Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 50


__ADS_3

"Bisakah kau tidak berbicara formal denganku? Aku juga waktu itu menyuruhmu untuk memanggilku dengan namaku langsung tanpa memandang status. Jadi, jika kau masih berbicara formal kepadaku, rasanya itu agak..."Ucap Yohannes terputus.


"Oh, jadi maksud anda saya bicara santai saja kepada Anda begitu? Tapi...saya tidak terbiasa..."Jawab Lydora.


"Mulai sekarang kau harus membiasakannya. Akan terlihat aneh di mata orang-orang jika kita terlihat seperti orang asing. Setidaknya kalau kau tidak bisa, kau jangan panggil aku dengan sebutan anda. Bicara santai saja padaku seperti aku berbicara kepadamu sekarang ini."Balas Yohannes.


"Hmm, baiklah. Aku...dan kamu."Ucap Lydora mencoba dengan malu-malu.


Lagi-lagi Yohannes merasakan perasaannya yang aneh saat Lydora mulai mencoba berbicara santai.


"Oh ya! Sa-eh maksudku...aku lupa mengerjakan tugas yang kamu...berikan! Padahal tinggal 2 minggu lagi untuk pergi ke wilayah Utara kan?!"Ucap Lydora mulai panik.


"Tenanglah. Kau bisa mengerjakannya pelan-pelan. Aku yakin kau bisa menghadapinya. Sebenarnya aku hanya ingin kau mengawasi Pria licik itu karena pria itu selalu menggunakan cara kotor dengan kekuasannya. Sudah banyak masyarakat yang menderita karena ulahnya tapi tidak ada satupun yang berani mengangkat bicara tentang perbuatan Tuan Jason. Mereka semua takut dan memilih untuk bungkam. Aku tadinya ingin sekali memeriksa wilayah Utara, tapi aku selalu tidak punya waktu untuk pergi kesana. Orang-orang bawahanku juga sudah banyak yang kukirim untuk memeriksa, tapi mereka semua tidak ada yang bisa diandalkan dan masyarakat tetap bungkam."


"Jadi karena sudah ada kau, aku membutuhkan pertolonganmu. Jika para masyarakat menghadapi seorang Ratu langsung, mereka pasti mau bicara."Ucap Yohannes.


"Ah...aku mengerti sekarang. Baiklah, aku akan berusaha semampuku."Ucap Lydora.


"Bagus! Untuk saat ini kau beristirahat saja dulu. Besok, baru bisa kau lanjutkan pekerjaanmu itu. Jika ada suatu kejanggalan, kau harus segera melaporkannya padaku, mengerti?"


"Baik, aku mengerti!"


Keesokan paginya, keadaannya masih belum begitu normal. Masih banyak yang bersedih atas kematian Raja Peter. Pagi-pagi sekali Ratu Edna sudah meletakkan rangkaian bunga segar di atas pemakaman. Namun setelah itu Ratu Edna masuk ke kamarnya lagi dan tidak keluar-keluar sampai menjelang tengah hari. Para pelayan begitu khawatir dengan majikan mereka karena mereka melihat Ratu Edna yang tidak makan sejak kemarin.


Salah satu pelayan pun mendatangi Yohannes yang sedang berada di ruang kerja. Kebetulan Lydora juga sedang berada disana bersama Felice melanjutkan pekerjaannya yang kemarin.


"Y-yang mulia! Maaf mengganggu dan tiba-tiba saya berteriak seperti ini memanggil anda..."Ucap Pelayan itu panik.

__ADS_1


"Ada apa?"Tanya Yohannes perasaannya langsung tidak enak. Dia masih trauma dengan panggilan mendadak dari seorang pengawal kemarin pagi itu begitu juga dengan Lydora sendiri.


"Itu...Yang mulia baginda Ratu tidak mau menyahut kami. Yang mulia Baginda Ratu mengunci pintunya. Kami sangat khawatir. Kami bermaksud memanggilnya untuk mengantarkan makanan, karena dari kemarin beliau belum makan apapun..."Ucap pelayan itu menjadi sedih.


Yohannes yang mendengarnya pun membuang napasnya kasar. "Kalian seharusnya tahu jika seseorang sedang mengalami yang namanya kehilangan, dia sedang tidak berselera untuk makan apapun bahkan melakukan apapun. Kalian sudah tahu dengan jelas kalau ibuku itu sangat merasa kehilangan...."


"Tapi Yohannes, tetap saja kita tidak boleh membiarkan ibu tidak makan seperti itu. Dia tidak boleh terus bersedih seterusnya kan? Ayah juga akan sedih melihatnya. Jika ibu tidak memikirkan kondisi kesehatannya, nanti dia juga bisa jatuh sakit!"Ucap Lydora ikut bicara.


