Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 28


__ADS_3

"Tidak! Itu tidak benar yang mulia! Saya tidak melakukan itu!"Teriak Lydora tetap berusaha membela dirinya.


"Cukup! Sekarang dimana buku itu?"Tanya Yohannes merasa pusing.


"Buku itu sudah ada di tangan ibu."Jawab Ratu Edna. Lydora lah yang memberikannya pada ibu."Ucap Ratu Edna yang membuat semua orang yang ada disana terkejut.


"Apa? Kenapa dia memberikannya kepada ibu?"Tanya Yohannes yang malah bingung.


"Yang mulia, saya memberikannya karena buku itu seharusnya tidak berada di laci meja belajar saya. Saya sudah menjelaskan semuanya kepada Ratu Edna."Ucap Lydora.


"Itu benar Yohan. Aku rasa Lydora tidak mungkin berbohong karena dia sendiri tidak tahu apapun tentang buku ini. Lagipula dia baru tiga hari tinggal di sini jadi pikirkanlah menggunakan logika. Dan yang seharusnya patut dicurigai sekarang adalah ibu dan anak ini. Kenapa kalian berani sekali telah mencuri buku ini hah?"Tanya Ratu Edna langsung memicingkan matanya ke arah Nyonya Bella dan Stacey.


Ibu dan anak itu hanya terdiam dengan tubuh yang sudah gemetaran.


"Hei, aku sedang bertanya kepada kalian. Apa kalian sudah tuli?"Tanya Ratu Edna mulai kehabisan kesabaran.


"Ma-maaf Yang mulia...kami tidak bermaksud mencurinya...kami tidak sengaja melihat buku itu di atas meja ruang utama..."Jawab Nyonya Bella akhirnya.


"Terus kenapa tidak langsung anda berikan kepadaku, Nyonya Bella?"Tanya lagi Ratu Edna sambil melipat kedua tangannya.


Nyonya Bella lagi-lagi terdiam. Ratu Edna pun tersenyum karena sudah tahu apa jawabannya.


"Dasar wanita serakah dan tidak tahu diri. Padahal suamiku sudah sebaik ini memberi anda tempat tinggal disini karena memikirkan kondisi finansial perekonomian anda. Tapi anda tetap tidak tahu berterima kasih dan malah mencuri aset keluarga kerajaan."Ucap Ratu Edna.


Ck, padahal dia juga seharusnya berterima kasih padaku karena berkatku kau bisa menjadi Ratu, Edna!


Dalam hati Nyonya Bella, dia tidak terima karena menurutnya dia juga sudah membantu Ratu Edna menjadi seorang Ratu sebagai pengganti Ratu Theresa yang sudah tiada dan hal itu tidak mudah dan membutuhkan banyak perjuangan.


Tapi saat ini Nyonya Bella hanya bisa terdiam melihat situasinya yang tidak cocok untuknya membalas ucapan Ratu Edna.


"Karena aku seorang Ratu disini, maka aku akan memenjarakan kalian atas perintah Raja Peter!"Tegas Ratu Edna.


"Tunggu yang mulia! Saya terpaksa mengambil buku itu agar saya bisa memperbaiki finansial perekonomian keluarga saya. Anda tahu jika suami saya sudah meninggal dan kami tidak mungkin terus-menerus berada disini. Saya benar-benar minta maaf yang mulia..."Ucap Nyonya Bella langsung membungkukkan badannya dan Stacey yang melihat juga mengikuti ibunya.


"Hah, disaat seperti ini Anda malah ingin mendapat simpati dariku? Nyonya Bella, karena anda yang paling tua disini, jadi aku sangat menghormati anda. Aku juga tidak melupakan jasa pengajaran anda, dan aku sangat berterima kasih untuk itu."Ucap Ratu Edna.

__ADS_1


Nyonya Bella yang mendengarnya pun tersentak.


"Tapi anda telah membuat seluruh anggota keluarga kecewa dengan sikap dan perbuatan anda, Nyonya Bella. Raja Peter memutuskan untuk anda yang mengajari Lydora karena anda yang paling berpengalaman disini. Dan juga kami semua percaya kepada anda. Kami juga tidak mungkin tidak memberikan imbalannya Nyonya Bella. Tapi anda tetap harus dipenjara karena sudah menyalahi peraturan yang ada."Ucap Ratu Edna lagi.


Nyonya Bella hanya bisa terdiam dan tertunduk merasa malu begitu juga dengan Stacey.


"Jika suami dan adik anda melihat sikap anda yang seperti ini, mereka pasti akan kecewa sekali kepada anda, Nyonya Bella."Ucap lagi Ratu Edna menusuk.


