Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 66


__ADS_3

"Kau baik-baik saja Lydora?"Tanya Ellen yang sedikit cemas.


"Ah...iya saya baik-baik saja."Lydora melamun sebentar lalu dia mendudukkan dirinya.


"Penyihir itu tidak melakukan yang aneh-aneh padamu kan?"Tanya Ellen cemas.


"Tidak ada. Saya hanya menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya dan dia bersedia menjawabnya."Jawab Lydora.


"Hmm, kalau begitu bisakah kau menceritakan semuanya kepadaku?"Pinta Ellen penasaran.


"Baiklah, jadi..."


Setelah Lydora selesai bercerita...


"Jadi namanya Morse? Tidak bisa kupercaya dia mau memberitahumu namanya dengan segampang itu! Apa jangan-jangan kau dianggap spesial olehnya? Padahal saat kutanya namanya, dia sulit sekali mau menjawabnya!"Tanya Ellen.


"Eh...entahlah tidak juga kok Ellen. Saya rasa Penyihir Morse memang sengaja membuat dirinya dibuat penasaran."Jawab Lydora.


Mana mungkin aku dianggap spesial oleh penyihir itu. Padahal Penyihir itu mengatakan dengan terang-terangan bahwa dia lebih menyukai Ellen karena sifatnya yang menarik sementara diriku membosankan.


"Aku jadi semakin penasaran target siapa lagi yang akan berkesempatan mendapat kehidupan kedua seperti kita."Gumam Ellen.


Keheningan terjadi sejenak di ruangan itu, dan Lydora melihat sekilas jam antik yang terpasang menunjukkan waktu hampir sore.


"Astaga, sudah jam segini?!"Lydora merasa terkejut karena waktu berjalan begitu cepat.


"Iya, apa kau mau kembali sekarang?"Tanya Ellen.


"I-iya, Yohannes pasti sudah menunggu saya dengan cukup lama..."Lydora bergegas turun dari tempat tidur dan merapikan rambutnya yang sedikit acak-acakan.


"Lydora, terima kasih kau sudah mau berkunjung kemari. Aku senang ada teman yang mengalami kehidupan yang sama sepertiku. Kuharap lain kali kita bisa membicarakan masa depan."Ucap Ellen sambil tersenyum.


"Sayalah yang seharusnya berterima kasih Ellen. Anda sudah memberikan kesempatan untuk mempercayai dan membantu saya. Saya dengan senang hati akan datang kemari lagi untuk mengobrol dengan anda."Balas Lydora tersenyum.


Sementara di ruang tamu, Yohannes sampai ketiduran menunggu istrinya dengan setia duduk di sofa. Sedangkan Aldrich dia memilih untuk bermain dengan putranya dan membawanya berjalan-jalan di taman. Saat kedua wanita itu muncul, Lydora pun melihat suaminya yang tidur ketiduran sambil duduk di atas sofa.


Ya ampun, dia sampai ketiduran gara-gara menungguku dengan cukup lama. Dia pasti marah dan menanyakan banyak pertanyaan padaku nantinya. Apa yang harus aku jawab ya? Dia tidur seperti itu pasti tengkuknya akan sakit lagi...


"Umm, Yohannes...Yohannes?"Panggil Lydora sambil menggoyangkan bahu Yohannes dengan pelan.


Yohannes terbangun karena merasa ada yang menganggunya dan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.

__ADS_1


"Lydora...? Kau sudah selesai?"Tanya Yohannes.


"Iya...aku sudah selesai. Ayo kita pulang."


"Kau melakukan apa saja dengan Ratu Ellen? Kenapa kalian berdua lama sekali?"Tanya Yohannes terlihat sedikit kesal.


Deg.


"Aku akan memberitahumu nanti. Sekarang ayo kita segera pulang."Ucap Lydora.


"Hmm, baiklah."


"Yohannes, kau pasti menunggu kami dengan sangat lama. Kami terlalu asyik mengobrol haha."Ucap Ellen merasa tidak enak.


"Tidak apa. Aku malah senang kalian bisa saling berteman."Balas Yohannes.


"Ngomong-ngomong dimana Aldrich? Kupikir dia masih disini mengobrol denganmu."Tanya Ellen.


"Oh, mungkin dia sedang mengajak anak kalian jalan-jalan di taman, soalnya dia bilang begitu tadi."Jawab Yohannes.


"Apa? Jadi dia meninggalkanmu sendiri disini?! Ya ampun..."Ellen tidak habis pikir dengan sifat suaminya yang sangat cuek itu.


Kedua wanita yang mendengarnya pun hanya saling pandang dengan canggung. Setelah pamit, kedua pasutri itu pun berjalan pulang kembali ke istana.


