Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 25


__ADS_3

Yohannes pun memberhentikan langkahnya saat Lydora tiba-tiba memanggil dan menarik lengan kemejanya.


"Apa lagi?"Tanya Yohannes kemudian berbalik.


"Anu Yang mulia, saya penasaran. Jika saya boleh tahu, buku biru itu buku apa ya? A-anda tidak perlu menjawabnya jika anda tidak mau!"Ucap Lydora.


Lydora akhirnya berusaha memberanikan diri menanyakannya kepada Yohannes. Yohannes yang mendengar pertanyaan Lydora langsung mengernyit salah satu alisnya.


"Buku biru? Kau ada melihatnya? Dimana?"Yohannes malah bertanya balik.


"Eh, Sa-saya melihatnya saat Nona Carol ingin meminjam buku itu kepada Nyonya Bella. Tampaknya buku itu sangat penting ya yang mulia?"Tanya Lydora menjadi takut saat melihat ekspresi Yohannes.


"Tentu saja! Apa kau tahu itu buku apa? Itu buku catatan Kerajaan yang bersifat sangat rahasia! Buku itu seharusnya ada di tangan Raja atau minimal di tanganku. Tapi kenapa bisa ada di tangan Nyonya Bella?! Jika buku itu sampai hilang dan berada di tangan orang lain, kami akan mengalami kerugian yang sangat besar! Dan orang lain yang mengambilnya akan mendapat keuntungannya yang juga sangat besar. Semua kode rahasia harta warisan kami ada di dalam buku itu."Ucap Yohannes langsung panik.


Lydora hanya bisa gemetar dan tidak tahu harus menjawab apa.


Duh sial! Seharusnya aku tidak menanyakannya. Dasar bodoh!


"Ja-jadi begitu ya Yang mulia? Saya tidak tahu jika buku biru itu sangat penting..."Ucap Lydora.


"Dimana buku itu sekarang?"Tanya Yohannes.


"Saya melihat Nona Carol meminjam buku itu kepada Nyonya Bella. Jadi buku itu berarti sekarang ada di tangan Nona Carol."Jawab Lydora.


"Kenapa sekarang bisa ada di tangan Carol? Apa maksudnya dia melakukan ini? Dia tidak mungkin sengaja melakukannya kan?"Tanya Yohannes menjadi tegang.


"Saya dengar, alasan Nona Carol meminjam buku itu untuk belajar agar dia menjadi berguna di kerajaan."Ucap Lydora lagi.


"Apa? Benar-benar tidak masuk akal! Haah, baiklah. Kali ini aku berterima kasih padamu karena buku itu. Semoga kau tidak mengecewakanku."Ucap Yohannes kemudian pergi.


Lydora yang masih berdiri di sana mulai merasakan perasaan yang tidak enak.


Pantas saja Nyonya Bella tampak sangat gelisah. Ternyata dia ingin menginginkan harta warisan ya? Belum lagi dia sangat bersikeras untuk menjodohkan putrinya dengan pangeran Yohannes. Semua hanya demi kekuasaan. Benar-benar serakah! Semoga tidak ada masalah lagi ya Tuhan!

__ADS_1


Yohannes tampak berjalan tergesa-gesa menuju kamar Carol. Dia pun mengetuk pintu itu dengan sedikit keras.


Carol yang sedang serius membaca buku biru di mejanya terlonjak kaget dengan suara ketukan pintu kamarnya yang sangat keras. Pada akhirnya dia menjadi kesal.


"Hey, siapa sih yang sudah berani mengetuk pintu kamarku dengan sangat keras?! Dimana sopan santunnya!"Teriak Carol marah.


"Ini aku! Buka pintunya. Ada yang ingin aku bicarakan."Balas suara Yohannes yang terdengar sangat dingin di balik pintu kamar Carol.


Deg.


Wajah Carol seketika memucat.


Apa yang dia lakukan tiba-tiba datang kesini? Apa jangan-jangan dia sudah tahu?! Ah, jangan-jangan Nona Lydora yang memberitahunya ya! Heh, aku tidak akan kalah!


Sebelum itu, Carol cepat-cepat menyembunyikan buku biru itu di balik sarung bantalnya. Carol perlahan-lahan membuka pintu kamarnya dan melihat Yohannes yang berdiri dengan wajah menekuk.


"A-apa yang ingin kau tanyakan Yohan?"Tanya Carol.


Sudah kuduga! Awas saja kau Lydora!


"Eh, kenapa kau berpikir aku yang mengambil bukunya?"Tanya balik Carol mulai bersandiwara.


"Aku sedang tidak bercanda Carol. Dimana buku itu?"Tanya Yohannes.


