
Lydora pun segera menoleh ke seorang pria yang memanggil namanya dan dia terkejut jika Luke datang menghampirinya.
"Eh? Tuan...Luke? Salam Tuan..."Balas Lydora menjadi canggung.
"Syukurlah saya bisa menemui anda, Nona. Mengapa anda hanya sendirian saja disini, Nona?"Tanya Luke. Terlihat sekali dari ekspresinya bahwa dia senang.
"Uhm, saya datang bersama kedua orang tua saya. Mereka sedang mengobrol dengan para tamu yang lain disana."Jawab Lydora seadanya. Dia tidak ingin terlalu akrab karena memikirkan perasaan sahabatnya.
Luke mulai menyadari sikap Lydora yang sedikit gelisah. Seperti merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.
"Apa Nona baik-baik saja? Sepertinya anda terlihat tegang."Tanya Luke.
"Ah, saya tidak apa-apa kok. Saya sedang menunggu teman saya datang."Jawab Lydora.
Ck, anak itu kemana sih? Nanti kalau dia lihat aku berbicara berdua dengan Tuan Luke seperti ini, dia pasti bakal salah paham!
"Oh begitu. Apa saya boleh tahu apa teman anda itu wanita atau pria?"Tanya lagi Luke penasaran.
"Apa...? Oh, teman saya itu perempuan. Namanya Luna Xavier."Ucap Lydora. Dia menjadi punya kesempatan untuk memperkenalkan sahabatnya itu kepada Luke.
"Oh...begitu ya? Apa anda hanya akan berdiri saja menunggunya disini?"Tanya lagi Luke.
Lydora mulai sedikit kesal dengan Luke yang terus bertanya. Dia pun mulai berpikir untuk mencari alasan agar bisa menghindarinya.
Tak lama Lydora melihat Yohannes muncul yang tidak jauh dari hadapan mereka. Yohannes sendiri juga dapat melihat Lydora yang sedang berduaan dengan pria yang dilihatnya kemarin itu. Tatapan mereka pun bertemu tapi Yohannes langsung menatapnya dengan tajam sampai Lydora tertunduk merasa takut.
Ah, aku bisa gunakan kesempatan ini berpura-pura menemuinya, jadi aku bisa segera menghindari Tuan Luke. Tapi tatapannya menyeramkan! Haruskah aku tetap nekat?
Di saat yang bersamaan, Lydora juga melihat Luna yang baru saja sampai bersama keluarganya di pintu masuk. Luna belum menyadari kehadirannya dan Lydora cepat-cepat kabur menyusul Yohannes tanpa berpamitan dengan Luke.
Maafkan aku Tuan Luke!
"Eh, Nona Lydora, tunggu!"Teriak Luke namun panggilannya tidak dihiraukan oleh Lydora. Luke sempat mengejar Lydora dan Lydora semakin frustasi dengan Luke yang mengejarnya.
__ADS_1
Aduh, kenapa dia harus mengejarku segala sih?!
Lydora mulai panik. Dirinya terus berlari sambil mengangkat roknya. Dia bahkan sampai menabrak beberapa orang. Lydora pun akhirnya sudah dekat dengan Yohannes tapi sialnya dia menabrak tubuh Yohannes.
"Aduh! Siapa sih yang sudah berani menab-!"Ucapan Yohannes terputus saat Lydora membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Lydora bersembunyi di dada bidang Yohannes. Dia berpikir jika Luke tidak akan bisa mencarinya lagi.
Lydora berusaha mengintip jika Luke masih berada di sekitar untuk mencarinya. Dia pun merasa lega dan sangat senang karena Luke sudah tidak ada disana. Tapi saat ini dia jauh lebih gemetaran karena dia sudah berani membekap mulut seorang pangeran kerajaan.
Lydora menarik napas dalam dan mulai mendongakkan kepalanya dengan keringat dingin. Perlahan-lahan dia melepaskan telapak tangan yang menempel di bibir Yohannes.
Sesuai dugaan, tatapan mata Yohannes benar-benar membuatnya langsung lemas. Dia langsung berpikir nyawanya akan segera berakhir hari ini.
Mati aku! Dia pasti murka...Ya Tuhan, tolonglah aku! Aku baru saja mati di kehidupanku yang sebelumnya! Tolong jangan bunuh aku lagi sekarang, kumohon!
"A-a-ampuni saya yang mulia...! Saya minta maaf sebesar-besarnya! Saya tidak bermaksud untuk menyentuh anda! Tolong ampuni nyawa saya Yang mulia, saya masih mau hidup...!"Ucap Lydora hampir mau menangis.
