Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 46 (Di revisi)


__ADS_3

Keesokannya, Ellen merasa kondisinya sangat tidak baik. Dia merasa mual sejak bangun tidur dan jadi tidak berselera makan. Padahal dia juga belum meminum vitamin yang diberikan Lizzy kepadanya.


"Ugh, apa lagi yang terjadi padaku hari ini? Kenapa perutku rasanya tidak enak sekali? Apa aku salah makan?"Gumam Ellen memegang perutnya.


Tiba-tiba Ellen merasa ingin muntah dan dia segera berlari ke kamar mandi. Dia bahkan sudah muntah beberapa kali dalam sehari dan dia semakin khawatir. Dia jadi benci dengan Lizzy yang mengatakannya tidak sakit.


"Dokter sialan! Bisa-bisanya dia bilang aku tidak sakit dan sangat sehat? Apa dia sengaja? Aku sudah muntah selama 6 kali!"Gumam Ellen emosi.


Ellen pun keluar kamar untuk menghirup udara segar. Tak lama pelayannya bernama Jiya sedang melewatinya dan melihat Ellen yang ingin berjalan keluar.


"Selamat siang yang mulia. Anda baik-baik saja? Wajah anda pucat!"Tanya Jiya jadi khawatir.


"Iya Jiya. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi padaku. Padahal semalam aku sudah diperiksa dokter Lizzy dan dia bilang bahwa aku sehat-sehat saja. Aku tidak percaya omongannya sama sekali dan hari ini aku malah muntah berkali-kali!"Keluh Ellen.


Jiya sempat terkejut dengan keluhan Ellen. Keluhan yang dirasakan Ellen tak jauh beda dengan orang yang sedang hamil.


"Yang mulia, anda sebaiknya periksa lagi


Kali ini kita harus cari dokter yang lain. Saya juga tidak percaya dengan Nona Lizzy karena yang saya tahu Nona Lizzy menyukai Yang mulia Raja Aldrich. Dia mungkin sengaja tidak memberitahu kabar baik itu."Ucap Jiya.


"Kabar baik apa maksudmu?"Tanya Ellen bingung.


"Ah, tidak. Maksud saya sebaiknya kita perlu periksa lagi yang mulia. Saya punya kenalan seorang dokter yang cukup ahli."Ucap Jiya tidak ingin memberitahu dulu.


"Ah, apa kenalanmu itu bisa dipercaya?"Tanya Ellen memastikan.


"Tentu saja Yang mulia. Anda tahu, dia itu fans anda. Katanya anda sangat keren dan berani ketika melawan adiknya raja dan juga Nona Anna."Ucap Jiya.


"Fans? Benarkah itu?"Tanya Ellen tidak percaya.


"Tentu saja Yang mulia. Saya bersumpah!"Ucap Jiya.


"Kalau begitu kapan aku bisa mulai untuk diperiksa?"Tanya lagi Ellen.


"Ah, astaga saya lupa yang mulia. Maaf! Hari ini dia sedang ada di luar kota. Tapi 4 hari lagi dia akan kembali."Ucap Jiya.


4 hari? Itu terlalu lama. Apa aku bisa bertahan selama itu?


"Oh baik. Tak masalah."Ucap Ellen.


"Iya yang mulia, setelah dia kembali nanti saya akan langsung memberitahunya."Ucap Jiya.

__ADS_1


"Terima kasih Jiya. Aku percaya padamu."Ucap Ellen kemudian berjalan keluar.


Dia pergi ke taman, tempat favoritnya untuk bersantai. Dia teringat Aldrich yang sebentar lagi akan pulang. Dia juga belum yakin jika Aldrich akan pulang tepat waktu. Ini sudah hari ke 10 sejak kepergian Aldrich.


Sejak Aldrich pergi, Ellen merasa merindukan sosoknya untuk kembali.


"Akh! Apa yang kupikirkan?! Kenapa juga aku harus merindukannya! Dia itu menyebalkan! Mesum!"Gumam Ellen kesal sendiri.


****


Sementara di ibukota xxx tempat dimana Aldrich berada, dia tiba-tiba bersin. Dirinya juga mengingat istrinya itu yang bisa membuatnya terhibur.


"Berapa lama lagi prosesnya akan selesai?"Tanya Aldrich kepada pengawalnya.


"Sekitar 3 hari lagi akan langsung selesai yang mulia."Ucap pengawal itu.


"Bagus. Hari keempat berarti kita sudah bisa langsung kembali."Ucap Aldrich tersenyum senang.


Kira-kira anak itu sedang apa ya?


