Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 31


__ADS_3

Perhatian! Yang masih di bawah umur skip ya. 😉


Saat melihat Lydora yang mulai menanggalkan pakaiannya satu-satu, Yohannes dengan cepat menghentikannya.


"Hey, apa yang sedang kau lakukan?!"Bentak Yohannes memegang kedua tangan Lydora yang hendak membuka pakaiannya.


"Panas sekali...tolong saya yang mulia...saya benar-benar kepanasan...."Ucap Lydora memohon dengan wajah yang begitu menggoda iman Yohannes.


Astaga, di saat seperti ini kenapa dia malah terlihat begitu cantik di mataku! Ini pasti karena minuman itu! Siapapun yang telah memberikannya aku tidak akan pernah memaafkannya sekalipun itu ibu!


Tiba-tiba tangan Lydora berhasil lepas dari genggaman Yohannes dan justru kini dia merangkul Yohannes hingga Yohannes hampir jatuh kehilangan keseimbangan. Dia menatap dada Lydora yang terbuka dan berulang kali menelan salivanya.


"Yang mulia...tolong saya..."Ucap Lydora lagi-lagi terdengar begitu menggoda.


Yohannes dengan emosinya yang semakin memuncak pun segera melepaskan rangkulan Lydora.


Dia membuka kemeja dan celana panjangnya lalu kembali mendekati Lydora yang sedang terkapar tidak berdaya di atas ranjangnya.


Jangan salahkan aku telah melakukan ini padamu! Ini kan yang kau mau? Aku kabulkan!


Yohannes menimpa tubuh Lydora dan dengan cepat melahap bibir ranum wanita itu yang sempat membuatnya tidak tahan. Lydora yang merasakannya pun seketika membalasnya.


Yohannes dengan tidak sabar membuka semua pakaian yang tersisa di tubuh Lydora dan memberikan kissmark di seluruh tubuh gadis itu. Lydora hanya bisa meringis kesakitan tapi dia begitu menikmatinya.


Dan yang terakhir Yohannes mulai melakukannya dan Lydora kali ini berteriak merasakan sakit yang luar biasa saat Yohannes memaksa untuk masuk.


Namun dalam beberapa saat kemudian mereka jadi saling menikmatinya. Lydora mencakar bagian punggung Yohannes karena merasakan sakit akibat ulah bar-bar pria itu.


Entah kenapa Yohannes tidak bisa berhenti. Entah itu karena obatnya masih berpengaruh atau dia merasa belum puas. Tapi dia tidak mempedulikan hal itu dan terus memenuhi hasratnya.


Adegan panas itu berakhir setelah berjam-jam dan akhirnya mereka berdua merasa begitu lelah. Tanpa sadar mereka berdua saling berpelukan dan ketiduran sampai menjelang subuh.


Matahari mulai menyeruak masuk ke sela-sela tirai jendela yang masih tertutup. Saat ini Yohannes lebih dulu membuka matanya dan begitu terkejut saat melihat dirinya sedang tiduran bersama Lydora.


Gadis itu masih tidur dengan sangat nyenyak dan tanpa busana. Dirinya dan juga Yohannes hanya ditutupi selimut.


Yohannes segera terduduk merasa tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukannya. Dia seketika pun langsung mengingat kejadian tadi malam dan dia menjambak-jambak rambutnya merasa begitu malu dengan apa yang telah dilakukannya pada gadis polos itu.

__ADS_1


Aku ini br*ngsek sekali. Bisa-bisanya aku melakukan itu kepada gadis ini! Setelah dia bangun nanti, aku yakin dia pasti akan menangis merasa ketakutan dengan aku yang sudah menidurinya.


Tapi itu kan bukan salahku! Dia sendiri juga ikut menikmatinya. Dia juga malah membuka bajunya duluan di depanku. Yah, itu karena kami berdua sama-sama tidak sadar gara-gara obat itu.


Ibu! Aku yakin sekali jika ini adalah perbuatannya!


Saat Yohannes hendak berdiri, Lydora tiba-tiba terbangun dan menguletkan badannya dengan kedua mata yang masih terpejam. Dia lalu membuka matanya perlahan karena merasa silau dengan sinar matahari yang masuk.


Yohannes hanya memandangnya dengan diam dan tanpa bergerak. Tanpa sadar dia terus memandangi wajah Lydora yang begitu polos di saat dirinya baru bangun tidur.


Yohannes sengaja untuk tetap diam karena merasa penasaran dengan reaksi gadis yang sedang berada di sampingnya saat ini.


