Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 33


__ADS_3

Tidak ada seorang pun yang berani menanyakan atau bahkan mendekati Ratu Edna yang sedang menangis sendirian di meja makan itu karena mereka semua mendengar pertengkaran antara anak dan ibu tadi barusan.


Sampai akhirnya muncul Lydora dan dia terkejut melihat Ratu Edna yang sedang menangis di kursinya sendirian. Lydora segera menghampirinya merasa khawatir.


"Yang mulia? Ada apa yang mulia? Kenapa yang mulia menangis?"


Ratu Edna mengangkat kepalanya saat melihat calon menantunya datang menghampirinya dengan cemas.


"Lydora, duduklah. Bagaimana keadaanmu?"Ratu Edna malah bertanya balik.


"Saya...baik-baik saja yang mulia."Jawab Lydora.


"Tidak, kamu pasti berbohong. Aku tahu rasanya pasti sangat menyakitkan dan semuanya adalah kesalahanku. Aku tidak memikirkan perasaan kalian berdua dan terlalu memaksakan kehendakku. Aku benar-benar egois. Aku minta maaf Lydora...kurasa perbuatanku ini tidak pantas untuk dimaafkan..."Ucap Ratu Edna kembali menangis.


Lydora sempat terdiam dengan ucapan Ratu Edna yang terlihat cukup menyesali dirinya. Sejujurnya hatinya saat ini benar-benar sakit karena keperawanannya harus diambil secepat ini bahkan sebelum menikah karena tanpa ada dasar cinta.


Tina dulunya sangat mengharapkan bisa melakukannya di saat dia dan pasangannya bisa saling mencintai tapi kenyataan tidak memberinya sesuai harapan. Semuanya dilakukan dengan pemaksaan.


"Sudah, tidak apa-apa yang mulia. Saya mengerti perasaan anda...anda tidak boleh berbicara seperti itu."Ucap Lydora memilih untuk memaafkan Ratu Edna karena mau bagaimanapun tidak ada gunanya untuk menyesali apa yang sudah terjadi.


"Aku tahu kau gadis yang sangat baik Lydora. Tapi aku justru memperlakukanmu dengan begitu buruk. Entah kenapa aku merasa tidak sabar dan kesal karena melihat Yohan belum bisa melupakan wanita tercintanya. Aku tidak mengerti kenapa dia sangat sulit untuk menghilangkan wanita itu dari pikirannya karena hampir setiap hari aku selalu melihatnya seperti orang yang tidak punya kehidupan! Dia selalu melamun dan bahkan saat tidur dia sering mengigau memanggil nama wanita itu."


"Maka dari itu aku mencoba untuk melakukan hal ekstrim seperti membuat kalian tidur bersama supaya anak itu bisa melupakan wanita itu lebih cepat dan mudah. Tapi dengan egoisnya aku tidak memikirkan perasaan kalian berdua, terutama kamu...."


"Aku tahu kau pasti sangat kecewa denganku, Lydora. Dan Yohan baru saja membentakku tadi sebelum kau datang dan hatiku pun langsung terbuka. Dia melewatkan sarapannya pagi ini...jika dia tidak membentakku tadi, aku mungkin masih seorang ibu yang egois."Ucap Ratu Edna dan seketika pandangannya menjadi kosong.


Lydora hanya banyak diam mendengar Ratu Edna yang terus berbicara dan benar apa yang dikatakan calon mertuanya itu, jika hatinya sekarang benar-benar sakit.


"Tidak apa-apa Yang mulia. Toh, sebentar lagi kami akan segera menikah juga. Ayo sebaiknya kita makan sarapannya sebelum dingin, yang mulia..."Ucap Lydora.

__ADS_1


"Aku tidak berselera makan Lydora. Apakah kamu masih berselera makan setelah apa yang terjadi? Aku yang telah berbuat salah padamu saja langsung tidak nafsu untuk makan. Tapi jika kau masih, itu bagus. Aku mencemaskan soal dirimu Lydora. Aku takut kau malah memikirkanku."Ucap Ratu Edna dengan tatapan sendu.


Lydora tersenyum pahit. "Ya, itu benar Yang mulia. Sebenarnya saya tidak berselera makan. Dan saya juga benar-benar malas untuk belajar hari ini dan memilih untuk berdiam diri di kamar saja. Tapi itu tidak memungkinkan karna waktunya sudah dekat. Saya tidak mungkin menyia-nyiakan waktu yang sudah di depan mata."


Ratu Edna terdiam dan dia pun mengelus kepala Lydora masih menyesali dirinya."Maafkan aku Lydora. Aku bukan mertua ataupun seorang ibu yang baik untuk kalian berdua."Mata Ratu Edna kembali berkaca-kaca.


