Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 27


__ADS_3

Tok, tok, tok. Seseorang membuka pintu kamar Carol dan Carol lebih terkejut daripada biasanya.


"Siapa?"Tanya Carol yang sudah berkeringat dingin.


"Ini saya Stacey, Nona Carol. Bisakah kita berbicara sebentar?"Balas Stacey di luar pintu.


Ah, rupanya dia. Pasti dia ingin mengincar buku biru itu kan? Sayangnya dia sudah terlambat.


Cklek, Carol pun dengan pura-pura senang hati membukakan pintu untuk membiarkan Stacey masuk.


"Mari silahkan masuk, Nona Stacey."Ucap Carol ramah.


"Terima kasih Nona Carol."


Saat Stacey berjalan masuk, Carol dengan cepat langsung menutup pintu kamarnya kembali.


"Saya akan katakan intinya langsung alasan saya datang kemari. Apakah saya boleh tahu mengapa Anda ingin meminjam buku biru itu dari ibu saya?"Tanya Stacey dengan ekspresi yang langsung berubah menjadi serius.


"Bukankah saya sudah mengatakan kepada ibu anda jika saya memerlukannya untuk belajar?"Jawab Carol.


"Saya sedang tidak bercanda Nona Carol."Ucap Stacey dengan wajah datar.


"Pfft, hahaha. Meminjam katamu? Kenapa kalian berdua menginginkan buku itu juga? Padahal kalian sama sekali tidak berhak mendapatkannya karena kalian bahkan bukan bagian dari keluarga satu darah."Ucap Carol merasa lucu.


Stacey hanya bisa terdiam. "Ta-tapi meskipun begitu kami tetap dipandang sebagai keluarga kerajaan karena bagaimanapun adik sang Raja menikah dengan kakak ibu saya."Ucap Stacey tidak mau kalah.


"Kau itu memang polos apa bodoh sih Stacey? Kau tidak tahu aturan status keluarga dalam kerajaan? Kalian berdua tetaplah bukan satu darah bagian keluarga kerajaan karena kalian hanya dianggap ipar. sementara aku jelas-jelas adalah sepupu kandung Yohan. Heh, jika kalian sampai ketahuan telah mencuri buku itu, otomatis kalian pasti akan langsung dikirim ke penjara. Sementara aku mungkin masih bisa dimaafkan."Ucap Carol berganti bicara menjadi nonformal.


Stacey menggertak giginya dan mengepal tangannya yang sudah basah karena sangat tidak terima dengan ucapan Carol yang sangat angkuh.


"Kau masih mencari buku itu? Sayang sekali, aku sudah memberikannya kepada Nona Lydora. Seharusnya kau berterima kasih kepadaku karena kalian tidak akan terkena hukuman tapi Nona Lyodra lah yang akan dihukum sebab buku itu sekarang ada padanya."Ucap Carol tersenyum kemenangan.


"Apa? Bagaimana bisa buku itu sekarang di tangan Wanita itu? Apa dia menginginkan buku itu juga?!"Tanya Stacey merasa kaget.

__ADS_1


"Bukan, lebih tepatnya dia tidak tahu apa-apa. Kurasa dia bahkan tidak tahu itu buku apa karena dia memang bodoh. Aku terpaksa memasukkan buku itu diam-diam di lacinya karena dia sudah berani mengadu pada Yohan."Ucap Carol kembali kesal mengingat Lyodra yang membuat hatinya langsung panas.


Stacey kini menjadi tersenyum. "Sungguh? Wah, Nona Carol pintar juga. Tapi...apa wanita itu juga ada bilang tentang kami?"Tanya Stacey kembali takut.


"Tentu saja. Jika tidak begitu darimana dia bisa tahu aku mengambil buku itu dari siapa, benar kan?" Jawab Carol.


Stacey langsung berkeringat dingin. "Nona Carol, hati saya saat ini benar-benar panas. Saya memang tidak suka dengan Nona Lydora, tapi dia semakin membuat saya membencinya. Kita harus melakukan rencana untuk membalas Nona Lydora, Nona Carol. Sejak kedatangannya, hidup saya semakin menderita."Ucap Stacey tampak begitu dendam.


Carol pun tersenyum. Sifatnya yang buruk kembali muncul dan dia punya ide yang sangat menarik.


Carol membisikkan rencana jahatnya ke telinga Stacey dan saat Stacey mendengar ide Carol, membuatnya langsung bertepuk tangan. "Ide yang sungguh cemerlang, Nona Carol! Hahaha, saya sungguh tidak sabar dia celaka!"


Tok, tok, tok tiba-tiba ada yang mengetuk pintu lagi.


