Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 57


__ADS_3

"Ivan, kenapa wanita itu belum datang menemuiku? Apa yang sedang dilakukannya sekarang?"Tanya Jason kepada sekretarisnya.


"Yang mulia Ratu saat ini sedang memberi sumbangan kepada para warga, Tuan."Jawab Ivan.


"Apa? Kenapa dia tidak bertemu denganku lebih dulu? Bukankah seharusnya dia bertemu dengan yang berurusan dengannya?"Tanya Jason tidak terima.


"Maaf saya tidak tahu Tuan. Apakah kita perlu tanya beliau langsung?"Tanya Ivan.


"Ck, tidak perlu! Aku ingin tahu apa yang sedang wanita itu rencanakan. Jika dia memanggil Yohannes, kau harus tahu apa yang harus kau lakukan."Ucap Jason tersenyum.


"Saya mengerti Tuan."Balas Ivan membungkuk.


Kembali di istana Lilwest, Yohannes sudah mulai bersiap-siap untuk menyusul istrinya. Dia sepertinya baru menyadari perasaannya bahwa sekarang Lydora lah yang telah mengisi kekosongan hatinya.


"Carl, besok aku sudah bisa pergi kan?"Tanya Yohannes kepada sekretarisnya.


"Sudah, Yang Mulia. Saya sudah menyiapkan segala keperluan anda. Pertemuan dan rapat penting juga semuanya sudah selesai."Jawab Carl.


"Hmm, Baguslah."Yohannes benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya. Sesungguhnya dia juga merindukan Lydora tapi dia belum mau mengakuinya.


Di Villa Utara...


"Huuh...sungguh melelahkan sekali...para warga itu benar-benar tidak memberikan kita kesempatan beristirahat sekalipun!"Ucap Felice yang begitu kelelahan.


"Yah, yang penting kita sudah merasa tenang karena sudah kita berikan 5 koin emas masing-masing dan kebutuhan pokok kepada mereka semua secara adil."Ucap Lydora yang sebenarnya cukup merasa lelah. Kulitnya yang putih pun sempat terbakar dan kemerahan karena cuacanya yang saat itu sangat panas.


"Felice, ngomong-ngomong apakah suratku sudah berhasil terkirim ke ibukota?"Tanya Lydora.

__ADS_1


"Sudah yang mulia. Tapi kita belum mendapatkan surat balasan dari yang mulia Raja."Ucap Felice.


"Tidak masalah dia tidak membalasnya. Aku harap dia mau datang kesini. Kita tadi cukup beruntung karena para warga tidak ada yang mengenali kita. Mereka percaya ucapan kita kalau kita hanya seorang kalangan bangsawan biasa yang sekedar membantu mereka saja."Ucap Lydora.


"Iya, saya juga bersyukur mereka tidak mencurigai kita. Bisa-bisa kita diserang langsung tanpa penjelasan. Tapi aneh juga tidak sih yang mulia? Tuan Jason tidak ada kabar sama sekali. Seharusnya dia tahu kan kalau kita tadi memberi sumbangan kepada warga desa?"Tanya Felice heran.


"Itu karena Tuan Jason yang menunggu kabar dari kita. Lihat, pria itu benar-benar berani. Tapi dia pasti akan terkejut saat Yohannes datang menemuinya langsung nanti."Ucap Lydora tersenyum.


"Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk semuanya, Yang mulia." Felice merasa sedikit khawatir.


Keesokan harinya Yohannes sudah berada di dalam kereta api bersama beberapa pengikutnya, seperti sekretarisnya, dan para pengawal. Kali ini Yohannes lebih banyak membawa pengawal dibandingkan Lydora sendiri.


Beberapa jam tidak terasa sudah sampai di stasiun wilayah utara. Yohannes merasa heran. Baru saja Kereta api itu berhenti para warga sudah pada berdiri di sekitar stasiun dan menatap kereta api itu dengan tatapan penuh kebencian.


Ada apa ini? Sepertinya benar kata Lydora bahwa ada masalah disini. Seharusnya mereka senang kan Raja mereka berkunjung kemari? Tapi ini malah sebaliknya. Mereka seperti ingin menelanku hidup-hidup...


"Yang mulia, sebaiknya anda disini saja. Suasananya sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Kami semua akan mencoba untuk bertanya kepada mereka."Tanya sekretarisnya yang bernama Carl.


"Baik yang mulia."Carl beserta beberapa pengawal mulai keluar dari pintu kereta.


