
Setelah pertengkaran dan pertempuran yang menguras tenaga, pasutri itu saling tiduran untuk mengatur napas mereka masing-masing. Ellen sesungguhnya masih kesal dengan Sang Raja karena Sang Raja tidak ingin memberitahu informasi apapun mengenai dirinya.
"Yang mulia, apa saya tidak bisa mengetahui hal sedikit pun tentang anda? Saya sering mendengar orang-orang memuji anda, tetapi saya tidak pernah mendengar tentang kehidupan pribadi anda yang mulia."Ucap Ellen masih penasaran.
"Kau tidak perlu tahu. Tidak ada yang menarik untuk diceritakan. Dan jangan pernah membahas kehidupan pribadiku apalagi jika menyangkut masa laluku."Ucap Aldrich.
Masa lalu? Oh ya benar juga, di novel pria ini sangat anti dengan ingatan masa lalunya. Dia tidak mau ada satupun yang mengetahui masalah pribadinya kecuali keluarganya saja. Kalau saja aku membaca novelnya sampai selesai waktu itu...apa sebaiknya aku tanya ibu?
"Oh baiklah yang mulia, tidak apa-apa jika anda tidak mau menceritakannya dan saya tidak akan bertanya apapun lagi mengenai anda. Tapi ada satu hal yang ingin saya tanyakan, bagaimana kabar Nona Viona? Kalau Yang mulia mengizinkan, bolehkah saya datang mengunjunginya?"Tanya Ellen.
"Kau itu tipe teman yang setia ya? Kau selalu teringat temanmu itu yang bahkan dulunya sering menghinamu."
Ellen tersentak. Dia tidak sangka jika Aldrich banyak mengetahui tentangnya. Dia pun kesal karena merasa tidak adil. Sebab Aldrich bisa mengetahui segalanya tentangnya, tapi tidak dengannya.
"Anda bagaimana bisa tahu itu Yang mulia? Apa anda selama ini memata-matai saya?"
"Tidak. Aku hanya menyimpulkan. Kabar wanita itu baik-baik saja. Jika kau mau mengunjunginya, kau bisa pergi di hari sabtu."Jawab Aldrich.
"Jadi saya benaran boleh pergi kesana?"Tanya Ellen dengan mata berbinar.
"Aku tidak akan mengulang perkataanku."Ucap Aldrich.
Cih
"Baiklah yang mulia. Saya hanya memastikan lagi saja. Terima kasih yang mulia karena sudah mengizinkan."Ucap Ellen senang.
Yes, sabtu besok adalah hari kebebasanku selama belasan tahun! Aku bisa pergi sendirian kali ini tanpanya!
Siang hari, Katherine mengadu pada ibunya sambil menangis. Dia tidak melihat Anna saat menemuinya di kamar. Dan saat Ellen datang, Katherine langsung menyudutkannya.
"Ibu, ini semua gara-gara wanita itu! Dia yang telah mengusir kak Anna!"Teriak Kath.
"Saya? Kenapa Anda menyalahkan saya? Saya kan kakak iparmu bukan Anna!"Ucap Ellen tidak mau kalah.
__ADS_1
"Kakak ipar? Heh, aku tidak akan pernah menganggapmu kakak iparku karena kau tidak pantas!"Ucap Kath dengan angkuh.
"Sudahlah Kath, jangan mulai lagi. Kau harus terima bahwa Ellen ini kakak iparmu!"Ucap Ratu Irene kali ini membela menantunya.
"Ibu apa-apaan sih? Bukankah ibu juga tadinya tidak menyukainya? Kenapa sekarang ibu jadi membelanya dari pada putri ibu sendiri?"Tanya Kath tidak terima.
"Siapa bilang ibu tidak menyukainya? Ibu kan tidak ada bilang padamu tuh?"Tanya balik Ratu Irene.
"Tuan putri Katherine, apa alasan anda tidak menyukai saya? Apa hanya karena saya berasal dari keluarga yang tidak kaya?"Tanya Ellen.
"Iya, ternyata kau sadar ya. Sudah tahu begitu kenapa masih berlagak?"Balas Kath.
"Saya tetap tidak mengerti Putri. meskipun saya tidak sekaya Anna, tetapi saya tetaplah seorang putri Duke. Saya memiliki kastil untuk tinggal. Saya tidak butuh barang mewah untuk memuaskan hidup saya. Yang penting saya tidak hidup kekurangan. Seharusnya putri senang sebab kakak ipar anda ini bukan wanita matre iya kan?"