"Aku juga sedang tidak bercanda Yohan! Lagipula untuk apa buku itu untukku? Apa kau berpikir aku ingin merebut harta warisan? Aku sendiri sangat bersyukur sudah diberikan tempat tinggal disini karena kedua orang tuaku yang sudah meninggal! Aku tidak mungkin seberani itu mencuri buku sepenting itu! Kau apa tidak memikirkannya dulu sebelum bertanya seperti itu kepadaku? Apa kau tidak merasa kasihan padaku Yohan?"Ucap Carol dengan isak dan mata yang berkaca-kaca.


"Cukup..."Yohannes memegang pelipisnya sudah mulai pusing dengan kebiasaan gaya bicara Carol yang berlebihan. Tapi dia tidak bisa mengelak bahwa apa yang dikatakan Carol itu adalah sebuah faktanya.


"Aku sendiri baru mengalami patah hati karena pria yang kusukai menyukai wanita lain. Pria itu tak lain teman akrabmu sendiri, Tuan Erick! Sampai sekarang aku belum bisa melupakan rasa sakitnya..."Ucap lagi Carol kali ini benaran menangis.


"Aduh, ya sudahlah! Jangan menangis! Buku itu harus ada karena itu buku harta warisan tahu! Jadi apa kau tahu buku itu dimana sekarang?"Tanya Yohannes.


Dalam hati Carol pun tersenyum. (Carol sebenarnya baik, kalau tidak di ganggu atau disaingi 😌.)

__ADS_1


"Sepertinya aku tahu. Kemarin saya melihat Nona Lydora sedang berada di ruangan Nyonya Bella dan saya tidak sengaja mengintip Nona Lydora mengambil buku itu dari tangan Nyonya Bella. Saat saya melihat ekspresi Nona Lydora, dia tersenyum jahat dan Nyonya Bella tampak ketakutan dengannya."Ucap Carol membalikkan fakta.


"Apa?! Jadi sekarang kebalikannya? Yang benar saja! Tadi wanita itu bilang kau yang mengambilnya dari Nyonya Bella. Apa kau sedang main-main denganku hah?!"Bentak Yohannes semakin emosi.


"Apa? Dia bilang begitu?! Berani sekali dia! Aku tidak sangka jika dia berbuat begitu dan memfitnahku. Kukira dia wanita yang polos dan baik. Ternyata penipu! Kau harus memeriksanya jika kau ingin mendapatkan buktinya langsung Yohan! Dia itu kan sangat gigih untuk menikah denganmu, dan yang pastinya dia ingin mendapatkan harta warisan bukan kau!"Ucap Carol.


Serrr...perasaan Yohannes seperti jantung yang hendak jatuh kebawah. Ucapan Carol yang cukup keterlaluan membuatnya menjadi merasakan sakit hati yang mendalam dan saat membayangkan wajah Lydora yang tersenyum membuatnya menjadi sesak.


"Aku akan ikut membantumu."Ucap Carol menepuk bahu Yohannes.


"Aku...aku tidak bisa kesana sekarang. Hari ini aku harus segera menemui menteri perpajakan. Aku akan memeriksanya nanti..."Ucap Yohannes yang menjadi lemas.


Hati Carol merasa jauh lebih senang sebab dia lebih bisa mendapat peluang.


"Oh baiklah. Kau tidak perlu terlalu memikirkannya, Yohan. Kita juga belum punya bukti yang kuat karena kemarin itu aku baru melihatnya saja."Ucap Carol.


Yohannes diam saja dan dia pun segera pergi dari kamar Carol dengan perasaan yang kacau.


Carol akhirnya bisa bernapas lega.


Sepertinya aku keterlaluan ya? Kasihan juga Nona Lydora. Tapi maafkan aku karena aku tidak mau dihukum ataupun diusir dari sini. Buku itu juga sangat penting untuk masa depanku tahu. Aku harus mulai bergerak secepatnya.


Di saat itu juga Carol mengambil buku biru itu lagi di balik sarung bantalnya dan menyembunyikannya di balik gaunnya karena kebetulan ukuran buku itu lumayan kecil. Dia berjalan tanpa merasa dicurigai dan tetap santai sampai di depan pintu kamar Lydora.


Carol melihat ke kanan dan ke kiri jika ada orang lain. Carol pertama-tama membuka pintu kamar Lydora siapa tahu jika Lydora ada di dalam. Dia tidak mendengar sahutan dari dalam dan segera membuka pintu itu.


Tidak ada orang!


Carol dengan cepat segera masuk dan meletakkan buku itu di laci meja. Dan segera kabur dari sana.


Hore! Aku aman!


Next...

__ADS_1


__ADS_2