
Sesuai permintaan Ellen, Aldrich memerintahkan para pengawal untuk menggeret James memasukkannya ke dalam penjara. Meskipun begitu, Aldrich masih belum memaafkan perbuatan James. Yuna terlihat tidak terima jika adik laki-lakinya harus dimasukkan ke penjara bawah tanah. Tapi dia tetap tidak bisa melakukan apapun kepada yang lebih berkuasa. Apalagi jika James memang sudah melakukan kesalahan besar.
"Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan kalian kepada kakakku! Aku menyumpahi kalian semua menderita!"Ucap James masih penuh dendam dan amarah.
Kath begitu ketakutan. Dia tahu jika James sangatlah menyayangi kakaknya. Tadinya hubungan mereka dengan keluarga Fernandez sangatlah erat dan baik, tetapi sekarang yang ada hanyalah kekacauan.
"Tuan Putri Kath, masih ada lagi yang harus Anda lakukan. Anda tidak cukup minta maaf disini. Tuan Putri harus keluar dan pergi ke kota untuk memberikan klarifikasi tentang saya. Semua orang sedang menghujat dan menyumpahi saya di luar sana."Ucap Ellen.
"Aku akan pergi."Jawab Kath.
Mereka akhirnya pergi setelah kericuhan itu. Yuna yang masih ada di sana mendekati Ellen.
"Yang mulia Permaisuri, saya sungguh minta maaf dengan kekacauan yang sudah kakak saya perbuat. Tetapi saya disini hanya ingin mengucapkan terima kasih karena anda mau membiarkan adik saya tetap hidup."Ucap Yuna masih dengan tangisannya.
Ellen hanya merespon dengan tersenyum.
Di kota, Katherine sampai sambil di temani oleh beberapa pengawalnya. Kali ini perasaannya sudah sedikit tenang walau perasaan gugup masih menyelimutinya.
Para warga tahu jika kereta kuda yang mengarah ke mereka berasal dari Kerajaan. Mereka pun berkumpul seolah sudah tahu jika pihak kerajaan ingin memberitahu sesuatu.
Kath turun dari kereta kuda dan para warga terkejut melihat Ellen yang juga ikut turun. Mereka langsung menatap tidak suka kepadanya.
Kalian ini benar-benar ya, belum lihat kejadian sebenarnya saja sudah seperti mau membunuhku...
"Para penduduk kami yang terhormat, saya sebagai putri Katherine ingin memberikan klarifikasi tentang rumor palsu permaisuri Ellen."
"Rumor palsu?"Semua orang pada bertanya-tanya keheranan saat menyebut dua kata itu.
__ADS_1
"Pertama-tama saya ingin minta maaf atas rumor palsu yang saya sebarkan sendiri. Semua itu tidak benar. Saya benar-benar minta maaf dan saya minta kepada semuanya untuk tidak membenci permaisuri Ellen lagi. Permaisuri Ellen tidak seperti yang kalian bayangkan. Dia cukup bisa diandalkan untuk memimpin negara kita."Ucap Kath.
Entah kenapa Ellen sedikit merasa terharu saat Kath berkata seperti itu. Dia pikir jika Kath tidak akan pernah sudi untuk mengucapkan hal itu untuknya.
Semua warga hanya bisa diam. Mereka juga bingung untuk menanggapi penjelasan Putri Kath.
"Tuan putri, izinkan saya untuk bertanya. Maaf jika saya lancang, tapi apakah yang anda katakan itu sungguh benar? Anda tidak diancam untuk melakukannya kan? Jika tuan putri mendapat perlakuan buruk, kami tetap ada dipihak tuan putri!"Ucap salah satu penduduk yang belum merasa yakin.
"Itu benar tuan putri! Kami selalu ada di pihak anda!"Semua penduduk yang lain ikutan bersorak.
Ellen yang mendengar cukup sakit hati. Dia kemudian menatap Kath yang berdiri di sampingnya dengan wajah sendu. Kath merasa sebal dengan tatapan kakak iparnya, namun hatinya sedikit melunak karena sebagian besar memang adalah kesalahannya.
"Tidak warga saya yang baik hati. Saya sungguh mengatakan yang sebenarnya. Permaisuri Ellen tidak pernah mengancam saya. Kalian mungkin akan terkejut dengan fakta yang sebenarnya jika Nona Anna lah yang menyuruh saya untuk menyebarkan rumor itu."