Katherine terdiam. Dia sungguh kesal karena Ellen selalu bisa membalas perkataannya.
"Lalu kenapa kau mengusir kak Anna? Memangnya dia punya salah apa padamu?"Tanya lagi Kath.
Punya salah apa katamu?
"Huh, seharusnya Kak Rich yang menikahi Kak Anna, bukan kau."
Sabar-sabar...
"Putri sayang banget ya sama Nona Anna? Memangnya kalian itu dulunya bagaimana sih kok bisa sedekat itu?"Tanya Ellen penasaran.
"Kau tidak perlu ikut campur! Kau bukan siapa-siapa, jadi kau tidak perlu tahu."Ucap Kath kemudian dia pergi.
"Maafkan putriku ya Ellen. Dia memang sulit sekali di atur. Padahal dia sudah berkali-kali di nasehati dan diberi hukuman agar jera, tapi dia tetap tidak berubah."Ucap Ratu Irene merasa bersalah.
"Tidak apa-apa Ibu. Saya akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah bisa dia lupakan."Ucap Ellen dengan senyum yang agak menakutkan.
"Oh ya bu, bisakah Ibu ceritakan tentang keluarga kalian? Saya sangat penasaran. Ibu tidak perlu menceritakan semuanya. Saya hanya ingin dapat mengetahui tentang apa saja yang harus dilakukan di keluarga kerajaan."
__ADS_1
Ratu Irene terlihat sedikit keberatan. Sepertinya itu adalah hal yang sensitif untuk diceritakan.
"Kau yakin mau mendengarnya? Berjanjilah dulu kalau kau tidak akan memberitahu siapapun tentang kehidupan pribadi keluarga kerajaan."Ucap Ratu Irene.
"Ah, tentu saja Ibu. Saya selalu menepati janji saya."Ucap Ellen yakin.
"Kalau begitu mari ikut denganku."Ajak Ratu Irene dan Ellen pun menurut.
Sesampainya, Ratu Irene membawanya ke sebuah ruangan yang terlihat pribadi. Entah kenapa Ellen merasa sedikit ragu dan tiba-tiba saja bulu kuduknya merinding.
Mereka kemudian duduk di sofa dan wajah Ratu Irene berubah menjadi sangat serius.
"Kau pasti tahu tragedi meninggalnya ayah Aldrich kan?"Tanya Ratu Irene.
"uh...itu saya tidak begitu ingat Ibu. Waktu itu saya masih 6 tahun..."
Iya, benar. Waktu itu aku tidak melihat berita kematian yang mulia raja Steven karena aku belum memasuki tubuh ini.
"Dia meninggal tepat di bulan dan tanggal kelahiran yang sama denganmu."Ucap Ratu Irene.
Deg, Ellen teringat sesuatu. Waktu itu saat hari pesta ulang tahunnya, dia tidak melihat kehadiran sang Raja.
Jadi itu alasan yang mulia Raja tidak datang? Ternyata hari ulang tahunku adalah hari peringatan meninggalnya yang mulia Raja!
"Oh, jadi begitu ya Ibu! Saya baru tahu sekarang! Pantas saja saya tidak lihat Yang mulia Raja Aldrich datang ke pesta ulang tahun saya waktu itu."Ucap Ellen.
"Iya, maafkan kami karena kami tidak bisa datang. Kami sekeluarga akan menghadiri pemakaman suamiku. Setiap tanggal itu, Aldrich suka marah-marah tidak jelas. Dan dia akan mengurung diri di kamarnya seharian."Ucap Ratu Irene sedih.
Ellen yang mendengarnya jadi ikut merasa sedih dan bersalah. Seharusnya dia tidak selalu menyalahkan Aldrich karena yang dia tahu, sepertinya Aldrich juga anak yang kurang kasih sayang.
"Aku sering merasa gagal menjadi seorang ibu karena tidak bisa selalu bersamanya. Dulu aku melahirkannya saat usiaku masih terlalu muda. Aku belum siap dan terlalu sensitif waktu itu. Aku benar-benar menyesali perbuatanku. Aldrich telah hidup di dunia yang gelap. Dia bahkan tidak bisa mengekspresikan dirinya dengan benar karena semua itu gara-gara aku. Belum lagi Katherine..."Ucap Ratu Irene tiba-tiba menangis.
Ellen hanya bisa terkejut dengan apa yang di dengarnya. Ternyata di balik makmurnya negeri Valkyrie, ada keluarga yang suram dan menyedihkan.
__ADS_1
Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa tekan tombol like 👍)