Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 61


__ADS_3

"Aku...sepertinya sudah jatuh hati kepadamu."Ucap Yohannes pelan sedangkan suara kembang api begitu besar dan Lydora tidak sempat mendengarnya dengan jelas.


"Kamu bilang apa Yohannes? Aku tidak dengar."Ucap Lydora mendekatkan wajahnya ke arah suaminya agar dia bisa mendengar lebih jelas.


Hal itu semakin membuat Yohannes gugup dan dia menjadi tidak yakin apakah dirinya bisa mengulangi kata-katanya tadi.


"Yohannes? Kenapa kamu diam saja? K-kamu marah ya aku tidak mendengar apa yang kamu katakan? Ma-maafkan aku..."Ucap Lydora menjadi merasa bersalah dan mengira Yohannes marah kepadanya.


Aku tidak bisa menyalahkannya yang tidak mendengar perkataanku, tapi salah kembang apinya yang terlalu berisik! Sudahlah begini saja!


"Yohannes, kamu masih marah? Maafkan ak-"


Yohannes tiba-tiba mencium Lydora tepat di bibir dan hal itu tentu saja membuat Lydora sangat terkejut. Hanya ciuman sederhana tapi hal itu membuat Lydora membeku di tempat.


Setelah itu Yohannes melepaskan ciumannya dan menangkupkan wajah Lydora yang kecil itu dengan kedua tangannya yang besar.


"Dengar baik-baik, aku bilang kalau aku sepertinya sudah jatuh hati kepadamu. Maka dari itu perlakukanlah aku dengan baik dan jangan pernah mengkhianatiku, kau dengar itu?"Ucap Yohannes dengan wajah serius namun wajahnya sudah semerah tomat.


Lydora hanya melongo sesaat. "Sepertinya? Jadi kamu masih tidak yakin dengan perasaanmu?"Lydora malah bertanya balik yang membuat Yohannes bingung.


Lydora tersenyum dan dia tiba-tiba menarik kerah baju Yohannes dan hendak mendekatkan wajah keduanya. Kini Lydora yang bergantian mencium Yohannes namun dengan ciuman panas yang membuat Yohannes bergantian mematung.


Apa yang sedang anak ini lakukan?! Kenapa dia sangat ahli berciuman?


Ciuman itu sangat lama dan begitu menggairahkan. Lama-lama Yohannes pun terikut menikmatinya dan ciuman panas itu semakin lama.


Tapi dengan segera Lydora melepaskan ciumannya. "Cukup. Bagaimana, apa kamu masih ragu dengan perasaanmu, suamiku?"Tanya Lydora menantang.


"Heh, belum cukup! Ayo kita pulang. Kita lanjutkan di rumah."Ucap Yohannes lalu menggendong Lydora bak putri tanpa beban.


"Ehhh?? Tunggu, maksudnya??! Acara kembang apinya belum selesai!"Lydora merasa kaget sekaligus panik.


Apa jangan-jangan kami akan melakukan itu...?!


"Kembang apinya terlalu berisik. Tenang saja, acara di rumah lebih bagus daripada ini."Jawab Yohannes dengan senyum nakalnya.


Apa dia sungguh-sungguh suami yang kukenal itu?! Astaga aku masih tidak percaya!


Yohannes memerintahkan kusir kuda untuk mengantar mereka pulang. Tuan kusir itu sendiri juga kaget dan merasa heran mengapa kedua pasutri itu cepat sekali menonton acara kembang apinya sementara acaranya baru saja dimulai. Apalagi saat itu Yohannes menggendong Lydora yang berusaha menahan malu.

__ADS_1


Sesampai di istana, Lydora terus saja menggeliat seperti cacing minta diturunkan dan hal itu menjadi tontonan para pekerja di istana itu.


"Yohannes! Turunkan aku! Biarkan aku berjalan! Kamu tidak malu dilihat para orang istana hah?!"Teriak Lydora.


"Ck, kau cerewet sekali sih. Jangan banyak bergerak kalau kau tidak mau jatuh!"Ucap Yohannes.


"Makanya turunkan aku saja Yang mulia!"Teriak Lydora lagi.


"Panggil aku Yohannes! Kalau kau diam dan tidak heboh pasti akan baik-baik saja."Ucap Yohannes.


"Tapi kenapa kamu harus sampai menggendongku segala sampai ke kamar?!"Tanya Lydora kesal.


"Terserah aku!"Balas Yohannes.


Cih dasar pria menyebalkan! Dia tidak memikirkan perasaanku yang menahan malu setengah mati!