Tentunya para warga semakin syok dengan fakta yang terjadi. Mereka saling berbisik dengan isi pembicaraan yang berbeda-beda. Walau begitu, Ellen masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Saya akan menjelaskan semuanya, saya harap setelah ini kalian semua tidak menjelek-jelekkan permaisuri Ellen lagi."Ucap Kath mulai menjelaskan.
Para warga akhirnya tidak ada yang berani berkata apapun lagi dan mereka semua meminta maaf kepada Ellen.
Meskipun begitu, Ellen tetap memaafkan setiap warganya. Kath menjadi semakin bersalah karena sudah menilai Ellen dengan buruk. Padahal wanita secantik bidadari itu juga memiliki hati yang begitu indah.
Setelah itu, semua warga bersorak bahagia. Mereka juga baru menyadari jika permaisuri Ellen sungguh wanita yang sangat cantik. Mereka akhirnya baru bisa mendukung dan memuji Ellen dengan tulus.
Di dalam kereta kuda, tepatnya perjalanan kembali ke istana, Kath berencana untuk meminta maaf kepada Ellen yang sedang duduk di hadapannya.
"Kak..."Panggil Kath pelan. Meskipun begitu, Ellen tetap mendengarnya dan dia kaget saat Kath memanggilnya kakak.
__ADS_1
"Itu...aku ingin meminta maaf tentang semua perbuatanku kepada kakak. Aku sudah salah besar menilai tentangmu. Kuharap kakak benar-benar menjaga kak Rich dengan baik dan tidak pernah merusak kepercayaan kami lagi..."Ucap Kath namun pandangannya menatap ke luar jendela.
"Saya tidak salah dengar kan putri? Sekarang Tuan putri mengakui jika Saya kakak ipar anda?"Tanya Ellen sengaja menggoda Kath.
"Aku tidak akan mengatakannya dua kali."Ucap Kath dengan pipi merah. Ellen merasa Kath cukup imut saat berekspresi seperti itu. Benar-benar mirip seperti kakaknya.
"Hehe, baiklah. Saya sudah memaafkan Tuan putri. Saya juga berharap putri mulai sekarang bisa membuka hatinya kepada saya. Saya tidak akan memaksa jika memang putri tidak menyukai saya. Tapi inilah saya, jati diri saya yang sebenarnya anda kenal."Ucap Ellen.
Kath hanya diam dan memandangi wanita yang di depannya itu sebentar. Dia merasa jika memiliki kakak ipar seperti Ellen, tidak begitu buruk meskipun sifatnya terkadang menyebalkan.
Sesampai di istana, Ellen masuk ke kamarnya begitu juga Katherine. Mereka sudah melewati hari yang cukup panjang. Ellen terkejut saat membuka pintu kamarnya karena ada Raja Aldrich yang sedang duduk selonjoran di atas ranjang.
"Yang mulia...?"
"Bagaimana? Apa hukuman yang kau berikan ke anak itu?"Tanya Aldrich tidak sabar.
Kali ini Ellen tersenyum secerah matahari hingga cahaya datang entah darimana menyilaukannya.
"Saya menyuruh putri Kath untuk memberikan klarifikasi ke semua warga di kota. Dia juga sudah meminta maaf kepada mereka jadi nama baik saya sudah bersih sekarang."Ucap Ellen dengan sumringah.
"Hanya itu?"Aldrich benar-benar tidak menduga bahwa istrinya itu begitu bodoh.
"Iya yang mulia. Hanya permohonan maaf karena merasa bersalah sudah cukup bagi saya. Saya juga menyuruh putri Kath untuk membagikan sebagian harta kita ke para warga. Tidak apa-apa kan yang mulia?"
"Kenapa kau tidak berniat menyiksanya saja? Selemah itukah hatimu?"
"Bukan begitu yang mulia, saya mana pantas menyiksa tuan putri Kath, lagipula dia tidak pernah melakukan kekerasan kepada saya. Dia sudah bisa menerima saya sebagai bagian dari keluarganya saja sudah cukup bagi saya. Malah saya ingin berterima kasih karena keluarga anda dan yang mulia sendiri sudah memperlakukan saya cukup baik."Ucap Ellen.
__ADS_1
Aldrich seketika merasa kagum dengan pengakuan istrinya. Memilih Ellen sebagai istrinya benar-benar pilihan yang tepat. Aldrich mendekati Ellen dan mencium bibirnya hingga Ellen sendiri kaget.
Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa dukungannya guys 👍)