampuan saya karena saya masih muda dan tidak punya pengalaman menjadi seorang pemimpin? Saya bisa mengerti perasaan anda Tuan Alex. Tapi saya akan mencoba untuk menjadi seorang pemimpin yang baik karena Yang mulia Baginda Ratu Edna mempercayakan saya untuk menggantikannya."Ucap Lydora.


Tuan Alex terlihat gelagat tidak suka dan hanya menatap lurus ke arah Lydora yang saat ini berbicara padanya. "Maafkan atas pertanyaan saya yang tidak sopan yang mulia, mulai sekarang saya akan intropeksi diri."


Wanita ini terlihat sangat percaya diri...


"Ya, untuk kali ini saya maafkan. Dan saya akan tetap menjawabnya jika para Tuan hadirin sekalian tidak mempermasalahkan saya untuk menceritakannya. Terutama suami saya, Yang mulia."Ucap Lydora lalu menatap Yohannes di sampingnya.


"Y-ya, kami tidak masalah yang mulia Ratu."Jawab Tuan Calvin.


"B-benar Yang mulia, kami dengan senang hati akan mendengarnya."Jawab Tuan Johnny.


Sementara Tuan Jason hanya mengangguk, dan Tuan Bamon hanya diam dengan ekspresi datar seolah dia berpura-pura tidak mengetahui putrinya melakukan kencan buta pada hari itu.


"Ya sudah, kau bisa menjelaskan dan menjawab pertanyaan Tuan Alex kalau begitu Lydora. Dan, Tuan Alex. Saya harap anda bisa menjaga sikap anda untuk tidak menanyakan hal di luar topik pembicaraan kita."Ucap Yohannes dengan penekanan.


"Baik, saya mohon ampun atas sikap saya yang tidak sopan yang mulia...saya berjanji tidak akan mengulanginya."Ucap Tuan Alex akhirnya menundukkan kepalanya.


"Jadi, saat sebelum yang mulia Raja melamar saya, pada hari itu saya sudah merasa putus asa. Saya berpikir bahwa saya sudah tidak memiliki kesempatan untuk bisa bersama Yang mulia Raja karena yang saya tahu yang mulia Raja tidak memiliki perasaan yang sama seperti saya."Ucap Lydora mulai bercerita.

__ADS_1


Yohannes hanya diam dengan canggung dan entah kenapa dia merasa sedikit merasa bersalah.


"Saya tidak pernah menyangka kalau di hari itu Yang mulia Raja bakal melamar saya dengan mendadak. Ya, walau begitu saya tetap bersyukur karena anda tetap jodoh saya."Ucap Lydora tersenyum.


"Jadi, karena itu kau melakukan kencan buta dengan 6 pria?"Tanya Yohannes.


"Lebih tepatnya hanya bertemu untuk saling berkenalan. Tidak ada satupun yang cocok untuk saya. Dan saya rasa memang saya hanya cocok bersama anda, yang mulia."Ucap Lydora tersenyum lebar.


Yohannes jadi semakin gugup dengan tingkah Lydora hari ini yang sedikit aneh dari hari sebelumnya.


Anak ini bicara apa sih?


"Ah, kalau begitu lupakan saja kejadian dulu. Lagipula itu hanya masa lalu yang tidak penting. Jadi Tuan Jason, karena kau tidak bisa mengurus pekerjaanmu dengan baik, aku terpaksa membuat Lydora turun tangan untuk membantu wilayah Utara."Ucap Yohannes.


"Apa? Ta-tapi yang mulia, anda tidak perlu sampai seperti ini. Saya hanya kurang bijak dalam menanangi wilayah Utara. Maafkan atas kelalaian saya. Saya berjanji akan mengurusnya lebih baik--!"Ucap Tuan Jason.


"Eh? Ma-maafkan saya yang mulia, dan maafkan atas perbuatan adik saya...!"Ucap Tuan Johnny berkeringat dingin.