Yohannes hanya heran dengan sikap gadis yang ada dihadapannya sekarang. Tadi dia sudah berani menabrak dan membekap mulutnya. Tapi sekarang gadis itu malah memohon-mohon dengan gemetaran seperti kelinci yang akan diburu.
"Kau tidak hanya sekedar menyentuhku. Kau bahkan membekap mulutku. Berani sekali kau pada seorang pangeran, hah?!"Ucap Yohannes mulai mengancam.
"Kau bisa diam tidak? Sekarang ini aku sedang kesal. Sangat kesal sampai kau tidak tahu dimana letak batasan kekesalanku sekarang. Kali ini aku memaafkanmu, tapi jika kau mengulangi perbuatanmu yang kurang ajar itu, segera serahkan nyawamu, kau mengerti?!"Ancam Yohannes.
Lydora hanya manggut-manggut masih gemetaran. Dia bahkan tidak sanggup berkata-kata sangkinkan takutnya. Selama mereka berdua berbicara, mereka mengeluarkan suara yang cukup pelan sehingga mereka tidak akan menjadi pusat perhatian.
Yohannes segera meninggalkan Lydora begitu saja. Lydora merasa sangat lega karena Yohannes masih mau memaafkan perlakuan barusannya yang cukup gila. Tapi saat Lydora memandang kepergian Yohannes, Lydora sempat menatap kedua mata Yohannes yang tertuju ke arah Ratu Ellen. Ekspresi tatapan matanya terlihat sedih dan mendalam hingga Lydora sendiri bisa ikut merasakannya.
Puk. Lydora kaget saat Luna menepuk bahunya.
"Hey, Lydora!"Panggil Luna sedikit keras.
"Eh, Luna?"Lydora kaget karena Luna sudah berada di sampingnya saja.
"Aku sudah mencarimu kemana-mana dan ternyata kau ada disini. Rupanya temanku ini tadi sedang berbicara dengan Pangeran Yohannes ya?"Goda Luna.
__ADS_1
"Ya...begitulah haha. Tapi pangeran Yohannes tetap masih sangat dingin kepadaku."Ucap Lydora.
"Kau sudah berusaha keras Lydora. Aku harap kau terus mendekati Pangeran Yohannes. Tuh, lihat. Aku sendiri bisa tahu dari tatapan matanya yang masih penuh cinta kepada Ratu Ellen! Dia tidak mungkin akan terus merasakan patah hati seumur hidupnya kan?!"Ucap Luna memberi dukungan penuh.
"Begitu ya...?"
Entahlah Luna, aku dekat dengannya saja sudah ketakutan setengah mati, tahu!
"Lydora, ngomong-ngomong apa kau ada lihat Tuan Luke?"Tanya Luna sedikit malu-malu.
"Eh...t-tidak. Aku tidak ada melihatnya."Ucap Lydora memilih berbohong.
"Benarkah? Apa jangan-jangan dia tidak datang?"Tanya Luna menjadi kecewa.
"Entahlah...kau sebaiknya cari dia saja."Ucap Lydora.
"Apa? Mana bisa begitu! Aku terlalu malu, Lydora!"Ucap Luna heboh setengah berteriak.
"Lalu apa kau mau seperti ini juga selamanya? Bukankah kau sendiri juga harus berjuang? Kalau kau ingin mendapat perhatian Tuan Luke, kau harus mulai dari mendekatinya dulu dan mencoba berkenalan dengannya."Ucap Lydora.
"Akh, iya iya kau benar! Tapi masalahnya aku tidak memiliki keberanian sepertimu! Aku takut--"
Tiba-tiba mereka berdua mendengar suara kehebohan di ujung sana. Orang-orang mulai berkerumun terutama para pengawal kerajaan yang sibuk berdatangan.
"Apa yang terjadi?"Tanya Luna.
Lydora pun berjalan mendekati kerumunan itu dan Luna juga ikut mengekorinya. Lydora terkejut saat melihat Ratu Ellen yang sedang menahan sakit di perutnya. Raja Aldrich terlihat sangat panik dan dia dengan sigap menggendong istrinya itu menuju lantai atas.
Semua orang mulai panik dan mereka mengira jika Ratu Ellen pasti mau melahirkan.
Lydora bisa melihat langsung dengan mata kepalanya, bahwa Raja Aldrich terlihat sangat cemas. Keningnya penuh keringat dan menggendong istrinya dengan sangat hati-hati.
Lydora pun melihat Yohannes yang juga ikut panik. Pria itu sampai ikut ke atas karena mengkhawatirkan Ratu Ellen. Tapi para pengawal melarang Yohannes untuk naik ke lantai atas karena perintah Raja mereka.
__ADS_1
Next....