
"Yang mulia permaisuri Ellen!"Sapa Viona ceria.
"Halo Nona Viona. Bagaimana kabar anda? Maaf, saya baru bisa mengunjungi an--"
Viona memeluk Ellen dengan erat seperti merasa merindukan sosoknya.
"Nona Viona...?"Ellen merasa sedikit bingung.
"Tidak apa-apa Yang mulia...anda sudah bisa datang kemari saja sudah membuatku sangat bahagia. Ayo kita bicara di dalam. Maaf jika rumahnya kecil."Ajak Viona untuk membawa para tamu itu masuk.
Mereka semua duduk di sofa, kecuali Ravin yang hanya berdiri karena tempat duduknya tidak cukup.
"Bagaimana kabarmu? Apa kau hidup cukup baik selama ini?"Tanya Ellen.
"Iya saya sangat bahagia dan aman disini. Saya tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan anda yang mulia...padahal saya selama ini sudah melakukan hal yang buruk kepada Anda...."Ucap Viona masih merasa bersalah.
"Sudahlah, anggap saja itu pelajaran buat anda. Setiap orang berhak diberikan kesempatan kedua jika dia benar-benar ingin berubah menjadi lebih baik."Ucap Ellen.
Viona tersenyum merasa lega dengan perkataan bijak si permaisuri. Dia kemudian melihat ke arah Kath yang ikut duduk disamping Ellen.
"Anda pasti tuan putri Katherine kan? Anda sangat cantik!"Puji Viona melihat paras Kath.
"Terima kasih."Balas Kath dengan senyuman.
"Jadi apa saja yang anda lakukan selama anda tinggal disini?"Tanya Ellen.
"Oh,saya banyak melakukan hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya seperti memasak, membersihkan rumah dan memetik buah-buahan di hutan."Ucap Viona.
"Wah, luar biasa. Apa kau suka?"Kali ini Kath yang bertanya.
"Syukurnya saya menyukainya. Rasanya seperti bisa menjadi diri sendiri. Melakukan apapun yang ingin dilakukan tanpa harus ada yang mengaturnya."Ucap Viona terlihat jujur.
"Syukurlah. Akhirnya anda bisa menjadi diri anda sendiri ya Viona."Ucap Ellen tersenyum.
Viona mengangguk.
Kath merenung sejenak saat mendengar perkataan Ellen tentang menjadi diri sendiri. Dia merasa bingung apakah dirinya sudah dikenal dengan baik oleh dirinya sendiri?
"Bagaimana caranya kakak bisa bertahan hidup sendirian di hutan seluas ini?"Tanya Kath penasaran.
"Mungkin karena saya sedang beruntung. Ada cukup banyak makanan di hutan. Lagipula tidak ada hewan liar disekitar sini. Permaisuri Ellen juga sering mengirim makanan dan keperluan setiap minggunya."Jawab Viona.
"Lalu bagaimana caranya anda bisa memasak?"Tanya Ellen.
__ADS_1
"Saya membeli buku resep makanan waktu itu saat saya masih tinggal di kastil."Jawab Viona.
"Oh, bagus! Sekarang kau akhirnya punya kemampuan memasak!"Puji Ellen.
"Hahaha, tidak juga yang mulia. Butuh percobaan beberapa kali agar rasa makanannya sempurna dan itu tidak mudah."Ucap Viona.
"Apa aku boleh tahu kenapa kakak memilih tinggal disini? Aku baru ingat siapa diri kakak. Viona Zion kan?"Tanya Kath begitu penasaran.
Viona langsung terdiam. Dia begitu takut saat mendengar nama Zion. Rencananya dia bahkan ingin menghapus nama belakangnya.
"Kakak kenapa? Apa aku salah bicara?"Tanya Kath melihat wajah Viona yang pucat.
"Ah...tuan putri kan sudah saya bilang bahwa saya saja yang menjelaskannya pada anda nanti..."Ucap Ellen merasa tidak enak.
"Tidak apa Yang mulia. Saya bisa menceritakannya. Jadi..."Viona mulai menceritakan kisah tragedinya dan Kath sempat tidak bisa berkata-kata mendengarnya. Dia langsung merasa takut dan terancam dengan Wanita itu. Meskipun apa yang dilakukan Viona tidak sengaja, tapi tetaplah Viona sudah melakukan pembunuhan. Dan dia langsung teringat dengan Anna yang hampir mencelakainya juga.
Setelah Viona selesai bercerita, Kath langsung meminta untuk pulang.
