Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 44 (Di revisi)


__ADS_3

Beberapa hari sudah terlewati. Kini wanita yang sebagai permaisuri itu benar-benar disibukkan dengan pekerjaan yang menjadi dua kali lipat. Tapi untungnya Ellen melakukan pekerjaannya dengan sangat baik sehingga orang-orang juga jadi semakin menyukainya.


Tapi yang mengherankan, Ellen jadi sering suka makan apalagi makan yang manis-manis. Ratu Irene dan Kath juga menyadari perubahan sikap Ellen yang aneh meskipun Ellen tidak memberitahu mereka. Ratu Irene jadi punya firasat jika menantunya itu hamil.


Di gazebo, Ellen menenangkan pikirannya melihat pemandangan taman bunga yang menyejukkan mata. Disitulah Kath menghampirinya.


"Tuan Putri? Apa anda membutuhkan sesuatu?"Tanya Ellen melihat Kath yang tidak seperti biasanya menghampirinya duluan.


"Tidak."Ucap Kath singkat.


"Oh, lalu kenapa anda kemari?"Tanya Ellen lagi.


"Memangnya kenapa kalau aku datang kemari? Tidak boleh?"Tanya Kath jadi kesal.


"Bukan itu maksud saya tuan putri. Saya hanya...ah sudahlah."Ucap Ellen pasrah.


"Aku agak heran melihat sikap kakak akhir-akhir ini. Kenapa kau jadi tukang makan sekarang? Tengah malam sekalipun kau menyuruh pelayan untuk memanggang kue, apa kau tidak waras?"Tanya Kath.


"Eh hehe ketahuan ya putri? Padahal saya tidak memberitahumu ataupun ibu."Ucap Ellen malu.


"Bagaimana tidak ketahuan? Aku selalu melihat pelayan mondar-mandir keluar masuk pintu kamarmu! Apa sifatmu memang seperti ini?"Ucap Kath.


"Itu...sebenarnya saya juga tidak tahu putri. Padahal saya juga tidak terlalu lapar, tapi rasa ingin makan saya yang begitu besar. Maaf jika itu membuat anda terganggu. Saya juga tadinya tidak mau seperti ini..."Ucap Ellen menjadi sedih.


"Kuharap kakak bisa mengendalikan pola makanmu itu. Kakak tidak mau berubah menjadi babi kan? Bagaimana jika kak Rich pulang nanti yang dilihatnya malah babi?"


"Cih, anda kasar sekali tuan putri. Kejam!"Ucap Ellen kesal.


"Jika aku tidak bilang begitu kau mungkin akan benar-benar jadi babi."Ucap Kath meledek.


"Oke oke, saya akan berusaha mengendalikan pola makan saya. saya juga tidak akan memanggil pelayan lagi untuk membawa makanan ke kamar."Ucap Ellen.


Kath tersenyum puas. Tiba-tiba Ellen melihat ada makhluk berwarna coklat yang menempel di bahu sang putri.


"Putri, apa itu yang ada di bahu anda?"Tanya Ellen melihat lebih dekat.


Kath merasa heran dan dia pun melirik ke arah bahunya. Dirinya langsung mematung melihat makhluk bernama kecoa itu hinggap di bahunya. Dia bahkan tidak bisa bergerak sangkinkan syok dan gemetarnya melihat hewan mistis itu menempel di kulitnya.

__ADS_1


"K-k-kak....t-tolong aku...! Selamatkan aku! Aaaaahhh!!!"Teriak Kath ketakutan setengah mati. Wajahnya bahkan sudah pucat dan matanya yang sudah berkaca-kaca.


Ellen baru pertama kali melihat adik iparnya setakut ini. Dirinya tersenyum senang karena sudah mengetahui kelemahan si putri.


"Anda diam dulu putri. Saya akan menangkapnya. Berusahalah untuk tenang."Ucap Ellen mulai beraksi untuk menangkap makhluk menyeramkan itu.


"Kau bilang apa?! Kau mau menangkapnya?! Kakak sudah gila ya?!"Ucap Kath mulai panik dan heboh.


"Shhh, diam dulu putri. Jangan bergerak kalau anda tidak mau kecoa nya masuk ke dalam gaun anda."Ucap Ellen terdengar seperti ancaman.


Hiiiiii!!!!!


Kath mau tidak mau akhirnya diam berusaha untuk tidak bergerak meskipun gemetarnya belum bisa dikendalikannya.


Dan PLOK! Ellen begitu mudahnya menangkap Kecoa itu menggunakan tangan kosong kemudian menggepreknya dengan kedua tangannya hingga kecoa itu pun mati.


Kath hanya melongo kemudian dia terduduk lemas tidak percaya dengan kejadian yang baru saja dilihatnya.