"Saya sudah bosan mendengar permintaan maaf kalian. Percuma kalian meminta maaf dan menjanjikan hal manis, tapi kalian tetap melakukan kesalahan yang sama. Lydora, kau tidak masalah kan aku menyerahkan tugas ini kepadamu? Kau harus tetap mengawasi Tuan Jason menangani pekerjaannya. Dan bila perlu kau kunjungi Wilayah Utara untuk pemeriksaan."Ucap Yohannes meminta pendapat istrinya itu.


"Baiklah, yang mulia. Saya bersedia. Saya juga bersedia untuk mengunjungi Wilayah Utara. Saya senang akhirnya anda mempercayakan tugas negara kepada saya."Ucap Lydora terlihat senang.


"Itu sudah seharusnya. Karena kau seorang Ratu disini."Balas Yohannes dengan wajah datarnya.


Tuan Jason yang sedari tadi hanya bisa mendengarkan menggigit bawah bibirnya. Wajahnya memucat dan perasaannya seketika mendidih. Jika Lydora sampai ikut menangani urusan pekerjaannya, mustahil dia akan hidup bebas dan semena-mena seperti yang biasa dia lakukan.


"Oke, untuk hari ini rapatnya sampai disini saja dulu. Saya tahu pembicaraan kita baru sekitar 15 menit, tapi kita sudahi dulu untuk hari ini. Para Tuan hadirin sekalian, anda semua sudah diperbolehkan pergi dan kembali melakukan pekerjaan kalian."Ucap Yohannes.

__ADS_1


"Baik, terima kasih yang mulia Raja, dan Terima kasih Yang mulia Ratu."Ucap mereka serentak dan mereka mulai bergerak untuk meninggalkan ruangan.


Tapi tiba-tiba Lydora memanggil Tuan Jason."Tuan Jason, mohon kerja samanya ya."Ucap Lydora tersenyum dengan penuh arti.


"Ah, y-ya yang mulia, saya juga mohon kerja samanya...! Terima kasih yang mulia...kalau begitu saya permisi dulu."Ucap Tuan Jason gagap dan membungkukkan badannya hormat di hadapan Lydora.


Setelah semua tamu keluar dari ruang rapat, Lydora membalikkan badannya ke arah suaminya yang masih duduk di kursinya sambil membaca beberapa lembar dokumen di tangannya. Tak lupa kaca mata yang terhias di kedua matanya yang indah.


"Yang mulia, jadi kapan saya sudah mulai bisa bekerja?"Tanya Lydora.


"Kau sudah bisa mulai bekerja sekarang. Minta Felice untuk membantumu."Jawab Yohannes dengan pandangan yang masih tertuju pada dokumen yang dia baca.


Lydora kemudian terpikir sebuah ide menarik dan berkeinginan untuk menjahili suaminya itu.


"Yang mulia, tidak bisakah anda berbicara pada seseorang lihat wajahnya?"Tanya Lydora yang wajahnya saat ini benar-benar dekat dengan Yohannes.


"Astaga! Kau mengagetkanku saja! Aku sedang membaca dokumen! Kau tidak lihat?"Ucap Yohannes yang sempat gugup. Jantungnya hampir berhenti gara-gara istrinya itu mendekat ke arahnya.


"Cih, saya tahu anda sedang membaca dokumen yang mulia. Tapi anda bisa kan menatap saya sebentar selagi saya bicara?"Ucap Lydora kesal.


"Haah, maaf kalau begitu. Sudah kan?"


"Jadi apa saja yang harus saya lakukan untuk mengurus Wilayah Utara, suamiku?"Tanya mulai menggoda suaminya.


"Kau mulai lagi Lydora!"Ucap Yohannes.


"Kenapa? Anda kan memang suamiku kan, yang mulia?"Ucap Lydora yang tidak bisa menahan senyumnya.

__ADS_1


"Y-ya, itu memang benar. Tapi...ah sudahlah! Kau jadi mengganggu konsentrasiku! Tugasmu itu mengawasi pria licik itu. Kau harus berusaha mengawasi apa saja yang pria licik itu lakukan dan berikan sedekah kepada setiap masyarakat disana. Kau mengerti kan? Jika kau sudah berhasil mengetahui cara kotor apa yang dilakukan pria itu, maka dia akan langsung kumasukkan ke penjara."Ucap Yohannes.


__ADS_2