Setelah di depan pintu kamar, Yohannes membuka pintu itu dan segera meletakkan Lydora di atas ranjang. Yohannes kembali menutup pintu lalu menguncinya. Lydora yang melihat sikap Yohannes menjadi merinding dan sedikit takut kepada pria itu.


"Hei, Yohannes...k-kita tidak benaran melakukannya kan?"Tanya Lydora yang mulai panik.


"Kenapa? Bukankah sebelumnya kita sudah pernah melakukannya? Lagipula kita juga suami istri kan?"Tanya balik Yohannes.


"Kalau begitu kita tinggal membuatmu mengingatnya kembali kan?"Ucap Yohannes dengan senyuman.


"Apa...?"


Yohannes membuka jas dan rompinya lalu melemparkannya di atas sofa. Hanya tersisa kemeja hitamnya saja yang dikenakannya saat ini. Lydora sampai menelan ludah dan menjadi tidak berani menatap ke arah suaminya.


"Apa yang kamu lakukan?!"Tanya Lydora.


"Heh, jangan pura-pura polos, Lydora. Padahal saat mabuk waktu itu saja kau yang menyerangku duluan."Ucap Yohannes.


A-aku begitu?!


"Maafkan aku Yohannes! Aku sungguh-sungguh tidak bisa mengingatnya...maafkan aku jika telah membuat kesalahan padamu waktu itu...."Ucap Lydora merasa bersalah.


"Astaga, padahal aku tidak berniat untuk mengungkit kejadian itu lagi. Kau tidak bersalah, justru ibu yang bersalah! Sudahlah, aku lelah. Aku mau mandi dulu."Ucap Yohannes lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Sementara Lydora yang duduk di atas ranjang terbengong.

__ADS_1


Tidak jadi...? Kok aku kecewa ya? Kok aku kesal ya? Argh menyebalkan sekali kau ini Tina!


Lydora menjadi malu sendiri. Dia menyembunyikan dirinya di balik selimut untuk mendinginkan kepalanya. Dia melamun dan merasa jika lama-lama jati dirinya sudah bukan Tina yang dulu lagi. Sosok jiwa Lydora sepertinya jauh lebih kuat dan terkadang Tina sendiri menjadi lupa siapakah dirinya sebenarnya.


"Entah kenapa aku ingin cepat-cepat menemui peramal yang dikatakan Sandy itu...tapi aku sendiri juga takut untuk mengetahuinya..."Gumam Lydora.


Beberapa saat kemudian Lydora tidak sadar dirinya tertidur dalam posisi tengkurap dan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Yohannes yang baru saja siap mandi merasa heran karena istrinya itu tidur di posisi tengah-tengah.


Apa ini? Dia tidur?! Dan lagi dia memakan semua tempatnya?! Sabar Yohannes...dia ini istrimu...


Yohannes menjadi kesal. Sesungguhnya dia sudah niat ingin melakukannya dengan istrinya namun dia malah ditinggal tidur.


Wah, harga diriku benar-benar terluka.


Yohannes ingin sekali membangunkan Lydora namun saat melihat wajah wanita itu dia menjadi tidak tega untuk membangunkannya karena Lydora tertidur dengan sangat nyenyak.


Sialan! Aku terpaksa tidur di sofa.


Keesokan paginya, Lydora terbangun dan cara bangunnya terbawa kebiasaan seperti dulu saat menjadi Tina. Kebiasaannya adalah dia menggaruk kepalanya dan mengorek lubang hidungnya.


Yohannes yang ada disitu yang sedang menulis-nulis sampai menghentikan aktivitasnya melihat tingkah kebiasaan baru istrinya saat bangun tidur.


Lydora lalu melebarkan matanya saat dia melihat suaminya sedang duduk di sofa sambil menulis-nulis sesuatu sambil tercengang ke arahnya.


"Eh?? Y-yohannes, kamu sudah bangun?"Tanya Lydora yang langsung panik dan kembali bersikap anggun.


"Ah...ya sudah. Aku tidak pernah tahu kalau kau suka...mengupil?"Ucap Yohannes.


Ah mana lubang tikus? Aku mau bersembunyi disana saja!!


"Eh...nggak juga kok haha. Maaf, a-aku harus mandi dulu!" Ucap Lydora langsung buru-buru ke kamar mandi.


Tingkah dia agak aneh juga ya. Apa setiap wanita bangsawan seperti itu saat bangun tidur?


Gumam Yohannes yang baru melihat sikap kebiasaan wanita saat bangun tidur. Yohannes juga memegang tengkuknya yang masih merasa nyeri karena salah tidur di sofa. Dia belum pernah tidur di sofa sebelumnya.


Lihat saja kau Lydora, akan kubalas nanti!


Next...

__ADS_1


__ADS_2