"Nah, kecoanya sudah mati putri. Putri tidak apa-apa? Wajah anda pucat sekali!"Ucap Ellen menjadi khawatir. Dia membuang mayat kecoa itu di taman dan mulai mencuci tangannya di air mancur yang dekat dengan gazebo.


Aku punya kakak ipar yang aneh! Kalau kupikir-pikir, seharusnya wanita ini yang lebih menyeramkan dari pada kecoa!


"Kak, bagaimana kau melakukannya? Kenapa kau semudah itu menangkapnya? Apa kau itu penyihir?"Ucap Kath.


"Pfft, penyihir? Apa hubungannya dengan kecoa? Saya memang tidak takut dengan kecoa putri."Ucap Ellen tersenyum bangga.


"Jadi kau takut apa?"Tanya Kath penasaran.


"Rahasia."Ucap Ellen singkat sambil tersenyum misteri.


"Aku sungguh baru pertama kali melihatmu membunuh kecoa dengan tangan kosong selain kak Rich. Semua wanita termasuk pelayan sekalipun takut dengan serangga itu!"Ucap Kath.


"Memangnya kecoa semenakutkan apa sih? Dia tidak menyakiti kita kok."Ucap Ellen enteng.


"Tidak menyakiti kau bilang?! Kak, kau belum pernah dengar kalau serangga itu memiliki banyak sekali kuman berbahaya? Tidak hanya itu, dia juga punya jurus terbang untuk menyebarkan penyakit ke umat manusia!"Ucap Kath heboh.


Ellen jadi pusing sendiri ketika membahas pelajaran IPA yang tidak disukainya.

__ADS_1


"Kak, sebaiknya kau cuci tanganmu dengan sabun sebelum kau terkena penyakit rabies!"Ucap Kath mulai ngeri.


"Apa sih putri? Rabies tidak ada hubungannya dengan kecoa! Jangan berlebihan!"


"Dengarkan saja omonganku! Jangan banyak tanya!"Balas Kath.


Ellen pun dengan mendengus langsung masuk kembali ke istana untuk mencuci tangannya dengan sabun. Entah kenapa Kath sedikit merasa bangga dengan hal itu karena Ellen mau menurutinya.


Setelah Ellen mencuci tangannya, dia melihat Ratu Irene yang sedang duduk di sofa.


"Ellen, bisakah kau kemari sebentar?"Pinta Ratu Irene.


"Iya...ibu?"Sahut Ellen langsung menghampiri ibu mertua.


"Duduklah sebentar. Ada hal yang ingin ibu bicarakan."Ucap Ratu Irene menjadi serius.


Sekarang ada apa lagi?


"Ada apa bu?"Tanya Ellen.


"Besok kamu tidak begitu sibuk kan? Ibu rencananya mau memanggil dokter untuk memeriksamu."Ucap Ratu Irene.


"Apa? Kenapa ibu? Apa ibu juga tidak suka jika saya suka sering makan akhir-akhir ini? Saya tahu ada yang salah dengan saya, tapi saya rasa ini bukanlah penyakit, soalnya saya tidak merasakan ada sesuatu yang sakit di badan saya ibu."Ucap Ellen.


"Ibu juga tahu. Ibu tidak ada bilang jika ibu tidak suka kau suka makan atau bilang kalau kau sakit karenanya. Hanya sekedar check up. Kau paham kan?"Ucap Ratu Irene.


Ellen hanya diam dan tidak tahu harus menjawab apa. Dirinya sungguh bingung dan sedikit takut untuk menyetujui pemeriksaan tentang dirinya.


"Kalau kau diam saja, berarti ibu anggap kau setuju dengan check up mu besok. Tidak perlu khawatir. Dia hanya akan memeriksamu, aku jamin dia tidak akan melakukan hal yang tidak kau inginkan."Ucap Ratu Irene seolah sudah tahu apa yang membuat menantunya itu takut.


"Ah...baik bu."Ucap Ellen.


Malamnya, sesuai janjinya kepada adik ipar, Ellen berusaha menahan rasa keinginan makannya. Daripada dia benar-benar berubah menjadi hewan berlemak belum lagi dia menjadi semakin yakin bahwa Ratu Irene sampai memanggil dokter untuk memeriksa kesehatannya jika dia memang memiliki masalah dalam tubuhnya.


Dia malah jadi tidak bisa tidur semalaman dan itu membuat Ellen jadi sedikit stress.


Keesokan paginya, rasa berdebar yang kuat dari diri Ellen yang akan di check up siang ini. Sang Dokter pun datang. Dia seorang dokter cantik yang cukup terkenal di negara itu dan katanya dia juga kenalan dari Raja Aldrich beserta keluarganya.

__ADS_1


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)


__ADS_2