Baru saja salah satu pengawal memijakkan kakinya di tanah wilayah Utara itu, ada seseorang yang langsung membidiknya dari kejauhan dan untung saja bidikan itu terkena pada lengannya.


"Arggh!"Teriak pengawal itu kesakitan. Carl langsung bisa melihat bahwa yang baru saja membidik panah adalah salah satu warga desa.


"Hei, apa-apaan ini! Kenapa kalian tiba-tiba menyerang kami?!"Teriak Carl pada warga itu. Para warga itu tetap diam dan hanya menatap dengan penuh kebencian.


Yohannes langsung tahu jika semua ini adalah perbuatan Tuan Jason. Dia bukan hanya sudah memfitnah para warga dan merusak nama baiknya, tapi juga sudah mencuci otak para warga untuk membunuh sang Raja.

__ADS_1


"Carl! Tenang dulu dan tenangkan semua para pengawal! Kita tetap tidak boleh menyerang mereka balik!"Teriak Yohannes dari luar jendela.


Yohannes hendak berjalan keluar untuk bertanya dan menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.


"Yang mulia! Berhenti disitu! Anda tidak boleh keluar!"Teriak Carl panik.


Yohannes hanya memberi isyarat bahwa dia akan baik-baik saja. Yohannes menarik napas panjang dan mulai turun dari kereta api. Para warga langsung melotot kearah Yohannes tanpa merasa segan ataupun takut sama sekali.


Dalam hati, Yohannes sangat dendam kepada Tuan Jason dan bersumpah setelah Tuan Jason berhasil ditemukan, dia akan langsung mengeksekusinya.


Namun dia sendiri merasa bersalah karena dia sendiri belum ada mengunjungi wilayah Utara karena dirinya yang begitu sibuk. Saat melihat wajah-wajah para warga itu, hati kecilnya merasa sakit terutama saat memandang anak-anak desa itu.


Para pengawal dan Carl langsung mengkerumuni majikan mereka seperti benteng.


"Semuanya, seperti yang kalian tahu saya adalah Raja baru anda semua, Yohannes Lilwest. Tolong berikan saya kesempatan untuk menjelaskan semuanya terlebih dahulu. Anda semua juga pasti sudah dengar bahwa mendiang ayah saya, Raja Peter baru meninggal dua minggu yang lalu. Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena baru menyempatkan diri berkunjung sekarang. Dan Ayah saya Raja Peter juga memiliki alasan mengapa dia jarang mengunjungi wilayah Utara. Raja Peter sudah sering sakit-sakitan dan beliau lebih sering berada di istana saja. Dia tidak boleh terlalu lelah atau penyakitnya bisa kambuh. Jadi selama dia memimpin, dia selalu mengandalkan para menteri dan orang-orang terpercayanya. Itu sebabnya Raja Peter jarang sekali menampakkan dirinya di depan publik. Saya sebagai putranya mewakilkan untuk meminta maaf sebesar-besarnya kepada anda semua yang telah kecewa."Ucap Yohannes membungkuk di hadapan para warga.


Para warga itu sempat terdiam dengan Yohannes karena masih punya rasa simpati apalagi Yohannes sampai membungkuk di hadapan mereka semua.


"Bagaimana kami bisa percaya dengan yang dikatakan Yang mulia? Yang kami dengar bahwa Raja Peter tidak mau mengunjungi wilayah kami karena kumuh dan kotor!"Salah satu warga desa memberanikan diri untuk membuka suara.


"Apa?! Kalian dengar dari man--"


"Benar! Memangnya kami bisa percaya begitu saja bahwa beliau benar-benar sakit? Lihatlah, sedangkan kami jarang sekali mendapat biaya kesehatan karena diri kami yang miskin dan kotor ini. Anak-anak kami juga bahkan tidak ada yang bisa bersekolah! Kami tidak memiliki cukup uang padahal kami sudah cukup bekerja keras! Tapi kami selalu saja mendapat penghasilan yang tidak cukup..."Sambung warga desa yang lain menangis.


Sesuai dugaan, Orang-orang hanya melihat dan mendengar apa yang mereka dengar dan lihat saja tanpa mencari tahu kebenarannya. Mereka tidak mau memberikan kesempatan pada orang lain untuk menjelaskan.


"Itu semua kesalahpahaman! Kalian seharusnya menyalahkan menteri kalian itu!"Tegas Yohannes.

__ADS_1


"Anda tidak boleh bicara sembarangan begitu kepada Tuan kami! Selama ini Tuan kami yang selalu membantu kami dengan suka rela!" Teriak salah satu warga tidak terima.


Next...


__ADS_2