Permaisuri Kesayangan Raja

Permaisuri Kesayangan Raja
S2 Episode 17


__ADS_3

"Yang katakan anda itu memang benar, Nyonya. Tapi saya ingin berubah menjadi lebih baik. Saya tidak ingin menjadi seperti dulu lagi."Jawab Lydora berkata jujur.


Nyonya Bella hanya tersenyum sinis. "Oh ya? Apa karena demi yang mulia Pangeran Yohannes kau ingin berubah? Semua yang kau lakukan akan sia-sia karena orang-orang sudah tahu kalau sifatmu buruk. Tidak akan ada yang menyukaimu karena kemunafikanmu itu."


Lydora kemudian tersenyum. "Maaf jika perkataan saya lancang, Nyonya. Tapi yang anda katakan itu salah. Saya ingin berubah karena kemauan saya sendiri. Bukan untuk Pangeran Yohannes. Dan masih ada yang menyayangi saya dan peduli pada saya. Mereka juga percaya pada saya bahwa saya bisa berubah menjadi lebih baik. Setiap orang diberikan kesempatan untuk memperbaiki hal yang disesalinya dan hal itu tidak akan pernah terlambat sekalipun dia sudah membunuh orang lain."Tegas Lydora.


Nyonya Bella terdiam dan dia menjadi kesal dengan Lydora yang sudah berani membalas ucapannya.


"Ck, ck. Dasar tidak sopan. Kau sudah berani membantah ucapan orang yang lebih tua darimu. Orang tuamu pasti tidak pernah mengajarimu sopan santun ya."Ucap Nyonya Bella.


Apa?? Kurasa Nyonya Bella lah yang bodoh. Bukan aku. Kenapa dia malah menyalahkan ucapanku yang benar? Padahal jelas-jelas dia yang salah.


"Anda salah Nyonya. Orang tua saya selalu mengajarkan hal-hal baik kepada saya terutama kesopanan dan tata krama. Tapi hanya saya sendiri yang keras kepala dan hal itu bukan kesalahan kedua orang tua saya. Dan sekarang saya berniat untuk berubah menjadi lebih baik. Mereka berkata bahwa saya harus membantah ucapan seseorang yang tidak benar."Balas Lydora.


Nyonya Bella menjadi tidak terima dengan ucapan Lydora yang lagi-lagi membalasnya. "Jadi kau mengira ucapanmu sudah yang paling benar begitu?"


"Tidak juga, Nyonya. Saya hanya--"


"Sudahlah. Buang-buang waktu saja aku berbicara denganmu. Aku tidak mau mengajari seorang gadis yang kurang ajar sepertimu."Ucap Nyonya Bella kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"Apa? Tunggu Nyonya...!"Lydora hendak mengejar Nyonya Bella. Namun tatapan Nyonya Bella sangat menakutkan sehingga Lydora reflek menghentikan langkahnya.


Nyonya Bella tidak mengatakan apapun lagi dan dia terus berjalan pergi mengabaikan gadis itu. Lydora merasa frustasi sebab Nyonya Bella pada akhirnya tidak jadi mengajarinya. Padahal dia harus belajar secepatnya karena pernikahannya akan dilaksanakan beberapa minggu lagi.

__ADS_1


Argh, salahku dimana sih?! Masa dia tersinggung dengan aku yang hanya membantah ucapannya? Dia pasti sengaja! Padahal aku sendiri juga tidak menginginkan pernikahan ini tahu!


Lydora memegang kepalanya merasa begitu pusing. Tak lama ada pelayan yang mendatanginya. Pelayan itu yang menjadi pengurus Lydora mulai sekarang.


"Ada apa Nona? Apa anda sakit?"Tanya pelayan itu khawatir.


Lydora menggeleng. "Tidak. Aku baik-baik saja. Oh ya, siapa namamu? Kamu yang akan bersamaku mulai sekarang kan?"Tanya Lydora.


Pelayan itu tersenyum. "Nama saya Sandy, Nona. Saya yang mengurus anda sekarang, tapi hanya untuk sementara sampai anda menikah nanti. Setelah itu anda akan digantikan oleh seorang dayang yang menjadi pengurus anda."Jawab Sandy.


"Ah, begitu ya. Sandy, bisakah kau ajak aku keliling istana? Aku ingin mengetahui lebih banyak tentang istana ini agar aku tidak tersesat nanti."Pinta Lydora.


"Baik, Nona. Ayo ikuti saya."Ucap Sandy.


Di lain tempat, Ratu Edna berjalan menuju ruangan Yohannes.