"Sudahlah yang mulia. Tidak apa-apa. Semuanya akan kembali baik-baik saja seperti biasa. Anda tidak boleh berbicara begitu karena mau bagaimanapun anda tetap seorang Ratu sekaligus orang tua yang baik bagi kami semua."Ucap Lydora tersenyum menunjukkan bahwa dia baik-baik saja.


*****


Saat ini Lydora sedang diantar oleh pelayan Sandy menuju penjara untuk menemui Nyonya Bella berada.


Lydora merasa takut saat melihat suasana penjara yang begitu mencekam baginya. Kebanyakan ruangannya masih kosong dan Lydora dapat melihat Nyonya Bella di sebuah sel penjara sendirian memakai baju penjara. Wanita tua itu sedang melamun, entah apa yang saat ini sedang dipikirkannya.


"Nyonya Bella?"Panggil Lydora dan nyonya Bella seketika melirik ke arah sumber suara.


"Iya benar, Nyonya. Saya sudah menghapal inti dari beberapa buku untuk upacara pernikahan dan penobatan saya nanti, Nyonya."Ucap Lydora sambil tersenyum.


"Hmm, baguslah. Tapi ada apa dengan wajahmu? Kau habis menangis?"Tanya Nyonya Bella yang memerhatikan wajah Lydora.


Eh, bagaimana dia bisa tahu? Apa kelihatan sekali?


"Eh, t-tidak kok Nyonya! Saya tidak apa-apa. Mungkin karena efek kurang tidur saja."Ucap Lydora berusaha menyangkal.


"Hmm, kalau begitu ayo sebaiknya kita belajar sekarang saja."Ucap Nyonya Bella.


"Baik!"


Sebenarnya setelah kembali dari ruang makan, Lydora langsung cepat-cepat masuk ke kamarnya dan tiba-tiba dia tidak bisa menahan air matanya yang mau jatuh. Hatinya begitu sakit dan dia baru merasa sedih dengan apa yang dialaminya sekarang sebelum di kamar Yohannes tadi.

__ADS_1


Dia ingin mengeluarkan unek-unek di dalam hatinya merasa begitu berat dengan cobaan yang diterimanya. Coba bayangkan bagaimana dia tidak sedih saat pria yang tidak mencintainya sama sekali malah melakukan itu kepadanya apalagi dalam keadaan tidak sadar.


Padahal di kehidupan sebelumnya, Tina berusaha untuk menjadi gadis sebaik-baiknya dan tertutup sampai dia rela dihina karena penampilan oleh teman-temannya.


Di ruangan kerja yang saat ini ditempati Yohannes, pria itu saat ini sama sekali tidak bisa fokus bekerja karena sibuk memikirkan Lydora dan perasaan amarah kepada ibunya. Padahal saat ini pekerjaannya sangat menumpuk.


Dia pun menyerah karena merasakan kepalanya yang sudah panas akibat pikiran yang sudah menumpuk. Dia menyenderkan kepalanya di kursi yang saat ini dia duduki lalu memejamkan mata.


Seketika muncullah pikiran adegan panas saat dia bersama Lydora tadi malam.


Brak! Dia memukul meja merasa sangat kesal karena masih saja memikirkan hal itu. Dia berusaha melupakannya dan hendak meminum air putih yang sudah disediakan di atas meja.


Tapi dia menghentikan tangannya merasa ragu dengan air itu sehingga dia mengurungkan niatnya gara-gara menjadi paranoid takut minuman itu dimasukkan sesuatu.


Sejak pagi Yohannes belum makan ataupun minum apapun akibat paranoidnya itu.


Ah, sialan!


Karena merasakan tenggorokannya yang begitu kering, dia terpaksa keluar dan berjalan ke taman hanya untuk minum di air pancuran saja.


Setelah minum beberapa teguk, Yohannes baru bisa merasa lega dan dia kembali kepikiran tentang Lydora. Sejak acara makan malam, dia sibuk memikirkan Lydora, dan pikirannya tentang Ellen seketika terlupakan.


Sekarang bagaimana keadaan anak itu? Apa dia saat ini sedang menangis? Ah aku jadi kepikiran karena merasa bersalah! Pokoknya aku tidak akan pernah memaafkan wanita itu yang sudah membuat kami jadi seperti ini!


Yohannes pun melihat seorang kepala pelayan saat dia hendak masuk kembali ke ruangannya dan berniat untuk bertanya.


"Hei Arnold, dimana Lydora sekarang?"


Next...

__ADS_1


__ADS_2