Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 58 (Di revisi)


__ADS_3

Semua tentunya merasa panik Ketika melihat Ellen jatuh pingsan. Terutama Nyonya Ziane yang begitu ketakutan mengingat putrinya dulu juga tidak sadarkan diri selama berminggu-minggu.


"Ibu, tenanglah, Ellen pasti bangun. Mungkin dia hanya kelelahan karena sedang hamil."Ucap Erick berusaha menenangkan ibunya.


"Bagaimana ibu bisa tenang? Ibu takut dia mengalami kejadian seperti sewaktu kecilnya dulu!"Ucap Nyonya Ziane menangis.


"Apa? Jadi Ellen dulu juga pernah pingsan sebelumnya?"Tanya Ratu Irene.


"Benar. Dulu sebenarnya putri kami adalah sosok gadis kecil yang lemah dan gampang jatuh sakit. Dia sering pingsan beberapa kali tanpa ada sebabnya dan kami sudah sering konsultasi ke dokter, namun tidak pernah ada jawaban yang memuaskan."Ucap Nyonya Ziane menjadi sedih.


"Saya juga berpikir begitu, Nyonya. Saya sudah memeriksanya, dan yang mulia Permaisuri kondisinya serta kehamilannya benar-benar sehat! Saya juga tidak tahu kenapa dia bisa pingsan tiba-tiba."Ucap Theo yang sudah memeriksa Ellen.


"Bagaimana kau bisa bilang dia sehat-sehat saja?! Kau tidak bisa menemukan apa penyebabnya?"Tanya Aldrich emosi dan menarik kerah baju Theo.


"Kak, tenanglah! Jangan tambah memperbesar masalah! Dokter Theo tidak mungkin seberani itu menipu kita di saat kondisi seperti ini!"Ucap Kath.


"Itu benar yang mulia. Saya berani bersumpah. Jika saya berbohong, saya rela mempertaruhkan nyawa saya. Lagipula Permaisuri Ellen juga sudah banyak membantu. Saya tidak mungkin seberani itu mengkhianati."Ucap Theo dengan wajah seriusnya.


Aldrich pun akhirnya diam dan melepaskan kerah baju Theo. Dirinya sungguh merasa frustasi.


"Jadi apa maksud kalian dulu Ellen gadis yang lemah? Ku lihat dia jago banyak hal."Tanya Aldrich ikut bingung.


"Kami juga merasakan keanehan pada putri kami. Dia seperti orang lain, tapi kami berusaha untuk tidak terus memikirkannya dan tetap menganggapnya putri yang kami cintai. Dulu yang kami tahu, Ellen gadis yang sangat pemalu dan pendiam. Dia banyak takut pada banyak hal dan sering jatuh sakit. Namun saat dia umur 6 tahun, dirinya ketika bangun sosoknya benar-benar seperti orang lain. Dia terlihat jadi lebih kuat, ceria dan pemberani."Kali ini Tuan Marcus yang menjelaskan.


Yang lainnya hanya terdiam ikut keheranan.


Sementara si pemilik tubuh sedang dalam alam bawah sadarnya.


*****


Dimana aku...? Ini kan...di rumah kos ku?! Apa aku kembali kesini lagi? Eh, tunggu aku tidak bisa merasakan tubuhku, kurasa ini hanyalah pemandangan ilusi? Aku tidak bisa menemukan diriku dimanapun, dan kamarku terlihat....tidak terurus. Apa yang terjadi? Apa aku pindah dari sana? Lalu kemana aku?

__ADS_1


Jane kemudian pandangan ilusinya berubah tempat lagi.


Sekarang ini dimana lagi?! Pemakaman? Apa maksudnya ini? Eh, itu bukannya si ibu pemilik kos? Kenapa dia ada disana? Dia terlihat sedih menatap batu nisan itu...


Jane kemudian mendengar suara wanita paruh baya itu sedang berbicara dengan batu nisan di hadapannya.


"Jane...semoga kau tenang disana ya...kau gadis yang baik...ibu hanya bisa mendoakanmu yang terbaik dari sini...jika ibu ada salah padamu...ibu minta maaf ya..."Ucap wanita paruh baya itu sambil menitikkan air matanya. Lalu dia meletakkan buket bunga di atas batu nisan itu kemudian pergi.


Jane yang melihat dan mendengar semuanya tidak bisa berkata-kata. Dirinya langsung merasa seperti sedang bermimpi buruk.


Aku...sudah mati?! Apa-apaan ini! Siapa sebenarnya yang sudah setega ini kepadaku?!