Lydora menyipitkan matanya lagi kemudian dia memegang kepalanya merasa sangat pusing.


Ya ampun, apa yang sudah terjadi? Kenapa kepalaku rasanya seperti habis dipukuli saja?


Lydora pun reflek duduk seperti biasa karena belum menyadari seseorang di sampingnya.


"Aw...kenapa sakit sekali?"Lydora merasa terkejut karena merasakan daerah kewanitaannya yang terasa sangat perih.


Dia sendiri juga membelalakkan matanya saat melihat dirinya telanjang tanpa benang sehelai pun dan hanya ditutupi oleh selimut saja.


"KYAAAAA!!"


Lydora berteriak sangat terkejut begitu juga dengan Yohannes yang terkejut mendengar gadis itu berteriak sampai memekakkan gendang telinganya. Gadis itu terlalu panik hingga dirinya tidak sadar sampai terjatuh ke lantai.


Bruk!


"Hei, hei kenapa kau berteriak? Kau baik-baik saja?"Tanya Yohannes yang jadi panik.


"Lydora dengan cepat menarik selimut yang ada di atas tempat tidur dan segera menyelimutkannya di tubuh mungilnya. Dia diam saja dan tidak berani menatap wajah Yohannes di depannya.


"Hei, segitu terkejutnya kau melihatku sampai jatuh? Apa kau tidak ingat kejadian yang kita lakukan tadi malam?"Tanya Yohannes yang membuat Lydora tersentak.


"A-apa yang sudah terjadi tadi malam...?"Tanya Lydora memilih tetap berada di posisi dalam selimut.


"Jadi kau tidak ingat sama sekali?"Tanya Yohannes yang menjadi kesal.

__ADS_1


"Saya ingat...ka-kalau kita berdua tadi malam sedang makan malam berdua di luar. Tapi setelah itu saya tidak ingat apa yang terjadi..."Jawab Lydora dengan jujur.


Dia benar-benar tidak ingat tentang kejadian tadi malam. Yang hanya dia ingat, kepalanya terasa sangat pusing dan semuanya gelap gulita.


"Argh, yang benar saja! Jika kau tidak bisa ingat, kenapa aku bisa malah mengingatnya? Baiklah akan ku beritahu kau sekarang. Tadi malam kita melakukan itu dibawah kesadaran kita berdua. Ini semua gara-gara minuman yang kita minum itu. Minuman itu sudah dimasukkan obat perangsang. Entah siapa yang sudah berani melakukannya, aku akan segera menghukumnya!"Ucap Yohannes terlihat berapi-api.


"Eh, j-jadi kita sudah..."Lydora tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dan segera menutup mulutnya merasa begitu malu. Wajahnya benar-benar merah hingga dia sama sekali tidak berani untuk menatap calon suaminya saat ini.


Lydora mendengar suara Yohannes yang berdiri dari hadapannya dan segera berjalan menjauh.


Yohannes mengambil salah satu pakaian dari dalam lemarinya dan mengenakannya.


Apa dia sedang mengganti pakaiannya? Ah, kau ini sedang memikirkan apa sih Tina!


Setelah Yohannes selesai berganti pakaian, dia melihat Lydora yang masih terduduk di lantai dengan selimut yang menutupi seluruh tubuh dan wajahnya.


"Hey, mau sampai kapan kau terus begitu? Apa kau tidak berniat keluar dari kamarku?"Tanya Yohannes.


"Ah, jadi ini kamar anda? Maaf saya tidak tahu yang mulia...! Saya akan keluar, tapi apa saya boleh pinjam selimut ini? Saya tidak punya baju..."Ucap Lydora malu-malu.


"Kau mau keluar dengan selimut seperti itu?"Tanya Yohannes.


"Habisnya saya..."


Yohannes pun melirik pakaian Lydora yang sudah tidak layak pakai masih tergeletak di lantai. Dia merasa malu karena mengingat kejadian ulah bar-barnya tadi malam.


Tak lama dia pun mencari pakaian di dalam lemarinya.


Dia melemparkan pakaian itu tepat mengenai Lydora.


"Tuh, pakailah."Ucap Yohannes. Pria itu kemudian segera keluar dari ruangan karena tidak mau melihat Lydora yang masih keadaan telanjang.


"Terima kasih Yang mulia..."


Lydora mendengar suara pintu yang terbuka lalu tertutup.


Apa dia sudah keluar?

__ADS_1


Next...


__ADS_2