Saat mendengar ucapan Ratu Edna yang cukup menusuk itu, air mata Nyonya Bella langsung jatuh dan dia merasakan hatinya yang begitu sakit.


"I-ibu?"Stacey dan semua yang melihatnya terkejut dengan Nyonya Bella yang tiba-tiba menangis.


"Maafkan saya dan putri saya Nyonya Bella...maaf karena sikap saya dan putri saya selama ini sudah buruk..."Ucap Nyonya Bella terlihat menyesali perbuatannya.


"Baguslah jika anda sudah bisa intropeksi diri. Saya sebenarnya belum ingin memenjarakan anda karena kami belum memiliki pengganti untuk mengajari menantuku. Lydora kamu maunya bagaimana terhadap orang ini?"Tanya Ratu Edna kepada Lydora.


"Eh? Saya? Saya...tidak tahu Yang mulia. Semua keputusan ada di tangan anda."Ucap Lydora.


"Tidak. Kali ini aku memberikan keputusan terhadap kedua orang ini kepadamu. Jadi putuskanlah."Ucap Ratu Edna lagi.


Aduh kenapa harus aku sih?


"Hey, apa kau masih mau diajari oleh Nyonya Bella?"Yohannes masih bertanya.


"Ya...saya masih memerlukannya yang mulia..."Jawab Lydora kaget.


"Kalau begitu kau belajar saja lagi dengannya tapi kau terpaksa harus mengunjungi penjara setiap hari. Kita tidak punya banyak waktu lagi. 1 bulan itu tidak terasa sementara masih ada begitu banyak yang harus kita persiapkan. Kuharap saat ini kau bijak memilih keputusan, Lydora."


Glek, Lydora hanya bisa menelan salivanya merasa takut dengan sikap Yohannes hari ini.


Apa-apaan dia? Aku tidak boleh takut padanya!


"Baiklah, sesuai kata yang mulia pangeran, saya tetap mau belajar bersama Nyonya Bella terserah itu di penjara atau tidak karena saya masih memerlukannya."Jawab Lydora akhirnya.


"Kau yakin dengan keputusanmu ini Lydora?"Tanya Ratu Edna memastikan.

__ADS_1


Lydora mengangguk."Benar yang mulia."


"Baiklah. Hey, kalian berdua. Apa kalian tidak ada yang mau mengatakan sesuatu padanya?"Tanya Ratu Edna melirik tajam ke arah kedua ibu dan anak itu.


"Lydo-, eh...mak-maksudku, Nona Lydora, tolong maafkan perbuatan kami yang buruk kepadamu. Kami sangat menyesali perbuatan kami..."Ucap Nyonya Bella yang terlihat menyesal.


Nyonya Bella pun melihat putrinya yang diam saja dengan kebingungan. "Hey, minta maaf juga sana padanya!"Bisik Nyonya Bella.


"Ah, ma-maafkan saya juga Nona Lydora....Maaf..."Ucap Stacey.


Ugh, apa-apaan. Padahal aku kan belum melakukan apa-apa terhadapnya. Kenapa aku juga harus minta maaf? Menyebalkan!


"Uh, saya maafkan kalian berdua..."Ucap Lydora.


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya kedua ibu dan anak itu pergi ke penjara. Target selanjutnya adalah Nona Carol yang masih berdiri dengan tegang. Rasanya dia ingin kabur tapi dia tidak mungkin seberani itu melakukannya.


"Carol."


Panggil Ratu Edna yang membuat jantung Carol hampir copot.


"Y-ya, yang mulia...?"Jawab Carol yang terlihat sangat gugup.


"Jujur saja kau yang mengambil bukunya. Karena sudah jelas bukan Lydora yang sengaja mengambil buku ini dari kamarmu. Aku juga dengar kau mengusirnya dari kamarmu tanpa memberitahuku."Ucap Ratu Edna terdengar dingin.


Carol hanya diam saja tertunduk.


"Katakan apa alasanmu mengambil buku ini."Ucap Ratu Edna.


"Saya...memerlukannya untuk membayar hutang Ratu Edna."Jawab Carol pelan.


"Apa?"Tanya Ratu Edna dan Yohannes serentak merasa kaget.


Carol langsung bersimpuh di hadapan Ratu Edna. "Maafkan saya Yang mulia...saya saat pergi ke luar negeri telah di tipu oleh teman saya untuk bermain judi, dan saya..."


Plak! Ratu Edna menampar Carol.

__ADS_1


"Dasar anak kurang ajar! Kau sudah berani mencuri buku biru ditambah lagi kau malah mempermalukan kerajaan! Mulai sekarang kau tidak boleh tinggal disini!"


Next...


__ADS_2