
"Negosiasinya...jangan pernah mengubah ceritanya kembali seperti aslinya..."Ucap Ellen memilih alasan itu karena cukup masuk akal.
"Tidak mengubah ceritanya kembali?"Tanya balik Aldrich.
Ellen mengangguk.
"Memangnya cerita aslinya seperti apa? Apa boleh aku tahu?"Tanya Aldrich penasaran.
Ellen terdiam sejenak merasa kaget karena Aldrich pada akhirnya akan meminta penjelasan tentang cerita novel yang dia baca itu.
Haa...apakah memberitahu dia adalah pilihan yang sudah tepat?
"Kau mau dengar cerita novelnya? Tapi ceritanya cukup panjang untuk sebuah novel."Ucap Ellen.
"Tidak masalah. Kau bisa menceritakannya sedikit demi sedikit."Ucap Aldrich.
"Eh? Baiklah...semoga kau tidak tersinggung ya saat mengetahui cerita aslinya..."Ucap Ellen sedikit cemas.
"Tidak. Aku tidak akan tersinggung."Ucap Aldrich terlihat santai.
Ellen pertama-tama menghela napasnya dulu. Dia setidaknya masih ingat dengan jelas beberapa chapter dari isi novel yang perlu diceritakannya.
Sepertinya aku hanya perlu menceritakan inti dari ceritanya saja.
*****
Di suatu Kastil, hiduplah seorang gadis yang terkenal sangat cantik. Kulitnya seputih susu, rambutnya bergelombang keemasan dan bola matanya berwarna biru safir. Nama gadis itu tak lain ialah Ellenavier.
Kehidupan sebagai nona bangsawan begitu berat karena dia harus jadi seperti boneka yang penurut. Ellen dikenal gadis yang penakut, pendiam dan lemah. Dia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri yang pada akhirnya semua orang menganggapnya remeh dan gampang membullynya. Kedua bola matanya bahkan seperti tidak hidup dan terlihat begitu putus asa.
Suatu hari Ellen sempat bertemu dengan pangeran Yohannes. Kakaknya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada sepupunya bernama Carol. Lalu kemudian mereka menikah meskipun pada akhirnya kehidupan pernikahan mereka tidak berjalan lancar.
Yohannes sempat begitu mencintai Ellen, namun Ellen wanita yang begitu dingin dan dia tidak mempercayai siapapun. Selama hidup dia selalu menjalani kehidupan yang toxic.
Pada akhirnya Yohannes menyerah akan perasaannya.
Ellen tidak mau berpikir panjang asalkan bisa selamat dan menuruti apa yang dikatakan semua orang. Saat usianya 18 tahun, dia pun dijodohkan oleh seorang raja bernama Aldrich.
__ADS_1
Mereka harus diikat tali pernikahan karena perintah Sang penyihir yang tidak pernah menunjukkan batang hidungnya.
Aldrich terkenal pria yang bengis, dirumorkan sering bermain dengan banyak wanita dan memiliki temperamen yang buruk. Dia paling tidak suka dengan wanita penurut layaknya hanya diam dan mudah dimanfaatkan.
Mereka pun menikah tanpa ada rasa cinta. Aldrich sama sekali tidak mempedulikan istrinya dan selalu jarang pulang ke istana. Sementara Ellen di istana selalu terintimidasi dan di bully oleh keluarga kerajaan. Belum lagi beberapa nona bangsawan berani merendahkannya yang statusnya sudah permaisuri.
Mereka juga tidak pernah tidur bersama dan Aldrich tidak pernah sekalipun menyentuh istrinya, itu makanya mereka tidak memiliki anak.
Sang Raja hampir setiap hari digoda oleh banyak wanita karena Sang Raja sendiri juga membiarkannya. Ellen meskipun dia tidak mencintai suaminya itu, tetap saja dia memiliki perasaan sakit hati yang begitu mendalam.
Suatu hari dia pun membunuh dirinya sendiri dengan minum pil dan menyia-nyiakan hidupnya begitu saja karena sudah terlalu frustasi dengan kehidupannya. Raja Aldrich kemudian menikah lagi dengan nona Anna dan mereka hidup bahagia. Bahkan mereka juga memiliki anak.
*****
Setelah Ellen bercerita, Aldrich yang mendengar terdiam berusaha mencerna isi dari novel itu. Dia sendiri juga tidak percaya dengan sifatnya yang ditulis dalam novel meskipun sebagian dari sifat yang ditunjukkan adalah benar.
