Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
Episode 24 (Di revisi)


__ADS_3

Setelah bersiap, Ellen berusaha mengatur napasnya untuk menghadapi acara sarapan yang menegangkan. Apalagi jika dirinya sudah terlambat dua kali.


"Selamat pagi yang Mulia Ratu, Tuan putri dan Nona Anna."Salam Ellen sambil tersenyum.


Sang ratu lagi-lagi hanya merespon dengan anggukan. Dia malas bertanya sebab dia sudah tahu jawabannya apa.


"Hei, kau niat jadi permaisuri tidak sih?"Ucap Katherine menyindir.


"Kau sudah berani datang telat selama dua kali. Dimana sopan santunmu? Kak Anna bahkan lebih rajin bangun pagi daripada dirimu."


Aduh, pagi-pagi sudah ngajak ribut. Anak ingusan sepertimu bagusnya diam saja deh...


"Alasan saya terlambat, saya belum bisa mengatakannya pada anak dibawah umur seperti anda tuan putri. Anda akan mengerti setelah menikah."Ucap Ellen enteng.


"Apa! Berani sekali kau padaku! Jangan lupa aku ini seorang putri! Kau dan aku hanya beda tiga tahun saja!"Ucap Katherine tidak terima.


"Tapi aku seorang permaisuri, putri. Meskipun aku baru berperan sebagai permaisuri selama dua hari, tetap saja putri yang harusnya lebih menurut perintahku. Dan lagi anda tetap masih dibawah umur kan?"Ucap Ellen.


Katherine tadinya masih ingin membalas ucapan Ellen.


"Cukup! Jangan buat keributan disaat aku masih disini."Ucap Aldrich.


Katherine langsung bungkam dan dia melihat sekilas Ellen yang tersenyum mengolok ke arahnya.


Awas saja kau!


****


Di kastil, sesuai janji Erick sudah berpakaian rapi untuk mengajak Maya kencan. Dia berusaha mencari Maya, namun sosoknya sulit ditemukan. Dan dia malah bertemu dengan Stevany yang sedang bersih-bersih.


"Permisi, kau temannya Maya kan?"Tanya Erick kepada Stevany.


Tuan Erick! Bagaimana ini? Maya minta tolong padaku bahwa saat ini dia lagi tidak ingin bertemu dengannya.


"Ah iya Tuan, itu benar."Jawab Stevany.


"Apa kau tahu dimana Maya? Aku berencana mengajaknya pergi bersamaku hari ini."


"Err...sepertinya Maya saat ini sedang tidak bisa diajak bertemu Tuan. Dia sedang tidak enak badan."Ucap Stevany membuat alasan.

__ADS_1


"Maya sakit? Kalau begitu tolong antarkan aku ke tempatnya. Aku ingin melihat kondisinya."Ucap Erick.


"Tapi Tuan..."


"Aku benar-benar ingin bertemu dengannya, kumohon. Ada hal yang ingin kusampaikan juga. Aku akan menambah gajimu jika kau mau mengantarku ke tempatnya."Ucap Erick memohon.


Stevany menghela napasnya. "Baiklah Tuan, saya akan mengantar Anda. Tapi Anda tidak perlu menambah gaji saya. Saya harap Anda tidak membuat sahabat saya sedih."Ucap Stevany.


"Baik-baik. Aku janji."Ucap Erick.


Stevany pun mengantar Erick ke kediaman Maya yang masih tidur. Dia masih merasa sedih dan matanya yang bengkak.


Dan Maya dikejutkan oleh ketukan pintu dari luar. "Maya! Kata temanmu kau sakit? Buka pintunya Maya, aku tahu kau sedang ada di dalam!"Panggil Erick.


Aduh, kenapa dia harus datang disaat seperti ini?


Maya tadinya tidak berniat membuka pintunya. Namun dia takut di pecat karena telah melawan majikannya. Akhirnya dia membuka pintunya perlahan dan memperlihatkan dirinya yang kusut.


"Ada apa Anda mencari saya, Tuan?"


Apa dia habis menangis? Apa ini gara-gara aku dan dia mengira aku berpacaran dengan Carol? Sepertinya aku harus menjelaskannya sekarang.


"Maaf Tuan. Sepertinya saya tidak bisa ikut jalan-jalan bersama Anda. Sesuai kata Stevany, saya sedang tidak enak badan."


"Kalau begitu bolehkah aku masuk? Ada hal yang ingin kukatakan juga."


Maya pun membuka pintunya lebih lebar dan membiarkan Erick masuk ke kamarnya yang kecil.


Mereka duduk di sofa kecil secara berdekatan. "Apa kau menangis karena gara-gara Carol mengajakku keluar semalam?"Tanya Erick memastikan.


