
Mereka berdua kemudian memasuki area restoran yang lumayan ramai itu. Lydora yang tadinya tidak berselera makan kini menjadi tergoda dengan bau makanan yang begitu menyengat di indra penciumannya. Tanpa sadar Lydora terus menelan salivanya karena bau masakan yang sungguh menggoda.
Lydora sedikit kurang nyaman dengan area restorannya yang lumayan banyak orang dan dia jadi bertabrakan dengan orang-orang yang sedang lalu lalang. Apalagi dilihatnya mejanya rata-rata sudah penuh dengan pelanggan.
"Yang mulia, apa kita tidak apa-apa makan disini? Tempatnya ramai sekali..."Tanya Lydora kepada Yohannes di sebelahnya.
"Kenapa? Kau tidak nyaman dengan tempatnya?"Tanya Yohannes.
"Eh, bukan begitu...! Saya lihat tidak ada tempat duduk..."Ucap Lydora menjadi malu.
"Ada kok. Kita bisa bergabung dengan orang-orang yang ada di ujung sana. Mereka adalah kenalanku."Ucap Yohannes.
Lydora pun melirik ke arah tempat duduk yang ditunjuk oleh Yohannes. Dia membulatkan matanya merasa kaget karena mereka bakal duduk bersama dengan tiga orang pria bertubuh besar dan kekar. Wajah mereka juga sangar dan menakutkan.
"K-kita akan duduk bersama mereka...? A-apa mereka tahu kalau anda itu seorang pangeran yang mulia?"
"Tentu saja. Mereka sudah kuanggap seperti pamanku sendiri dan mereka tidak pernah membocorkan statusku saat aku sedang di luar. Jadi kau bisa percaya pada mereka."Jawab Yohannes.
"Oh, begitu ya..."
"Ayo ikut aku duduk disana. Mereka itu orang-orang baik, jadi kau tidak perlu takut dengan mereka."Ucap Yohannes yang sadar akan Lydora yang takut kepada ketiga pria yang ditunjuknya tadi.
"Baik..."Lydora hanya bisa menahan malu.
Mereka berdua menghampiri ketiga pria itu dan mereka bertiga pun melirik kedatangan dua orang yang muncul.
Seorang pria dengan goresan luka di bagian pipinya langsung mengenal salah satu dari orang yang mengenakan jubah.
"Hoho, yang mulia--Ah maksud saya, tuan Yohannes. Selamat datang!"Sapa pria itu dengan ramah.
"Ya...bagaimana kabar kalian semua?"Tanya Yohannes.
"Kabar kami semua baik tuan. Bagaimana dengan kabar anda?"Tanya balik pria itu.
"Kabarku juga baik, Marcel."Balas Yohannes.
"Syukurlah, kalau begitu ayo bergabung dengan kami. Anda pasti belum memesan makanan kan? Biar Russel saja yang memesankannya untuk anda."Ucap Marcel.
Yohannes pun ikut duduk bersama mereka sementara Lydora tampak kebingungan karena tempat duduknya sangat sempit jika dia ikut duduk bergabung bersama mereka.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong ini siapa Tuan? Anda mengajak seseorang kemari?"Tanya pria yang sedikit gemuk dengan kumis yang melintang dibawah hidungnya, yakni Russel.
"Oh ya benar. Hei, Lydora duduklah."Pinta Yohannes kepada Lydora yang masih berdiri.
"Tidak apa-apa Yang mulia...saya berdiri saja disini."Ucap Lydora menolak.
"Oh ternyata anda membawa seorang wanita, Tuan? Tumben sekali? Apa anda sudah melupakan wanita cinta pertama anda tuan?"Tanya seorang pria satu lagi dengan rambut gondrong bernama Freddy.
"Jangan bicara sembarangan! Hei, Lydora jika kuperintahkan kau untuk duduk, berarti kau harus duduk."Ucap Yohannes langsung melotot kearah Lydora dengan tajam.
"B-baik saya akan duduk Yang mulia..."Lydora terpaksa mendengarkan perintah Yohannes dan dia duduk sedikit di pinggir bangku tepat disebelah Yohannes duduk.
Yohannes melirik wanita itu yang kesulitan untuk duduk dan dia pun berdecak sebal. Dia menarik tangan wanita itu hingga tubuh mereka berdua sangat dekat bahkan saling bersentuhan.
"Eh...yang mulia...?!"Lydora sangat panik. Dia sangat gugup karena berada di samping Yohannes tanpa jarak seperti itu.
"Diamlah. Dan kau perlu tahu, jangan panggil aku dengan sebutan yang mulia saat kita sedang berada di luar. Bisa gawat jika orang-orang sampai tahu diriku. Setidaknya kau harus memanggilku Tuan. Kau mengerti?"Ucap Yohannes.