"Kenapa ada novel yang seperti itu?"Tanya Aldrich tidak habis pikir. Dirinya sempat kesal karena sifatnya di novel sungguh seperti b*jingan.
Ellen menaikkan kedua bahunya. "Aku juga tidak tahu. Mungkin si penulis hanya ingin menceritakan sesuatu yang lebih realistis. Dia ingin menceritakan sesuatu yang baru dari kisah sebenarnya yang cukup banyak di alami banyak orang di dunia nyata."Ucap Ellen memberikan pendapat.
"Bukankah kebanyakan isi dari novel selalu happy ending? Padahal kalau dilihat dari kisah nyata itu pasti tidak begitu ya kan?"Sambung Ellen lagi.
"Kau benar. Tapi aku akan berusaha untuk tidak memiliki sifat sampah seperti novel itu. Aku akan berjuang untuk mengubah ceritanya sampai benar-benar happy ending. Kau percaya padaku kan?"Tanya Aldrich sambil memegang kedua tangan Ellen.
Ellen terbengong merasa terharu dengan perkataan Aldrich yang terlihat begitu yakin. Selama ini Aldrich memang sebenarnya adalah pria yang baik.
Ellen mengangguk sambil tersenyum lebar. Dia memeluk Aldrich merasa beruntung memiliki suami seperti Aldrich yang sungguh pengertian kepadanya.
Ini sungguh aneh. Dia bisa saja memiliki sifat sesuai novel dan aku hanya tinggal bertahan hidup di ceritanya. Apa karena sifatku ikut mempengaruhinya? Pangeran Yohannes juga sampai sekarang masih memiliki perasaan padaku...
"Sayang, apa dokter Theo tadi sempat memeriksaku?"Tanya Ellen.
Aldrich langsung berwajah masam mengingat dokter itu lagi.
"Iya, dia memeriksamu."
"Oh, apa katanya?"Tanya Ellen.
__ADS_1
"Katanya kau baik-baik saja. Dia bilang kalau kau pingsan tanpa alasan yang jelas lagi. Aku tahu itu tapi aku tidak bilang padanya yang sebenarnya."Jawab Aldrich.
"Huft, baguslah! Sepertinya suamiku ini memang benar-benar bisa dipercaya."Ucap Ellen memuji.
"Heh, tumben kau memujiku seperti ini?"Goda Aldrich.
"Yah, kau memang pantas mendapatkan pujian karena kau sudah melakukan banyak hal yang berarti."
"Kalau begitu aku tidak minta pujian tapi lebih dari itu seharusnya karena perbuatanku ini harus dibayar setimpal."Ucap Aldrich sambil tersenyum licik.
"Ha ha...benar sayang, jadi kau minta apa? Selama ini kau sudah melakukan banyak hal untukku, sekarang aku memang pantas untuk membalasnya. Hari ini kau bisa meminta apapun padaku."Ucap Ellen.
"Benar aku boleh minta apa saja?"Tanya Aldrich tersenyum seperti anak anjing.
Ellen mengangguk. Sesungguhnya pikirannya sudah melayang ke mana-mana memikirkan apa lagi hal licik yang suaminya itu ingin lakukan.
Tidak-tidak! Jangan berpikir yang aneh-aneh! Dia selama ini belum pernah meminta hal yang buruk kepadaku...
"Baiklah. Aku minta kau menuruti apa yang kukatakan dan apa yang ingin kulakukan. Kau tidak boleh melanggarnya, jika kau melakukannya, kau akan kuhukum."Ucap Aldrich.
"Oke, baik."Ucap Ellen setuju.
"Kalau begitu perintah pertama, aku ingin kau menulis lirik lagu romantis untukku. Jangan pura-pura lupa kalau aku masih mengingatnya."Ucap Aldrich.
"Ah, ha ha...baiklah sayang..."Ucap Ellen dengan tubuh terkulai.
"Aku beri kau waktu seminggu, apa itu cukup?"Tanya Aldrich.
"Ehm..."Ellen bingung.
"Kalau begitu 10 hari."
"Oke, deal!"Ucap Ellen akhirnya setuju.
Selama beberapa hari ini sampai bulan ke depan, kehidupan Ellen benar-benar baik. Semua masalah yang sempat muncul sudah selesai dan Ellen juga semakin merasakan getaran dari dalam perutnya. Menunggu beberapa minggu lagi calon anaknya akan datang ke dunia.
Dia sungguh tidak sabar menunggu momen itu.
__ADS_1
Bersambung. (Terima kasih yg sudah membaca, jangan lupa like ya 👍)