Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 45 (Di revisi)


__ADS_3

Dokter ini lumayan cantik juga...apa dia bakal jadi saingan ketigaku? Entah kenapa aku punya firasat seperti itu...


"Selamat siang yang mulia permaisuri. Perkenalkan nama saya Lizzy Zackenburg. Saya berasal dari ibu kota xxx. Saya adalah seorang dokter yang akan memeriksa anda hari ini."Ucap wanita itu sopan.


"Lizzy ya, katanya kau kenal dekat dengan keluarga kerajaan?"Tanya Ellen penasaran.


Dia belum pernah melihat tokoh wanita bernama Lizzy itu. Mungkin karena dulu si tokoh utama tidak pernah berhadapan dengan seorang dokter yang akan memeriksanya sekalipun dia sakit.


"Oh itu benar yang mulia. Saya cukup dekat dengan kerajaan Valkyrie. Saya adalah anak dari sahabat yang mulia baginda ratu."Ucap Lizzy.


"Berapa usiamu?"Tanya lagi Ellen.


"Usia saya 22 tahun yang mulia."Jawab lagi Lizzy.


"Oh, apa kau sudah menikah?"Tanya Ellen lagi.


Lizzy mulai merasa tidak nyaman dengan Ellen yang menanyakan semua tentang dirinya.


"Belum yang mulia."Jawab Lizzy.


"Kenapa kau belum menikah?!"Tanya Ellen langsung ngegas. Dia kesal karena dia tidak mau berurusan dengan wanita pelakor lagi.


"Saya...belum ada kesempatan untuk memikirkan kehidupan asmara yang mulia. Pekerjaan saya menjadi dokter sangat sibuk."Ucap Lizzy.


Ellen kali ini diam. Akhir-akhir ini dirinya juga sedikit sensitif mengenai hal yang tidak disukainya.


"Kalau begitu saya mulai periksa anda ya?"Tanya Lizzy.


"Ah baik."


Lizzy kemudian mengambil alat kedokterannya dan mulai memeriksa tubuh Ellen. Beberapa menit kemudian dia terkejut dengan hasilnya.


Tidak mungkin! Wanita ini...


"Ada apa Lizzy? Kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi di tubuhku?"Tanya Ellen menyadari raut wajah Lizzy.


"Ah, tidak yang mulia. Tubuh anda sangat sehat. Tidak terjadi apa-apa. Tapi sebaiknya anda kurangi stress anda dan saya akan memberikan vitamin supaya anda bisa merasa lebih segar."Ucap Lizzy tiba-tiba.

__ADS_1


"Benarkah? Jadi tidak ada penyakit atau gangguan lainnya di tubuhku?"Tanya Ellen masih tidak yakin.


"Iya yang mulia. Anda benar-benar sehat."Ucap Lizzy berusaha menyembunyikan faktanya.


"Aku tidak percaya. Aku akhir-akhir ini suka makan apalagi makan yang manis-manis. Ibu dan Putri Kath juga menyadarinya. Masa tidak ada apapun yang terjadi padaku?"


"Oh itu karena yang mulia lagi masa puber. Anda kan masih 18 tahun. Jadi wajar saja kalau anda lagi ingin suka makan."Ucap Lizzy.


Ellen merasa masih kurang yakin dengan pernyataan Lizzy. Namun mendengar hal itu dia jadi sedikit lega. Dia pikir dirinya akan hamil.


Lizzy mulai mengeluarkan botol obat berbentuk pil kepada Ellen. Dia menulis di kertas botol itu menunjukkan kalau itu adalah vitamin.


"Nah, yang mulia harus minum ini dengan rutin. Setelah Anda minum ini saya yakin anda akan merasa lebih segar."Ucap Lizzy.


"Ah baik. Terima kasih."Ucap Ellen.


"Jika anda membutuhkan saya, anda bisa memanggil saya kapanpun. Kalau begitu saya permisi pamit pulang yang mulia, terima kasih."Ucap Lizzy.


Lizzy pun kembali dengan wajah ceria. Dia merasa lega bahwa rencananya berhasil dengan mulus.


Ellen memerhatikan botol obat itu dan mencium baunya.


Tak lama Ratu Irene masuk ke kamar Ellen untuk melihat keadaannya.


"Ellen, bagaimana? Apa yang dikatakan Lizzy?"Tanya Ratu Irene.


"Katanya saya baik-baik saja ibu dan sangat sehat. Tapi kenapa saya tidak percaya ya ibu? Terus dia kasih obat vitamin untuk saya supaya lebih segar. Tapi saya tidak yakin jika ini vitamin karena baunya aneh."Ucap Ellen.