"Siapa?"Tanya Carol.


"Nona Carol, Yang mulia baginda Ratu memanggil anda untuk datang ke ruangannya."Ucap suara seorang pengawal.


Deg, saat mendengar kalimat itu, jantung Carol dan Stacey serasa berhenti.


"Anda hanya disuruh untuk menemuinya Nona. Sebaiknya anda secepatnya mendatangi yang mulia baginda Ratu."Ucap pengawal itu.


Grrt, kini Carol bergantian mengepal tangannya. Perasaannya sangat tidak enak begitu juga dengan Stacey.


Mereka berdua keluar bersama-sama dari kamar itu dan pengawal yang masih berdiri di luar pintu kebetulan melihat Stacey yang juga keluar dari kamar yang sama.


"Ah, permisi Nona Stacey, anda juga dipanggil oleh yang mulia baginda Ratu."Ucap pengawal itu lagi.


Wajah Stacey langsung memucat dan kedua gadis itu hanya bisa saling memandang dengan ketakutan. Terlihat sekali dari ekspresi Stacey bahwa dia mengharapkan sebuah pertolongan kepada Carol dan Carol menyadarinya. Tapi Carol membuang muka tidak peduli.


"Ah, yang mulia baginda...Ratu memanggilku juga?"Tanya Stacey.


"Benar Nona. Kalau begitu saya permisi dulu."Ucap pengawal itu langsung pergi.

__ADS_1


"Nona Carol, bagaimana ini?! Saya mohon tolong saya dan ibu saya Nona! Saya tidak mau dipenjara lagi!"Ucap Stacey dengan kedua tangan yang memohon.


"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan untukmu. Kau hanya harus melewatinya saja Nona Stacey. Ayo kita secepatnya menemui baginda Ratu."Ucap Carol sambil menarik tangan Stacey.


Sesampai di ruang utama, kedua gadis itu bisa melihat sang Ratu sedang duduk di singgasana sendirian tanpa seorang Raja di sampingnya. Namun ekspresi sang Ratu terlihat sangat dingin. Stacey kaget melihat ibunya yang sudah berdiri di tempat itu dengan pandangan menunduk.


Tapi mereka berdua lebih terkejut lagi saat melihat Lydora yang juga ikut berada disana seperti seorang saksi.


"Selamat datang anak-anakku. Kemarilah, ada yang harus kita bicarakan."Ucap Ratu Edna tersenyum.


Carol dan Stacey berjalan mendekat dengan perlahan dan ketakutan.


"Aku sudah tahu semuanya. Kalian harus jelaskan mengapa kalian semua ingin merebut buku biru itu. Padahal kalian seharusnya sudah tahu aturannya siapa yang lebih berhak mendapatkan buku itu."Ucap Ratu Edna.


"Saya akan menjelaskannya Yang mulia baginda Ratu. Alasan saya mengambilnya adalah saya ingin mengembalikan buku yang telah dicuri Nyonya Bella kepada anda atau pangeran Yohan. Tapi saya menunggu waktu yang tepat untuk memberikannya kepada anda."Ucap Carol membuka suara.


Nyonya Bella melirik ke arah Carol dengan tajam.


Dasar rubah licik!


"Oh ya? Jika begitu kenapa kau diam-diam meletakkan buku itu di laci meja belajar milik Lydora?"Tanya Ratu Edna.


"I-itu tidak benar Yang mulia! Nona Lydora lah yang diam-diam mengambilnya dari saya! Dia sebenarnya menginginkan buku itu juga!"Teriak Carol lagi-lagi berbohong dan menunjuk ke arah Lydora seolah Lyodra lah yang salah.


"Apa?! Kenapa anda menuduh saya Nona Carol?! Saya bahkan tidak tahu apa-apa soal buku itu! Padahal jelas-jelas anda yang meletakkan buku itu diam-diam di kamar saya!"Teriak Lyodra tidak terima.


Aku baru tahu kalau Nona Carol adalah wanita yang jahat...


"Hiks, kenapa kau menuduhku? Apa kau melihat buktinya apa aku benaran masuk ke kamarmu diam-diam? Aku saja kaget tiba-tiba buku itu sudah tidak ada."Ucap Carol mendramatisir.


Tak lama Yohannes muncul yang baru selesai rapat dengan menteri perpajakan dia melihat keributan yang terjadi.


"Ada ribut-ribut apa ini?"Tanya Yohannes.

__ADS_1


"Yohan! Kau percaya padaku kan? Nona Lydora, alias tunanganmu ini sudah berani menuduhku mencuri buku biru!"Ucap Carol meminta pembelaan.


Next...


__ADS_2