"Ibu? Ada apa? Kenapa ibu masuk seenaknya tanpa mengetuknya terlebih dahulu?"Tanya Yohannes dingin. Dia pun segera menghentikannya pekerjaannya dan melepaskan kaca matanya.


"Ibu sudah mengetuk pintunya beberapa kali tapi kau tidak mendengarnya. Apa yang kau tulis sehingga kau menjadi serius begitu?"Tanya Ratu Edna yang menjadi kesal.


"Hanya dokumen negara."Jawab Yohannes.


"Ibu ingin membicarakan sesuatu padamu. Tadi Lydora ada bilang kalau kau sudah menghina rambutnya, apakah itu benar?"Tanya Ratu Edna tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Heh, jadi dia mengadu pada ibu ya?"Tanya Yohannes.


"Lebih tepatnya ibu bertanya padanya apakah kau ada mencari masalah dengannya. Dan ternyata benar. Kau sudah menghina rambut indah menantuku itu. Apa kau tidak suka padanya hanya karena gara-gara rambut? Kau yang benar saja, Yohan!"Ucap Ratu Edna tidak habis pikir.


"Tidak juga. Ibu tahu sendiri bahwa dia itu mengejar-ngejarku. Aku sama sekali tidak tertarik padanya karena aku tidak cocok dengannya dan dia juga bukan tipeku."Jawab Yohannes.


Ratu Edna kemudian memijit pelipisnya. "Ibu tidak mau tahu. Pokoknya kau harus bertemu dengannya malam ini setelah kita makan malam. Ajak dia bicara dan minta maaf padanya karena kau sudah bersikap kasar padanya, Yohan."Ucap Ratu Edna serius.


"Apa? Kenapa? Aku tidak mau!"Bentak Yohannes.


"Yohan, jangan tinggikan suaramu di depan orang tuamu. Yohan, dengarkanlah ibumu ini walau aku bukanlah ibu kandungmu. Ke depannya mau bagaimanapun Lydora akan menjadi istrimu, seumur hidup. Kau tidak mungkin terus seperti ini dan menyakiti perasaannya. Dia tetaplah wanita yang memiliki perasaan lemah lembut."Ucap Ratu Edna.


Yohannes hanya diam saja. Dia mengusap wajahnya merasa kesal dan keberatan. Tapi apa yang dikatakan Ratu Edna tidaklah salah. Dia juga jadi sedikit merasa bersalah karena sudah mengatai Lydora dengan sebutan wanita liar. Dia cukup kaget bahwa Lydora tidak sampai mengadu bahwa dia mengatai Lydora wanita liar.


"Dan satu hal lagi. Berusahalah agar kau tidak dekat-dekat dengan Stacey. Aku yakin sekali dia menaruh perasaan padamu. Kau jangan termakan wajah polosnya karena dia itu sangat manipulatif. Dia bahkan jauh lebih parah daripada ibunya. Kau juga harus menjaga Lydora agar ibu dan anak itu tidak sampai mencelakai Lydora."Ucap Ratu Edna lagi.


Yohannes hanya diam saja. Dia sungguh malas untuk menanggapi Nyonya Bella dan Stacey. Jika bukan karena menganggap bibi dan adik ipar, dia juga tidak mau memanggil mereka hanya demi memikirkan Adab keluarga. Lagipula Nyonya Bella sangat cerdas dalam hal pendidikan pelantikan Ratu, meskipun sifatnya tidak sesuai dengan yang diajarkannya. Ratu Edna dan mendiang ibunya, Ratu Teresa bahkan diajarkan oleh Nyonya Bella saat pelantikan menjadi Ratu.


Ratu Edna benar-benar sudah lelah bertahan dengan mulut pedas Nyonya Bella. Mendiang Ratu Teresa juga dulu stress karena omongan tajam Nyonya Bella. Tapi Ratu Teresa memang sudah memiliki penyakit dan meninggal di usia muda.


Sejujurnya Yohannes membenci Nyonya Bella, tapi dia tidak bisa menyingkirkannya karena Nyonya Bella termasuk orang yang paling dihormati. Dan Nyonya Bella satu-satunya yang memiliki pangkat paling tinggi ketiga di Kerajaan mereka selain Raja dan Ratu.


Stacey terlihat senang karena bisa bertemu dengan Yohannes hari ini. Setidaknya hatinya terobati sedikit karena sibuk memikirkan wanita lain yang merebut pria tercintanya.

__ADS_1


Aku tidak akan membiarkan wanita jelek itu merebut milikku. Aku sudah cukup bersabar dengan Pangeran Yohannes yang sudah menyukai Ratu Ellen selama bertahun-tahun. Saat ini akulah yang seharusnya mendapat posisi itu! Bukan dia!


Next....


__ADS_2