"Baik...Tuan."Ucap Lydora.
"Wah, anda sangat perhatian dengan teman wanita anda ya, Tuan. Saya jadi penasaran apa hubungan kalian berdua."Goda Freddy.
Plak! Tiba-tiba Marcel memukul kepala Freddy.
"Kau itu selalu saja ketinggalan berita ya? Kau tidak tahu kalau Tuan Yohan sudah memiliki tunangan?"Tanya Marcel yang ikut kesal.
"Eh? Jadi itu berarti...teman wanita anda ini tunangan anda, tuan?!"Tanya Freddy yang sangat terkejut.
"Iya."Jawab Yohannes dengan datar.
"Oh, maafkan saya sudah bersikap tidak sopan kepada anda, Nona...! Saya tidak tahu jika anda adalah tunangan Tuan Yohan!"Ucap Freddy dengan kedua tangan bersembah.
"Tidak apa-apa...! Saya tidak mempermasalahkannya Tuan..."Ucap Lydora yang jadi tambah malu.
Freddy pun tidak sengaja melihat wajah Lydora yang sedikit tertutup dengan tudung yang dikenakannya. Dia terkesima melihat paras Lydora yang begitu cantik.
"Wah, anda sangat cantik Nona...apa saya boleh tahu siapa nama anda, nona?"Tanya Freddy.
Yohannes yang mendengar mengernyitkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Nama saya Lydora Sylvainn dari kota Dandelion, Tuan."Ucap Lydora memperkenalkan dirinya.
"Oh, ternyata anda seorang putri dari Tuan Bamon ya? Pantas saja, saya dengar anda sangat populer di kalangan para pria dan menjadi bunga desa di kota Dandelion. Dan rumornya ternyata benar."Ucap Freddy tersenyum.
Lydora sedikit tersentak dengan maksud ucapan Freddy tentang rumor dirinya.
"Tuan Yohan, saya akan memanggil pelayan untuk memesan makanan."Ucap Russel berdiri dari tempat duduknya.
"Ya, silahkan."Ucap Yohannes.
"Maksud anda rumor apa Tuan?"Tanya Lydora yang jadi sedikit memucat.
"Tentu saja rumor yang mengatakan kalau anda itu sangat cantik, Nona. Dan keluarga anda juga terkenal kaya raya dengan tambang emasnya."Ucap lagi Freddy.
"Ah...begitu ya? Terima kasih Tuan."Ucap Lydora jadi sedikit lega mendengarnya.
Fiuh, kukira dia akan mengatakan rumor tentang keburukanku.
"Hei, Freddy apa kau sudah berhasil menemui rekan kerja sama dari Tuan Klaus?"Tanya Yohannes tiba-tiba.
"Eh, belum. Saya belum sempat bertemu dengannya karena dia sedang melakukan pekerjaan di luar negeri Tuan."Jawab Freddy.
"Apa? Tapi aku sangat memerlukan kerja samanya mengambil tanah untuk lahan para masyarakat. Kau tahu jika ibukota sudah semakin ramai akan penduduk yang terus berdatangan setiap harinya."Ucap Yohannes.
"Maaf Tuan, jika saya bisa saya pasti akan segera menemui Tuan Klaus, tapi saat ini dia sedang di luar negeri. Katanya dia akan ada disana selama 2 bulan. Kita terpaksa menunggu dia sampai kembali."Ucap Freddy lagi.
"Tidak! Aku tidak bisa menunggunya selama itu. Kau mau tidak mau harus kesana menemuinya dan ajukan permintaan bahwa aku ingin bertemu dengannya."Ucap Yohannnes tiba-tiba.
"Tapi Tuan...!"Freddy menjadi bingung dengan sikap Yohannes yang tiba-tiba berubah begitu juga yang lainnya, termasuk Lydora.
Marcel menyikut Freddy dan memberi isyarat bahwa sebaiknya dia ikuti saja perintah Yohannes.
Freddy menghela napas merasa keberatan namun dia tidak punya pilihan lain. "Baik, Tuan. Saya akan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menemui Tuan Klaus mulai besok pagi."
"Bagus. Aku tunggu kabar darimu."Ucap Yohannes tersenyum puas.
Tak lama Russel pun muncul dan duduk kembali di tempatnya.
"Makanannya akan diantar sebentar lagi, Tuan"Ucap Russel.
__ADS_1
Lydora yang duduk bersebelahan dengan Yohannes, jantungnya tidak bisa berdetak dengan normal. Antara takut dan malu membuat Lydora menjadi sesak napas.
Next...