Ratu Irene terkejut dengan pernyataan Ellen. Sayangnya dia tadi tidak sempat bertemu dengan Lizzy karena ada urusan yang harus dikerjakannya.


"Benarkah? Aneh sekali?"


"Benar ibu. Ibu juga berpikir yang sama denganku kan? Apa sebaiknya aku minum ini?"Tanya Ellen.


"Sebaiknya jangan dulu. Kalau saja ada yang tahu tentang obat itu pasti mudah."Ucap Ratu Irene.


"Ibu, saya penasaran. Seberapa dekatnya ibu dengan sahabat ibu sehingga Nona Lizzy jadi dokter kepercayaan keluarga kerajaan?"Tanya Ellen.

__ADS_1


"Ah, ceritanya cukup panjang. Tapi yang terpenting sahabat ibu sudah melakukan banyak jasa kepada ibu. Dirinya juga seorang paramedis yang cukup handal. Ibu dulu sering sakit karena ibu memiliki tubuh yang lemah apalagi kondisi ibu yang menikah muda. Dan sahabat ibu sering menyembuhkan ibu ketika ibu sakit."


"Ibu tidak sangka jika kemampuannya diturunkan oleh putrinya. Lizzy adalah anak tunggal yang disebut anak emas. Gadis itu sungguh pintar mengobati jadi dia menjadi terkenal di negara ini."Sambung Ratu Irene.


"Oh jadi begitu. Apakah Nona Lizzy berteman dekat dengan Yang mulia raja?"Tanya Ellen.


Ratu Irene kemudian tersenyum.


"Yah, lumayan. Dulu dia disebut saingan kedua Anna untuk merebut hati putraku. Tapi Aldrich benar-benar anak yang tidak peduli dengan hubungan seperti itu. Tapi suatu hari anak itu jadi sedikit membuka hatinya kepada Lizzy karena Lizzy pernah mengobati lukanya ketika dia mengalami kecelakaan cukup parah."Ucap Ratu Irene.


"Kecelakaan?! Apa yang terjadi pada yang mulia raja?"Tanya Ellen kaget.


"Itu terjadi sudah lumayan lama. Mungkin Aldrich masih berusia 12 tahun. Dia dulu suka berjalan di atas tembok yang cukup tinggi. Ibu juga sudah sering melarangnya tapi anak itu benar-benar keras kepala. Jadi kejadian itu benaran terjadi. Lizzy pun dengan cepat turun tangan untuk menyembuhkan putraku di usianya yang masih sangat muda. Meskipun begitu, cara pengobatannya tidak sia-sia."Ucap Ratu Irene.


Ellen terdiam. Dia mengira kehidupannya akan terus berjalan mulus tapi sekarang ada cobaan lagi yang menantinya.


"Apa...Nona Lizzy masih punya perasaan kepada yang mulia Raja?"Tanya lagi Ellen.


"Ibu....tidak tahu Ellen. Gadis itu cukup pandai menyembunyikan perasaannya. Mendengar bahwa putraku menikah denganmu, dia terlihat baik-baik saja. Tapi ibu yakin jika dia sebenarnya kecewa mendengar hal itu."Ucap Ratu Irene.


"Ibu, ibu pasti tahu kan kalau saya tidak suka dengan ada yang namanya pelakor lagi? Saya sudah cukup frustasi ketika Nona Anna datang mengganggu. Dan sekarang malah muncul Nona Lizzy. Apa ibu akan membela saya kali ini?"Tanya Ellen.


Ratu Irene terdiam. Dia kemudian menghela napasnya sambil tersenyum.


"Tentu saja ibu pasti membelamu menantuku. Jika Lizzy berbuat sesuatu padamu, ibu pasti akan membantumu. Kamu tidak perlu khawatir."Ucap Ratu Irene.


"Terima kasih ibu."Ucap Ellen senang mendengarnya.


****


Sementara Lizzy yang sudah sampai di kediamannya merasa begitu kesal. Dia melempar semua barang yang di dekatnya begitu emosi.


"Ini tidak boleh terjadi! Wanita itu tidak boleh hamil! Aku tidak percaya ini...Raja yang selama ini ku cintai dengan sungguh-sungguh....sudah direbut wanita itu! Aku harus mendapatkan apa yang seharusnya jadi milikku!"Gumam Lizzy marah.


Dia kemudian tertawa merasa puas karena untungnya dia sudah memberikan obat pengguguran anak kepada Ellen.


"Hahahaha!! Untung saja aku memberikan obat pengguguran kepadanya! Dia terlihat bodoh dan mudah untuk dipermainkan. Setelah dia minum obat itu dengan rutin, dia juga tidak bakalan bisa hamil, hahahaha! hari ini adalah perayaan besar untukku..."

__ADS_1


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)


__ADS_2