****


Di ruang makan, Ellen sejak tadi belum ada menyentuh makanannya. Dia tidak berani makan karena dia pasti akan muntah lagi.


"Maaf putri, saya bukannya pilih-pilih. saya...hanya tidak berselera makan."Ucap Ellen dengan suara yang sedikit tidak bersemangat.


"Ada apa lagi denganmu kak? Apa kau sakit? Bukankah dokter Lizzy sudah memeriksamu semalam?"Tanya Kath menyadari perubahan Ellen.


"Entahlah putri. Saya juga tidak tahu. Dia sendiri yang mengatakan kalau saya baik-baik saja. Tapi saya sama sekali tidak merasa begitu. saya malah merasa semakin buruk hari ini"Keluh Ellen.


"Hmm, apa kita perlu panggil dokter Lizzy lagi? Kali ini ibu ikut melihat dia memeriksamu."Ucap Ratu Irene.


"Tidak usah ibu. Saya sama sekali tidak percaya padanya. Lagipula Jiya, salah satu pelayan kita memiliki teman yang juga seorang dokter. Tapi saat ini dia sedang ada di luar kota."Ucap Ellen.


"Kak, kau berteman dengan seorang pelayan?"Tanya Kath kaget.


"Kenapa?"Tanya Ellen balik.


"Tidak. Aku hanya tidak sangka jika kau mau berteman dengan seorang pelayan. Kami sekeluarga bahkan tidak ada satupun yang mengingat nama mereka, kecuali wajah."Ucap Kath.


"Putri, seharusnya anda menjadi lebih baik lagi. Setidaknya ansada harus mengenal nama mereka dan berteman baik dengan mereka. Kita hidup ini tidak bisa hidup sendiri, putri."Ucap Ellen memberi nasihat.

__ADS_1


"Haa...mulai lagi ceramahnya."Ucap Kath malas.


"Saya bukannya ceramah, hanya menasehati. Saya harap putri tidak membully siapapun, kalau itu terjadi, Saya juga tidak akan tinggal diam putri."Ucap Ellen memberi peringatan.


Glek, Kath menelan salivanya merasa sedikit takut. Dia juga tahu bahwa kakak iparnya memiliki sifat yang beda sendiri dengan yang lainnya.


"Jadi, kapan bisanya dokter itu memeriksamu Ellen?"Tanya Ratu Irene.


"Umm....itu katanya 4 hari lagi ibu."Jawab Ellen.


"4 hari lagi? Apa tidak terlalu lama? Kau bisa bertahan selama itu?"Tanya Ratu Irene tidak yakin.


"Saya juga tidak yakin ibu. Tapi saya akan coba dulu untuk saat ini."Ucap Ellen.


"Jadi...kau tidak akan memakan makananmu itu kak?"Tanya Kath lagi.


Ellen menggeleng.


"Bisakah saya makan kue saja? Tidak akan banyak karena saya sedang ingin makan yang manis-manis."Tanya Ellen.


"Pelayan! Buatkan makanan yang manis-manis! "Pinta Ratu Irene.


"Baik yang mulia."Ucap pelayan itu segera.


Ellen merasa senang karena keluarga kerajaan memperlakukannya dengan sangat baik. Dan mereka mempercayai apapun yang dikatakannya.


Aku tidak mau wanita bernama Lizzy itu merusak kehidupan rumah tanggaku yang indah ini. Bagaimana caranya aku bisa menyingkirkannya?


"Putri Kath, apa anda kenal baik dengan Dokter Lizzy?"Tanya Ellen.


"Huh? Tidak. Aku hanya dekat dengan kak Anna. Aku kurang suka padanya karena dia sedikit angkuh."Jawab Kath.


"Oh. Apakah Nona Anna dulu berteman dengan Dokter Lizzy?"Tanya lagi Ellen penasaran.


"Tidak. Mereka berdua itu musuhan sejak lama. Dua-duanya saling ingin memperebutkan kakakku. Tapi aku lebih membela Kak Anna, karena...aku pikir dulu Kak Anna tidak angkuh seperti Dokter Lizzy..."Ucap Kath.


"Tapi bukankah Dokter Lizzy lebih cantik daripada Nona Anna?"Tanya Ellen.


"Memang sih. Tapi aku tidak menilainya dari fisik. Tapi sejauh ini yang aku lihat, kakak lah yang paling cantik."Ucap Kath kali ini mengakui yang membuat Ellen membuka mulutnya.


"A-apa Putri?"Tanya Ellen sedikit terkejut.

__ADS_1


"Sudah ya kak. Aku mau baca buku."Ucap Kath langsung beranjak dari kursinya berjalan ke arah kamar.


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)


__ADS_2