"Jane, ini aku Ellen si pemilik tubuh yang kau masuki. Maafkan semua perbuatanku. Aku tahu aku memang tidak pantas dimaafkan karena itu aku juga tidak pantas menjadi seorang pemeran utama dalam kehidupan baru yang kau masuki. Aku benar-benar egois."Ucap si tokoh utama.


Jane begitu kaget saat mendengar si tokoh utama berbicara langsung padanya. Dirinya serta pikirannya merasa semakin tidak masuk akal dan dia begitu ketakutan. Jane berusaha mencari siapa orang yang sedang berbicara padanya, namun sosoknya tidak bisa dia temukan. Hanya ada kegelapan.


"Aku tahu kau orang yang tepat untuk menggantikanku. Kau bahkan sudah menggantikanku mengandung keturunan pria yang kucintai. Kuharap kau bisa menyayanginya dan menggantikanku untuk mencintainya. Aku tahu dia pria yang baik. Aku hanyalah jiwa yang berbicara padamu saat ini. Tolong gantikan aku ya Jane..."Ucap Si tokoh utama itu lagi.


*****


"Ellen! Kau kenapa?! Ternyata kau sudah bangun....apa kau bermimpi buruk?"Tanya Aldrich begitu panik dan terkejut. Dia tadi sedang tidur dan langsung terbangun merasa syok dengan teriakan istrinya.


Ellen hanya diam saja dan dia malah bengong. Dia bahkan bingung bagaimana harus bereaksi.


"Hu...huhu..."Tiba-tiba Ellen menangis merasa sangat sedih.


Aldrich jadi semakin ngilu melihatnya. Dia pun memeluk istrinya dan mengelus kepala Ellen berusaha menenangkan istrinya.


"Tidak apa-apa, aku disini..."Ucap Aldrich menenangkan Ellen.


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Ternyata Ratu Irene dan Kath sedang berada di di luar pintu. Mereka mendengar suara teriakan Ellen dan mengejar merasa panik.

__ADS_1


"Aldrich, Ellen sudah bangun? Apa yang terjadi padanya?"Tanya Ratu Irene panik.


"Ssst..."Aldrich menyuruh ibunya diam dulu dan Ratu Irene pun diam saat melihat menantunya yang sedang menangis.


"Sudah Ellen, aku disini. Kau tidak perlu takut, tadi itu hanya mimpi buruk..."Ucap Aldrich masih berusaha menenangkan Ellen dan menghujaninya dengan ciuman di kening Ellen.


Ellen sejenak merasa nyaman dengan apa yang dilakukan suaminya. Dia berhenti menangis namun masih sesegukan.


"Maafkan aku yang mulia....untuk semuanya..."Ucap Ellen merasa begitu sedih.


"Minta maaf untuk apa? Kau kan tidak ada salah?"Tanya Aldrich jadi bingung.


Ellen pun diam saja karena dia juga tidak bisa menjelaskannya.


Apa ini...jadi tubuh asliku sudah mati...? Kenapa hidupku harus sial seperti ini...? Aku tidak bisa seenaknya merasakan pemilik tubuh orang lain...huhu...kenapa hidupku harus semenyedihkan ini...ini benar-benar tidak adil.


"Kalau kau tidak mau menjawabnya tak apa. Aku lega kau akhirnya sudah bangun. Kau tahu, semua orang mengkhawatirkanmu yang tiba-tiba pingsan. Aku juga benar-benar takut saat kau tidak bangun-bangun beberapa hari!"Ucap Aldrich.


"Aku...pingsan selama itu?"Tanya Ellen ikut kaget.


"Iya benar Ellen, kau sudah pingsan selama 4 hari. Ibumu selalu datang kemari untuk mengecekmu. Tadi dia juga datang kemari, tapi sudah pulang."Ucap Ratu Irene.


"Benarkah? Ternyata aku sudah merepotkan banyak orang...maaf."Ucap Ellen merasa bersalah. Dia juga ingat dengan pestanya. Pesta kemarin pasti kacau balau karena ulahnya.


"Kan bukan maumu pingsan kan? Kau juga tidak tahu kenapa kau bisa pingsan. Jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri."Ucap Aldrich.


Ellen terdiam dan dia begitu terharu.


"Yang mulia, apa anda...takut kehilangan aku?"Tanya Ellen.


PLETAK! "Aw!"Ellen meringis kesakitan karena Aldrich baru saja menyentil jidatnya.

__ADS_1


"Jangan menanyakan hal yang seharusnya tidak perlu kau tanyakan, mengerti?!"Aldrich semakin emosi.


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)


__ADS_2