"Ah, kau benar. Tapi apa yang harus kita lakukan kalau ibu sendiri saja tidak mau membuka pintu?"Tanya Yohannes.


"Aku akan membujuk ibu. Serahkan saja padaku, Yohannes."Balas Lydora meyakinkan.


"Hm, kau yakin?"Tanya Yohannes.


Lydora mengangguk dengan yakin.


Di kamar Ratu Edna, pertama-tama Yohannes mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia juga mendekatkan telinganya di pintu memastikan jika ada suara di dalamnya. Dan sayangnya, Yohannes tidak mendengar suara apapun di dalam ruangan itu. Dirinya pun semakin khawatir.


"Ibu? Ibu? Ibu! Ini aku Yohan! Ibu, bisakah ibu buka pintunya? Ibu!"Panggil Yohannes sampai berteriak dan mengetuk pintu berkali-kali. Tidak ada sahutan sama sekali.


Lydora pun ikut turun tangan. "Ibu, kami ingin bertemu dengan ibu sebentar. Kami semua mengkhawatirkan ibu. Ibu belum ada makan kan? Kami tidak mau ibu nanti jadi sakit dan kami tidak mau terjadi kehilangan lagi...saya mohon ibu...buka pintunya! Apa ibu mau melihat Yohannes menderita lagi?"Ucap Lydora menangis.


Cklek, pintu itu pun terbuka. Ratu Edna memunculkan dirinya yang berantakan. "Ada apa kalian semua berteriak-teriak memanggilku?"


"Ibu!"Teriak Lydora langsung menyerang Ratu Edna dengan pelukan. Ratu Edna sempat terkejut dengan yang dilakukan Lydora. Lydora bahkan menangis karena sangat mengkhawatirkan ibu mertuanya.


"Ada apa sayang? Kenapa menangis? Ibu baik-baik saja kok..."Ucap Ratu Edna sambil menepuk-nepuk punggung menantunya.

__ADS_1


"Ibu, kenapa ibu tidak menjawab panggilan kami. Para pelayan bahkan mengkhawatirkan ibu karena ibu tidak keluar-keluar dari kamar. Ibu harus makan, kalau tidak, ibu bisa sakit!"Ucap Yohannes.


"Ya ampun, ibu tidak apa. Ibu sama sekali tidak berselera makan, jika kalian tetap memaksa, ibu pasti sudah memuntahkan makanannya! Ibu hanya butuh waktu sendiri....maaf sudah membuat kalian semua khawatir.


"Ibu, saya bisa merasakan apa yang ibu rasakan. Tapi ibu jangan terus bersedih seperti ini. Kami juga sangat sedih...dan kami akan lebih sedih jika ibu seperti ini...hanya ibu satu-satunya orang tua yang tersisa bagi kami...kami tidak mau sampai terjadi apa-apa pada ibu..."ucap Lydora dengan isak.


Tiba-tiba Ratu Edna tersenyum. "Jadi apakah kalian bisa mengabulkan permintaan ibu? Ibu hanya ingin meminta satu permintaan dari kalian."Ucap Ratu Edna.


Yohannes langsung merasakan firasat tidak enak.


"Kami akan mengabulkan permintaan ibu apapun yang ibu minta. Kami akan berusaha mewujudkannya agar ibu bisa kembali bahagia."Ucap Lydora.


"Jika kalian benar-benar ingin membuatku kembali bahagia, maka kalian harus secepatnya memberiku keturunan. Coba pikirkan, jika ada anak di istana ini, pasti suasananya tidak akan suram seperti ini. Aku juga akan ada yang dihibur. Melihat anak yang lucu dan bisa tertawa dan bermanja-manja dengan mereka, bukankah akan sangat menyenangkan?"Ucap Ratu Edna dengan mata berbinar-binar penuh harap.


Lydora yang mendengar permintaan ibunya langsung bersemu merah.


Ah, Lagi-lagi ibu meminta seorang cucu. Tapi saat ini waktunya sedang tidak tepat...Yohannes juga belum jelas perasaannya kepadaku, dan aku tidak mau jika kami memiliki anak tanpa ada rasa cinta yang jelas...


"T-tapi Ibu..."Lydora hendak menjawab permintaan ibunya dengan malu-malu dan ragu.


"Baiklah, kalau itu keinginan ibu. Kami akan mengabulkannya."Yohannes yang menjawab.


Lydora yang mendengarnya pun membelalakkan matanya tidak menyangka jawaban yang keluar dari mulut suaminya itu.


Apaaa?! Apa dia sudah gila?


Next...

__ADS_1


__ADS_2