Di dalam kereta kuda...


"Jadi, sudah bisa kau ceritakan apa saja yang kau bicarakan dengan Ellen, Lydora?"Tanya Yohannes.


Lydora sedikit gugup. Mau bagaimanapun dia tetap tidak mau mengatakan hal yang terjadi sebenarnya. "Umm...kami bercerita tentang peramal dan kami berdua sama-sama mempercayai ucapan peramal Henston itu. Lalu bla...bla..."


Lydora terus mengarang cerita dan Yohannes tetap mendengarkan meskipun entah mengapa dia merasa tidak yakin dengan apa yang diceritakan istrinya itu.


Malamnya, Yohannes mencoba bertanya kepada istrinya yang sedang membaca dokumen di tangannya.


"Lydora, apa kau...belum merasakan adanya tanda-tanda hamil?"Tanya Yohannes.


"A-apa? Tanda-tanda hamil? Kurasa...belum?"Tanya Lydora sedikit terkejut.


"Apa kau tahu apa yang biasanya wanita alami ketika dirinya sedang hamil?"Tanya lagi Yohannes.


"Uhm..tentu saja. Tanda yang paling umum biasanya adalah ngidam. Ingin sesuatu secara tiba-tiba. Lalu merasa mual dan muntah. Tidak berselera makan dan mudah merasa lelah. Tidak menstruasi kalau sudah lewat dari tanggalnya. Kira-kira...begitulah?"Ucap Lydora menjelaskan dengan panjang lebar.

__ADS_1


"Wah, kau tahu banyak juga ya."Puji Yohannes merasa kagum.


"Haha, tidak juga. Setiap wanita wajib mengetahuinya bahkan pria juga apalagi jika statusnya sudah menikah."


Tentu saja aku tahu karena aku telah mempelajari banyak hal sebelum pindah ke dunia ini.


"Tapi kau memang belum merasakan semua tanda-tanda itu ya? Bahkan salah satunya?"Tanya Yohannes.


"Iya belum. Selera makanku masih seperti biasa. Aku juga tidak merasakan adanya mual atau muntah. Dan aku bahkan sedang menstruasi saat ini."Ucap Lydora.


"Haaah. Apa perlu kita berdua panggil dokter untuk memeriksa?"Tanya Yohannes menjadi cemas.


"Tenanglah Yohannes. Mendapatkan anak itu juga tidak mudah. Aku tahu apa yang kamu pikirkan dan kamu tidak perlu khawatir. Setahuku wanita baru akan hamil setelah 1 atau 2 minggu."Ucap Lydora berusaha menenangkan suaminya.


"Hmm, kau benar. Istriku ini memang sangat pintar."Ucap Yohannes lalu mengecup kening istrinya.


Beberapa minggu sudah terlewati. Kini tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan oleh Lydora soal dirinya yang pindah ke dunia pernovelan. Dirinya sudah merasa bahagia dengan kehidupan keduanya bersama dengan orang-orang yang mencintainya walau sebelumnya dia harus mati-matian mendapatkan hati pria yang sulit move on itu.


Tapi kini kekhawatiran itu muncul kembali soal dirinya yang belum dianugrahi seorang anak. Yohannes pun memutuskan untuk memanggil dokter untuk memeriksa mereka berdua.


"Yang mulia Ratu sangat sehat dan kemungkinan besar akan bisa segera hamil. Begitu juga dengan Yang mulia Raja. Anda berdua hanya perlu menunggu dengan sabar dan terus berusaha."Ucap Dokter pribadi istana itu setelah memeriksa mereka berdua.


Lydora dan Yohannes pun merasa lega karena mereka tidak perlu khawatir dan hanya perlu menunggu.


Dan suatu hari, saat makan malam. Lydora tidak berselera makan. Akhir-akhir ini dia juga sangat sibuk bekerja dan sering bergadang ikut-ikutan suaminya.


"Lydora, kenapa akhir-akhir ini kulihat kau tidak menghabiskan makananmu?"Tanya Yohannes.


"Maaf suamiku. Aku merasa tidak berselera. Aku sangat mengantuk."Jawab Lydora lalu menguap berkali-kali.


"Apa jangan-jangan kau...hamil?"Tanya Yohannes terlihat sudah sangat berharap.


"Eh?"


"Kalau begitu kita panggil lagi dokter besok untuk memeriksamu."Ucap Yohannes.


Lydora bisa melihat raut wajah suaminya yang terlihat sangat berharap dan yakin sekali jika istrinya itu hamil dan hal itu membuat Lydora terharu.


Keesokan paginya, sesuai perkataan Yohannes dokter pribadi istana dipanggil lagi untuk memeriksa Lydora.


Next...

__ADS_1


__ADS_2