Maya menggeleng. "Tidak kok Tuan. Buat apa saya menangisi Tuan yang diajak jalan nona Carol. Itu tidak ada hubungannya dengan saya."


"Ada kok. Itu karena kau mencintaiku kan? Kau merasa cemburu dan takut jika aku pacaran dengan gadis lain. Dan...aku sebenarnya tidak punya hubungan apapun dengan Nona Carol."Ucap Erick.


Maya melirik ke arah Erick merasa tidak percaya.


"Biar kujelaskan..."Ucap Erick mulai bercerita.


Hari dimana Carol mengajak Erick jalan-jalan, Erick tidak mengira bahwa dirinya berjalan bersama Carol ternyata lebih kaku daripada bersama Maya. Carol hanya sibuk mencari sesuatu dan dia membeli begitu banyak benda-benda tidak penting di kota.

__ADS_1


Erick begitu bosan karena seharian mereka cuma jalan-jalan. Pada akhirnya Carol mengajak Erick ke sebuah restoran.


Mereka memesan makanan dan mereka pun makan bersama. Erick sempat berharap dia bisa segera pulang dan entah kenapa dia terus kepikiran dengan Maya.


"Erick."Panggil Carol kali ini dengan biasa.


"Iya Nona?"


"Ada hal yang ingin aku katakan padamu. Maukah kau menjadi kekasihku? Aku sebenarnya tertarik padamu dan menyukaimu."Ucap Carol dan Erick membelalakkan matanya merasa syok.


"N-nona menyukai saya?"


Carol mengangguk. "Aku tahu kalau kau juga menyukaiku. Kita tinggal menjalani hubungan sampai ke pernikahan dan kita akan hidup bahagia."Ucap Carol sambil memegang tangan Erick.


"Anu...Nona, maafkan saya sebesar-besarnya. Tapi saya tidak bisa menerima pernyataan anda. "Ucap Erick. Sekarang ini dia sudah tahu siapa pilihan hatinya.


Raut wajah Carol langsung berubah. Dia jadi terlihat menyeramkan sampai Erick tidak berani menatapnya.


"Kenapa? Apa ini karena pelayan rendahan itu? Kau menyukai wanita yang seperti itu?"Tanya Carol langsung memperlihatkan sifat aslinya.


"Anda bilang apa Nona?"Tanya Erick tidak percaya.


"Iya, pasti karena wanita itu kan! Kenapa kau bisa suka wanita rendahan seperti dirinya? Dia tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan dan dia berani berlagak di depanku! Kau seharusnya merasa bersyukur karena seorang wanita sepertiku menyukaimu!"Ucap Carol.


Erick seketika tidak suka dengan sifat Carol. "Ternyata saya selama ini sudah salah mengira jika anda benar-benar wanita anggun sesuai yang orang-orang katakan. Dengar baik-baik Nona, tidak semua pria akan jatuh cinta dengan kelebihan seorang wanita. Justru dia akan jatuh cinta kepada wanita yang sederhana, berhati tulus dan pemberani seperti Maya. Meskipun dia hanya seorang pelayan, tapi dia pada akhirnya bisa membuat saya jatuh cinta kepadanya karena kepribadiannya."Jawab Erick.


"Kau! Heh, baiklah. Tidak apa jika kau menolakku. Justru kau yang akan menyesal karena telah menolakku! Aku pastikan hal itu terjadi."Ucap Carol langsung beranjak dari kursinya. Namun, dia tidak sadar jika orang-orang sudah melihat sikapnya. Semua orang yang disana berbisik dan menatap rendah ke arahnya.


Carol langsung berjalan cepat karena semua orang telah mengetahui sifat aslinya.


"Jadi, Anda menolak Nona Carol?"Tanya Maya tidak percaya.


Erick mengangguk. "Dia tidak pantas bersamaku. Aku merasa jika kau yang lebih pantas bersamaku. Maya, aku sudah tahu apa yang ada di hatiku. Yaitu dirimu. Maukah kau menjadi kekasihku? Maaf jika aku memiliki kekurangan seperti ceroboh misalnya. Aku akan berusaha memperlakukanmu dengan baik."Ucap Erick.


Maya lagi-lagi menangis. Dia tidak mengira bahwa perasaan yang dia simpan selama bertahun-tahun akan terwujud. Bagaikan mimpi, seketika Maya merasa bahwa dirinya adalah wanita paling bahagia di dunia.


Maya mengangguk. "Saya mau Tuan! Terima kasih karena Tuan juga menyukai saya!"Ucap Maya sangat bahagia.


Erick melebarkan kedua tangannya agar bisa memeluk Maya. Maya pun dengan cepat masuk ke dalam pelukan pria itu.

__ADS_1


Bersambung. (Terima kasih yg sudah baca. Jangan lupa tekan tombol like 👍)


__ADS_2