"Kak, ayo kita pulang sekarang. Kak Rich juga menyuruh kita untuk pulang secepatnya kan?"Ajak Kath.
"Ah...ya benar juga."Ucap Ellen. Sesungguhnya dia masih ingin menetap disini mengobrol dengan Viona.
"Maaf ya Nona Viona, kami harus pamit untuk kembali. Kapan-kapan jika kami ada waktu, kami akan datang kemari lagi."Ucap Ellen.
"Iya, anda juga Nona Viona! Sampai ketemu nanti!"Balas Ellen.
Mereka pun menaiki kereta kuda dan Ellen melambaikan tangan kepada Viona saat kereta kuda sudah berjalan sedikit jauh.
*****
Setelah sampai di istana, Ellen hendak masuk ke kamarnya tapi dia melihat ada banyak perubahan di dalam istananya.
Apa ini? Kenapa ruangannya dihias? Apa nanti akan mengadakan acara?
Dia pun mendatangi ibunya yang sedang ikut mengamati desain dekorasi ruangan itu.
"Ibu, ada apa ini? Apa kita akan mengadakan acara?"Tanya Ellen.
"Oh Ellen, kau sudah pulang ternyata. Dimana Kath?"Tanya balik Ratu Irene.
"Dia sudah masuk ke dalam kamarnya."Jawab Ellen.
"Oh begitu. Iya, kita akan mengadakan acara besok. Kau pasti belum dengar jika para bangsawan meminta untuk diadakan acara yang pesta karena berita kehamilanmu. Mereka semua ingin melihat calon kerajaan."Ucap Ratu Irene.
__ADS_1
"Oh begitu. Tapi perut saya kan masih kecil ibu? Apa mereka akan percaya jika saya hamil?"Tanya Ellen.
"Hahaha, kau ini...mereka tahu kok kalau kau masih hamil muda. Kamu tidak perlu memikirkan itu. Ibu rasa mereka hanya ingin bersenang-senang saja."Ucap Ratu Irene.
"Oh, iya benar juga. Hehe..."Ucap Ellen tersipu.
"Jadi apa yang harus saya lakukan untuk membantu bu?"Tanya Ellen.
"Membantu apanya. Kau tidak perlu membantu. Serahkan saja semuanya kepada para pelayan. Lebih baik kau temui saja suamimu sana. Dia bilang jika kau sudah kembali, suruh langsung datang menemuinya."Ucap Ratu Irene.
"Oh begitu ya ibu. Dimana dia sekarang?"Tanya Ellen.
"Dia sekarang ada di kamar."
"Baiklah. Kalau begitu saya pergi dulu ya ibu."Ucap Ellen langsung naik ke atas menemui suaminya.
Sesampai di kamar, Ellen masuk dan melihat Aldrich yang sedang tertidur. Ellen berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas. Dia pun duduk di ranjang di mana Aldrich sedang tidur di sampingnya.
Tumben dia sore begini tidur? Apa pekerjaannya sudah selesai? Ah...kurasa dia terlalu lelah makanya tidurnya pulas sekali...huh...tidur saja tampan ya...
"Sudah selesai memandangnya?"Ucap Aldrich tiba-tiba yang membuat Ellen terperanjat kaget.
Aldrich pun membuka matanya dan bangun melihat kepulangan istrinya.
"Kau terkejut?"Tanya Aldrich menahan tawanya.
"Bagaimana aku tidak terkejut kalau kau tiba-tiba bicara?! Kupikir kau tidur sungguhan!"Ucap Ellen kesal.
"Aku tadinya memang sedang tidur kok. Tapi aku tahu jika kau datang makanya aku langsung bangun."Ucap Aldrich.
Alasan macam apa itu ??
"Ah itu...jadi besok diadakannya acara penyambutan calon kerajaan kita ya?"Tanya Ellen.
"Ya. Ini semua rencana ibu. Tadinya aku menolak acara itu karena pestanya sungguh merepotkan. Bahkan akan ada pesta dansanya juga. Tapi jika aku menolak acara ini semua orang akan salah paham lagi dengan kita."Ucap Aldrich.
"Iya benar. Aku juga sudah dengar bahwa keluargaku akan datang juga. Tidak apa-apa pestanya di adakan, sekalian bisa merasakan yang namanya bersenang-senang."Ucap Ellen.
Aldrich hanya diam.
"Besok kau tidak perlu menghadapi semua tamu. Ingat, bahwa kau tidak bisa terlalu lelah karena sedang hamil."Ucap Aldrich.
"Tentu saja, aku tahu."Ucap Ellen.
__ADS_1
Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa like ya 👍)